<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anak Stunting Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/tag/anak-stunting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/tag/anak-stunting/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 08:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Anak Stunting Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/tag/anak-stunting/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</title>
		<link>https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=stunting-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 01:09:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fit]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting di Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik stunting di Indonesia &#8211; Stunting adalah kondisi di mana anak gagal tumbuh secara optimal, khususnya dalam hal tinggi badan sesuai usia. Penyebabnya beragam, di antaranya adalah malnutrisi kronis, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh yang kurang tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini bukan sekadar “pendek”, tetapi memiliki konsekuensi jangka &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/"> <span class="screen-reader-text">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik stunting di Indonesia</strong> &#8211; Stunting adalah kondisi di mana anak gagal tumbuh secara optimal, khususnya dalam hal tinggi badan sesuai usia. Penyebabnya beragam, di antaranya adalah malnutrisi kronis, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh yang kurang tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).</p>



<p>Kondisi ini bukan sekadar “pendek”, tetapi memiliki konsekuensi jangka panjang, seperti perkembangan kognitif yang terganggu, prestasi sekolah menurun, produktivitas di masa dewasa turun, serta berpotensi memperkuat siklus kemiskinan antar generasi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/">ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</a></strong></p>



<p>Dalam dekade terakhir, angka stunting terus menjadi fokus utama kebijakan nasional. Upaya pemerintah melalui berbagai strategi telah mendorong penurunan prevalensi stunting dari level tinggi beberapa tahun lalu menjadi sekitar ± 21–22% pada tahun 2023–2024, meskipun target nasional di bawah Peraturan Presiden No. 72/2021 adalah 14% pada 2024. Secara garis besar, Pemerintah mengadopsi pendekatan holistik dan multisektoral untuk mengatasi permasalahan stunting. Hal ini juga sejalan dengan <a href="https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2020/08/Stranas_Percepatan_Pencegahan_Anak_Kerdil.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (stunting)</a>:</p>



<h2 class="wp-block-heading">Regulasi dan Koordinasi Lintas Sektor</h2>



<p>Perpres No. 72 Tahun 2021 menetapkan stunting sebagai prioritas nasional, dengan peran berbagai kementerian/lembaga, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, hingga desa. Hal ini mencakup pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tiap tingkat pemerintahan untuk mengoordinasikan pelaksanaan program secara efektif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pendekatan Gizi Terintegrasi</h2>



<p>Upaya ini meliputi pemberian suplementasi gizi, edukasi pola makan, serta intervensi kesehatan ibu dan anak sejak kehamilan hingga usia bawah lima tahun. Program seperti <em>Supplementary Feeding Program</em> (SFP) memberikan makanan tambahan bergizi kepada balita yang kekurangan gizi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbaikan Layanan Kesehatan</h2>



<p>Program kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan kehamilan rutin, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan konseling gizi. Hal ini menjadi bagian penting dari preventif utama untuk mencegah stunting sejak dini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Intervensi Berbasis Keluarga</h2>



<p>Keluarga berperan sebagai garda terdepan penanganan stunting, berikut pendampingan kesehatan, pendidikan asuh, serta akses terhadap layanan dan informasi terkait gizi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Implementasi Produk Lokal: Studi di Sumatera Utara</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="2216" height="2216" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/02/F-Vemuno.png" alt="" class="wp-image-3417" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px"/></figure></div>


<p>Sebuah publikasi penting yang baru-baru ini dirilis oleh jurnal <a href="https://www.nature.com/articles/s41598-024-61462-z" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Scientific Reports</a> pada tahun 2024 adalah penelitian berjudul <em>“Monitoring and evaluation of childhood stunting reduction program based on fish supplement product in North Sumatera, Indonesia”</em> oleh Pardamean dkk.</p>



<p>Studi ini mengevaluasi program intervensi stunting berbasis suplemen ikan gabus (<em>Channa striata</em>) yang dikombinasikan dengan ramuan herbal Temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza</em>) dan Meniran (<em>Phyllanthus niruri</em>) terhadap pertumbuhan balita stunting di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, selama 6 bulan.</p>



