<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASI Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/tag/asi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/tag/asi/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Aug 2025 02:49:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>ASI Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/tag/asi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</title>
		<link>https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menyusui-saat-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 02:49:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2157</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik menyusui saat puasa&#160;– Menyusui saat bulan puasa bisa menjadi tantangan bagi para ibu menyusui (busui) yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa namun tetap ingin menjaga kondisi ASI. ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya agar sehat dan pintar. Tahukah Bunda bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/"> <span class="screen-reader-text">5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/">5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik menyusui saat puasa</strong>&nbsp;– Menyusui saat bulan puasa bisa menjadi tantangan bagi para ibu menyusui (busui) yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa namun tetap ingin menjaga kondisi ASI.</p>



<p>ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya agar sehat dan pintar. Tahukah Bunda bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang berpuasa mungkin mengalami sedikit perubahan dalam komposisi ASI, tetapi produksi ASI bisa tetap optimal apabila kebutuhan nutrisi Bunda terpenuhi dengan baik.</p>



<p>Sebaliknya, apabila asupan nutrisi dan cairan tidak cukup selama puasa, Bunda sebagai busui bisa mengalami penurunan produksi ASI. Oleh karena itu, penting bagi busui untuk mengetahui pantangan yang bisa menyebabkan ASI seret saat berpuasa agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi buah hati.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sekilas Tentang Kekhawatiran Ibu Menyusui saat Berpuasa</strong></h2>



<p>Banyak ibu menyusui yang merasa khawatir atau cemas saat menjalankan ibadah puasa karena takut ASI mereka berkurang, bayi menjadi rewel, atau mereka sendiri merasa lemas dan kurang energi untuk memberikan ASI. Beberapa gejala yang mungkin dialami saat menyusui sambil berpuasa adalah:</p>



<ul>
<li>Produksi ASI berkurang karena kurangnya asupan cairan dan nutrisi</li>



<li>Bayi terlihat lebih sering menyusu karena pasokan ASI menurun</li>



<li>Busui mengalami dehidrasi yang ditandai dengan pusing, lemas, dan bibir kering</li>
</ul>



<p>Kekhawatiran tentu wajar, yah Bunda, namun dengan pola makan yang tepat dan menghindari pantangan tertentu, ibu menyusui tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Busui Puasa Apakah Mempengaruhi ASI?</strong></h2>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.breastfeeding.asn.au/resources/religious-fasting-and-breastfeeding#" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Australian Breastfeeding Association</a>, secara umum, puasa tidak selalu menyebabkan penurunan produksi ASI, tetapi bisa mempengaruhi komposisi nutrisi di dalamnya. Memang dapat terjadi perubahan jangka pendek pada beberapa vitamin dan mineral dalam ASI selama puasa. Selama ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, serta mencukupi kebutuhan cairan, ASI tetap bisa diproduksi dalam jumlah yang cukup.</p>



<p>Namun, jika asupan makanan dan cairan tidak diperhatikan oleh Bunda, produksi ASI bisa menurun dan menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi. Maka dari itu, ibu menyusui perlu memperhatikan pola makan dan menghindari beberapa pantangan agar produksi ASI tetap lancar atau tidak seret selama berpuasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5 Pantangan Menyusui saat Puasa yang Wajib Bunda Cermati</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2025/03/Gambar-2-menyusui-saat-puasa-1024x585.png" alt="" class="wp-image-8697"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi wanita muslim sehabis menyusui bayi | Gambar: Freepik.com</figcaption></figure>



<p>Menjalani puasa sambil menyusui memang memerlukan perhatian ekstra buat busui. Ada beberapa hal yang perlu Bunda hindari agar produksi ASI tetap lancar dan mencukupi kebutuhan bayi. Berikut ini lima pantangan utama yang harus diperhatikan oleh busui selama berpuasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Kurang Minum Air Putih</strong></h3>



<p>Pantangan pertama yaitu dehidrasi karena kurang minum air putih. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama ASI Bunda menjadi seret. Melansir laman&nbsp;<a href="https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/kapan-anda-lebih-banyak-membutuhkan-asupan-air#" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kementerian Kesehatan RI</a>, ibu menyusui disarankan minum minimal 3,1 liter air setiap hari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka, dan 2 gelas sebelum tidur) supaya produksi ASI tetap lancar.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Sederhana</strong></h3>



<p>Apakah Bunda sering mengonsumsi makanan dan minuman manis saat sahur dan berbuka? Makanan manis seperti kue, roti putih, dan minuman bersoda bisa meningkatkan gula darah dengan cepat, tetapi juga cepat menurun sehingga membuat tubuh Bunda cepat lemas dan bisa mempengaruhi produksi ASI juga.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Mengabaikan Asupan Protein dan Lemak Sehat</strong></h3>



<p>Pantangan menyusui saat puasa selanjutnya ialah mengabaikan asupan protein selama berpuasa. Hal yang perlu Bunda pahami bahwa protein dan lemak sehat sangat penting untuk produksi ASI. Pastikan sahur dan berbuka mengandung sumber protein seperti ikan gabus, daging, telur, dan kacang-kacangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Sering Begadang dan Kurang Istirahat</strong></h3>



<p>Kondisi ASI seret saat berpuasa juga dapat dipicu oleh kebiasaan sering begadang dari ibu menyusui. Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh Bunda stres dan menurunkan produksi ASI. Usahakan tidur yang cukup dan istirahat saat bayi tidur untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh Bunda.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Tidak Mengatur Jadwal Menyusui dengan Baik</strong></h3>



<p>Fakta yang perlu dipahami oleh para busui juga ialah bahwa produksi ASI tetap dipengaruhi oleh supply and demand, lho Bunda. Jika frekuensi menyusui atau pumping Bunda berkurang, produksi ASI bisa menurun dan sedikit. Pastikan tetap menyusui atau memompa ASI secara teratur meskipun sedang berpuasa serta mengatur jadwalnya secara tepat dan baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kapan Kondisi Ibu Menyusui Dilarang Berpuasa?</strong></h2>



<p>Meskipun menyusui saat puasa diperbolehkan, ada beberapa kondisi di mana ibu menyusui dianjurkan untuk tidak berpuasa, di antaranya:</p>



<ul>
<li>Ibu menyusui mengalami dehidrasi parah yang ditandai dengan pusing, lemas berlebihan, dan urine berwarna gelap</li>



<li>Produksi ASI sangat berkurang atau tidak keluar sama sekali hingga bayi terlihat tidak puas setelah menyusu</li>



<li>Bayi mengalami tanda-tanda kekurangan ASI seperti penurunan berat badan, rewel atau popok yang lebih jarang basah</li>



<li>Ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti anemia berat atau tekanan darah rendah yang dapat berbahaya jika memaksakan untuk berpuasa</li>
</ul>



