Berita Channa.id – Inovasi produk herbal berbasis teknologi terus berkembang di Indonesia. Salah satu terobosan terbaru datang dari kolaborasi antara PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui pengembangan ChannaFit Nanoemulsi, formulasi modern dari produk berbahan dasar ikan gabus yang ditujukan untuk mendukung peningkatan nafsu makan dan kondisi tubuh.
Baca Juga: Reformulasi ChannaFit – Optimasi dan Evaluasi Sirup Nanoemulsi Produk ChannaFit
Penelitian Kolaborasi PT MMP dan Sekolah Farmasi ITB Masuki Tahap Pengujian Efektivitas
Setelah sebelumnya memasuki tahap reformulasi dan optimasi nanoemulsi, kini penelitian Channa Fit Nanoemulsi memasuki fase penting berupa uji efektivitas in vivo terhadap hewan uji. Hasil awal penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan dibandingkan formula original maupun produk kompetitor.
Pengembangan Lanjutan ChannaFit dengan Teknologi Nanoemulsi Melalui Pengujian Ketat In Vivo
Eksperimen klinis berbasis in vivo ini dijalankan oleh peneliti SF ITB, apt. Devy Nur Azalia Hasanuddin, M.S.Farm., di bawah pengawasan langsung pakar farmasi Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si. yang merupakan peneliti dan akademisi dari Sekolah Farmasi ITB yang memiliki fokus riset pada bidang formulasi dan sistem penghantaran obat modern.
Pengamatan komprehensif dilakukan selama 24 hari penuh, yang berlangsung sepanjang bulan Februari hingga Maret 2026. ChannaFit Nanoemulsi dikembangkan menggunakan teknologi nanoemulsi yang bertujuan meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailability) bahan aktif sehingga lebih mudah diserap tubuh. Teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas produk dibandingkan formulasi konvensional.
Formulasi ChannaFit sendiri mengandung kombinasi bahan herbal dan nutrisi seperti:
- Ekstrak ikan gabus
- Meniran
- Temulawak
Ketiga bahan tersebut dikenal luas memiliki manfaat dalam mendukung kondisi tubuh, pemulihan, serta membantu meningkatkan nafsu makan.
Untuk mendapatkan data yang akurat dan objektif, tim peneliti membagi subjek uji ke dalam beberapa kelompok pembanding yang ketat, antara lain:
- Kelompok kontrol negatif.
- Kelompok sediaan ChannaFit original (konvensional).
- Kelompok produk kompetitor berbasis ikan gabus (Vitabumin).
- Tiga variasi kelompok dosis ChannaFit Nanoemulsi (dosis rendah, sedang, dan tinggi).
Indikator utama yang diamati secara berkala selama masa pemeliharaan mencakup dinamika perubahan berat badan hewan uji serta volume konsumsi pakan harian mereka. Pendekatan ini dilakukan untuk melihat secara objektif pengaruh formula nanoemulsi terhadap respons fisiologis hewan uji dibandingkan produk pembanding lainnya.
Keunggulan Nanoemulsi: Efek Dose-Dependent yang Ungguli Kompetitor

Berdasarkan hasil pengujian in vivo, ChannaFit Nanoemulsi menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan nafsu makan hewan uji. Hal ini terlihat dari peningkatan konsumsi pakan serta kenaikan berat badan selama periode pengamatan.
Efek paling optimal ditemukan pada kelompok yang menerima ChannaFit Nanoemulsi dosis tinggi, yang menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif dengan nilai statistik p < 0,05.
Menariknya, penelitian juga menunjukkan adanya efek dose-dependent, yaitu semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin besar pengaruh yang terlihat pada parameter pengujian.
Selain itu, performa ChannaFit Nanoemulsi disebut memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan:
- ChannaFit original
- Produk ikan gabus kompetitor
Secara ilmiah, keunggulan ini lahir berkat implementasi teknologi nanoemulsi. Rekayasa ukuran partikel tersebut berhasil meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailability) dari zat aktif yang terkandung di dalam sinergi ekstrak ikan gabus, meniran, dan temulawak. Alhasil, tubuh dapat menyerap dan memanfaatkan nutrisi tersebut dengan jauh lebih instan dan optimal.
Menuju Publikasi Ilmiah Nasional dan Internasional
Keberhasilan pengujian fase ini memperkuat posisi ChannaFit sebagai produk herbal modern yang mutunya didukung penuh oleh data berbasis bukti (evidence-based medicine). Ke depan, detail komparasi dan data angka dari riset ini tidak hanya berhenti di atas meja laboratorium.
Saat ini, detail lengkap hasil penelitian sedang dalam tahap penyusunan oleh tim PT MMP bersama Sekolah Farmasi ITB. Publikasi ilmiah tersebut ditargetkan dapat diterbitkan pada jurnal nasional maupun internasional sebagai bentuk kontribusi riset bersama antara industri dan akademisi.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan produk herbal Indonesia berbasis bukti ilmiah dan teknologi modern. Tidak hanya berfokus pada pemasaran produk, penelitian ini juga menunjukkan komitmen untuk menghadirkan produk herbal dengan pendekatan akademik, pengujian terukur, dan validasi ilmiah yang lebih kuat.
Baca Juga: Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi
Kesimpulan
Hasil awal penelitian ChannaFit Nanoemulsi menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai produk herbal peningkat nafsu makan dengan efektivitas yang lebih optimal dibandingkan formula konvensional.
Melalui dukungan teknologi nanoemulsi serta kolaborasi bersama Sekolah Farmasi ITB, pengembangan ChannaFit menjadi salah satu contoh inovasi herbal Indonesia yang menggabungkan bahan alami dengan pendekatan sains modern.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk herbal nasional agar semakin dipercaya masyarakat sekaligus memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kesehatan berbasis riset.
