<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nafsu Makan Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/tag/nafsu-makan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/tag/nafsu-makan/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jan 2024 04:05:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Nafsu Makan Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/tag/nafsu-makan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ampuh! 5 Cara Mengatasi Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan Secara Tepat</title>
		<link>https://www.channa.id/anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2024 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fit]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Nutrisi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Anak tumbuh gigi tidak mau makan&#160;– Sebagai orang tua, Bunda tentu akan menghadapi kondisi di mana anak tidak mau makan, rewel, dan sering menangis karena sedang berproses tumbuh giginya. Hal ini tentu membuat Bunda pusing dan khawatir mengenai apa yang sedang terjadi terlebih jika anak terus menolak untuk makan. Sebab anak yang sedang tumbuh gigi &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan/"> <span class="screen-reader-text">Ampuh! 5 Cara Mengatasi Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan Secara Tepat</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan/">Ampuh! 5 Cara Mengatasi Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan Secara Tepat</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Anak tumbuh gigi tidak mau makan</strong>&nbsp;– Sebagai orang tua, Bunda tentu akan menghadapi kondisi di mana anak tidak mau makan, rewel, dan sering menangis karena sedang berproses tumbuh giginya. Hal ini tentu membuat Bunda pusing dan khawatir mengenai apa yang sedang terjadi terlebih jika anak terus menolak untuk makan.</p>



<p>Sebab anak yang sedang tumbuh gigi dan susah makan tentu akan berkurang asupan nutrisinya yang jika dibiarkan terus dapat mengganggu pertumbuhannya, bukan? Masalah ini juga yang menjadi banyak pikiran orang tua terutama para ibu ketika menghadapi anak yang susah makan karena sedang tumbuh gigi.</p>



<p>Lantas, adakah cara mengatasi anak tumbuh gigi tidak mau makan? Yuk, temukan jawaban dan solusi tepatnya melalui ulasan lengkap di bawah ini, yah Bunda!</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/melindungi-anak-agar-tidak-tertular-penyakit-dari-saudara-kandung/"><strong>8 Cara Aman Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah Tumbuh Gigi Memengaruhi Nafsu Makan Anak?</strong></h2>



<p>Tumbuh gigi pada anak bayi merupakan hal dan proses yang normal yang bakal dialami oleh semua anak Bunda. Meski begitu, proses pertumbuhan gigi ini tentu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri pada anak bayi. Maka dari itu, bayi cenderung akan lebih sensitif menangis dan rewel sebagai bentuk komunikasi ia sedang mengalami proses tumbuh gigi.</p>



<p>Melansir <a href="https://www.nct.org.uk/baby-toddler/teething/feeding-and-teething-how-help-them-pain" target="_blank" rel="noreferrer noopener">New Parent Support</a>, sama seperti orang dewasa, anak bayi juga dapat enggan makan ketika merasa sakit atau tidak enak badan. Diketahui bahwa gusi menjadi membengkak dan lembut untuk disentuh sebelum gigi tumbuh. </p>



<p>Hal ini membuat apa pun yang berada di mulut bayi dapat menimbulkan lebih banyak rasa nyeri atau sakit. Maka dari itu, anak bayi yang tumbuh gigi dapat memengaruhi nafsu makannya secara nyata. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kapan Gigi Bayi Tumbuh?</strong></h2>



<p>Secara umum, anak Bunda akan melewati 3 fase gigi di dalam hidupnya.  Untuk fase pertama merupakan fase gigi sulung. Kemudian fase kedua adalah fase campuran gigi sulung-gigi tetap. Dan fase yang terakhir merupakan fase gigi tetap. </p>



<p>Melansir <a href="https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kapan-anak-mulai-menggosok-gigi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia</a> (IDAI), fase pertama tumbuh gigi dimulai saat bayi berumur sekitar 8-14 bulan dan berakhir pada saat fase gigi tetap yang akan muncul dan tumbuh di rongga mulut pada anak berumur 5-6 tahun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5 Cara Mengatasi Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan</strong></h2>



