Pesatnya perkembangan teknologi memiliki dampak positif terhadap kesadaran kesehatan reproduksi wanita, terutama di kalangan wanita muda. Fenomena positif ini disambut baik oleh para Gen-Z karena didukung juga dengan banyaknya komunitas dan influencer di sosial media yang memudahkan edukasi kepada masyarakat luas.
Salah satu yang menjadi kekhawatiran wanita-wanita muda saat ini adalah terkait dengan kesehatan reproduksi. Ciri-ciri PCOS pada wanita masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan karena lekat dan dekat dengan wanita setiap bulannya.
PCOS seringkali hanya dikaitkan dengan berat badan seseorang, padahal pada wanita kurus PCOS pun dapat terjadi. Kenali ciri-ciri PCOS sejak dini sangat penting untuk deteksi dan penanganan awal agar tidak terlambat menghubungi ahli kesehatan terdekat, demi menjaga kesuburan dan kualitas hidup seseorang.
Artikel ini akan mengupas tuntas terkait dengan ciri-ciri PCOS pada wanita kurus dan penyebab lainnya, Yuk simak faktanya!
Baca Juga: Hamil Normal atau Tidak? Ini Pentingnya USG di Awal Kehamilan Bunda
Apa itu PCOS?
Polycystic Ovarium Syndrome (PCOS) merupakan sebuah kelainan endokrin yang mempengaruhi 5-10% wanita dikarenakan memiliki produksi androgen yang berlebihan oleh ovarium yang akhirnya menyebabkan resisten insulin dan tentu saja mempengaruhi kondisi fisiologis lainnya (Nurpartiwi, dkk., 2025). PCOS dapat menjadi penyebab utama dari infertilitas akibat terjadinya anovulasi. Berdasarkan data dari National Institutes of Health PCOS mempengaruhi 4-8% wanita pada usia reproduksi yaitu usia 24-28 tahun (Widiastuti, dkk., 2021).
Para penderita PCOS akan menghasilkan hormon androgen yang berlebihan. Hormon androgen merupakan salah satu hormon seks yang dimiliki oleh pria, biasanya ada pada wanita namun jumlahnya kecil. Kelebihan hormon ini akan mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan atau kista, akibatnya sel telur tidak dapat berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.
Penyebab Sindrom PCOS pada Wanita

Faktor penyebab PCOS terbesar pada wanita bisa disebabkan karena riwayat keluarga yang diprediksi sekitar 43% dan kejadian obesitas sebesar kurang lebih 34% serta 50% dari penderita PCOS akan mengalami ketidakaturan periode menstruasi lebih panjang dari rata-rata lama waktu menstruasi pada umumnya yaitu 21 sampai 35 hari, kemudian 20% penderita PCOS bisa memiliki atau tidak memiliki masa menstruasi yang teratur sampai kurun waktu 15 tahun (Sari, dkk., 2023).
Berdasarkan data dari penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta ciri-ciri PCOS pada wanita menunjukkan bahwa wanita terserang PCOS sebanyak 68% pasien yang sudah menikah dan 7% pada usia rata-rata 20 tahun.
Prevalensi wanita PCOS di dunia dengan obesitas sebesar 42% di wilayah Asia Tenggara, 30% di negara Spanyol dan 38% di wilayah Yunani. Sementara, wanita dengan resistensi insulin memiliki prevalensi antara 25-70% menjadi penyebab utama PCOS.
Resistensi insulin dan hiperandrogenisme adalah merupakan kelainan yang bersifat hormonal yang paling banyak ditemukan pada pasien PCOS serta berkontribusi pada kelainan reproduksi seperti menstruasi tidak teratur, oligo atau anovulasi, infertilitas serta beberapa kelainan metabolik seperti dislipidemia, diabetes melitus tipe 2, faktor resiko penyakit cardios dan penampakan psikologi (depresi, ansietas, kualitas hidup rendah).
Faktor Risiko Sindrom PCOS
Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami kondisi ini. Berikut faktor risikonya :
1. Riwayat Keluarga
Apabila kamu memiliki keluarga dekat, seperti ibu kandung atau saudara kandung baik kaka ataupun adik yang pernah mengalami PCOS, maka tingkat risiko akan untuk kamu mengalaminya akan semakin tinggi. Faktor genetik memiliki peran yang cukup tinggi dalam terjadinya sindrom PCOS ini
2. Resistensi Insulin
Resistensi insulin terjadi ketika kondisi sel-sel tubuh tidak dapat merespon insulin, sehingga tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan tepat selama terjadinya metabolisme glukosa.
Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Diabetes & Metabolic Disorders tahun 2018 menunjukkan hasil bahwa tingkat resistensi insulin lebih rendah ditemukan pada perempuan ramping dengan PCOS atau memengaruhi 83,3% dari peserta penelitian, dibandingkan dengan 93,1% peserta yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
3. Gaya Hidup Kurang Sehat
Kurangnya aktivitas fisik, duduk yang terlalu lama khususnya pada wanita-wanita yang kerja di kantoran, dan pola tidur yang tidak teratur juga dapat meningkatkan risiko PCOS.
Gaya hidup sedentari dapat memperburuk resistensi insulin dan menyebabkan gangguan metabolisme yang kemudian berkontribusi terhadap ketidakseimbangan hormon.
4. Pola Makan Tinggi Gula dan Lemak
Perkembangan era modern yang menghasilkan banyak sekali fast food dengan tinggi gula tambahan, karbohidrat olahan, serta lemak jenuh dapat memicu lonjakan insulin dan meningkatkan risiko inflamasi kronis.
Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat memperburuk resistensi insulin dan memperburuk gejala PCOS
5. Gangguan Tidur
Sleep apnea atau gangguan tidur akan lebih sering terjadi pada wanita dengan PCOS. Kualitas tidur yang rendah dapat mempengaruhi regulasi hormon dan metabolisme tubuh.
6 Ciri PCOS pada Wanita Kurus