<p>Jika ibu menyusui mengalami kondisi di atas, lebih baik untuk tidak berpuasa dan menggantinya di waktu lain atau membayar fidyah sesuai anjuran agama Islam.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jaga Kualitas dan Kuantitas ASI Selama Busui Berpuasa agar Tidak Seret dengan Asupan Nutrisi dari Channa Lakta</strong></h2>



<p>Menyusui saat puasa memang bisa menjadi tantangan, tetapi bukan berarti tidak mungkin bagi Bunda. Dengan menjaga pola makan, menghindari pantangan tertentu, dan mencukupi kebutuhan nutrisi, busui tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir ASI seret, yah Bunda.</p>



<p>Agar Bunda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa khawatir ASI seret, penting untuk menjaga asupan nutrisi dengan baik. Salah satu cara terbaik untuk memastikan tubuh Bunda tetap mendapatkan nutrisi yang cukup adalah dengan mengonsumsi suplemen khusus ibu menyusui seperti Channa Lakta.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:400px;height:400px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p><strong>Channa Lakta</strong> hadir dan diformulasikan dengan kombinasi kandungan alami yang membantu menjaga produksi ASI tetap lancar meskipun ibu menyusui sedang berpuasa. Beberapa manfaat Channa Lakta untuk busui yang berpuasa antara lain:</p>



<ul>
<li><strong>Membantu meningkatkan produksi ASI</strong>&nbsp;berkat kandungan protein tinggi dari ikan gabus</li>



<li><strong>Menjaga daya tahan tubuh ibu menyusui</strong>&nbsp;selama menjalankan puasa</li>



<li><strong>Mengandung nutrisi esensial</strong>&nbsp;yang mendukung pertumbuhan bayi</li>



<li><strong>ASI Booster alami tinggi nutrisi&nbsp;</strong><strong>dengan kandungan protein hingga lebih dari 80%</strong></li>



<li><strong>Terbukti mengatasi ASI seret&nbsp;</strong><strong>dengan memperlancar ASI</strong></li>
</ul>



<p>Itulah ulasan mengenai 5 pantangan menyusui saat puasa yang bisa bikin ASI Bunda seret. Untuk membeli Channa Lakta, Bunda bisa langsung saja hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau <a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">laman kontak kami</a>.</p>



<p><strong>Segera beli Channa Lakta untuk membantu Bunda menjaga kondisi ASI tetap berlimpah dan deras meski tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan!</strong></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/">5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</title>
		<link>https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=waktu-pemberian-asi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 06:56:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu pemberian ASI&#160;– Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan atau memiliki bayi tentunya menyusui menjadi kegiatan baru yang dilakukan Bunda demi memberikan asupan ASI kepada Si Kecil. Meski begitu, tidak sedikit dari ibu baru atau ibu muda yang belum memiliki wawasan cukup mengenai menyusui bayi. Padahal memberikan ASI atau menyusui bayi merupakan hal yang sangat &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/"> <span class="screen-reader-text">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Waktu pemberian ASI</strong>&nbsp;– Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan atau memiliki bayi tentunya menyusui menjadi kegiatan baru yang dilakukan Bunda demi memberikan asupan ASI kepada Si Kecil. Meski begitu, tidak sedikit dari ibu baru atau ibu muda yang belum memiliki wawasan cukup mengenai menyusui bayi.</p>



<p>Padahal memberikan ASI atau menyusui bayi merupakan hal yang sangat penting demi membuat bayi sehat sejak kelahirannya di dunia. Lalu, banyak dari ibu baru atau muda yang masih bertanya-tanya juga mengenai kapan saja waktu pemberian ASI. Sekiranya berapa waktu sekali ASI harus diberikan? Apakah setiap 2 jam sekali? Yuk, ketahui penjelasannya Bunda disini!</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari/" data-type="post" data-id="2032">10 Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari: Panduan Praktis!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingnya Pemberian ASI pada Bayi Baru Lahir</strong></h2>



<p>Air susu ibu atau ASI memang merupakan makanan dan minuman terbaik untuk bayi karena memberikan nutrisi dan manfaat imunitas untuk tubuhnya. Untuk itu Bunda dianjurkan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi minimal sampai berumur 6 bulan.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://www.health.ny.gov/prevention/nutrition/wic/breastfeeding/importance.htm" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Departemen Kesehatan New York State Amerika</a>, kegiatan menyusui atau memberikan ASI kepada bayi sangat penting dilakukan. Berikut beberapa peran penting ASI pada bayi yang baru lahir untuk Bunda ketahui:</p>



<ul>
<li>ASI dapat memasok semua nutrisi yang diperlukan bayi dalam porsi yang tepat.</li>



<li>Melindungi bayi dari alergi, penyakit, dan obesitas.</li>



<li>Melindungi bayi dari infeksi, seperti infeksi telinga.</li>



<li>ASI mudah dicerna dan tidak menimbulkan sembelit ataupun diare pada bayi.</li>



<li>Membantu bayi memiliki berat badan sehat atau ideal sehingga tumbuh optimal.</li>



<li>Menyusui dengan ASI ekslusif dapat memberikan kecerdasan IQ yang lebih pada bayi.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lantas, Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/08/Gambar-2-Waktu-Pemberian-ASI.jpg" alt="Gambar 2 - Waktu Pemberian ASI" class="wp-image-4947"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Waktu Pemberian ASI pada Bayi | Gambar: Pexels/Tamilles Esposito</figcaption></figure>



<p>Setelah mengetahui pentingnya ASI untuk bayi, Bunda tentu ingin tahu juga tentang waktu pemberian ASI kepada bayi, apakah harus 2 jam sekali? Melansir pemaparan&nbsp;<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia</a>&nbsp;(IDAI), pada bayi yang baru lahir memang perlu Bunda sering susui. Bayi perlu Bunda susui apabila memperlihatkan tanda lapar atau setidaknya setiap 2 jam sekali meski tidak perlu dengan jadwal waktu yang terlalu ketat atau kaku, yah Bun.</p>



<p>Bayi baru lahir harus paling tidak disusui oleh Bunda sebanyak 8 sampai 12 kali dalam 1 hari atau 24 jam. Biarkan bayi menyusu sampai puasa atau biasanya dalam durasi selama 10 hingga 15 menit. Perlu Bunda perhatikan juga, pada minggu awal usianya bayi perlu dibangunkan secara halus untuk menyusu apabila telah 4 jam bayi tidak mendapat ASI.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Pemberian ASI untuk Bayi 0-6 Bulan</strong></h2>