<p>Berkurangnya nafsu makan anak saat mengalami tumbuh gigi memang menjadi beban pikiran banyak orang tua terutama para ibu. Maka dari itu, tidak heran apabila banyak orang tua yang berupaya mencari cara untuk mengatasi permasalahan ini. Untuk membantu Bunda sebagai orang tua, berikut 4 cara mengatasi anak tumbuh gigi tidak mau makan yang bisa dicoba:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Berikan Anak Makanan Bertekstur Lunak</strong></h3>



<p>Saat anak tumbuh gigi tentunya ia akan menjadi lebih sensitif dalam menerima makanan karena adanya rasa nyeri dan tidak nyaman di mulut. Oleh karena itu, memberikan anak makanan bertekstur lunak dapat menjadi salah satu cara yang bisa Bunda coba. Beberapa jenis makanan lunak atau lembut yang bisa menjadi pilihan diantaranya ialah bubur nasi, puree buah dan sayur, cacahan tahu putih, hingga telur orak arik.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Memberikan Jenis Makanan yang Bisa Didinginkan</strong></h3>



<p>Cara mengatasi anak tumbuh gigi tidak mau makan yang kedua untuk Bunda coba ialah memberikan anak makanan yang bisa didinginkan. Ketik anak mengalami gigi yang tumbuh, ia akan cenderung enggan untuk makan yang hangat atau padat.</p>



<p>Untuk itu, Bunda bisa mengakalinya dengan memberikan makanan yang bisa didinginkan seperti yogurt dingin, buah dingin, hingga puding dingin. Melansir&nbsp;<a href="https://www.webmd.com/baby/natural-remedies-for-teething" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Webmd</a>, apa pun makanan dingin akan bisa membantu meredakan rasa sakit dan nyeri pada bayi yang sedang tumbuh gigi. Untuk Bunda perhatikan juga, bahwa makanan dingin bukanlah makanan yang beku dan dingin sekali yang malah dapat melukai mulut anak.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Pijat dan Gosok Gusi Anak</strong></h3>



<p>Sebagai upaya lain, Bunda bisa melakukan pijatan dan gosok gusi anak secara lembut menggunakan jari yang sudah dibersihkan dan dibungkus kain lap yang bersih diberi air dingin. Hal ini dilakukan untuk memberikan sensasi dingin pada gusi anak sehingga meredakan rasa tidak nyaman dan nyeri. Gosok gusi anak secara perlahan dan lembut agar anak tidak risi. &nbsp;&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Memberikan Teether atau Empeng</strong></h3>



<p>Cara mengatasi anak tumbuh gigi tidak mau makan selanjutnya ialah dengan memberikan teether atau empeng yang sudah didinginkan dalam kulkas. Anak bayi yang sedang mengalami proses tumbuh gigi cenderung akan mengunyah dan memasukan berbagai benda di sekitarnya ke dalam mulut sebagai bentuk rasa tidak nyaman.</p>



<p>Hal ini bisa Bunda akali dengan memanfaatkan teether yang merupakan mainan bayi yang dapat digigit untuk merangsang pertumbuhan gigi anak bayi. Empeng yang agak dingin juga bisa Bunda berikan agar anak bayi menggigit untuk mengurangi rasa nyeri di mulutnya. Setelah rasa nyeri di mulut berkurang tentu nafsu makan anak bayi akan kembali dan mau makan akhirnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Memberi Vitamin atau Sirup Penambah Nafsu Makan Anak</strong></h3>



<p>Cara ampuh terakhir yang bisa Bunda coba adalah dengan memberi vitamin atau sirup penambah nafsu makan anak. Diketahui bahwa anak sedang tumbuh gigi tentu bisa berdampak pada nafsu makannya yang berkurang. Oleh sebab itu, memberikan penambah nafsu makan anak dapat menjadi pilihan tepat untuk mengatasi permasalahan ini.</p>



<p>Bunda bisa memilih vitamin atau sirup nutrisi yang mengandung bahan-bahan herbal alami untuk membuat nafsu makan anak yang tumbuh gigi kembali. Kandungan bahan alami seperti temulawak dan madu dapat memiliki manfaat menambah nafsu makan serta menambah nutrisi untuk daya tahan anak. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Ciri-Ciri Anak Mau Tumbuh Gigi?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/07/Gambar-2-Anak-Tumbuh-Gigi-Tidak-Mau-Makan.webp" alt="Gambar 3 - Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan" class="wp-image-6983"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Anak Bayi Memasukan Jari ke Mulut | Gambar: Freepik.com</figcaption></figure>