<p>Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis sumber daya lokal dapat mendukung upaya nasional, terutama dalam meningkatkan status gizi anak stunting. Suplementasi bahan berbasis ikan berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar ± 37% anak balita dengan status stunting awal. Penilaian tersebut ditarik berdasarkan rata-rata nilai <em>Height-for-Age Z-score</em> (HAZ) dan <em>Weight-for-Height Z-score</em> (WHZ) meningkat secara signifikan setelah suplementasi produk ikan lokal dibanding hanya makanan tambahan lainnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Implementasi Produk Lokal: Studi di Sulawesi Tengah dan daerah lainnya</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" width="1182" height="1182" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp" alt="" class="wp-image-952" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp 1182w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-768x768.webp 768w" sizes="(max-width: 1182px) 100vw, 1182px" /></figure></div>


<p>Selain dilakukan di Sumatera Utara, evaluasi program intervensi stunting berbasis suplemen ikan gabus yang dikombinasikan dengan Temulawak dan Meniran terhadap pertumbuhan balita stunting juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia, di antaranya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hasil penelitian penurunan stunting selama periode 6 bulan di lokasi ini dilaporkan masih dalam tahap pengolahan data. Berbagai daerah lain, seperti salah satu kabupaten di Jawa Timur juga ditengarai akan ikut melakukan projek serupa.</p>



<p>Projek implementasi produk lokal untuk penekanan stunting dapat berjalan dengan sukses karena didukung dan melibatkan pihak akademisi dan Dinas Kesehatan di daerah lokus penelitian tersebut.</p>



<p>***</p>



<p>Contoh hasil dari studi di atas berhasil membuka jendela pemahaman yang penting, yaitu: intervensi lokal berbasis sumber daya setempat seperti makanan dari ikan lokal bisa menjadi alternatif atau pendamping program nasional. Hal ini bersifat relevan untuk daerah-daerah dengan sumber protein hewani melimpah seperti Sumatera Utara, dimana pendekatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat program nasional melalui strategi yang lebih kontekstual.</p>



<p>Penanganan stunting di Indonesia merupakan kerja besar lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat hingga keluarga. Strategi yang berjalan tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pemantauan yang konsisten. Dalam jangka panjang, menggabungkan intervensi nasional yang terprogram dengan solusi lokal yang adaptif berpotensi mempercepat penurunan stunting secara lebih efektif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Tim Percepatan Penurunan Stunting-Setwapres. <em>Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025-2029</em>. <strong>2025.</strong> Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia.</p>



<p>Pardamean B, et al. Monitoring and evaluation of childhood stunting reduction program based on fish supplement product in North Sumatera, Indonesia. <em>Scientific Reports</em>, <strong>2024</strong>. 14:11674. DOI 10.1038/s41598-024-61462-z</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</title>
		<link>https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 07:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[binus university]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<category><![CDATA[Sergai]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) semakin serius dalam menekan angka stunting. Pada Jumat, 22 Agustus 2025, Pemkab Sergai bersama PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan Binus University menandatangani adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus Binus Medan. Kesepakatan ini menegaskan target pemerintah: menurunkan angka stunting hingga nol persen sebelum 2030. Dokumen &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/"> <span class="screen-reader-text">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita Channa</strong>.<strong>id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) semakin serius dalam menekan angka stunting. Pada Jumat, 22 Agustus 2025, Pemkab Sergai bersama PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan Binus University menandatangani adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus Binus Medan. Kesepakatan ini menegaskan target pemerintah: menurunkan angka stunting hingga nol persen sebelum 2030.</p>



<p>Dokumen amandemen ditandatangani oleh dr. Yohnly B Dachban selaku Kepala Dinas Kesehatan, Drs. Sutristo selaku Direktur PT Mega Medica Pharmaceuticals (PT MMP), dan Prof. Dr. Bens Pardamean (BDSRC – BINUS University) mewakili Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Riset dan Alih Teknologi – BINUS University).</p>



