<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akar Rimba Nusantara Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/tag/akar-rimba-nusantara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/tag/akar-rimba-nusantara/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jul 2026 09:35:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Akar Rimba Nusantara Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/tag/akar-rimba-nusantara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</title>
		<link>https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=khasiat-madu-trigona-riau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 02:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Akar Rimba Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Antioksidan]]></category>
		<category><![CDATA[Fitofarmaka]]></category>
		<category><![CDATA[Herbal]]></category>
		<category><![CDATA[Madu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengenal Madu Trigona Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Salah satu kekayaan alam yang mulai mendapat perhatian para peneliti adalah madu trigona, yaitu madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat (stingless bee). Selama ini madu trigona lebih dikenal sebagai suplemen kesehatan tradisional. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu ini &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/"> <span class="screen-reader-text">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Madu Trigona</strong></h2>



<p>Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Salah satu kekayaan alam yang mulai mendapat perhatian para peneliti adalah madu trigona, yaitu madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat (<em>stingless bee</em>). </p>



<p>Selama ini madu trigona lebih dikenal sebagai suplemen kesehatan tradisional. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu ini memiliki potensi yang jauh lebih besar, bahkan dapat menjadi salah satu bahan baku penting dalam pengembangan produk farmasi modern.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Madu Trigona Riau Menarik Diteliti?</strong></h2>



<p>Sebuah hasil penelitian terbaru dari kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan PT Akar Rimba Nusantara tentang madu trigona baru saja di publikasi secara internasional di Tropical Journal of Natural Product Research. Penelitian yang dilaporkan oleh Gultom et al. (2026) tersebut berhasil mengungkap kualitas dan kandungan kimia madu trigona asal Provinsi Riau menggunakan teknologi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><a href="https://www.researchgate.net/publication/408424821_Physicochemical_Quality_and_GC-MS-Based_Chemical_Fingerprinting_of_Trigona_Honey_from_Riau_in_Compliance_with_SNI_86642024" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1648" height="1299" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/PH06C91.png" alt="Jurnal Madu Trigona Riau Gambar Laman 1 Crop" class="wp-image-3640"/></a></figure>



<p>Hasil penelitian tersebut memberikan bukti ilmiah bahwa madu trigona Indonesia memiliki kualitas yang memenuhi standar nasional sekaligus menyimpan berbagai senyawa bioaktif yang bernilai tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Madu Trigona Riau Terbukti Memenuhi Standar Nasional</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/Gambar-2-Khasiat-Madu-Trigona-Riau.png" alt="Gambar 2 - Khasiat Madu Trigona Riau" class="wp-image-3627" style="width:662px;height:auto"/></figure>



<p>Langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah memastikan apakah madu tersebut layak dikonsumsi dan memenuhi persyaratan mutu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa madu trigona Riau: memenuhi seluruh persyaratan <a href="https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/86642024-sni8664:2024">SNI 8664:2024</a>; memiliki kadar air hanya 22,01%, jauh di bawah batas maksimum standar (27,5%); bebas dari cemaran logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan arsen (As); serta tidak mengandung bakteri patogen maupun kapang dan khamir yang berbahaya. Temuan ini sangat penting karena keamanan merupakan syarat utama sebelum suatu bahan alam dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan atau farmasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Teknologi GC-MS Mengungkap &#8220;Sidik Jari Kimia&#8221; Madu</strong></h2>



<p>Selain menguji kualitas fisik, penelitian ini menggunakan GC-MS, yaitu metode analisis modern yang mampu mengidentifikasi berbagai senyawa kimia secara rinci. Melalui analisis tersebut ditemukan delapan senyawa utama yang menjadi &#8220;chemical fingerprint&#8221; atau sidik jari kimia khas madu trigona Riau. </p>



<p>Senyawa yang paling dominan adalah: 5-Hydroxymethylfurfural (5-HMF) (42,04%), turunan pyranone, turunan pyrazole, fatty acid esters, serta beberapa senyawa organik lain yang diketahui memiliki aktivitas biologis. Keberadaan sidik jari kimia ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai identitas ilmiah untuk membedakan madu asli dengan produk palsu atau yang telah mengalami pencampuran.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Saja Khasiat Senyawa Bioaktif dalam Madu Trigona?</strong></h2>