<p>Waktu pemberian ASI pada bayi tentu tidaklah sama tergantung pada usianya sebab semakin banyak usianya maka tentu frekuensi pemberian ASI juga perlu dikurangi. Melansir Departemen Kesehatan&nbsp;<a href="https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/how-much-and-how-often.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CDC</a>&nbsp;Amerika, Untuk bayi baru lahir atau berusia di bawah 6 bulan maka perlu menyusu ASI setiap 2 sampai 4 jam. Beberapa bayi juga dapat disusui setiap jam untuk membantu Bunda meningkatkan suplai ASI di awal fase menyusui.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Pemberian ASI untuk Bayi &gt;6-12 bulan</strong></h2>



<p>Pada usia bayi 6 bulan sampai 12 bulan, kondisi perut bayi tentunya sudah berkembang lebih baik dan sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Oleh sebab itu, Bunda dapat memberikan ASI dalam jangka waktu 3 sampai 4 jam sekali saja. Meski begitu, kondisi setiap bayi bisa berbeda-beda dan tidak ada salahnya Bunda tetap memberikan ASI jika terlihat bayi merasa lapar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Pemberian ASI untuk Bayi &gt;1-2 Tahun</strong></h2>



<p>Pada usia lebih dari 1 hingga 2 tahun, biasanya frekuensi menyusu bayi akan berkurang sebab sudah bisa untuk mencoba MPASI atau makanan agak padat lainnya. Tidak ada patokan atau rekomendasi khusus dalam waktu pemberian ASI di umur segini. Akan tetapi, biasanya sejumlah bayi hanya mau menyusu di pagi atau malam hari menjelang tidur. Atau ada juga bayi yang masih menyusu lebih dari dua kali sehari di usianya yang sekarang tetaplah hal wajar. Bunda harus hanya cermat dalam mengikuti kemauan bayi untuk menyusu saja.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/anak-alergi-dingin/" data-type="post" data-id="2025">Anak Alergi Dingin? Bunda Perlu Tahu Ciri dan Mengatasinya</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ketahui Tanda Bayi Ingin Menyusu</strong></h2>



<p><em>Nah</em>, setelah mengetahui waktu pemberian ASI untuk bayi, Bunda juga perlu memahami bagaimana bayi ingin menyusu. Hal ini penting untuk membuat Bunda menjadi lebih peka terhadap kemauan bayi. Berikut beberapa tanda bayi ingin menyusu:</p>



<ul>
<li>Bayi sering terlihat menjilat bibirnya.</li>



<li>Bayi sering juga menjulurkan lidahnya.</li>



<li>Bayi nampak sering menghisap tangan ke mulut berulang kali.</li>



<li>Bayi akan melakukan refleks atau rooting reflex berupa membuka mulut ketika pipinya disentuh.</li>



<li>Bayi terlihat gelisah dan tidak nyaman.</li>



<li>Bayi menjadi rewel dan menangis.</li>



<li>Bayi nampak ingin meraih sesuatu untuk dimasukan ke mulut.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelancaran ASI Bisa Sangat Membantu Bunda Memberikan Asupan Secara Maksimal</strong></h2>



<p>Sebagai seorang ibu menyusui, Bunda pastinya ingin memberikan asupan ASI terbaik untuk sang bayi, bukan? Terlebih pada masa awal kelahirannya yaitu umur 0-6 bulan pertama merupakan masa-masa terpenting untuk bayi mendapatkan asupan nutrisi dan kekebalan tubuh dari ASI yang Bunda berikan.</p>



<p>Maka dari itu, ulasan di atas dapat membantu Bunda memahami kapan waktu yang tepat dalam memberikan ASI untuk bayi. Dari hal tersebut, dapat dipahami juga bahwa kelancaran ASI merupakan hal penting yang perlu Bunda jaga sehingga dapat memberikan asupan ASI secara maksimal pada waktu bayi merasa lapar.</p>



<p>Sayangnya tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi ASI yang lancar. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran dan kecemasan para ibu baru atau ibu yang baru melahirkan karena tidak bisa menyusui atau memberikan ASI yang cukup untuk Si Kecil.</p>



<p>Untuk itu, Channa Lakta dapat menjadi solusi praktis dalam mengatasi kehawatiran dan kecemasan Bunda terhadap kondisi ASI yang kurang lancar atau ASI sedikit. Channa Lakta merupakan produk yang memiliki kandungan yang tinggi protein dan asam folat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI sehingga menjadi lancar dan berlimpah.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Selain itu, terdapat keunggulan kombinasi kandungan terlengkap antara lain protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral sebagai pendamping nutrisi harian tubuh Bunda untuk menyusui Si Kecil.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda tentu akan siap ketika waktu pemberian ASI pada Si Kecil tiba baik dari baru lahir hingga 6 bulan atau bahkan 2 tahun karena produksi ASI Bunda lancar dan melimpah!</p>



<p>Itulah ulasan mengenai benarkah waktu pemberian ASI kepada bayi harus 2 jam sekali yang bisa Bunda ketahui, yah. Cara mendapatkan dan membeli Channa Lakta, Bunda bisa hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau <a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">laman hubungi kami.</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</title>
		<link>https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tips-menyusui-saat-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 07:39:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips menyusui saat puasa&#160;– Bulan Ramadan yang penuh berkah telah datang, bagi seorang ibu yang sedang memiliki bayi atau balita disaat puasa pasti pernah mengalami dilema dan khawatir akan kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan ketika menyusui si buah hati tercinta. Secara hukum Islam, Bunda yang sedang menyusui tidak diwajibkan atau tidak diharuskan untuk melakukan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/"> <span class="screen-reader-text">Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/">Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Tips menyusui saat puasa</strong>&nbsp;– Bulan Ramadan yang penuh berkah telah datang, bagi seorang ibu yang sedang memiliki bayi atau balita disaat puasa pasti pernah mengalami dilema dan khawatir akan kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan ketika menyusui si buah hati tercinta.</p>



<p>Secara hukum Islam, Bunda yang sedang menyusui tidak diwajibkan atau tidak diharuskan untuk melakukan ibadah puasa. Akan tetapi, sebagai gantinya Bunda diwajibkan untuk membayar&nbsp;<em>fidyah</em>&nbsp;atau mengganti kewajiban puasa di waktu lain setelah Ramadan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Amankah Berpuasa saat Menyusui?</strong></h2>



<p>Melansir jawaban dr. Theresia Rina Yunita dari laman&nbsp;<a href="https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/3639350/berpuasa-dan-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Klikdokter</a>, menjalankan puasa bagi ibu menyusui itu tidak dilarang dan aman. Meski begitu, Bunda perlu memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi bayi karena pada usia di bawah 6 bulan kebutuhan akan ASI masih sangat tinggi dan merupakan periode ASI ekslusif.</p>



<p>Di samping itu, Bunda juga perlu memperhatikan kondisi tubuh dan kesehatan dalam menjalankan puasa. Apabila terdapat kondisi gangguan kesehatan seperti sedang sakit, badan lemas sekali, hingga mata berkunang-kunang karena pusing maka jangan memaksakan diri.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Pengaruh Puasa Terhadap ASI?</strong></h2>