<p>Acara ini juga menghadirkan tokoh kunci lainnya, antara lain Budi, SE, MM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, Drs. Zulfikar mewakili H. Darma Wijaya – Bupati Serdang Bedagai, dan Tri Juniarty, S.Kom, MM – Direktur Kampus BINUS @Medan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Komitmen Tiga Pilar: Pemerintah, Swasta, dan Perguruan Tinggi</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="1000" height="631" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/08/Target-Stunting-Nol-Persen-di-2030-Pemkab-Sergai-Gandeng-PT-MMP-dan-Binus-2.jpeg" alt="" class="wp-image-2168" style="width:782px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Penandatanganan adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus Binus Medan. | Foto: Dokumentasi PT MMP dan Binus</figcaption></figure>



<p>Kolaborasi ini melibatkan tiga pilar utama: pemerintah daerah sebagai penggerak kebijakan, perguruan tinggi sebagai pusat riset dan teknologi, serta pihak swasta yang menghadirkan inovasi produk dan dukungan lapangan.</p>



<p>“Penandatanganan Dokumen Adendum ini merupakan komitmen kami dan juga bukti penguatan kolaborasi untuk memantau stunting anak di Kabupaten Serdang Bedagai,” kata staf ahli Pemkab Sergai, Zulfikar kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keberhasilan Penurunan Stunting Menjadi Awal Modal Target Nol Persen!</strong></h2>



<p>Menurutnya, keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolak ukur untuk pencapaian angka nol persen.</p>



<p>“Target nasional penurunan angka stunting itu di angka 18 persen, namun kita berhasil memperkecilnya di angka 14,4 persen di tahun 2024. Mudah mudahan sebelum tahun 2030 kita sudah bisa mencapai nol persen,” kata Zulfikar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Sejak 2022 Diperkuat Ulang</strong></h2>



<p>Menurutnya, keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolak ukur untuk pencapaian angka nol persen.</p>



<p>“Target nasional penurunan angka stunting itu di angka 18 persen, namun kita berhasil memperkecilnya di angka 14,4 persen di tahun 2024. Mudah mudahan sebelum tahun 2030 kita sudah bisa mencapai nol persen,” kata Zulfikar.</p>



<p>Sementara itu&nbsp; Prof. Dr. Bens Pardamean menjelaskan bahwa sejak 2022, Binus University melalui Binus Doctoral and Student Research Center (BDSRC) sudah bermitra dengan Dinas Kesehatan Sergai untuk pemantauan stunting. Kini, dengan penandatanganan adendum MoA, kerja sama tersebut dipertegas agar lebih terarah dan berkesinambungan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="750" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/08/Target-Stunting-Nol-Persen-di-2030-Pemkab-Sergai-Gandeng-PT-MMP-dan-Binus-4.jpeg" alt="" class="wp-image-2170" style="width:749px;height:auto"/></figure>



<p>“Kita berkomitmen mendukung pemberantasan stunting di semua wilayah di Indonesia, salah satunya Sergai. Melalui kolaborasi dengan pemkab dan PT MMP. Sumatera Utara merupakan pusat Indonesia Barat, dan kehadiran Binus University di Kota Medan adalah salah satu solusi untuk percepatan pemberantasan stunting,” katanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pemanfaatan Teknologi dan Mahasiswa Turun Langsung Deteksi Dini Stunting di Sergai</strong></h2>



<p>Binus University menekankan pemanfaatan teknologi dan riset berbasis data. Fakultas computer science terlibat dalam sistem pemantauan digital, sementara mahasiswa diarahkan turun langsung ke desa-desa untuk membantu deteksi dini stunting. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.</p>



<p>Direktur Binus Medan, Tri Juaniarty menambahkan, Binus akan ikut mendorong percepatan pemberantasan stunting, melalui propoganda visual concern dengan menyertakan mahasiswa secara onside turun ke lapangan.</p>



