<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>stunting Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/tag/stunting-id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/tag/stunting-id/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 08:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>stunting Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/tag/stunting-id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</title>
		<link>https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=stunting-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 01:09:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fit]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting di Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik stunting di Indonesia &#8211; Stunting adalah kondisi di mana anak gagal tumbuh secara optimal, khususnya dalam hal tinggi badan sesuai usia. Penyebabnya beragam, di antaranya adalah malnutrisi kronis, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh yang kurang tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini bukan sekadar “pendek”, tetapi memiliki konsekuensi jangka &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/"> <span class="screen-reader-text">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik stunting di Indonesia</strong> &#8211; Stunting adalah kondisi di mana anak gagal tumbuh secara optimal, khususnya dalam hal tinggi badan sesuai usia. Penyebabnya beragam, di antaranya adalah malnutrisi kronis, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh yang kurang tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).</p>



<p>Kondisi ini bukan sekadar “pendek”, tetapi memiliki konsekuensi jangka panjang, seperti perkembangan kognitif yang terganggu, prestasi sekolah menurun, produktivitas di masa dewasa turun, serta berpotensi memperkuat siklus kemiskinan antar generasi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/">ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</a></strong></p>



<p>Dalam dekade terakhir, angka stunting terus menjadi fokus utama kebijakan nasional. Upaya pemerintah melalui berbagai strategi telah mendorong penurunan prevalensi stunting dari level tinggi beberapa tahun lalu menjadi sekitar ± 21–22% pada tahun 2023–2024, meskipun target nasional di bawah Peraturan Presiden No. 72/2021 adalah 14% pada 2024. Secara garis besar, Pemerintah mengadopsi pendekatan holistik dan multisektoral untuk mengatasi permasalahan stunting. Hal ini juga sejalan dengan <a href="https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2020/08/Stranas_Percepatan_Pencegahan_Anak_Kerdil.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (stunting)</a>:</p>



<h2 class="wp-block-heading">Regulasi dan Koordinasi Lintas Sektor</h2>



<p>Perpres No. 72 Tahun 2021 menetapkan stunting sebagai prioritas nasional, dengan peran berbagai kementerian/lembaga, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, hingga desa. Hal ini mencakup pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tiap tingkat pemerintahan untuk mengoordinasikan pelaksanaan program secara efektif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pendekatan Gizi Terintegrasi</h2>



<p>Upaya ini meliputi pemberian suplementasi gizi, edukasi pola makan, serta intervensi kesehatan ibu dan anak sejak kehamilan hingga usia bawah lima tahun. Program seperti <em>Supplementary Feeding Program</em> (SFP) memberikan makanan tambahan bergizi kepada balita yang kekurangan gizi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbaikan Layanan Kesehatan</h2>



<p>Program kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan kehamilan rutin, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan konseling gizi. Hal ini menjadi bagian penting dari preventif utama untuk mencegah stunting sejak dini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Intervensi Berbasis Keluarga</h2>



<p>Keluarga berperan sebagai garda terdepan penanganan stunting, berikut pendampingan kesehatan, pendidikan asuh, serta akses terhadap layanan dan informasi terkait gizi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Implementasi Produk Lokal: Studi di Sumatera Utara</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="2216" height="2216" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/02/F-Vemuno.png" alt="" class="wp-image-3417" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px"/></figure></div>


<p>Sebuah publikasi penting yang baru-baru ini dirilis oleh jurnal <a href="https://www.nature.com/articles/s41598-024-61462-z" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Scientific Reports</a> pada tahun 2024 adalah penelitian berjudul <em>“Monitoring and evaluation of childhood stunting reduction program based on fish supplement product in North Sumatera, Indonesia”</em> oleh Pardamean dkk.</p>



<p>Studi ini mengevaluasi program intervensi stunting berbasis suplemen ikan gabus (<em>Channa striata</em>) yang dikombinasikan dengan ramuan herbal Temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza</em>) dan Meniran (<em>Phyllanthus niruri</em>) terhadap pertumbuhan balita stunting di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, selama 6 bulan.</p>