<p>Kabar baik, Bunda ternyata tidak perlu terlalu khawatir akan pengaruh puasa terhadap ASI. Melansir&nbsp;<a href="https://www.alodokter.com/kiat-aman-puasa-bagi-ibu-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alodokter</a>, kurangnya asupan kalori yang Bunda konsumsi sewaktu puasa tidak akan berdampak besar atau signifikan terhadap jumlah dan kualitas ASI yang dihasilkan.</p>



<p>Saat puasa, sewajarnya komposisi nutrisi utama ASI berupa karbohidrat, protein, dan lemak tidak akan terpengaruhi. Akan tetapi, ibadah puasa bisa sedikit memengaruhi kandungan mikronutrien seperti mineral, vitamin, zinc, dan magnesium.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Menyusui saat Puasa untuk Bunda</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/04/Gambar-2-Tips-Menyusui-saat-Puasa.jpg" alt="Gambar 2 - Tips Menyusui saat Puasa " class="wp-image-3064"/><figcaption class="wp-element-caption">lustrasi Menyusui saat Puasa | Gambar: Pexels/William Furtunato</figcaption></figure>



<p>Apabila Bunda tetap ingin berpuasa di fase menyusui maka agar tetap lancar dalam ibadah puasa dan memberikan ASI kepada anak. Untuk menjawab permasalahan ini, berikut sejumlah tips yang bisa Bunda simak dan pahami:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Mengonsumsi Makanan Kaya Gizi serta Serat saat Sahur dan Berbuka</strong></h3>



<p>Tips menyusui saat puasa yang pertama adalah mengonsumsi makanan kaya gizi serta serat saat sahur dan berbuka. Makanan yang tinggi nilai gizi dapat membantu Bunda mengoptimalkan kondisi tubuh selama menyusui dan berpuasa dalam seharian penuh.</p>



<p>Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang&nbsp;<a href="http://hukor.kemkes.go.id/hukor/permenkes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kementerian Kesehatan</a>, Bunda yang sedang menyusui perlu mengonsumsi berbagai ragam panganan bergizi dengan kandungan berupa energi, protein, vitamin A, B1, B2, B3, B6, C, &nbsp;D, iodium, zink, kalsium, zat besi, asam folat dan selenium. Serat juga diperlukan agar Bunda menjadi lebih tahan lapar ketika puasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Memastikan Minum Air Secara Cukup dalam Sehari</strong></h3>



<p>Menyusui merupakan aktivitas yang wajib dilakukan Bunda untuk si buah hati meski dalam kondisi berpuasa. ASI sangat dibutuhkan bayi untuk bisa tumbuh dan berkembang sehingga asupan cairan atau air di dalam tubuh Bunda harus tercukupi dalam sehari.</p>



<p>Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang, untuk ibu menyusui memerulukan asupan air putih atau air mineral sebanyak 3.000 ml atau setara dengan 12-13 gelas air. Jumlah kebutuhan air tersebut berguna untuk membantu proses produksi ASI harian yaitu 600-850 ml.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Penuhi Waktu Istirahat yang Cukup</strong></h3>



<p>Menjalankan ibadah puasa bagi ibu menyusui memang cukup berat karena aktivitas sehari-hari harus tetap dilakukan ditambah kondisi berpuasa dan kewajiban dalam menyusui bayi. Istirahat yang cukup dapat membantu Bunda memulihkan kondisi tubuh yang lelah ata lemas selama berpuasa dan menyusui.</p>



<p>Dengan kondisi istirahat yang cukup maka proses produksi ASI di tubuh Bunda juga menjadi lebih lancar dan berkualitas. Ibu yang menyusui tentunya tidak hanya lelah secara fisik namun juga psikis sehingga waktu istirahat sangat dibutuhkan agar pikiran dan tubuh menjadi lebih&nbsp;<em>fresh</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Kurangi Aktivitas yang Menguras Energi di Siang Hari</strong></h3>



<p>Tips menyusui saat puasa untuk Bunda selanjutnya ialah mengurangi aktivitas yang menguras energi di siang hari. Selama waktu siang, Bunda tentunya tidak mendapat asupan makanan dan minuman karena sedang berpuasa.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://www.alodokter.com/kiat-aman-puasa-bagi-ibu-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alodokter</a>, Bunda sebaiknya mengurangi beragam aktivitas berat atau menguras energi pada waktu siang hari agar kondisi produksi ASI dapat lebih terjaga. Bunda bisa lebih memperbanyak istirahat di waktu siang agar tubuh tidak kekurangan energi selama seharian.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Hindari Menyusui saat Puasa di Ruang Terbuka</strong></h3>



<p>Aktivitas menyusui saat puasa di ruang terbuka perlu Bunda hindari terlebih dahulu. Melansir informasi laman&nbsp;<a href="https://www.rspondokindah.co.id/id/news/tetap-sehat-menyusui-selama-berpuasa" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Rumah Sakit Pondok Indah</a>, ibu menyusui memang dianjurkan untuk tidak melakukan atau menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat membuat dehidrasi terjadi.</p>



<p>Menyusui di ruang terbuka tentunya dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya dehidrasi pada Bunda yang sedang menysui terlebih dilakukan pada siang hari. Lebih baik Bunda menyusui si kecil di tempat yang sejuk dan adem sehingga tidak membuat banyak keringat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Tetap Disiplin dalam Waktu Menyusui</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/04/Gambar-3-Tips-Menyusui-saat-Puasa.jpg" alt="Gambar 3 - Tips Menyusui saat Puasa" class="wp-image-3065"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Disiplin dalam Waktu Menyusui | Gambar: Freepik/pvproductions</figcaption></figure>



<p>Tips menyusui saat puasa yang selanjutya adalah tetap disiplin dalam waktu menyusui. Untuk menjaga ‘ritme’ produksi ASI di tubuh Bunda saat berpuasa maka hal yang harus dilakukan ialah mendisiplinkan diri pada waktu-waktu pemberian ASI kepada bayi.</p>



<p>Produksi ASI pada tubuh Bunda memiliki sistemnya sendiri menyesuaikan dengan jumlah atau seringnya bayi menghisap payudara. Jadi meskipun sedang berpuasa, Bunda tetap harus rajin memberikan ASI kepada si kecil agar jumlah produksi ASI tetap terjaga normal.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Lakukan Pompa dan Siapkan Stok ASI</strong></h3>



<p>Untuk sebagian ibu menyusui yang berpuasa, produksi ASI pada siang hari mungkin dapat berkurang atau terkadang waktu kondisi tubuh sedang tidak enak badan. Maka dari itu, langkah tip antisipasinya adalah dengan melakukan pompa dan menyiapkan stok ASI.</p>