<p>Yang menarik, penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi kandungan kimia, tetapi juga menelusuri berbagai publikasi ilmiah mengenai aktivitas biologis masing-masing senyawa. Beberapa manfaat yang berhasil dihimpun antara lain:</p>



<p><strong>1. Antioksidan Alami</strong></p>



<p>Senyawa 5-HMF dan berbagai turunan pyranone diketahui mampu menangkap radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel. Aktivitas ini membantu melindungi jaringan tubuh dari stres oksidatif yang menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga proses penuaan.</p>



<p><strong>2. Antiinflamasi</strong></p>



<p>5-HMF juga diketahui mampu menghambat jalur inflamasi NF-κB serta mengaktifkan jalur antioksidan Nrf2/HO-1. Mekanisme tersebut membuat senyawa ini berpotensi membantu mengurangi peradangan kronis yang terjadi pada berbagai penyakit.</p>



<p><strong>3. Antibakteri</strong></p>



<p>Beberapa senyawa lain seperti turunan pyrazole dan fatty acid ester diketahui memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara merusak membran sel maupun mengganggu metabolisme bakteri. Temuan ini mendukung berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa madu trigona mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Penelitian Ini Penting bagi Dunia Farmasi Indonesia?</strong></h2>



<p>Penelitian ini diyakini memberikan beberapa kontribusi yang sangat penting bagi pengembangan industri farmasi nasional.</p>



<p><strong>1. Standarisasi Bahan Alam Indonesia</strong></p>



<p>Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan obat herbal adalah konsistensi kualitas. Dengan adanya data <em>chemical fingerprint</em> madu trigona Riau, industri farmasi kini memiliki acuan ilmiah untuk memastikan bahwa bahan baku yang digunakan benar-benar autentik dan memenuhi standar mutu.</p>



<p><strong>2. Memperkuat Industri Fitofarmaka</strong></p>



<p>Indonesia memiliki ribuan tanaman obat, tetapi masih relatif sedikit yang berhasil berkembang menjadi produk farmasi berstandar tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa madu trigona dapat menjadi salah satu kandidat bahan baku fitofarmaka yang didukung oleh data ilmiah mengenai kualitas, keamanan, dan kandungan senyawa bioaktifnya.</p>



<p><strong>3. Mendukung Pengembangan Produk Nutraseutikal</strong></p>



<p>Kandungan antioksidan dan antibakteri membuka peluang pengembangan berbagai produk kesehatan.</p>



<p><strong>4. Peluang Bahan Pendukung Terapi Penyakit</strong></p>



<p>Penelitian ini juga menyoroti bahwa kombinasi senyawa antioksidan dan antiinflamasi di dalam madu trigona berpotensi membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan, termasuk pada penyakit infeksi kronis seperti tuberkulosis. Namun, penulis menegaskan bahwa temuan ini masih bersifat pendukung dan memerlukan penelitian <em>in vitro</em>, <em>in vivo</em>, serta uji klinis lebih lanjut sebelum dapat diterapkan sebagai terapi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Peluang Madu Trigona sebagai Bahan Baku Obat Bahan Alam di Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/Gambar-3-Khasiat-Madu-Trigona-Riau-1.png" alt="Gambar 3 - Khasiat Madu Trigona Riau" class="wp-image-3631" style="width:719px;height:auto"/></figure>



