Gambar 1 - Makanan yang Dibakar

7 Bahaya Kesehatan Makanan yang Dibakar dan Cara Aman Menyantapnya!

Makanan yang dibakar â€“ Sebagai sebuah negeri, Indonesia terkenal akan beragam kuliner dan masakannya yang berbeda-beda. Terdapat berbagai cara mengola setiap masakannya seperti direbus, digoreng, dioseng, dibakar, dikukus, hingga dipanggang.

Nah, salah satu cara mengolah masakan yang banyak disukai banyak orang yaitu dibakar karena dinilai terasa lebih enak. Lantas, adakah bahaya kesehatan dari makanan yang dibakar? Yuk cari tahu!

Baca Juga: Mengapa Albumin itu Penting sebagai Nutrisi? Simak Jawabannya!

Tentang Makanan yang Dibakar

Makanan yang dibakar merupakan jenis makanan yang disajikan dengan cara dibakar di atas bara api, umumnya menggunakan arang hitam yang dipanaskan hingga menjadi bara api dan langsung menyentuh bahan makanannya. Dengan cara dibakar ini, makanan akan terasa lebih enak dan memiliki aroma khas bakaran (smokey) serta menggugah selera.

Beberapa contoh jenis makanan dibakar diantaranya yaitu sate daging, ikan bakar, iga bakar, steak daging sapi, ayam bakar, kambing guling, udang bakar, dan makanan bakar lainnya. Meski memiliki cita rasa lezat, makanan dibakar juga ternyata menyimpan bahaya jika dikonsumsi secara berlebih atau terlalu sering.

7 Bahaya Kesehatan Makanan yang Dibakar

Gambar 3 - Makanan yang Dibakar
Ilustrasi daging bakar dan panggang | Gambar: Freepik.com/azerbaijan stockers

Sebagai pecinta kuliner atau makanan, Anda perlu mengetahui juga bahaya kesehatan makanan dibakar. Jangan karena rasanya yang nikmat membuat Anda mengonsumsi makanan jenis ini terlalu sering. Berikut beberapa bahaya kesehatan makanan yang dibakar:

1. Dapat Menimbulkan Risiko Kanker

Risiko timbulnya kanker dapat menjadi salah satu bahaya kesehatan dari makanan dibakar. Umumnya bahan makanan yang diolah dengan cara dibakar ialah daging-dagingan. Melansir Verywellhealth, bahwa makanan daging atau ayam dengan cara dibakar atau panggang dapat juga meningkatkan dan menimbulkan risiko kanker karena adanya zat karsinogen (zat penyebab kanker) yang terbentuk sebagai bagian proses pembakaran makanan dengan suhu tinggi.

2. Bisa Memicu Naiknya Asam Lambung

Diketahui bahwa makanan yang dibakar ternyata dapat bertahan lama di perut sehingga asam lambung naik yang dapat menyebabkan sakit perut, heartburn, maag, hingga GERD. Maka dari itu, untuk Anda yang memiliki penyakit lambung tidak boleh terlalu sering mengonsumsi makanan dengan cara dibakar.

3. Menimbulkan Risiko Mengalami Darah Tinggi atau Hipertensi

Darah tinggi atau hipertensi memang menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak di derita orang Indonesia. Terdapat kaitan antara makanan dibakar dengan risiko munculnya penyakit darah tinggi. Makanan dibakar dengan suhu tinggi akan menghasilkan amina heterosiklik (HA) dari reaksi kandungan daging berupa asam amino, gula, dan kreatin. Zat ini juga berpotensi meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Baca Juga: 8 Daftar Makanan Tinggi Albumin yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

4. Memicu Penyakit Diabetes

Bahaya kesehatan juga terdapat pada makanan dengan cara dibakar selanjutnya adalah memicu penyakit diabetes. Melansir Harvard Chan School of Public Health, terdapat hubungan antara memasak daging suhu tinggi dengan penyakit diabetes tipe 2. Terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang paling sering makan daging dan ayam dengan suhu masak 1,5 kali lebih tinggi memiliki kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2, dibandingkan mereka yang sedikit memakan masakan dengan suhu tinggi.