<p>Bunda dapat melakukan kegiatan pompa ASI pada waktu malam hari setelah berbuka atau melakukan ibadah salat terawih. Stok ASI yang sudah Bunda persiapkan dapat digunakan pada siang hari ketika mengalami kendala tertentu dalam menyusui.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Hindari Stres dan Tetap Rileks</strong></h3>



<p>Sebagai manusia biasa tentunya Bunda tidak terlepas dari tekanan pikiran atau stres ketika mengurus dan membesarkan bayi. Akan tetapi, dalam fase menyusui secara ekslusif Bunda perlu menghindari stres berlebih dan tetap rileks agar produksi dan kualitas ASI dapat tetap terjaga.</p>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-stres-dan-cinta" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia</a>&nbsp;(IDAI), semua jenis stres yang Bunda alami akan memengaruhi produksi hormon oksitosin yang berperan dalam produksi kualitas ASI. Suami atau ayah juga dapat berperan untuk menjaga Bunda agar jauh dari stres dan rileks.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>9. Konsumsi Susu atau Komplemen Tambahan untuk Ibu Menyusui</strong></h3>



<p>Kebutuhan nutrisi dan gizi pada ibu menyusui yang berpuasa memang wajib terpenuhi. Meski begitu, terkadang ketersediaan varian makanan dan masakan yang disajikan di rumah belum tentu berbeda setiap harinya. Terdapat keterbatasan yang mungkin saja terjadi dalam menu makanan.</p>



<p>Sebagai alternatif kondisi tersebut, Bunda dapat menambah asupan nutrisi dan gizi dengan mengonsumsi susu atau komplemen tambahan untuk ibu menyusui. Hal ini tentu membantu Bunda dalam mencukupi kebutuhan nutrisi bagi proses produksi ASI yang berlimpah dan berkualitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>10. Perhatikan Kondisi Kesanggupan dan Kesehatan</strong></h3>



<p>Tips menyusui saat puasa unuk Bunda yang terakhir di pembahasan kali ini adalah memperhatikan kondisi kesanggupan dan kesehatan. Meski puasa merupakan amalan yang baik dan bernilai dalam ibadah akan tetapi, kesehatan dan kondisi bayi adalah prioritas utama yang mesti didahulukan.</p>



<p>Melansir Alodokter, apabila Bunda mengalami kodisi seperti kelelahan yang sangat, demam, sakit kepala, pingsan, hingga dehidrasi maka Bunda tidak harus memaksakan diri dan bisa membatalkan puasa. Puasa yang Bunda batalkan bisa diganti dengan fidyah atau ganti puasa di hari lainnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/"><strong>Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Komplemen Nutrisi Ibu Menyusui dapat Menjadi Solusi Praktis</strong></h2>



<p>Setelah menyimak pengaruh puasa terhadap ASI dan tips menyusui saat puasa maka Bunda tentu menjadi semakin tahu akan pentingnya kecukupan nutrisi dan gizi selama menyusui. Terlebih kondisi Bunda yang saat ini menjalankan puasa ditambah fase menyusui bayi pastinya akan lebih membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang.</p>



<p>Apalagi di bulan puasa Ramadan tentunya akan menjadi tantangan yang cukup berat bagi Bunda karena rasa lapar dan haus yang melanda. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, Bunda bisa mengalami kondisi yang memengaruhi daya tahan dan kesehatan seperti letih dan lesu serta imun tubuh yang menurun.</p>



<p>Maka dari itu, Channa Lakta hadir sebagai solusi praktis dalam pemenuhan nutrisi bagi ibu menyusui. Dengan kandungan nutrisi lengkap bagi ibu menyusui seperti protein, zat besi, asam folat, dan zat prolaktin dapat membantu Bunda untuk memproduksi ASI secara lancar atau ASI <em>booster</em>.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta maka Bunda tidak perlu cemas dan khawatir lagi akan kualitas dan kuantitas dari produksi ASI selama masa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan!</p>



<p>Itulah pembahasan mengenai 10 tips menyusui saat puasa yang bisa Bunda terapkan dan perhatikan. Untuk memperoleh informasi detail mengenai produk Channa Lakta, Bunda bisa hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 545441</a> ini.</p>



<p>Selamat mencoba yah, Bunda</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/">Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</title>
		<link>https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-memperlancar-asi-secara-alami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 02:21:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1713</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara memperlancar ASI secara alami&#160;– Sebagai orang tua yang baru memiliki anak, Bunda tentu mengetahui bahwa&#160;air susu ibu&#160;(ASI) sangat penting perannya bagi perkembangan dan pertumbuhan si buah hati. Namun, tidak sedikit dari banyak ibu muda yang memiliki kekhawatiran dan masalah terkait dengan ASI yang tidak lancar bahkan tidak keluar. Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Bayi Oleh &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/"> <span class="screen-reader-text">Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/">Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara memperlancar ASI secara alami&nbsp;</strong>– Sebagai orang tua yang baru memiliki anak, Bunda tentu mengetahui bahwa&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Air_susu_ibu" target="_blank" rel="noreferrer noopener">air susu ibu</a>&nbsp;(ASI) sangat penting perannya bagi perkembangan dan pertumbuhan si buah hati. Namun, tidak sedikit dari banyak ibu muda yang memiliki kekhawatiran dan masalah terkait dengan ASI yang tidak lancar bahkan tidak keluar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Bayi</strong></h2>



<p>Oleh sebab itu, Bunda pastinya ingin memberikan asupan ASI optimal untuk si kecil yang baru hadir di dunia, bukan? Untuk Bunda ketahui bahwa bayi yang baru lahir hingga menginjak usia enam bulan sangat membutuhkan ASI ekslusif sebagai asupan makanan utamannya.</p>



<p>Hal ini penting Bunda karena ASI memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang lengkap untuk bayi bisa tumbuh berkembang secara maksimal. Melansir alodokter, kandungan ASI terdiri dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral , zat antibodi, dan enzim. ASI juga membantu bayi Bunda untuk bisa terlindungi dan terhindar dari penyakit diare, ISPA, dan asma.</p>



<p>Nah, untuk membantu Bunda, kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai cara memperlancar ASI secara alami dan praktis. Yuk, simak apa saja cara-caranya Bunda!</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Merilekskan Pikiran dan Hindari Stres</strong></h2>



<p>Cara yang pertama bisa Bunda lakukan ialah mirelekskan pikiran dan menghindari stres berlebih. Untuk menjadi orang tua memang tidaklah mudah, apalagi jika ini merupakan hal yang pertama bagi Bunda memiliki seorang anak.</p>