<p>Agar semakin paham kondisi anak yang tumbuh gigi, Bunda perlu tahu sejumlah ciri-ciri anak mau tumbuh gigi. Sebab dengan mengetahui ciri tersebut, Bunda bisa menjadi lebih&nbsp;<em>aware</em>&nbsp;terhadap apa yang sedang dialami anak. Berikut beberapa ciri-ciri anak tumbuh gigi untuk Bunda ketahui:</p>



<ul>
<li>Anak bayi akan terlihat lebih sering mengeces atau berliur</li>



<li>Lebih sering rewel dan menangis</li>



<li>Anak bayi batuk karena akibat tersedak liur yang lebih banyak di mulut</li>



<li>Anak sering memegang pipi atau telinga sebagai respon tidak nyaman di mulut</li>



<li>Nafsu makan anak menjadi berkurang ketika merasa nyeri tumbuh gigi</li>



<li>Anak bisa menjadi sulit tidur di malam hari</li>



<li>Anak lebih aktif menggigit dan memasukan tangan ke mulut</li>



<li>Anak mengalami demam ringan</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/manfaat-vitamin-a-untuk-anak/"><strong>Penting Bunda! 10 Manfaat Vitamin A untuk Anak</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berikan Sirup Penambah Nafsu Makan Anak ChannaFit Sebagai Salah Satu Cara Ampuh dan Tepat</strong></h2>



<p>Memiliki anak bayi yang baru tumbuh gigi mungkin menjadi tantangan bagi Bunda karena anak mungkin menjadi enggan makan serta nafsu makannya menjadi berkurang. Hal ini menjadi permasalahan yang banyak di alami oleh banyak orang sehingga tidak sedikit orang tua yang mencari beragam cara untuk mengatasinya agar anak kembali mau makan. &nbsp;</p>



<p>Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu cara ampuh mengatasi anak tumbuh gigi tidak mau makan adalah memberi vitamin atau sirup penambah nafsu makan anak. Meski begitu, Bunda sebagai orang tua tidak boleh asal memilih vitamin atau sirup nutrisi karena akan dikonsumsi secara langsung oleh anak. Faktor bahan baku, kandungan nutrisi, dan keamanan produk menjadi hal yang perlu Bunda perhatikan secara benar.</p>



<p>Untuk membantu anak Bunda, ChannaFit hadir sebagai sirup nutrisi penambah nafsu makan anak yang terbuat dari bahan baku herbal alami terstandar modern yang terdiri dari ekstrak ikan gabus, ekstrak meniran, madu, dan ekstrak temulawak. ChannaFit juga dapat membantu tumbuh kembang anak serta menjaga dan meningkatkan daya tahan dan imun anak Bunda.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-952" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Terdapat kandungan nutrisi lengkap antara lain protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral yang dapat mencukupi kebutuhan anak. Terdapat keunggulan ChannaFit berupa kandungan protein albumin tinggi mencapai 80% dan menjadikan ChannaFit salah satu pelengkap nutrisi dengan protein tertinggi di Indonesia.</p>



<p>Dengan memberikan ChannaFit kepada anak, Bunda dapat mengatasi permasalahan anak yang susah makan karena sedang mengalami proses tumbuh giginya secara mudah dan ampuh.</p>



<p>Itulah  ulasan mengenai 5 cara mengatasi anak tumbuh gigi tidak mau makan yang ampuh untuk Bunda coba. Cara membeli dan memperoleh ChannaFit, Bunda bisa langsung klik pada gambar produk atau melalui nomor <a href="tel: 0215454413"><strong>(021) 5454413</strong></a> atau laman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/"><strong>Kontak Kami</strong></a>. </p>



<p><strong>Segera beli ChannaFit</strong> untuk <strong>meningkatkan nafsu makan anak yang sedang tumbuh gigi sehingga makannya kembali lahap Bunda!</strong></p>