<p>“Kita punya computer science development yang siap memonitoring, yang di-support oleh SDM Binus Medan, jadi nggak perlu jauh jauh lagi harus ke Jakarta, karena pasti lebih lama waktunya,” kata Tri.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Inovasi Produk untuk Cegah Stunting dan Tanggung Jawab Sosial</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="3018" height="1829" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/08/Target-Stunting-Nol-Persen-di-2030-Pemkab-Sergai-Gandeng-PT-MMP-dan-Binus-3.jpg" alt="" class="wp-image-2169" style="width:743px;height:auto"/></figure>



<p>Sementara itu, Sutristo menyebutkan, PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) terus bekomitmen mendukung program ini melalui riset produk nutrisi pencegah stunting.</p>



<p>Kolaborasi riset dengan berbagai universitas, termasuk USU, ITB, dan Binus, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada Masyarakat local di Serdang Bedagai. Dirinya mengaku sangat miris dengan kondisi yang terjadi saat ini.</p>



<p>“Kita punya sumber daya alam yang cukup baik, namun angka stunting masih cukup tinggi. Ini mungkin bisa jadi acuan kita dalam membuat kebijakan selanjutnya. Mudah-mudahan kolaborasi riset dan kerjasama semua pihak akan memberikan hasil yang bermanfaat, khusus dalam penurunan angka balita stunting,” ujar Sutristo.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Diskusi Strategi untuk Implementasi Efektif untuk Kolaborasi</strong></h2>



<p>Dokumen ini menandai kelanjutan kolaboratif dari komitmen jangka panjang dalam penanggulangan dan pencegahan stunting di Kabupaten Serdang Bedagai.</p>



<p>Acara penandatanganan ini juga dilengkapi dengan diskusi panel yang membahas evaluasi kerja sama sebelumnya serta strategi baru agar program lebih efektif di lapangan yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih besar bagi penanggulangan stunting di Kabupaten Serdang Bedagai.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</title>
		<link>https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 03:37:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[binus university]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program Suplementasi Balita Stunting di Puskesmas Lembasada Sukses, Hasil Kolaborasi PT MMP dan Binus Monitoring dan evaluasi program suplementasi balita stunting di Kabupaten Donggala telah sukses dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni 2025 di Puskesmas Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci, antara lain dr. Syahriar selaku Kepala Dinas Kesehatan, Jhon Stuart Wantania, &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/"> <span class="screen-reader-text">Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/">Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Program Suplementasi Balita Stunting di Puskesmas Lembasada Sukses, Hasil Kolaborasi PT MMP dan Binus</strong></p>



<p>Monitoring dan evaluasi program suplementasi balita stunting di Kabupaten Donggala telah sukses dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni 2025 di Puskesmas Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan.</p>



<p>Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci, antara lain dr. Syahriar selaku Kepala Dinas Kesehatan, Jhon Stuart Wantania, SKM. selaku Kepala Puskesmas, Prof. Dr. Bens Pardamean selaku Kepala Pusat Penelitian Bioinformatika dan Sains Data (BDSRC – BINUS University), dan dr. Sutristo selaku Direktur PT Mega Medica Pharmaceuticals (PT MMP).</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="alignright size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="1280" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Dokumentasi-Evaluasi-Program-Suplementasi-Stunting-Balita-PT-MMP-dan-Binus-3-1.jpg" alt="" class="wp-image-2127" style="width:303px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto Dokumentasi Binus</figcaption></figure></div>


<p><strong>Evaluasi Dilakukan Berdasarkan Data Lapangan Bidan yang Dianalisis BDSRC</strong></p>



<p>Sebanyak 18 bidan, seorang ahli gizi, dan seorang apoteker turut serta mendukung suksesnya acara ini. Diskusi difokuskan pada peninjauan dan evaluasi kemajuan program, berdasarkan data lapangan yang dikumpulkan oleh bidan dari Kecamatan Banawa Selatan dan dianalisis oleh ilmuwan data dari BDSRC.</p>