<p>Stres sering terjadi karena beberapa faktor nih Bun, seperti perubahan hormon ketika sebelum dan sesudah melahirkan,&nbsp;<em>overthinking</em>&nbsp;terhadap kondisi anak pertama, hingga faktor pemicu lainnya. Kondisi stres tersebut dapat memengaruhi hormon dalam tubuh Bunda sehingga berdampak pada jumlah dan kualitas ASI yang dihasilkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Memperbanyak Asupan Air Mineral</strong></h2>



<p>Asupan air mineral atau air putih ternyata penting juga loh Bunda. Ya, air merupakan salah satu unsur yang terkandung dalam ASI sehingga penting bagi tubuh untuk mendapat jumlah yang cukup sehingga produksi ASI menjadi lancar, Bun.</p>



<p>Dilansir dari <a href="https://www.alodokter.com/memahami-pentingnya-minum-air-mineral-saat-hamil-dan-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alodokter</a>, ibu menyusui dianjurkan untuk menerima asupan air mineral lebih banyak dibanding ibu hamil yaitu sekitar 13 gelas air untuk setiap harinya. Asupan air mineral juga dapat sangat membantu Bunda supaya tidak dehidrasi dan tetap segar bugar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Rutin Membersihkan Area Puting</strong></h2>



<p>Faktor kebersihan ternyata dapat membantu memperlancar ASI secara alami loh Bunda. Cara ini dapat Bunda lakukan dengan membersihkan area puting dan aerola pada payudara menggunakan minyak&nbsp;<em>baby oil</em>&nbsp;atau sejenisnya sebelum aktivitas mandi.</p>



<p>Bersihkan secara perlahan dan lembut sehingga area puting susu menjadi bersih dan terawat. Selain itu, Bunda juga bisa melakukan cara memilin puting saat membersihkannya agar ASI yang keluar nantinya menjadi lancar. Bunda dapat melakukan kegiatan ini dalam rentang beberapa hari sekali sehingga bayi akan merasa nyaman saat menyusu yah, Bun.</p>



<p><strong>Baca Juga : <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Melakukan Pijat Sehat Payudara</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Artikel-1-Gambar-2-Pijat-Sehat-Payudara-Pexels-1024x682.jpg" alt="Gambar 2 Memperlancar ASI secara alami" class="wp-image-2377"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Pijat Sehat Payudara | Gambar : Pexels</figcaption></figure>



<p>Cara memperlancar ASI selanjutnya yang bisa Bunda tempuh ialah melakukan pijat sehat payudara. Seperti yang diketahui bersama bahwa payudara memang merupakan bagian tubuh untuk menyusui bayi pada wanita. Dengan melakukan pijatan sehat tentunya akan memberikan stimulus kepada payudara menjadi semakin lancar mengeluarkan ASI.</p>



<p>Bunda bisa melakukan pijatan ini dengan memulainya dari bagian sisi luar hingga bagian dalam payudara. Ibu jari dan telunjuk dapat digunakan untuk gerakan memijat sehat payudara secara memutar. Untuk detail gerakannya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter dan tenaga medis terkait yah!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5. Melakukan Kompres Payudara</strong></h2>



<p>Salah satu faktor yang menyebabkan ASI Bunda kurang lancar ialah kondisi payudara yang agak keras karena faktor fisik ataupun psikologis. Hal ini bisa diakali dengan melakukan kompres payudara loh, Bun.</p>



<p>Untuk melakukan ini, Bunda perlu menyiapkan handuk atau kain bersih yang direndam dengan air hangat. Kompres bagian payudara dengan handuk hangat secara berkesinambungan yah. Kompresan didiamkan sampai agak dingin dan direndam air hangat kembali setelahnya untuk digunakan kembali sampai 3 kali.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>6. Menyusui Secara Konsisten dan Teratur</strong></h2>



<p>Salah satu cara memperlancar ASI secara alami ialah menyusui secara konsisten. Kegiatan menyusui bayi yang baru lahir memang sangat penting, Bunda perlu melakukan kegiatan ini secara konsisten dan teratur. Dilansir dari hellosehat, Bunda disarankan untuk menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali hingga 8-12 kali dalam rentang waktu 24 jam atau satu hari.</p>



<p>Bunda bisa melakukan penjadwalan kegiatan pemberian ASI ini agar bisa merangsang produksi ASI secara lancar. Meskipun jumlah ASI yang Bunda keluarkan sedikit tetap berusaha untuk konsisten yah, Bun. Semakin sering frekuensi Bunda menyusui maka secara alami semakin lancar dan banyak pula pasokan ASI yang keluar nantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>7. Mengonsumsi Makanan Bergizi untuk ASI</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Artikel-1-Gambar-3-Ilustrasi-Makanan-Bergizi-untuk-ASI-Pexels-Amina-Filkins.jpg" alt="Gambar 3 - Mengonsumsi Makanan Bergizi untuk ASI" class="wp-image-2381"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Makanan Ibu Menyusui | Gambar : Pexels (Amina Filkins)</figcaption></figure>



<p>Tahukah Bunda jika saat masa aktif memberikan ASI eksklusif, para ibu membutuhkan asupan kalori dan gizi yang lebih banyak? Ya, hal ini merupakan hal penting yang juga perlu Bunda perhatikan saat mulai masa m nyusui bayi.</p>



<p>Dilansir dari publikasi informasi fakultas perawatan Unair, ibu menyusui memerlukan asupan kalori tambahan sekitar 400-500 kalori setiap harinya dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui loh, Bun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>8. Melakukan Pompa ASI</strong></h2>



<p>Selain dengan kegiatan pijat sehat dan kompres payudara, Bunda dapat melakukan pompa ASI sebagai salah satu cara memperlancar ASI secara alami dan praktis. Terkadang saat Bunda habis menyusui bayi, payudara masih terasa kencang.</p>



<p>Hal ini ternyata disebabkan oleh adanya persediaan ASI yang masih tersisa di fase waktu tersebut, Bun. Oleh karena itu, kegiatan memompa ASI dapat menjadi salah satu cara untuk merangsang payudara agar mengeluarkan persediaan ASI yang tersisa sehingga nanti payudara dapat memproduksi ASI yang lebih segar dan baru. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>9. Mencemati Letak Posisi Bayi Saat Menyusui</strong></h2>



<p>Seringkali letak posisi bayi saat menyusui luput dari perhatian ibu yang baru pertama kali menyusui anak. Padahal ini penting Bun untuk dicermati, karena apabila letak posisi mulut bayi saat menyusu tidak tepat dan tidak menempel maka ASI yang dirangsang tidak akan optimal keluar.</p>



<p>Kesalahan tersebut biasanya menempatkan mulut bayi hanya pada area ujung puting susu saja. Padahal letak posisi yang benar ialah menempatkan mulut bayi pada seluruh pangkal puting hingga bagian aerola (bagian lingkar puting) agar ASI yang dikeluarkan menjadi lancar dan tepat posisi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>10. Memperhatikan Kualitas Istirahat yang Cukup</strong></h2>