Mengenali ciri PCOS merupakan hal penting karena pada setiap individu memiliki ciri yang bervariasi dan seringkali disalahpahami sebagai masalah biasa. Berikut adalah beberapa ciri umum yang perlu diwaspadai :
1. Siklus menstruasi tidak teratur :
Gejala paling umum dan menjadi keluhan utama serta ciri khas PCOS adalah meliputi siklus menstruasi yang tidak teratur, sangat jarang (oligomenorea) atau bahkan belum pernah mengalami menstruasi pada wanita lebih dari 15 tahun/berhentinya siklus menstruasi untuk wanita yang sudah pernah mengalami menstruasi (amenore). Penelitian yang bersumber dari National Center for Biotechnology Information (NCBI, 2023) menunjukkan bahwa sekitar 70-80% wanita penderita PCOS mengalami masalah siklus menstruasi.
2. Hirsutisme :
Pertumbuhan rambut berlebihan pada area tubuh yang biasanya tidak berambut banyak pada wanita, seperti wajah (misalnya di atas bibir atau dagu), dada, punggung, atau perut. Kondisi ini juga disebabkan oleh hormon androgen berlebih.
3. Muncul jerawat berlebih :
Munculnya jerawat yang cukup parah dan menetap (persisten), terutama pada area wajah, dada, atau punggung yang sulit diobati dengan obat jerawat yang terjual bebas. Jerawat berlebih ini juga disebabkan oleh kelebihan hormon androgen
4. Rambut mulai menipis :
Meskipun penderita PCOS memiliki kelebihan hormon androgen yang bisa menyebabkan tinggi pertumbuhan rambut di area tubuh, pada kulit kepala justru dapat menyebabkan rambut menipis atau mengalami kebotakan seperti pada pria.
5. Area kulit menggelap :
Gula darah yang tinggi akibat resistensi insulin merupakan salah satu faktor penyebab PCOS. Pada kondisi seperti ini, insulin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tubuh wanita memproduksi terlalu banyak hormon androgen hingga akhirnya mengalami masalah ovulasi. Salah satu tanda resistensi insulin dapat dilihat dengan menggelapnya area seperti selangkangan, dibawah payudara, dan sepanjang lipatan leher
6. Masalah kesuburan atau sulit hamil :
Terakhir, ciri-ciri PCOS pada wanita yang paling menyeramkan adalah ovulasi yang tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali dalam satu bulan, PCOS menjadi penyebab umum yang akhirnya mengakibatkan infertilitas anovulasi yaitu kondisi ketidaksuburan pada wanita yang disebabkan karena indung telur tidak menghasilkan atau bahkan tidak melepaskan sel telur.
Baca Juga : Perhatikan! 6 Ciri Darah Keguguran Hamil Muda, Bisa Bahaya?
Penanganan PCOS yang Tepat dengan Konsumsi Channa Bets untuk Menurunkan Kadar Insulin
Salah satu penyebab PCOS adalah akibat resistensi insulin. Resistensi insulin akan meningkatkan kadar glukosa dan insulin di dalam darah. Kelebihan insulin akan mengakibatkan produksi hormon androgen meningkat sehingga pada akhirnya akan mengganggu proses ovulasi. Wanita PCOS di dunia dengan resistensi insulin memiliki prevalensi antara 25-70% .
For your information, Insulin merupakan suatu hormon peptida yang disintesis dan disekresi oleh sel β kelenjar dari pankreas. Insulin memiliki peran penting terhadap regulasi kadar glukosa dalam tubuh.
Konsumsi gula berlebih menjadi penyebab tingginya kadar glukosa di dalam tubuh, karena saat akan datang menstruasi biasanya wanita-wanita akan mengalami craving (ingin makan yang cenderung manis) sehingga kadar gula dalam tubuh juga otomatis meningkat.

Untuk membantu mengurangi kadar gula darah dan mencegah PCOS, Channa Bets hadir sebagai inovasi dan solusi untuk menjawab kegelisahan anda semua. Kandungan Ekstrak Ikan Gabus dan Ekstrak Kayu Manis yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Kandungan Ekstrak Ikan Gabus yang memiliki protein tinggi dipercaya untuk menghambat enzim α-glukosidase yang menyebabkan perubahan karbohidrat menjadi glukosa sehingga mampu mengontrol kadar glukosa darah.
Sementara, ekstrak kayu manis memiliki senyawa antioksidan berupa polifenol (tanin, flavonoid) dan minyak atsiri fenolik yang dapat berperan sebagai agen antidiabetik. Kombinasi antara Ekstrak Ikan Gabus dan Ekstrak Kayu Manis dapat dipercaya sebagai antidiabetik yang mampu menurunkan insulin pada wanita PCOS.