<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi lebah tanpa sengat terbesar di dunia. Apabila kualitas madu dapat distandarisasi seperti yang dilakukan dalam penelitian ini, madu trigona Indonesia tidak hanya berpotensi menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi, tetapi juga dapat menjadi bahan baku industri farmasi dalam negeri. Pendekatan berbasis standar mutu nasional (SNI) yang dipadukan dengan teknologi analisis modern seperti GC-MS menunjukkan bahwa produk alam Indonesia mampu memenuhi tuntutan industri kesehatan modern.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Gultom ES, Hafzari R, Dasopang ES, Roza D, Lidya, Primadiaty NN, Piliang SFH, Hairima H, Sutristo, Arifin A, Berlian G. <a href="https://www.researchgate.net/publication/408424821_Physicochemical_Quality_and_GC-MS-Based_Chemical_Fingerprinting_of_Trigona_Honey_from_Riau_in_Compliance_with_SNI_86642024" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Physicochemical Quality and GC–MS-Based Chemical Fingerprinting of Trigona Honey from Riau in Compliance with SNI 8664:2024</a>. <em>Trop J Nat Prod Res</em> 2026; 10(6): 9758 – 9763.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</title>
		<link>https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:26:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Akar Rimba Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[ARN]]></category>
		<category><![CDATA[Nanopartikel]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Unimed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3540</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id &#8211; Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah kasus, lamanya durasi pengobatan, serta potensi munculnya resistensi obat mendorong perlunya inovasi terapi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis sumber daya alam lokal. Memasuki Tahun Kedua, Kolaborasi Multikampus Dorong Hilirisasi Inovasi untuk Mendukung Penanganan Tuberkulosis di Indonesia Menjawab tantangan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/"> <span class="screen-reader-text">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita Channa.id &#8211;</strong> Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah kasus, lamanya durasi pengobatan, serta potensi munculnya resistensi obat mendorong perlunya inovasi terapi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis sumber daya alam lokal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Memasuki Tahun Kedua, Kolaborasi Multikampus Dorong Hilirisasi Inovasi untuk Mendukung Penanganan Tuberkulosis di Indonesia</strong></h2>



<p>Menjawab tantangan tersebut, <strong>PT ARN (Akar Rimba Nusantara)</strong> bersama <strong>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) </strong>melanjutkan program riset prioritas nasional bertajuk <strong>“Pengembangan Produk Herbal Nanopartikel Madu Trigona dan Albumin Ikan Gabus sebagai Terapi Tuberkulosis”</strong>. Memasuki tahun kedua pelaksanaan program pada 2026, penelitian ini semakin menunjukkan perkembangan positif melalui capaian paten, publikasi ilmiah, dan dukungan pendanaan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal</strong></h2>



<p>Riset ini merupakan hasil kerja sama antara ARN dan FMIPA Universitas Negeri Medan yang dipimpin oleh <strong>Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si.</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1170" height="607" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-Foto-2-Dr.-Endang-Sulistyarini-Gultom.jpeg" alt="" class="wp-image-3546"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto <strong>Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si.</strong> | Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya melibatkan Unimed dan ARN, penelitian ini juga menggandeng dua institusi akademik lainnya, yaitu Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dien (UTND) dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).</p>



<p>Kolaborasi multidisiplin tersebut diharapkan mampu memperkuat aspek farmasi, teknologi formulasi, hingga kajian medis sehingga menghasilkan produk yang memiliki landasan ilmiah yang kuat.</p>



<p>Penelitian berfokus pada pengembangan <strong>sediaan serbuk nano dalam kapsul</strong> yang mengombinasikan <strong>madu Trigona</strong> dan <strong>albumin ikan gabus</strong> menggunakan teknologi nanopartikel modern.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mendapat Dukungan Program Hilirisasi Riset Prioritas Nasional</strong></h2>



<p>Salah satu pencapaian penting dari program ini adalah keberhasilannya memperoleh pendanaan selama dua tahun melalui <strong>Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi</strong>.</p>



<p>Pendanaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Pengumuman Penerima Dana Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada 9 September 2025.</p>



<p>Dukungan ini menunjukkan bahwa penelitian dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut menuju tahap hilirisasi dan pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.</p>



<p>Selain menghasilkan luaran akademik, program hilirisasi juga bertujuan mendorong hasil penelitian agar dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat nyata di bidang kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Teknologi Nanopartikel untuk Meningkatkan Potensi Bahan Alam Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1424" height="752" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-2-riset-terapi-tuberkulosis-berbasis-herbal-nanopartikel.png" alt="" class="wp-image-3543"/></figure>



<p>Penelitian ini memanfaatkan teknologi nanopartikel berbasis PLGA (Poly Lactic-co-Glycolic Acid) yang banyak digunakan dalam sistem penghantaran zat aktif modern.</p>



<p>Melalui teknologi tersebut, senyawa bioaktif dari madu Trigona dan albumin ikan gabus diharapkan memiliki stabilitas yang lebih baik, ketersediaan hayati (bioavailability) yang lebih tinggi, penyerapan yang lebih optimal, efektivitas yang lebih konsisten.</p>