<p>Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis sumber daya lokal dapat mendukung upaya nasional, terutama dalam meningkatkan status gizi anak stunting. Suplementasi bahan berbasis ikan berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar ± 37% anak balita dengan status stunting awal. Penilaian tersebut ditarik berdasarkan rata-rata nilai <em>Height-for-Age Z-score</em> (HAZ) dan <em>Weight-for-Height Z-score</em> (WHZ) meningkat secara signifikan setelah suplementasi produk ikan lokal dibanding hanya makanan tambahan lainnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Implementasi Produk Lokal: Studi di Sulawesi Tengah dan daerah lainnya</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" width="1182" height="1182" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp" alt="" class="wp-image-952" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp 1182w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-768x768.webp 768w" sizes="(max-width: 1182px) 100vw, 1182px" /></figure></div>


<p>Selain dilakukan di Sumatera Utara, evaluasi program intervensi stunting berbasis suplemen ikan gabus yang dikombinasikan dengan Temulawak dan Meniran terhadap pertumbuhan balita stunting juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia, di antaranya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hasil penelitian penurunan stunting selama periode 6 bulan di lokasi ini dilaporkan masih dalam tahap pengolahan data. Berbagai daerah lain, seperti salah satu kabupaten di Jawa Timur juga ditengarai akan ikut melakukan projek serupa.</p>



<p>Projek implementasi produk lokal untuk penekanan stunting dapat berjalan dengan sukses karena didukung dan melibatkan pihak akademisi dan Dinas Kesehatan di daerah lokus penelitian tersebut.</p>



<p>***</p>



<p>Contoh hasil dari studi di atas berhasil membuka jendela pemahaman yang penting, yaitu: intervensi lokal berbasis sumber daya setempat seperti makanan dari ikan lokal bisa menjadi alternatif atau pendamping program nasional. Hal ini bersifat relevan untuk daerah-daerah dengan sumber protein hewani melimpah seperti Sumatera Utara, dimana pendekatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat program nasional melalui strategi yang lebih kontekstual.</p>



<p>Penanganan stunting di Indonesia merupakan kerja besar lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat hingga keluarga. Strategi yang berjalan tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pemantauan yang konsisten. Dalam jangka panjang, menggabungkan intervensi nasional yang terprogram dengan solusi lokal yang adaptif berpotensi mempercepat penurunan stunting secara lebih efektif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Tim Percepatan Penurunan Stunting-Setwapres. <em>Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025-2029</em>. <strong>2025.</strong> Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia.</p>



<p>Pardamean B, et al. Monitoring and evaluation of childhood stunting reduction program based on fish supplement product in North Sumatera, Indonesia. <em>Scientific Reports</em>, <strong>2024</strong>. 14:11674. DOI 10.1038/s41598-024-61462-z</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</title>
		<link>https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 07:55:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[binus university]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<category><![CDATA[Sergai]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) semakin serius dalam menekan angka stunting. Pada Jumat, 22 Agustus 2025, Pemkab Sergai bersama PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan Binus University menandatangani adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus Binus Medan. Kesepakatan ini menegaskan target pemerintah: menurunkan angka stunting hingga nol persen sebelum 2030. Dokumen &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/"> <span class="screen-reader-text">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita Channa</strong>.<strong>id</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) semakin serius dalam menekan angka stunting. Pada Jumat, 22 Agustus 2025, Pemkab Sergai bersama PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan Binus University menandatangani adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus Binus Medan. Kesepakatan ini menegaskan target pemerintah: menurunkan angka stunting hingga nol persen sebelum 2030.</p>



<p>Dokumen amandemen ditandatangani oleh dr. Yohnly B Dachban selaku Kepala Dinas Kesehatan, Drs. Sutristo selaku Direktur PT Mega Medica Pharmaceuticals (PT MMP), dan Prof. Dr. Bens Pardamean (BDSRC – BINUS University) mewakili Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Riset dan Alih Teknologi – BINUS University).</p>



<p>Acara ini juga menghadirkan tokoh kunci lainnya, antara lain Budi, SE, MM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, Drs. Zulfikar mewakili H. Darma Wijaya – Bupati Serdang Bedagai, dan Tri Juniarty, S.Kom, MM – Direktur Kampus BINUS @Medan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Komitmen Tiga Pilar: Pemerintah, Swasta, dan Perguruan Tinggi</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="1000" height="631" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/08/Target-Stunting-Nol-Persen-di-2030-Pemkab-Sergai-Gandeng-PT-MMP-dan-Binus-2.jpeg" alt="" class="wp-image-2168" style="width:782px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Penandatanganan adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kampus Binus Medan. | Foto: Dokumentasi PT MMP dan Binus</figcaption></figure>



