Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang prevalensinya terus meningkat. Di Indonesia, hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas dan berkontribusi terhadap kejadian stroke, penyakit jantung koroner, serta gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, pendekatan non-farmakologis melalui konsumsi pangan fungsional semakin mendapat perhatian.
Salah satu sumber pangan lokal yang berpotensi sebagai agen antihipertensi alami adalah ikan gabus (Channa striata), khususnya dalam bentuk peptida bioaktif hasil hidrolisis proteinnya.
Peptida Bioaktif dari Ikan Gabus
Ikan gabus dikenal memiliki kandungan protein dan albumin yang tinggi. Melalui proses hidrolisis enzimatik, protein ikan gabus dapat dipecah menjadi peptida berukuran kecil yang memiliki aktivitas biologis spesifik. Peptida bioaktif ini lebih mudah diserap oleh saluran pencernaan dibandingkan protein utuh, sehingga bioavailabilitasnya relatif tinggi.
Berbagai studi menunjukkan bahwa peptida yang berasal dari protein ikan memiliki aktivitas biologis, antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antihipertensi.
Mekanisme Antihipertensi
Efek penurunan tekanan darah dari peptida ikan gabus terutama dikaitkan dengan kemampuannya dalam menghambat aktivitas Angiotensin-Converting Enzyme (ACE). Efek antihipertensi ini telah dilaporkan dalam jurnal populer Q1 Heliyon dengan judul “Peptide derived C. striata albumin as a natural angiotensin-converting enzyme inhibitor” oleh gabungan peneliti dari PT Mega Medica Pharmaceuticals dan Sekolah Farmasi ITB (Berlian et al., 2023). Enzim ACE berperan dalam mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II, senyawa yang menyebabkan vasokonstriksi dan peningkatan tekanan darah.

Secara umum, penghambatan ACE oleh peptida bioaktif dapat bekerja melalui beberapa cara, diantara: penghambatan pembentukan angiotensin II, peningkatan vasodilatasi pembuluh darah, penurunan resistensi perifer dan menstabilkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Selain itu, aktivitas antioksidan dari peptida ikan gabus dapat menurunkan stres oksidatif yang berperan dalam disfungsi endotel pada penderita hipertensi.
Manfaat Konsumsi Harian

Konsumsi peptida ikan gabus secara teratur berpotensi memberikan efek protektif terhadap sistem kardiovaskular. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh meliputi:
- Membantu mengontrol tekanan darah secara bertahap
- Mendukung fungsi endotel pembuluh darah
- Berperan sebagai terapi pendamping pada penderita hipertensi ringan hingga sedang
- Menyediakan sumber protein fungsional yang mudah diserap
Dalam bentuk sediaan kapsul atau suplemen, seperti dalam Channa Graveo, peptida ikan gabus untuk hipertensi dapat dikonsumsi secara praktis dan konsisten, sehingga mendukung kepatuhan konsumsi harian.
Siapa yang Cocok Mengonsumsi Peptida Ikan Gabus?
Peptida bioaktif ikan gabus dalam Channa Graveo dapat menjadi pilihan pendukung kesehatan kardiovaskular bagi beberapa kelompok berikut, terutama sebagai bagian dari pendekatan non-farmakologis dalam menjaga tekanan darah.
- Penderita hipertensi ringan hingga sedang
- Orang dewasa dan lansia dengan risiko tekanan darah tinggi
- Individu dengan riwayat hipertensi dalam keluarga
- Penderita hipertensi yang menjalani terapi obat
- Individu yang menerapkan pola hidup sehat
Baca Juga: Reformulasi ChannaFit – Optimasi dan Evaluasi Sirup Nanoemulsi Produk ChannaFit
Keamanan dan Aplikasi
Sebagai produk turunan pangan, peptida ikan gabus relatif aman untuk dikonsumsi. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pola hidup sehat, seperti pengaturan diet rendah garam, aktivitas fisik, dan pengendalian stres. Pada pasien yang sedang menjalani terapi antihipertensi, konsumsi peptida ikan gabus dianjurkan sebagai suplemen pendukung, bukan pengganti obat medis.
Peptida bioaktif dari ikan gabus (Channa striata) memiliki potensi sebagai agen antihipertensi alami melalui mekanisme penghambatan ACE dan aktivitas antioksidan. Konsumsi harian peptida ikan gabus dapat menjadi bagian dari strategi non-farmakologis dalam pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi kardiovaskular.
Referensi Sumber Jurnal:
Berlian, G., Riani, C., Kurniati, N. F., & Rachmawati, H. (2023). Peptide derived C. striata albumin as a natural angiotensin-converting enzyme inhibitor. Heliyon, 9(5), e15958. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15958