<ol></ol>



<p>Pendekatan ini menjadi salah satu strategi inovatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan alam Indonesia dalam mendukung terapi penyakit infeksi kronis seperti tuberkulosis.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahun Pertama Berhasil Menghasilkan Paten dan Publikasi Internasional</strong></h2>



<p>Memasuki tahun kedua penelitian, tim peneliti telah mencatat sejumlah capaian penting selama pelaksanaan tahun pertama pada 2025.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Pengajuan Paten Sederhana</strong></h3>



<p>Tim berhasil menyusun dan sedang mengusulkan paten sederhana berjudul:</p>



<p><strong>“Metode Formulasi Nanopartikel PLGA Madu Trigona sp dan Albumin Ikan Gabus sebagai Suplemen Terapi Tuberkulosis”</strong></p>



<p>Saat ini paten tersebut sedang memasuki tahap uji substantif di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan kepemilikan bersama antara Unimed dan ARN.</p>



<p>Capaian ini menjadi indikator penting bahwa hasil penelitian memiliki unsur kebaruan dan potensi aplikasi yang tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Publikasi Internasional Pertama Telah Terbit</strong></h3>



<p>Kolaborasi penelitian juga berhasil menghasilkan publikasi internasional pertama di jurnal <strong>Tropical Journal of Natural Product Research (TJNPR)</strong> dengan judul:</p>



<p><strong><em>&#8220;Physicochemical Quality and GC–MS-Based Chemical Fingerprinting of Trigona Honey from Riau in Compliance with SNI 8664:2024&#8221;</em></strong><strong></strong></p>



<p>Publikasi tersebut membahas karakteristik fisikokimia dan profil senyawa madu Trigona yang menjadi salah satu bahan utama dalam penelitian.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Publikasi Kedua pada Bidang Nanoteknologi</strong></h3>



<p>Selain itu, tim juga telah mengajukan artikel ilmiah kedua ke jurnal internasional <strong>Applied Nanoscience</strong> dengan judul:</p>



<p><strong><em>&#8220;Preparation and Physicochemical Characterization of PLGA Nanoparticles Co-Encapsulating Complex Hydrophilic Natural Biomaterials (Channa striata and Trigona Honey)&#8221;</em></strong><strong></strong></p>



<p>Artikel tersebut berfokus pada proses formulasi dan karakterisasi nanopartikel yang menggabungkan albumin ikan gabus dan madu Trigona.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahun Kedua Fokus pada Penguatan Pengembangan Produk</strong></h2>



<p>Pada tahun kedua pelaksanaan program, proses administrasi kontrak penelitian antara Unimed dan tim peneliti sedang berlangsung.</p>



<p>Tahap ini menjadi langkah awal untuk melanjutkan pengembangan formula yang telah dihasilkan pada tahun pertama menuju tahapan yang lebih lanjut.</p>



<p>Diharapkan penelitian tahun kedua dapat menghasilkan data yang semakin komprehensif sekaligus mempercepat proses hilirisasi menuju produk inovatif berbasis herbal dan nanoteknologi.</p>



<p>Selain itu, penelitian lanjutan juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam yang didukung oleh teknologi farmasi modern.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a></strong></p>



<p>***</p>



<p>Kolaborasi antara ARN, FMIPA Unimed, Universitas Tjut Nyak Dien, dan Universitas Padjadjaran menunjukkan bagaimana sinergi antara industri dan akademisi dapat menghasilkan inovasi kesehatan yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>



<p>Memasuki tahun kedua, riset <strong>“Pengembangan Produk Herbal Nanopartikel Madu Trigona dan Albumin Ikan Gabus sebagai Terapi Tuberkulosis”</strong> telah menunjukkan progres yang menjanjikan melalui capaian paten, publikasi internasional, serta dukungan pendanaan dari Program Hilirisasi Riset Prioritas Nasional.</p>



<p>Dengan memadukan kekayaan bahan alam Indonesia dan teknologi nanopartikel modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya produk inovatif yang mendukung pengembangan terapi pendamping tuberkulosis berbasis riset dan sains.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