<p>Kolaborasi ini melibatkan tiga pilar utama: pemerintah daerah sebagai penggerak kebijakan, perguruan tinggi sebagai pusat riset dan teknologi, serta pihak swasta yang menghadirkan inovasi produk dan dukungan lapangan.</p>



<p>“Penandatanganan Dokumen Adendum ini merupakan komitmen kami dan juga bukti penguatan kolaborasi untuk memantau stunting anak di Kabupaten Serdang Bedagai,” kata staf ahli Pemkab Sergai, Zulfikar kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keberhasilan Penurunan Stunting Menjadi Awal Modal Target Nol Persen!</strong></h2>



<p>Menurutnya, keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolak ukur untuk pencapaian angka nol persen.</p>



<p>“Target nasional penurunan angka stunting itu di angka 18 persen, namun kita berhasil memperkecilnya di angka 14,4 persen di tahun 2024. Mudah mudahan sebelum tahun 2030 kita sudah bisa mencapai nol persen,” kata Zulfikar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Sejak 2022 Diperkuat Ulang</strong></h2>



<p>Menurutnya, keberhasilan Sergai dalam menurunkan angka stunting secara signifikan menjadi tolak ukur untuk pencapaian angka nol persen.</p>



<p>“Target nasional penurunan angka stunting itu di angka 18 persen, namun kita berhasil memperkecilnya di angka 14,4 persen di tahun 2024. Mudah mudahan sebelum tahun 2030 kita sudah bisa mencapai nol persen,” kata Zulfikar.</p>



<p>Sementara itu&nbsp; Prof. Dr. Bens Pardamean menjelaskan bahwa sejak 2022, Binus University melalui Binus Doctoral and Student Research Center (BDSRC) sudah bermitra dengan Dinas Kesehatan Sergai untuk pemantauan stunting. Kini, dengan penandatanganan adendum MoA, kerja sama tersebut dipertegas agar lebih terarah dan berkesinambungan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="750" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/08/Target-Stunting-Nol-Persen-di-2030-Pemkab-Sergai-Gandeng-PT-MMP-dan-Binus-4.jpeg" alt="" class="wp-image-2170" style="width:749px;height:auto"/></figure>



<p>“Kita berkomitmen mendukung pemberantasan stunting di semua wilayah di Indonesia, salah satunya Sergai. Melalui kolaborasi dengan pemkab dan PT MMP. Sumatera Utara merupakan pusat Indonesia Barat, dan kehadiran Binus University di Kota Medan adalah salah satu solusi untuk percepatan pemberantasan stunting,” katanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pemanfaatan Teknologi dan Mahasiswa Turun Langsung Deteksi Dini Stunting di Sergai</strong></h2>



<p>Binus University menekankan pemanfaatan teknologi dan riset berbasis data. Fakultas computer science terlibat dalam sistem pemantauan digital, sementara mahasiswa diarahkan turun langsung ke desa-desa untuk membantu deteksi dini stunting. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.</p>



<p>Direktur Binus Medan, Tri Juaniarty menambahkan, Binus akan ikut mendorong percepatan pemberantasan stunting, melalui propoganda visual concern dengan menyertakan mahasiswa secara onside turun ke lapangan.</p>



<p>“Kita punya computer science development yang siap memonitoring, yang di-support oleh SDM Binus Medan, jadi nggak perlu jauh jauh lagi harus ke Jakarta, karena pasti lebih lama waktunya,” kata Tri.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Inovasi Produk untuk Cegah Stunting dan Tanggung Jawab Sosial</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="3018" height="1829" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/08/Target-Stunting-Nol-Persen-di-2030-Pemkab-Sergai-Gandeng-PT-MMP-dan-Binus-3.jpg" alt="" class="wp-image-2169" style="width:743px;height:auto"/></figure>



<p>Sementara itu, Sutristo menyebutkan, PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) terus bekomitmen mendukung program ini melalui riset produk nutrisi pencegah stunting.</p>



<p>Kolaborasi riset dengan berbagai universitas, termasuk USU, ITB, dan Binus, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada Masyarakat local di Serdang Bedagai. Dirinya mengaku sangat miris dengan kondisi yang terjadi saat ini.</p>