<p>Referensi: <a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan/">Fitbumin</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/anak-tumbuh-gigi-tidak-mau-makan/">Ampuh! 5 Cara Mengatasi Anak Tumbuh Gigi Tidak Mau Makan Secara Tepat</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>8 Cara Aman Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung</title>
		<link>https://www.channa.id/melindungi-anak-agar-tidak-tertular-penyakit-dari-saudara-kandung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=melindungi-anak-agar-tidak-tertular-penyakit-dari-saudara-kandung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 03:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fit]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu Makan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melindungi&#160;anak agar tidak tertular penyakit&#160;– Sebagai orang tua, Bunda pasti menginginkan anak tetap sehat dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Meski begitu, tidak jarang anak yang sehat menjadi kemudian sakit karena tertular oleh saudara kandungnya. Anak Sakit dapat Menularkan ke Saudara Kandung Apalagi jika anak sakit memiliki saudara kandung yang memang sering bermain dengannya baik seumuran atau &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/melindungi-anak-agar-tidak-tertular-penyakit-dari-saudara-kandung/"> <span class="screen-reader-text">8 Cara Aman Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/melindungi-anak-agar-tidak-tertular-penyakit-dari-saudara-kandung/">8 Cara Aman Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Melindungi</strong>&nbsp;<strong>anak agar tidak tertular penyakit&nbsp;</strong>– Sebagai orang tua, Bunda pasti menginginkan anak tetap sehat dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Meski begitu, tidak jarang anak yang sehat menjadi kemudian sakit karena tertular oleh saudara kandungnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Anak Sakit dapat Menularkan ke Saudara Kandung</strong></h2>



<p>Apalagi jika anak sakit memiliki saudara kandung yang memang sering bermain dengannya baik seumuran atau lebih tua. Tentunya hal ini dapat menjadi celah terjadinya penularan penyakit dari anak yang sakit ke anak yang masih sehat secara tidak langsung.</p>



<p>Untuk Bunda ketahui, anak-anak memang memiliki sistem imun yang masih berkembang dan tidak sekuat orang yang sudah dewasa sehingga lebih mudah tertular penyakit oleh orang sekitar. Maka dari itu, hal ini perlu Bunda cermati dan mencari tahu bagaimana cara aman untuk melindungi anak agar tidak mudah tertular penyakit.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-ikan-gabus-untuk-otak-anak/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Mengetahui Manfaat Ikan Gabus untuk Otak Anak agar Cerdas!</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bahaya Penyakit Menular pada Anak</strong></h2>



<p>Berdasarkan informasi dari badan internasional&nbsp;<a href="https://www.unicef.org/health/childhood-diseases" target="_blank" rel="noreferrer noopener">UNICEF</a>, anak-anak di bawah usia 5 tahun sangat rentan terhadap penyakit menular beberapa penyakit menular berbahaya seperti malaria, pneumonia (radang paru), diare, HIV dan TBC.</p>



<p>Penyakit pneumonia, diare, dan malaria bertanggung jawab atas sekitar 29 persen kematian global di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun pada tahun 2018. Meski sering dianggap sepele, penyakit diare pada tahun 2017 telah membunuh sekitar 480.000 anak kecil di seluruh dunia, terhitung 8 persen dari semua kematian di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-2-Melindungi-Anak-agar-Tidak-Tertular-Penyakit-dari-Saudara-Kandung.jpg" alt="Gambar 2 - Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung" class="wp-image-3639" width="750" height="500"/><figcaption>Ilustrasi Anak-Anak Bersaudara | Gambar: Pexels/Pavel Danilyuk</figcaption></figure>



<p>Dengan mengetahui fakta bahaya penyakit menular pada anak yang bisa juga ditularkan dari saudara kandung maka tentu Bunda sebagai orang tua juga perlu paham cara melindungi anak agar tidak tertular penyakit. Berikut ini ialah beragam caranya yang bisa Bunda simak!</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Membiasakan Anak untuk Mencuci Tangan</strong></h3>



<p>Cara aman pertama yaitu membiasakan anak untuk mencuci tangan. Meski terkesan sepele, membiasakan anak Bunda sering atau rutin mencuci tangan dapat membantu melindungi kualitas kesehatan anak.</p>