<p>Upaya kolaboratif ini memberikan wawasan berharga tentang efektivitas program dan area yang perlu ditingkatkan. Berbagai strategi dibahas untuk meningkatkan implementasi dan dampaknya, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih besar dan berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Donggala.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/">Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Anak Stunting Usia 2 Tahun, Terkait Fisik dan Perilakunya!</title>
		<link>https://www.channa.id/ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2024 06:39:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fit]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ciri-ciri anak stunting usia 2 tahun&#160;– Setiap tahap perkembangan anak tentunya menjadi hal yang dinanti oleh orang tua. Setelah mencapai usia 2 tahun, Anak Bunda tentu seharusnya mengalami perkembangan signifikan atau pesat karena saraf otaknya semakin tumbuh dan berkembang juga. Meski begitu, tidak semua anak yang berusia 2 tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat dikarenakan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun/"> <span class="screen-reader-text">Ciri-Ciri Anak Stunting Usia 2 Tahun, Terkait Fisik dan Perilakunya!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun/">Ciri-Ciri Anak Stunting Usia 2 Tahun, Terkait Fisik dan Perilakunya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Ciri-ciri anak stunting usia 2 tahun</strong>&nbsp;– Setiap tahap perkembangan anak tentunya menjadi hal yang dinanti oleh orang tua. Setelah mencapai usia 2 tahun, Anak Bunda tentu seharusnya mengalami perkembangan signifikan atau pesat karena saraf otaknya semakin tumbuh dan berkembang juga.</p>



<p>Meski begitu, tidak semua anak yang berusia 2 tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat dikarenakan kondisi stunting. Hal ini dapat terjadi apabila anak Anda kurang mendapat asupan nutrisi dan gizi dalam 1000 hari pertama kehidupannya.</p>



<p>Stunting pada anak usia 2 tahun dapat terjadi karena masalah pada saat kehamilan, persalinan, pemberian ASI yang kurang, hingga MPASI yang tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. Faktor pola asuh orang tua yang buruk dan kondisi lingkungan kotor juga bisa menjadi penyebab anak mengalami stunting.</p>



<p>Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memahami stunting dan kondisi yang menjadi ciri-cirinya. Lantas, bagaimana jika stunting terjadi pada anak Bunda? Apa saja ciri-ciri anak stunting usia 2 tahun? Yuk, simak jawaban lengkapnya melalui ulasan di bawah ini.</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan/"><strong>Ampuh! 5 Cara Mengatasi Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan Secara Tepat</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekilas Perkembangan Anak Usia 2 Tahun</h2>



<p>Anak bayi yang berusia 2 tahun atau 24 bulan umumnya akan memperlihatkan perkembangan dan pertumbuhan yang signifikan dalam berbagai aspek, seperti fisik, motorik, sensorik, hingga emosi atau perilakunya.</p>



<p>Melansir laman United Nations Children’s Fund (<a href="https://www.unicef.org/parenting/child-development/your-toddlers-developmental-milestones-2-years#social-and-emotional">UNICEF</a>), bahwa pada usia 2 tahun ini balita Bunda seharusnya sudah bisa berjalan, berbicara, melompat, memanjat, berlari, dan penuh energi. Balita juga akan memiliki kosakata yang berkembang dan memperoleh kata-kata baru secara teratur. Ia juga akan suka meniru orang dewasa dan anak-anak lainnya.</p>



<p>Selain itu dari segi fisik, anak bayi usia 2 tahun dapat mencapai berat 12,7 kg dan tinggi 86,5 cm untuk anak laki-laki. Sedangkan untuk anak perempuan, berat mencapai 12,1 kg dan tinggi 85 cm.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-Ciri Anak Stunting Usia 2 Tahun untuk Bunda Ketahui</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2024/01/Gambar-2-Ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun.webp" alt="" class="wp-image-7884"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi anak stunting | Gambar: Freepik.com/Rawpixel com</figcaption></figure>