<p>“Kita punya sumber daya alam yang cukup baik, namun angka stunting masih cukup tinggi. Ini mungkin bisa jadi acuan kita dalam membuat kebijakan selanjutnya. Mudah-mudahan kolaborasi riset dan kerjasama semua pihak akan memberikan hasil yang bermanfaat, khusus dalam penurunan angka balita stunting,” ujar Sutristo.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Diskusi Strategi untuk Implementasi Efektif untuk Kolaborasi</strong></h2>



<p>Dokumen ini menandai kelanjutan kolaboratif dari komitmen jangka panjang dalam penanggulangan dan pencegahan stunting di Kabupaten Serdang Bedagai.</p>



<p>Acara penandatanganan ini juga dilengkapi dengan diskusi panel yang membahas evaluasi kerja sama sebelumnya serta strategi baru agar program lebih efektif di lapangan yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih besar bagi penanggulangan stunting di Kabupaten Serdang Bedagai.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</title>
		<link>https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 03:37:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[binus university]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program Suplementasi Balita Stunting di Puskesmas Lembasada Sukses, Hasil Kolaborasi PT MMP dan Binus Monitoring dan evaluasi program suplementasi balita stunting di Kabupaten Donggala telah sukses dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni 2025 di Puskesmas Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan. Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci, antara lain dr. Syahriar selaku Kepala Dinas Kesehatan, Jhon Stuart Wantania, &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/"> <span class="screen-reader-text">Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/">Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Program Suplementasi Balita Stunting di Puskesmas Lembasada Sukses, Hasil Kolaborasi PT MMP dan Binus</strong></p>



<p>Monitoring dan evaluasi program suplementasi balita stunting di Kabupaten Donggala telah sukses dilaksanakan pada tanggal 3-4 Juni 2025 di Puskesmas Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan.</p>



<p>Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh kunci, antara lain dr. Syahriar selaku Kepala Dinas Kesehatan, Jhon Stuart Wantania, SKM. selaku Kepala Puskesmas, Prof. Dr. Bens Pardamean selaku Kepala Pusat Penelitian Bioinformatika dan Sains Data (BDSRC – BINUS University), dan dr. Sutristo selaku Direktur PT Mega Medica Pharmaceuticals (PT MMP).</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="alignright size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="1280" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Dokumentasi-Evaluasi-Program-Suplementasi-Stunting-Balita-PT-MMP-dan-Binus-3-1.jpg" alt="" class="wp-image-2127" style="width:303px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto Dokumentasi Binus</figcaption></figure></div>


<p><strong>Evaluasi Dilakukan Berdasarkan Data Lapangan Bidan yang Dianalisis BDSRC</strong></p>



<p>Sebanyak 18 bidan, seorang ahli gizi, dan seorang apoteker turut serta mendukung suksesnya acara ini. Diskusi difokuskan pada peninjauan dan evaluasi kemajuan program, berdasarkan data lapangan yang dikumpulkan oleh bidan dari Kecamatan Banawa Selatan dan dianalisis oleh ilmuwan data dari BDSRC.</p>



<p>Upaya kolaboratif ini memberikan wawasan berharga tentang efektivitas program dan area yang perlu ditingkatkan. Berbagai strategi dibahas untuk meningkatkan implementasi dan dampaknya, diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih besar dan berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Donggala.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/monitoring-dan-evaluasi-program-suplementasi-balita-stunting-di-kabupaten-donggala-sukses-dilaksanakan/">Monitoring dan Evaluasi Program Suplementasi Balita Stunting di Kab. Donggala Sukses Dilaksanakan!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</title>
		<link>https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[channa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2023 06:17:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[binus university]]></category>
		<category><![CDATA[ChannaFit]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<category><![CDATA[USU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1113</guid>

					<description><![CDATA[<p>ChannaFit&#160;– PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) melakukan kolaborasi penelitian bersama Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Bina Nusantara (BINUS) dalam upaya penanganan masalah stunting balita dan anak di Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian dipaparkan di ruang gedung BINUS, Jakarta, Rabu (1 Febuari 2023). Pada acara meeting pemaparan hasil penelitian tersebut disambut oleh Prof. &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/"> <span class="screen-reader-text">ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/">ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.channa.id/">ChannaFit</a>&nbsp;– PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) melakukan kolaborasi penelitian bersama Universitas Sumatera Utara (USU), dan Universitas Bina Nusantara (BINUS) dalam upaya penanganan masalah stunting balita dan anak di Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian dipaparkan di ruang gedung BINUS, Jakarta, Rabu (1 Febuari 2023).</p>