5. Nilai Gizi Makanan Menjadi Hilang

Makanan berbahan daging dikenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi dan baik untuk kesehatan tubuh. Zat protein memiliki banyak manfaat bagi tubuh diantaranya sebagai memelihara dan memperbaiki sel di dalam tubuh serta dapat menjadi sumber energi juga. Kandungan protein ini bisa menjadi hilang karena proses pengolahan dengan cara dibakar dengan suhu tinggi. Maka dari itu, nilai gizi pada makanan yang dibakar berlebih akan menjadi hilang atau sedikit.

6. Dapat Menimbulkan Risiko Penyakit Jantung

Daging atau makanan yang dimasak dengan cara dibakar biasanya memiliki kandungan lemak tinggi. Untuk Anda ketahui juga, lemak pada daging yang dibakar dapat memberikan dampak menumpuknya kolesterol jahat di dalam tubuh. Kolesterol jahat tersebut kemudian dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler (kerusakan atau penyakit pembuluh darah) seperti jantung dan stroke.

7. Bisa Membuat Cacing Masih Tetap Hidup di Daging

Bahaya kesehatan makanan yang dibakar terakhir di pembahasan kali ini adalah dapat membuat cacing masih tetap hidup di daging. Terkadang proses memasak dengan cara dibakar rentan membuat daging hewan menjadi tidak matang secara sempurna jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Keadaan ini dapat menimbulkan risiko adanya telur, larva, hingga cacing yang masih hidup di dalam daging yang Anda konsumsi.

Cara Aman Menyantap dan Mengolah Makanan Dibakar

Gambar 2 - Makanan yang Dibakar
Ilustrasi Jenis Makanan Daging Dibakar | Gambar: Freepik

Supaya makanan yang Anda santap dengan cara dibakar tidak menimbulkan bahaya kesehatan seperti sudah dijelaskan di atas, berikut merupakan beberapa cara aman menyantap dan mengolah makanan dibakar:

  • Hindari menyantap bagian daging yang gosong.
  • Masak dengan cara dibakar pada suhu yang lebih rendah atau tidak tinggi.
  • Anda bisa memilih daging yang tidak memiliki terlalu banyak lemak.
  • Memasak dengan api kecil saja.
  • Lakukan proses marinasi yaitu mengasinkan daging selama beberapa waktu sebelum membakarnya untuk mengurangi zat karsinogen.
  • Batasi jumlah santapan makanan dibakar secara berlebih.Perhatikan cara membakar makanan secara tepat.

Baca Juga: 8 Daftar Makanan Tinggi Albumin yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Cegah Bahaya Kesehatan dari Makanan yang Dibakar dengan Khasiat Bahan Alami

Meskipun banyak disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, cara pembuatan makanan dengan cara dibakar juga bisa menimbulkan bahaya risiko kesehatan. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang tidak diinginkan semua orang. Meski begitu, berbagai penyakit dapat menjadi ancaman dari dampak makan yang dibakar secara berlebih seperti kanker, jantung, hingga darah tinggi.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui cara aman menyantap dan mengolah seperti yang sudah dijelaskan di atas sebelumnya. Selanjutnya, langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan ialah dengan menyeimbangkan asupan nutrisi dari bahan-bahan alami yang berguna untuk kesehatan tubuh.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Striatamin hadir sebagai solusi praktis dalam menjaga kesehatan tubuh dengan menambah daya tahan dan antibodi sehingga imun menjadi kuat terhadap ancaman penyakit. Terdapat 3 jenis kombinasi bahan baku alami yang terdapat dalam Striatamin yaitu ekstrak ikan gabus, meniran, dan temulawak.

Protein albumin pada ekstrak ikan gabus berperan pembentukan sel imun tubuh, temulawak sebagai anti radang dan bakteri, serta daun meniran yang berguna meningkatkan sistem imun dari serangan virus dan bakteri.  

Dengan mengonsumsi Striatamin, Anda juga telah melakukan langkah pencegahan dari bahaya kesehatan mungkin ditimbulkan dari makanan dibakar!

Itulah ulasan mengenai 7 bahaya kesehatan makanan yang dibakar dan cara aman menyantapnya untuk Anda ketahui. Cara membeli dan memperoleh Striatamin bisa melalui link tautan berikut ini!