Topik hubungan diabetes dan hipertensi – Penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Penyakit ini kerap berkembang tanpa gejala berarti, namun diam-diam menimbulkan berbagai komplikasi serius yang dapat menurunkan kualitas hidup, bahkan mengancam nyawa. Dalam praktiknya, keduanya sangat sering muncul bersamaan dan saling memengaruhi.
Tidak sedikit penderita diabetes yang juga mengalami tekanan darah tinggi, begitu pula sebaliknya. Kombinasi ini membuat risiko komplikasi kesehatan meningkat secara signifikan. Karena itu, memahami kaitan antara diabetes dan hipertensi menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pencegahan dan pengobatan jangka panjang.
Baca Juga: Peran Peptida Ikan Gabus (Channa striata) untuk Menurunkan Tekanan Darah (Hipertensi)
Mengapa Diabetes dan Hipertensi Sering Terjadi Bersamaan?
Hubungan antara diabetes dan hipertensi tidak terjadi secara kebetulan. Keduanya memiliki faktor risiko yang serupa, seperti pola makan tidak sehat, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, dan penuaan. Pada diabetes, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan menurunkan elastisitasnya.
Kondisi ini membuat aliran darah menjadi kurang lancar dan tekanan darah meningkat. Sebaliknya, hipertensi dapat mengganggu kerja insulin dan memperburuk resistensi insulin, sehingga kadar gula darah semakin sulit dikendalikan. Dengan kata lain, diabetes dan hipertensi membentuk lingkaran masalah yang saling memperparah satu sama lain.
Melansir laman American Heart Association Journals dan Medical News Today, bahwa 2 dari 3 orang dengan diabetes melaporkan menderita hipertensi atau sedang mengonsumsi obat resep untuk menurunkan tekanan darah mereka. Hal ini menunjukan bahwa penderita diabetes memiliki tingkat hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Dampak Kesehatan Jika Tidak Terkontrol

Ketika diabetes dan hipertensi tidak dikelola dengan baik, berbagai masalah serius dapat muncul, antara lain: Penyakit jantung dan stroke, akibat kerusakan pembuluh darah dan penumpukan plak; Kerusakan ginjal, karena ginjal harus menyaring darah dengan tekanan dan kadar gula tinggi; Gangguan penglihatan, akibat kerusakan pembuluh darah di mata; Gangguan saraf dan luka sulit sembuh, terutama pada penderita diabetes. Nah, risiko komplikasi ini jauh lebih tinggi jika kedua penyakit terjadi secara bersamaan dibandingkan hanya salah satunya.
Pola Hidup Sehat: Kunci Utama Pencegahan dan Pengendalian

Pola hidup sehat adalah fondasi utama dalam mencegah dan mengendalikan diabetes serta hipertensi. Beberapa kebiasaan sederhana yang terbukti memberikan dampak besar, seperti:
1. Mengatur Pola Makan
Mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh sangat penting. Sebaliknya, perbanyak asupan sayur, buah, biji-bijian, serta sumber protein yang sehat. Pola makan seimbang membantu menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil.
2. Aktif Bergerak
Aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam ringan selama 30 menit per hari dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan tekanan darah.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama diabetes dan hipertensi. Menurunkan berat badan secara bertahap dapat memperbaiki kondisi metabolik secara signifikan.
4. Mengelola Stres dan Istirahat Cukup
Stres kronis dan kurang tidur dapat memicu peningkatan gula darah dan tekanan darah. Relaksasi, tidur cukup, dan manajemen stres sangat penting dalam pengendalian penyakit kronis.
Baca Juga: Reformulasi ChannaFit – Optimasi dan Evaluasi Sirup Nanoemulsi Produk ChannaFit
Peran Suplemen Herbal sebagai Pendukung Terapi
Selain perubahan gaya hidup dan pengobatan medis, suplemen herbal semakin banyak digunakan sebagai pendukung dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes serta hipertensi. Beberapa herbal seperti kayu manis, seledri dan ikan gabus diketahui memiliki manfaat seperti: membantu mengontrol kadar gula darah, mendukung kesehatan pembuluh darah; membantu menurunkan tekanan darah secara alami; memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Suplemen herbal dapat menjadi pilihan pendamping yang bermanfaat, terutama jika dikonsumsi secara teratur dan disertai pola hidup sehat. Salah satu yang bisa menjadi pilihan yaitu Channa Bets untuk diabetes dan Channa Graveo untuk hipertensi. Keduanya merupakan suplemen herbal pendukung terapi yang memiliki standar modern sehingga khasiatnya terjaga baik. Meski demikian, penggunaannya tetap harus bijak dan tidak menggantikan terapi medis yang diresepkan oleh tenaga kesehatan.
Pendekatan terbaik penanganan diabetes-hipertensi adalah melalui pendekatan yang menyeluruh, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat, menjalani pengobatan sesuai anjuran, serta memanfaatkan suplemen herbal sebagai terapi pendukung yang aman dan berbasis ilmiah. Dengan langkah yang konsisten dan kesadaran sejak dini, diabetes dan hipertensi dapat dicegah, dikendalikan, dan dampaknya terhadap kualitas hidup dapat diminimalkan.