<p>Pada acara meeting pemaparan hasil penelitian tersebut disambut oleh Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., Wakil Rektor Binus, Bapak Budi Sumalim sebagai tim percepatan pembangunan Serdang Bedagai, dan Bapak Selamat Hartono sebagai Kepala Dinas Kesehatan Serdang Bedagai. Dalam acara pertemuan ini juga dihadiri secara langsung oleh Direktur PT MMP Bapak Sutristo.</p>



<p>Selain itu, terdapat tim peneliti dari USU dan BINUS yang diketuai oleh Prof. Bens Pardamean, B.Sc., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. dr. Sarma Nursani Lumban Raja, Sp.OG (K) bersama beberapa orang jajaran tim yang turut hadir duduk bersama.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://www.channa.id/hasim-djojohadikusumo-apresiasi-dan-puji-budidaya-ikan-gabus-untuk-turunkan-angka-stunting-oleh-pt-mega-medica-pharmaceuticals-di-serdang-bedagai-sumatera-utara/"><strong>Hasim Djojohadikusumo Apresiasi dan Puji Budidaya Ikan Gabus untuk Turunkan Angka Stunting Oleh PT Mega Medica Pharmaceuticals  di Serdang Bedagai, Sumatera Utara</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Stunting Masih Menjadi Masalah Kesehatan yang Banyak Dialami Balita di Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/02/Foto-Dokumen-BINUS-Pengecekan-Anak-Stunting-1024x739.webp" alt="Gambar 2 - ChannaFit, Kunjungan Dinas Kesehatan untuk cek Balita Stunting di Serdang Bedagai" class="wp-image-6292" style="width:768px;height:554px"/><figcaption class="wp-element-caption">Kunjungan Dinas Kesehatan untuk cek Balita Stunting di Serdang Bedagai | Gambar: Dokumen BINUS</figcaption></figure>



<p>Masih belum banyak diantara masyarakat Indonesia yang memahami apa itu stunting dan dampaknya bagi anak. Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang dialami oleh anak balita sehingga mengakibatkan terhambatnya panjang atau tinggi badan serta berat badan untuk anak seusianya.</p>



<p>Berbeda dengan gizi buruk, prevalensi stunting lebih cenderung merupakan proses siklus daripada kondisi kekurangan gizi yang terjadi berdasarkan status gizi di dalam balita yang dapat kembali normal. Bahkan, wanita yang mengalami stunting pada masa kanak-kanaknya kemungkinan besar akan melahirkan keturunan yang stunting juga.</p>



<p>Prevalensi stunting Indonesia hingga tahun 2019 berdasarkan hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (<a href="https://cegahstunting.id/download/2611/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">SSGBI</a>) menunjukkan angka 27,67% yang dinilai masih tinggi berdasarkan standar World Health Organization (WHO) yang menargetkan angka prevalensi tidak melebihi 20%.</p>



<p>Untuk daerah Provinsi Sumatera Utara, angka prevalensi mencapai 30,11% dimana beberapa kabupaten di provinsi tersebut masuk prioritas untuk intervensi pencegahan stunting tahun 2021. Sepertiga dari sekitar 9 juta populasi balita di Indonesia mengalami stunting (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2018; UNICEF &amp; Others, 2021).</p>



<p>Menurut survei status gizi Indonesia (SSGI), Serdang Bedagai merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi balita stunting yang lebih tinggi dibanding prevalensi nasional pada populasi balita umur 0-59 bulan atau 0-4 tahun yakni sebesar 36,2%.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Latar dan Tujuan Kolaborasi Penelitian untuk Upaya Penanganan Stunting</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Bagus-_1_.webp" alt="Gambar 3 - ChannaFit, Foto Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si., Apt. (Batik Hijau) dari tim peneliti USU dan Direktur ARN Sutristo (Kemeja Putih)" class="wp-image-6293" style="width:768px;height:433px"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si., Apt. (Batik Hijau) dari tim peneliti USU dan Direktur PT MMP Sutristo (Kemeja Putih) | Gambar : Dokumen Pribadi MMP</figcaption></figure>