<p>Cara memperlancar ASI secara alami selanjutnya ialah Bunda perlu juga memperhatikan kualitas istirahat yang cukup, loh. Meskipun sebagai orang tua yang baru memiliki anak tentunya, Bunda akan direpotkan dengan berbagai tantangan menjaga dan merawat bayi sepanjang hari.</p>



<p>Akan tetapi, istirahat yang berkualitas dan cukup juga merupakan hal penting untuk mejaga kesehatan tubuh dan produksi ASI supaya lancar yah, Bun. Untuk mengatasi hal ini, Bunda bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan suami ataupun keluarga dalam kegiatan menjaga dan merawat bayi sehingga waktu istirahat menjadi cukup.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>11. Menghindari Konsumsi Obat dan Pil KB Tertentu</strong></h2>



<p>Masa Bunda menyusui merupakan masa yang perlu dijaga dan diperhatikan karena menyangkut pada pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan bayi. Untuk itu, biasanya para bidan atau dokter kandungan memberikan saran untuk menghindari mengonsumsi obat dan pil KB (keluarga berencana) tertentu.</p>



<p>Tentunya obat dan pil KB memiliki kandungan zat kimia yang bisa berdampak pada kesehatan bayi yang sedang menyusu kepada Bunda loh. Oleh sebab itu, Bunda perlu mawas dan cermat mengenai hal ini dan melakukan konsultasi lebih lanjut kepada tenaga medis jika memang harus.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>12. Menambah Komplemen Nutrisi untuk ASI</strong></h2>



<p>Cara memperlancar ASI secara alami dan praktis yang terakhir ialah Bunda bisa menambah komplemen nutrisi untuk ASI. Mengonsumsi komplemen tambahan memang bisa membantu meningkatkan produksi ASI menjadi lebih banyak.</p>



<p>Komplemen penambah ASI biasanya terdiri dari bahan-bahan alami dan herbal yang diformulasikan untuk melengkapi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk ibu menyusui. Meski demikian, Bunda juga perlu memperhatikan keamanan dan kualitas produk dari komplemen tersebut sehingga tidak memberikan efek samping negatif kepada Bunda dan bayi.</p>



<p>Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi dari komplemen tepercaya, Channa Lakta dapat menjadi pilihan yang tepat nih bagi Bunda. Channa Lakta mengandung nutrisi lengkap, kaya protein albumin, zat besi tinggi, serat dan komponen lain untuk memperlancar produksi ASI melimpah pada ibu menyusui.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Selain itu, kandungan albumin pada Channa Lakta dapat membantu mengoptimalkan dan menjaga daya tahan tubuh Bunda semasa menyusui agar fit dan bugar selalu. Dengan mengonsumsi komplemen Channa Lakta maka Bunda tidak perlu khawatir lagi mengenai ASI yang tidak lancar, yah!</p>



<p>Itulah ulasan mengenai 12 cara memperlancar ASI secara alami dan praktis yang bisa Bunda coba dan praktikan. Untuk membeli Channa Lakta, Bunda bisa langsung menghubungi laman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami</a> atau membeli di apotik yang menyediakan!</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/">Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</title>
		<link>https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=daun-katuk-pelancar-asi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 07:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Daun katuk pelancar ASI&#160;– Sebagai seorang ibu, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang bayi, bukan? Tentunya pemberian ASI termasuk di dalamnya. Untuk bayi yang baru lahir, ASI merupakan makanan dan minuman pokok yang patut Bunda berikan hingga mencapai umur enam bulan. Namun begitu, tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi ASI yang lancar sehingga &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/"> <span class="screen-reader-text">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Daun katuk pelancar ASI</strong>&nbsp;– Sebagai seorang ibu, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang bayi, bukan? Tentunya pemberian ASI termasuk di dalamnya. Untuk bayi yang baru lahir, ASI merupakan makanan dan minuman pokok yang patut Bunda berikan hingga mencapai umur enam bulan.</p>



<p>Namun begitu, tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi ASI yang lancar sehingga tidak heran jika banyak dari para ibu yang mencari alternatif cara agar ASI menjadi lancar. ASI yang tidak lancar tentu membuat Bunda menjadi khawatir akan kebutuhan nutrisi bayi tidak tercukupi dengan baik.</p>



<p>Salah satu cara alternatif yang sudah turun temurun dikenal masyarakat Indonesia untuk mengatasi hal ini ialah dengan memakan atau mengonsumsi daun katuk. Lantas, apakah benar daun katuk dapat menjadi salah satu cara dalam melancarkan ASI untuk ibu menyusui? Adakah rekomendasinya? Yuk, cari tahu Bunda!</p>



<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sekilas Mengenal Daun Katuk</strong></h2>



<p>Di Indonesia, daun katuk memang cukup dikenal di kalangan masyarakat terutama para kaum ibu menyusui atau ibu yang gemar memasak. Daun katuk atau yang memiliki nama ilmiah&nbsp;<em>Sauropus androgynous</em>&nbsp;memiliki ciri tampilan fisik daunnya yang agak kecil, berwarna hijau gelap, dan memiliki sedikit corak keperakan di bagian daunnya.</p>



<p>Daun katuk memang biasa diolah menjadi bahan masakan seperti sayur katuk, dimakan langsung sebagai lalapan pendamping makanan, atau dikonsumsi sebagai teh herbal hingga ekstrak suplemen. Melansir&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Katuk" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wikipedia</a>, daun katuk memiliki kandungan berupa 7% protein dan serat kasar hampir 19%. Selain itu, daun katuk juga kaya akan vitamin K, vitamin A, B, dan C serta mineral.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kebaikan dan Manfaat Daun Katuk untuk ASI</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/12/Gambar-2-Daun-katuk-pelancar-asi.jpg" alt="Gambar 2 - Daun katuk pelancar asi" class="wp-image-5974"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ibu Menyusui Memberikan ASI | Gambar: Freepik</figcaption></figure>



<p>Bukan tanpa alasan daun katuk menjadi jenis bahan sayur yang dikenal di kalangan para ibu-ibu, terutama yang sedang menyusui atau memberikan ASI eksklusif. Untuk Bunda ketahui, daun katuk memang memiliki kandungan dan manfaat yang baik untuk kelancaran ASI ibu menyusui.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/663/apa-saja-sih-yang-perlu-disiapkan-ibu-untuk-meng-asi-hi-si-kecil" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Yankes Kementerian Kesehatan RI</a>, daun katuk memiliki kebaikan dan manfaat untuk ASI karena adanya kandungan laktagogum seperti steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin pada ibu menyusui. Prolaktin sendiri dikenal sebagai hormon ibu menyusui yang dapat meningkatkan, mempercepat, hingga memperlancar produksi ASI.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Setelah menyimak tentang mengenal daun katuk serta memahami kebaikan dan manfaatnya, kini Bunda juga perlu mengetahui rekomendasi daun katuk pelancar ASI yang terbaik untuk ibu menyusui.</p>