<p>Melansir Promkes&nbsp;<a href="https://promkes.kemkes.go.id/?p=8975" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kementerian Kesehatan RI</a>, Bunda dapat mengetahui bahwa sekitar 80% penyakit menular ternyata menyebar melalui sentuhan tangan. Dengan begitu tentunya sebagai orang tua Bunda wajib memberikan pengertian tentang kegunaan dan manfaat mencuci tangan memakai sabun sebagai langkah mudah menjaga kesehatan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Menjaga Jarak Antara Anak yang Sakit dan Sehat</strong></h3>



<p>Menjaga jarak antara anak yang sakit dan sehat dapat menjadi cara aman melindungi anak agar tidak tertular penyakit dari saudara kandung. Tidak sedikit kasus penularan penyakit pada seorang kakak yang sedang sakit berpindah kepada adiknya setelah melakukan kegiatan bersama.</p>



<p>Tentunya hal ini tidak Bunda inginkan, bukan? Maka dari itu penting untuk menjaga jarak antara anak yang sakit dengan anak yang sehat. Hal ini memang tidak mudah, oleh karena itu Bunda perlu memberikan pengertian kepada masing-masing anak secara bahasa yang mudah mereka mengerti.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Memisahkan Alat Makan yang Digunakan Anak</strong></h3>



<p>Penularan penyakit pada anak juga bisa terjadi melalui media alat makan yang dipakai atau digunakan. Pemakaian alat makan secara bersama di keluarga memang hal yang biasa dan umum dilakukan terutama di Indonesia.</p>



<p>Hal ini bisa dicontohkan dengan kakak dan adik yang memakai alat makan yang sama secara bergantian. Jika terdapat anak yang sedang sakit maka tindakan yang tepat untuk Bunda lakukan ialah memisahkan pemakaian alat makan yang digunakan baik piring, sendok, garpu, hingga gelas. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meminimalisir atau menghindari penularan penyakit antar anak.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Mengatur dan Membatasi Pola Makan Anak</strong></h3>



<p>Anak-anak pada umumnya memang menyukai beragam makanan yang gurih atau manis. Maka dari itu tidak jarang anak sering membagi makanan dengan saudara kandungnya sebagai bentuk rasa sayang diantara keluarga.</p>



<p>Meski ini merupakan hal yang bagus tetapi jika ada salah satu anak yang sakit maka perlu Bunda batasi dan atur pola makan anak tersebut. Batasi mana yang boleh dan mana yang tidak dalam hal makanan. Jangan sampai pola makan saling berbagi tersebut membuat anak yang sehat menjadi ikutan sakit.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Memberikan Makanan Sehat dan Bergizi</strong></h3>



<p>Cara aman melindungi anak agar tidak tertular penyakit dari saudara kandung yang selanjutnya ialah memberikan makanan sehat dan bergizi. Melansir tulisan Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S. dari laman Pusat Studi Pangan dan Gizi&nbsp;<a href="https://cfns.ugm.ac.id/2020/04/30/makanan-bergizi-dan-sistem-imun/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Gajah Mada</a>, bahwa pola makan yang baik, bergizi dan bervariasi cenderung memiliki tubuh yang lebih sehat dengan sistem imun tubuh yang lebih kuat.</p>



<p>Makanan yang bergizi pada umumnya mengandung sumber vitamin, mineral, protein, serat, dan antioksidan. Dengan memberikan makanan bergizi pada anak maka secara langsung Bunda sudah membantu melindungi anak dengan meningkatkan sistem imunnya. Selain makanan, Bunda juga perlu mencukupi kebutuhan asupan minum yang sehat kepada anak.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Melakukan Imunisasi pada Anak</strong></h3>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-3-Melindungi-Anak-agar-Tidak-Tertular-Penyakit-dari-Saudara-Kandung.jpg" alt="Gambar 3 - Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung" class="wp-image-3640" width="750" height="500"/><figcaption>Ilustrasi Imunisasi Anak | Gambar: Freepik/Jcomp</figcaption></figure>



<p>Imunisasi anak penting untuk dilakukan demi mencegah penularan penyakit pada anak-anak. Imunisasi juga telah menjadi program pencegahan penyakit di seluruh dunia termasuk Indonesia. Semua negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki program imunisasinya masing-masing untuk mengurangi risiko penularan penyakit tertentu serta meningkatkan kesehatan masyarakat.</p>