<p>Oleh karena stunting masih menjadi masalah yang banyak dialami balita di Indonesia, maka salah satu aspek penting yang diperkirakan terkait dengan penanganan stunting yang belum terselesaikan ialah aspek tidak tersedianya database valid dan implementasi teknologi dalam menyimpan data stunting secara spesifik terutama ditingkat kabupaten dan desa yang sangat minim.</p>



<p>Imbasnya, tidak ada intervensi tepat yang dirumuskan secara baik untuk membalikkan dampak buruk stunting yang terjadi di Indonesia. Dengan permasalahan tersebut, maka kolaborasi penelitian ini diadakan bertujuan untuk memfasilitasi pengumpulan data di dalam sistem manajemen database menggunakan aplikasi StuntingDB.</p>



<p>Pengamatan secara realtime prevalensi stunting yang dianalisis secara statistik dalam aplikasi ini dilakukan pada anak-anak yang rentan terhadap stunting di Serdang Bedagai. Hal ini juga sekaligus mendukung dinas kesehatan di kabupaten dengan pengelolaan data yang akuntabel dan konsisten.</p>



<p>Selain itu, berdasarkan database ini, dinas kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai dapat mengevaluasi program pencegahan stunting, seperti program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) baik lokal maupun nasional.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://www.channa.id/inovasi-produk-berbahan-rumput-laut-dari-pt-mmp-disambut-baik-para-menteri-pada-seaweed-investment-and-forum-festival-2022/"><strong>Inovasi Produk Berbahan Rumput Laut dari PT MMP Disambut Baik Para Menteri pada Seaweed Investment and Forum Festival 2022</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sambutan Direktur PT MMP, Perwakilan Pemprov, dan Dinas Kesehatan Serdang Bedagai</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="904" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Selamet-Horizontal.webp" alt="Gambar 4- Foto Bapak Selamet Hartono (Batik Merah) dan Bapak Budi Sumalim (Batik Hitam)" class="wp-image-1129" style="width:668px;height:548px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Selamet-Horizontal.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Selamet-Horizontal-300x265.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Selamet-Horizontal-768x678.webp 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto Bapak Selamet Hartono (Batik Merah) dan Bapak Budi Sumalim (Batik Hitam) | Gambar: Foto Dokumen Pribadi MMP</figcaption></figure>



<p>Mengawali pertemuan hangat tersebut, Bapak Budi Sumalim sebagai tim percepatan pembangunan Serdang Bedagai dan Bapak Selamet Hartono sebagai Kepala Dinas Kesehatan Serdang Bedagai menjelaskan bahwa dalam penelitian terdapat 20 puskesmas yang diikutsertakan dan telah dikunjungi oleh tim BINUS untuk dilakukan penelitian.</p>



<p>Permasalahan stunting yang dihadapi saat ini umumnya dimulai akibat masalah kondisi ekonomi keluarga anak yang terindikasi mengalami stunting, kemudian pola makan anak, hingga bagaimana pemberian asupan gizi pada anak.</p>



<p>Maka dari itu, Pemprov dan Dinas Kesehatan Sergai melakukan beragam upaya untuk mencegah stunting yang terjadi pada anak-anak dan balita tersebut dimulai dari pembinaan calon pengantin yang akan menikah, melakukan sosialisasi kepada ibu hamil, penanganan langsung kepada balita, hingga program kebersihan dan sanitasi lingkungan agar kesehatan balita lebih terjaga.</p>



<p>Hal ini dilakukan demi tercapainya harapan dan target stunting nasional pada 2024 menjadi turun di angka 14%. Melanjutkan sambutan pertemuan tersebut, direktur PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) Bapak Sutristo mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemprov Sergai, BINUS, dan USU yang telah membantu melaksanakan penelitian untuk penanganan stunting ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="813" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Sutristo-Horizontal.webp" alt="Gambar 5 - Direktur MMP Sutristo Menyampaikan Sambutan" class="wp-image-1131" style="width:668px;height:540px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Sutristo-Horizontal.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Sutristo-Horizontal-300x238.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/02/Fokus-Pak-Sutristo-Horizontal-768x610.webp 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Direktur MMP Sutristo Menyampaikan Sambutan | Gambar: Foto Dokumen Pribadi ChannaFit</figcaption></figure>