<p>Sebagai orang tua, Bunda tentu harus lebih peka dan memahami kondisi perkembangan terhadap anak. Terlebih pada usia anak 2 tahun tentunya secara umum akan menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat di berbagai aspek.</p>



<p>Nah, apabila hal tersebut tidak terjadi dan Bunda merasa ada hal janggal akan pertumbuhannya, maka bisa saja anak ternyata mengalami kondisi stunting. Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell">WHO</a>, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikologis yang tidak memadai.</p>



<p>Anak dikatakan mengalami stunting apabila tinggi badan terhadap usia lebih rendah di bawah median standar pertumbuhan anak WHO. Stunting biasanya lebih sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Bahkan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, mayoritas kasus stunting di Indonesia ditemukan pada anak rentang usia 24-35 bulan.</p>



<p>Oleh karena itu, saat anak menginjak usia 2 tahun, Bunda perlu mengetahui ciri-ciri stunting yang mungkin bisa terjadi. Berikut ragam ciri-ciri anak stunting usia 2 tahun:</p>



<ul>
<li>Memiliki tinggi tubuh yang pendek atau di bawah rata-rata anak usia 2 tahun.</li>



<li>Pertumbuhan kognitif (kemampuan memahami dan kecerdasan) yang terlihat lambat.</li>



<li>Berat badan anak cenderung lebih rendah dan sulit naik dibanding anak usia 2 tahun seharusnya.</li>



<li>Anak sering sakit karena sistem kekebalan tubuh yang rendah pada anak stunting.</li>



<li>Memiliki pertumbuhan gigi yang lambat.</li>



<li>Pertumbuhan motorik (kemampuan mengontrol gerak tubuh) yang juga lambat.</li>



<li>Mengalami kesulitan berbicara meski kalimat pendek dalam 2 atau 3 kata.</li>



<li>Anak kesulitan untuk berjalan secara seimbang.</li>



<li>Anak sering terlihat kurang energik dalam beraktivitas dan bermain.</li>



<li>Anak mungkin mengalami gangguan perilaku, seperti lebih pendiam, pemalu, hingga berperilaku hiperaktif.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Ragam Perkembangan Anak Usia 2 Tahun Secara Ideal</h2>



<p>Selain perlu mengetahui ciri-ciri anak stunting usia 2 tahun, Bunda juga perlu memahami perbandingannya akan pertumbuhan secara ideal di usianya. Berikut ragam perkembangan secara ideal pada anak usia 2 tahun:</p>



<ul>
<li>Secara fisik, pertumbuhan anak usia 2 tahun idealnya memiliki tinggi badan sekitar 82-92 cm dengan berat badan mencapai 10-13 kg.</li>



<li>Anak usia 2 tahun biasanya mulai berbicara dengan menggabungkan 2-3 kata dengan jumlah kosakata yang dimiliki semakin banyak mencapai 50-300 kata.</li>



<li>Anak aktif memberitahu orang dewasa dengan kata ketika ia haus, lapar, ingin ke toilet dan mau bermain.</li>



<li>Anak sudah bisa melepas dan memakai baju sendiri.</li>



<li>Anak mampu membedakan bentuk objek dan warna di sekitarnya.</li>



<li>Anak mulai paham dan tahu akan nama-nama orang terdekatnya atau keluarga.</li>



<li>Anak bisa menyebutkan panggilan namanya sendiri.</li>



<li>Anak mampu berdiri dan mengambil objek benda secara seimbang.</li>



<li>Anak mulai dapat berlari, menendang bola, hingga melempar bola.</li>



<li>Anak mampu mengunyah dengan gerakan rahang penuh</li>



<li>Anak mulai meniru orang lain terutama yang lebih tua.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mencegah dan Membantu Perkembangan Anak Stunting</h2>



<p>Agar anak Bunda bisa tumbuh dengan ideal dan tidak mengalami stunting. Sebagai orang tua, Bunda perlu melakukan berbagai upaya dan cara agar stunting dapat dicegah sekaligus membantu perkembangan apabila memang mengalaminya. Berikut beberapa cara mencegah dan membantu perkembangan anak stunting:</p>



