Berita Channa.id – Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi di bidang kesehatan. Salah satu sumber daya alam yang terus menjadi perhatian para peneliti adalah ikan gabus (Channa striata), yang dikenal kaya akan albumin.
Seiring berkembangnya ilmu bioteknologi, penelitian pengembangan produk farmasi kini mulai mengarah pada eksplorasi peptida aktif dari ikan gabus yang berpotensi memberikan manfaat terapeutik yang lebih spesifik. Komitmen terhadap pengembangan inovasi tersebut kembali ditunjukkan oleh PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) yang berhasil memperoleh pendanaan Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) BRIN Kompetisi Gelombang 11 untuk melaksanakan penelitian mengenai potensi peptida aktif ikan gabus sebagai kandidat antikanker.
Baca Juga: Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal
Riset Nasional untuk Menemukan Kandidat Antikanker Berbasis Peptida Ikan Gabus
Penelitian yang diusung mengangkat judul:
“Bioprospeksi Fraksi Peptida Channa striata sebagai Anti-kanker: Penapisan, Karakterisasi dan Pencarian Mekanisme Aksi.”
Riset ini dipimpin oleh Dr. Guntur Berlian, M.Si. sebagai ketua peneliti dari PT Mega Medica Pharmaceuticals, dengan melibatkan tim peneliti multidisiplin dari berbagai institusi akademik dan riset. Anggota peneliti terdiri dari: Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D, Prof. Bens Pardamean, B.Sc., M.Sc., Ph.D, Drh. Teridah Ernala Ginting, Ph.D, Vina Cornelia, S.Si. dan Fitya Syarifa, S.Ked, M.Sc, Ph.D.
Bersama MMP, kolaborasi penelitian ini dilakukan bersama Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) dan Bioinformatics & Data Science Research Center (BDSRC) Universitas Bina Nusantara (BINUS)
Sinergi antara industri farmasi, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati Indonesia menuju penelitian yang memiliki dampak nyata di bidang kesehatan.
PT MMP Menjadi Satu-satunya Penerima Hibah RIIM BRIN dari Kalangan Industri

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi PT Mega Medica Pharmaceuticals karena perusahaan tercatat sebagai satu-satunya penerima pendanaan RIIM BRIN Gelombang 11 yang berasal dari institusi non-perguruan tinggi.
Program RIIM BRIN sendiri merupakan skema pendanaan kompetitif yang mendukung penelitian strategis nasional dengan orientasi pada inovasi dan hilirisasi hasil riset. Pendanaan yang diterima mencapai Rp443 juta dengan durasi penelitian selama dua tahun.
Keberhasilan memperoleh hibah ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas proposal penelitian serta potensi inovasi yang diusulkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Fokus Penelitian
Pada tahun pertama, penelitian difokuskan pada proses screening enam kandidat fraksi peptida bioaktif yang telah dikembangkan oleh PT Mega Medica Pharmaceuticals. Evaluasi dilakukan melalui pengujian aktivitas sitotoksik terhadap dua jenis sel kanker payudara, yaitu MCF-7 dan MDA-MB-453.
Selain mengamati aktivitas biologisnya, tim peneliti juga akan melakukan karakterisasi terhadap fraksi peptida yang menunjukkan potensi terbaik untuk pengembangan lebih lanjut. Tahapan ini menjadi fondasi penting untuk mengidentifikasi kandidat senyawa yang memiliki prospek sebagai agen antikanker berbasis bahan alam.
Setelah memperoleh kandidat peptida terbaik, penelitian akan berlanjut pada tahun kedua dengan fokus mengungkap mekanisme aksi peptida tersebut sebagai agen antikanker potensial. Tahapan ini bertujuan memahami bagaimana peptida aktif bekerja pada tingkat molekuler sehingga dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan terapi berbasis biomaterial alami.
Menurut rencana, penelitian akan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.
Baca Juga: Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!
Potensi Besar Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk Inovasi Kesehatan
Pemanfaatan ikan gabus dalam penelitian ini menunjukkan semakin luasnya eksplorasi bahan alam Indonesia di bidang bioteknologi kesehatan. Pendekatan yang digunakan tidak lagi terbatas pada pemanfaatan albumin sebagai nutrisi, tetapi berkembang hingga identifikasi molekul bioaktif seperti peptida yang berpotensi memiliki aktivitas biologis spesifik.
Apabila penelitian ini menghasilkan kandidat senyawa yang menjanjikan, temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan riset lanjutan menuju inovasi produk kesehatan berbasis biomaterial Indonesia.
Perlu dicatat bahwa penelitian ini masih berada pada tahap riset dasar dan eksplorasi ilmiah. Hasil penelitian bertujuan mengidentifikasi kandidat peptida potensial dan belum dapat diartikan sebagai bukti efektivitas klinis pada manusia.
Kolaborasi Riset Membuka Peluang Inovasi Produk Farmasi berbasis Bahan Alam
Keberhasilan PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) memperoleh pendanaan RIIM BRIN Gelombang 11 menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan riset biomaterial Indonesia.
Selain memperkuat ekosistem riset nasional, kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa industri memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi kesehatan berbasis sains, teknologi, dan kekayaan hayati Indonesia.