<p>Sutristo melanjutkan dan mengingatkan bahwa data SSGI (survei status gizi indonesia) ternyata memiliki selisih lumayan jauh dalam data dengan keadaan data stunting di lapangan. Maka dari itu, riset penelitian ini juga dapat membantu pihak pemerintah dalam mengklarifikasi data stunting sebenarnya.</p>



<p>Berdasarkan hasil penelitian yang ia terima, Sutristo menerangkan bahwa selama 6 bulan penelitian yang dilakukan tim telah membuahkan hasil yang bagus. Dari data yang dikumpulkan tim menunjukkan jika anak-anak dan balita yang telah diberikan ChannaFit dapat tumbuh lebih cepat dan memiliki kenaikan berat badan yang lebih baik dibandingkan dengan program penanganan PMT berupa biskuit, susu, telur, dan roti.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://www.channa.id/pt-mmp-dan-usu-ikut-serta-dalam-kemandirian-dan-ketahanan-industri-sediaan-farmasi/"><strong>PT MMP dan USU Ikut Serta dalam Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pemaparan Hasil Kolaborasi Penelitian Oleh PT MMP, Binus dan USU Tentang Penanganan Stunting di Serdang Bedagai</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/02/Sambutan-Prof-Tirta-_1_.webp" alt="Gambar 6 - Sambutan Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., Wakil Rektor Binus (Blazer Hitam)" class="wp-image-6296" style="width:768px;height:576px"/><figcaption class="wp-element-caption">Sambutan Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., Wakil Rektor Binus (Blazer Hitam) | Gambar: Foto Dokumen Pribadi MMP</figcaption></figure>



<p>Penelitian ini dilaksanakan dalam rentang waktu dari bulan Juli – Desember 2022 (6 bulan) yang diikuti oleh 20 puskesmas, 6 kelurahan, dan 243 desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Partisipan studi ialah balita yang memenuhi kriteria berikut ini: rentang usia 13-59 bulan, memiliki status stunting (z-score dari TB/U antara -2 s.d -3 standar deviasi), dan merupakan penduduk di Kabupaten Serdang Bedagai.</p>



<p><em>Registry studies</em>&nbsp;akan diimplementasikan pada studi ini, dengan menggunakan aplikasi&nbsp;<a href="https://research.binus.ac.id/bdsrc/2022/03/16/stuntingdb-training-for-health-officers-and-officials-in-serdang-bedagai/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">StuntingDB</a>&nbsp;yang dirancang dan dikembangkan oleh Universitas BINUS sebagai database penyimpanan serta sarana dalam memantau data tumbuh kembang anak (berat dan tinggi) balita stunting di Kabupaten Serdang Bedagai.</p>



<p>Dalam pemaparan riset penelitian stunting, Reza Rahutomo, S.Kom., M.MSI. menjelaskan secara Keseluruhan, terdapat 486 data balita yang terdaftar pada StuntingDB. Terdapat 3 program penanganan stunting yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari Pemerintah, ChannaFit, dan kombinasi keduanya.</p>



<p>Selama enam bulan periode observasi, sebanyak 166 (75%) balita dikelompokkan untuk mendapatkan ChannaFit, 38 (17%) balita mendapatkan kombinasi ChannaFit dan PMT, dan 14 (6%) balita mendapatkan PMT. Reza juga mengatakan bahwa kondisi stunting dapat diturunkan secara genetik dari orangtua kepada anak.</p>



<p>Pemaparan juga dilanjutkan oleh Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si., Apt.dari tim peneliti USU yang mengatakan bahwa stunting bukan hanya membuat anak-anak menjadi kerdil, tetapi juga memengaruhi kecerdasan anak tersebut.</p>



<p>Untuk mencegah hal itu, ia menyebut ikan gabus dapat digunakan sebagai sumber untuk meningkatkan nutrisi tubuh anak berkat kandungannya yang kaya akan protein, albumin, hingga asam amino essensial. Lalu, ada meniran dan temulawak yang secara penelitian dapat menambah nafsu makan.</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/02/BINUS-Kunjungan-MMP-Perternakan-Ikan-Gabus-1024x726.webp" alt="Gambar 7 - Foto Bersama Tim Budidaya Ikan Gabus Organik Fitbumin dan Tim BINUS" class="wp-image-6297" style="width:768px;height:545px"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto Bersama Tim Budidaya Ikan Gabus Organik PT MMP dan Tim BINUS | Gambar: Foto Dokumen MMP</figcaption></figure>