<ul>
<li>Bunda wajib memberikan ASI eksklusif pada bayi minimal hingga berusia 6 bulan.</li>



<li>Memantau perkembangan dan pertumbuhan anak bayi secara berkala dan bawa anak ke posyandu setiap bulan.</li>



<li>Memberikan asupan makanan bergizi seimbang seperti MPASI yang kaya akan protein hewani apabila usia sudah di atas 6 bulan.</li>



<li>Menjaga lingkungan rumah tetap bersih sehingga meminimalisir risiko penyakit infeksi anak.</li>



<li>Pastikan anak mendapat waktu istirahat atau tidur yang cukup sesuai usianya, misal usia 2 tahun minimal waktu tidur 12 jam sehari.</li>



<li>Melakukan jadwal imunisasi rutin terjadwal sesuai anjuran pemerintah.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-vitamin-a-untuk-anak/">Penting Bunda! 10 Manfaat Vitamin A untuk Anak</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Bantu Pertumbuhan Anak Stunting dengan Asupan Nutrisi Lengkap dari ChannaFit</h2>



<p>Kondisi anak stunting tentu bukan sesuatu yang diinginkan orang tua karena bisa menghambat pertumbuhan, perkembangan, dan mengganggu kondisi kesehatan anak di masa depan. Meski begitu, secara fakta ternyata masih cukup banyak anak yang mengalami stunting di Indonesia karena beragam faktor penyebabnya.</p>



<p>Berdasarkan data&nbsp;<a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244/">Survei Status Gizi Indonesia</a>&nbsp;(SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6%. Angka ini menurun dari tahun 2021 yang berada di angka 24,4%. Meskipun mengalami penurunan, angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi. Target prevalensi stunting di tahun 2024 adalah 14%, dan standar WHO di bawah 20%.</p>



<p>Oleh sebab itu, pencegahan dan penanganan anak stunting tentu menjadi hal penting yang perlu dilakukan oleh semua pihak. Pemberian asupan makanan bergizi dan ASI eksklusif menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah tersebut. Makanan tinggi protein dan ragam suplemen vitamin dapat membantu mendorong pertumbuhan anak yang mengalami stunting.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-952" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Untuk itu, ChannaFit hadir sebagai suplemen nutrisi lengkap yang berbentuk sirup dengan rasa jeruk yang disukai anak. ChannaFit memiliki keunggulan dengan kandungan protein tinggi mencapai 80% yang berasal dari ekstrak ikan gabus budidaya modern. Selain itu, ChannaFit terdiri dari kombinasi bahan alami pilihan seperti madu, temulawak, dan daun meniran.</p>



<p>Untuk Bunda ketahui, ChannaFit juga telah terbukti berhasil memberikan dampak terbaik dalam hasil penelitian penanganan stunting pada kolaborasi penelitian oleh Binus dan USU di Serdang Bedagai pada tahun 2023. Selama 6 bulan penelitian, 38% (81 anak) sudah bebas stunting dengan pertumbuhan tinggi anak rata-rata 8,9cm, dan berat 2,6kg.</p>



<p>pemberian ChannaFit memberikan dampak paling signifikan pada partisipan penelitian dibandingkan kedua program penanganan stunting lainnya. Kelompok partisipan penelitian yang mengkonsumsi ChannaFit mendapatkan dampak penambahan yang signifikan sebesar 8,45 cm dan 2,80 kg.</p>



<p>Itulah ulasan mengenai ciri-ciri anak stunting usia 2 terkait fisik dan perilakunya untuk Bunda pahami. Cara membeli dan memperoleh ChannaFit, Bunda bisa langsung saja menghubungi nomor <strong><a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau halaman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami.</a> </strong></p>



<p>Referensi: <a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun/">Fitbumin</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-anak-stunting-usia-2-tahun/">Ciri-Ciri Anak Stunting Usia 2 Tahun, Terkait Fisik dan Perilakunya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