<p>Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menerapkan imunisasi bagi anak sejak usia 0 hingga 18 tahun. Beberapa contoh imunisasi pada anak seperti imunisasi vaksin hepatitis, campak, polio, rotavirus, MR, influenza, HPV, dangue, covid-19 dan vaksin lainnya. Dengan melakukan imunisasi maka penularan penyakit antar anak yang masih bersaudara dapat diredam.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Jaga Kebersihan Tempat dan Rumah</strong></h3>



<p>Menjaga kebersihan tempat dan rumah juga dapat menjadi cara yang bisa Bunda lakukan. Anak-anak memang senang bermain dengan saudara atau sepupunya sehingga tidak jarang membuat isi rumah berantakan atau kotor.</p>



<p>Kondisi kotor inilah yang bisa menjadi media berkembangnya virus, kuman, hingga bakteri yang dapat membuat anak sehat menjadi sakit. Terlebih jika ada anak yang sakit maka benda yang bersentuhan dengannya perlu Bunda jaga kebersihannya juga agar tidak menjadi media penularan penyakit. &nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Memberikan ASI pada Anak yang Masih Menyusui</strong></h3>



<p>Cara aman melindungi anak agar tidak tertular penyakit dari saudara kandung yang terakhir di pembahasan kali ini ialah memberikan ASI pada anak yang masih menyusui. Air susu ibu atau ASI memang memberikan banyak manfaat bagi anak terlebih untuk mencegah penyakit.</p>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-kekebalan-tubuh" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia</a>&nbsp;(IDAI), bahwa pemberian ASI pada bayi atau anak dapat menambah kekebalan tubuh dan sistem imun karena memiliki kandungan nutrisi lengkap serta zat imunoglobulin (antibodi) dan fagosit (pemusnah) yang mampu mengatasi infeksi penyakit dari kuman, bakteri, parasit atau virus.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-ikan-gabus-untuk-otak-anak/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Mengetahui Manfaat Ikan Gabus untuk Otak Anak agar Cerdas!</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Optimalkan Asupan Nutrisi untuk Membantu Meningkatkan Imun Anak agar Tidak Mudah Tertular Penyakit</strong></h2>



<p>Selain melakukan cara-cara seperti ulasan di atas, Bunda juga perlu memberikan asupan nutrisi yang optimal agar imunitas anak menjadi semakin meningkan sehingga tidak mudah tertular penyakit. Terlebih saat ini dunia masih di hantui oleh wabah pandemi covid-19 yang belum berakhir sepenuhnya.</p>



<p>Bahkan saat ini juga merebak kasus hepatitis akut yang dapat menyerang anak-anak di berbagai negara di dunia. Penyakit menular seperti itu dapat mengancam kesehatan bahkan nyawa anak Bunda apabila tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik. Maka dari itu Bunda perlu mencari cara untuk mendapatkan asupan nutrisi lengkap bagi anak-anak sehingga imun tetap terjaga.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-952" width="450" height="450" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp 1182w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></figure></div>


<p>Sebagai solusi handal, Channa Fit hadir sebagai jawaban akan pemenuhan asupan nutrisi lengkap bagi anak-anak. Dengan kandungan nutrisi berupa protein, vitamin, mineral, asam amino, hingga albumin yang dapat membantu tubuh anak dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Fit maka kebutuhan asupan nutrisi anak menjadi optimal yang mungkin kurang dari makanan pokok yang ada. Sebab tidak jarang anak hanya memilih makanan yang mereka suka saja walaupun nilai gizi dan nutrisinya rendah.</p>



<p>Itulah ulasan mengenai 8 cara aman melindungi anak agar tidak tertular penyakit dari saudara kandung untuk Bunda pahami dan praktikan. Untuk bisa memperoleh atau membeli produk Channa Fit, Bunda bisa menghubungi kami melalui nomor: <a href="tel:0215454413" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>(021) 5454413</strong></a> </p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/melindungi-anak-agar-tidak-tertular-penyakit-dari-saudara-kandung/">8 Cara Aman Melindungi Anak agar Tidak Tertular Penyakit dari Saudara Kandung</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