<p>Ia juga memaparkan penelitian yang telah dibuatnya bersama tim USU dengan judul “Uji Praklinis Kombinasi Ekstrak Ikan Gabus, Temulawak, Meniran dan Madu dalam Sediaan Sirup untuk Pencegahan Stunting”.</p>



<p>Dalam penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik kandungan, formulasi sirup kombinasi bahan, hingga mengetahui efektivitas dari kombinasi bahan tersebut dalam pencegahan stunting secara praklinis.</p>



<p>Metode penelitian yang digunakan&nbsp; adalah eksperimen dengan hewan coba yang digunakan berupa tikus putih jantan berumur 5-6 minggu dengan berat badan 100-150 gram. Jumlah tikus yang digunakan 20 ekor yang diadaptasi selama 7 hari, dikelompokkan menjadi 2 kelompok control dan 3 kelompok perlakuan selama 56 hari.</p>



<p>Uji coba ini akan membuat tikus sebagai model kondisi stunting yang nantinya akan diberikan perlakuan berbeda-beda. Pengujian aktivitas stunting pada tikus dapat dilihat berdasarkan parameter berat badan, aktivitas, mimik, tampilan kasat mata, nadi, pernafasan, kulit dan bulu.</p>



<p>Saat hasil uji ini, bahwa pemberian sirup kombinasi ekstrak ikan gabus, temulawak, meniran dan madu dengan dosis 135 mg/kg BB menunjukkan aktivitas paling baik, diikuti dosis 90 mg/kg BB, dosis 45 mg/kg BB dan control negative (diet normal).</p>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/02/Table-Data-Perbaikan-Nutrisi-tikus-1024x508.jpg" alt="Gambar 8 -  Persentase Perbaikan Berat Badan Tikus Uji Coba Stunting pada Pra-ujiklinis" class="wp-image-6298" style="width:768px;height:381px"/><figcaption class="wp-element-caption">Gambar Persentase Perbaikan Berat Badan Tikus Uji Coba Stunting pada Pra-ujiklinis | Gambar: Foto Dokumen MMP</figcaption></figure>



<p>Persentase perbaikan berat badan tikus yaitu berturut-turut sebesar 53,6%; 45,8%; 35,9% dan 23,5%. Semakin tinggi dosis yang diberikan menunjukkan semakin tinggi persentase perbaikan berat badan tikus uji coba. Dari hasil tersebut, tim menyimpulkan bahwa Kombinasi ekstrak ikan gabus, temulawak, meniran dan madu dapat dijadikan dalam intervensi kasus stunting.</p>



<p>Terakhir Bapak Bagus juga menerangkan bahwa anak-anak yang susah untuk makan terkadang memiliki indikasi hepatitis (kinerja hati yang tidak baik), sehingga antioksidan kuat dari meniran bisa memperbaiki kinerja hati. Sebab fungsi kinerja hati yang tidak baik juga dapat membuat anak-anak mengalami stunting.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>ChannaFit Berhasil Membebaskan Anak dari Stunting dengan Penambahan Tinggi dan Berat Badan yang Signifikan!</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/02/Foto-BINUS-Pemberian-Fitbumin-Vemuno-Kepada-Ortu-Balita-1024x734.webp" alt="Gambar 9 - Pemberian ChannaFit Vemuno kepada Orang Tua Balita" class="wp-image-6299" style="width:768px;height:551px"/><figcaption class="wp-element-caption">Pemberian ChannaFit kepada Orang Tua Balita | Gambar: Foto Dokumen MMP</figcaption></figure>



<p>Selama penelitian 6 bulan tersebut, 38% (81 anak) sudah bebas stunting dengan pertumbuhan tinggi anak rata-rata 8,9cm, dan berat 2,6kg. Secara umum, ketiga program penanganan memberikan dampak yang signifikan.</p>



<p>Di sisi lain, pemberian&nbsp;<a href="https://www.channa.id/">ChannaFit</a> memberikan dampak paling signifikan pada partisipan penelitian dibandingkan kedua program penanganan stunting lainnya. Kelompok partisipan penelitian yang mengkonsumsi ChannaFit mendapatkan dampak penambahan yang signifikan sebesar 8,45 cm dan 2,80 kg.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/">ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