<p>Rekomendasi ini di dasarkan pada keunggulan bahan baku serta kualitas produk yang memang sudah terbukti nyata khasiatnya untuk ibu menyusui. Berikut merupakan rekomendasi daun katuk pelancar ASI terbaik untuk ibu menyusui.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menghadirkan Channa Lakta, Suplemen Pelancar ASI yang Mengandung Ekstrak Daun Katuk Pilihan dan Kombinasi Bahan Baku Alami Lainnya!</strong></h2>



<p>Apakah Bunda saat ini sedang mengalami permasalahan ASI yang tidak lancar atau bahkan seret? Jika ya, kami merekomendasikan&nbsp;Channa Lakta&nbsp;sebagai suplemen pelancar ASI yang mengandung ekstrak daun katuk pilihan serta kombinasi bahan baku alami lainnya berupa ekstrak ikan gabus, ekstrak bayam, hingga ekstrak rumput laut.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Racikan kombinasi ini diproses dengan modern sehingga menghasilkan mutu kandungan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu menyusui. Untuk Bunda ketahui, Channa Lakta memiliki kombinasi nutrisi terlengkap yakni berupa protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak omega, vitamin dan mineral sebagai asupan gizi harian ibu menyusui.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alasan Kenapa Ekstrak Daun Katuk Lebih Baik</strong></h2>



<p>Bunda sebenarnya bisa saja mengonsumsi langsung atau mengolah daun katuk sebagai bahan makanan yang bagus untuk kelancaran ASI. Akan tetapi, terdapat kemungkinan kandungan nutrisi dari daun katuk menjadi berkurang karena proses pengolahan atau memasak yang kurang tepat dilakukan oleh Bunda.</p>



<p>Pembuatan ekstrak daun katuk secara modern dan higienis dapat membuat kandungannya tetap terjaga khasiatnya dengan baik. Melansir&nbsp;<a href="https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/991/719" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jurnal Kedokteran Unila</a>, pemberian ekstrak daun katuk dengan dosis 3×300 mg/hari selama 15 hari secara rutin dan konsisten dapat&nbsp; meningkatkan produksi ASI ibu menyusui sebanyak 50,7%.</p>



<p>Maka dari itu, pemberian daun katuk dinilai lebih efektif dalam bentuk ekstrak dibandingkan dengan pengolahan lainnya seperti dijadikan lalapan, rebusan, campuran sayur, dan olahan masakan lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kandungan Ekstrak Daun Katuk pada Channa Lakta</strong></h2>



<p>Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu kandungan bahan baku alami yang terdapat pada Channa Lakta sebanyak 50 mg. Adanya senyawa kandungan&nbsp;<em>fitosterol</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>papaverine</em>&nbsp;pada daun katuk dapat meningkatkan kadar dan peredaran hormon prolaktin serta oksitosin yang berperan penting dalam proses peningkatan produksi ASI.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Channa Lakta Sebagai Pelancar ASI Pilihan Bunda!</strong></h2>



<p>Supaya Bunda semakin yakin, terdapat sejumlah keunggulan Channa Lakta sebagai rekomendasi daun katuk pelancar ASI untuk ibu menyusui. Sebab kami ingin memberikan yang terbaik untuk Bunda dan bayi agar sehat dan tumbuh secara optimal. Berikut beberapa keunggulan Channa Lakta yang perlu Bunda ketahui:</p>



<ul>
<li>Channa Lakta dibuat dengan proses ekstrasi suhu rendah pada bahan ikan gabus sehingga kadar protein albuminnya tinggi mencapai 80%.</li>



<li>Membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI sehingga kental dan berlimpah untuk diberikan kepada bayi.</li>



<li>Menggunakan 100% bahan baku alami.</li>



<li>Terdapat beragam jenis kandungan nutrisi secara lengkap seperti protein, albumin, 18 jenis asam amino, asam lemak omega, vitamin, dan mineral.</li>



<li>Kaya asam lemak omega 3 untuk perkembangan otak anak.</li>



<li>Mengandung serat tinggi untuk mencegah konstipasi(sembelit) di masa menyusui.</li>



<li>Menggunakan bahan ikan gabus pilihan dari budidaya ikan gabus modern berbasis sistem IoT (Internet of Things) ditambah pakan organik yang digunakan.</li>



<li>Aman dan terjamin karena mengantongi izin dari BPOM dan sertifikasi Halal MUI.</li>



<li>Memiliki bentuk ekstrak yang lebih efektif dan praktis di konsumsi serta di bawa ke mana saja.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Berdasarkan ulasan ini, untuk Bunda yang sedang mengalami masalah ASI seret, ASI sedikit, atau ASI tidak lancar, maka dapat mempertimbangkan dan memilih Channa Lakta sebagai rekomendasi daun katuk pelancar ASI untuk para ibu menyusui. Terlebih Channa Lakta memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk serupa yang beredar sekarang.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda dapat meningkatkan kelancaran ASI serta menjaga kualitas ASI sehingga bisa memberikan asupan ASI terbaik bagi bayi untuk bisa sehat serta berkembang dan tumbuh secara optimal. Channa Lakta boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat lain karena menggunakan 100% bahan herbal yang tidak mengganggu kinerja obat.</p>



<p>Untuk membeli dan memperoleh Channa Lakta, Bunda bisa menghubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau halaman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Menyusui Sambil Main HP? Ini Penjelasan, Pengaruh dan Faktanya Bun!</title>
		<link>https://www.channa.id/menyusui-sambil-main-hp/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menyusui-sambil-main-hp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2024 07:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1545</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menyusui sambil main HP&#160;– Pada zaman modern seperti sekarang ini, Bunda tentu sulit untuk terlepas dengan gadget atau HP. Sebab banyak hal yang bisa dilakukan melalui satu genggaman saja dari HP seperti pekerjaan, pembayaran, pembelanjaan, hingga hiburan. Hal ini tentu dirasakan banyak orang tidak terkecuali para ibu menyusui. Lantas, apakah boleh menyusui sambil main HP? &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/menyusui-sambil-main-hp/"> <span class="screen-reader-text">Bolehkah Menyusui Sambil Main HP? Ini Penjelasan, Pengaruh dan Faktanya Bun!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/menyusui-sambil-main-hp/">Bolehkah Menyusui Sambil Main HP? Ini Penjelasan, Pengaruh dan Faktanya Bun!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Menyusui sambil main HP</strong>&nbsp;– Pada zaman modern seperti sekarang ini, Bunda tentu sulit untuk terlepas dengan gadget atau HP. Sebab banyak hal yang bisa dilakukan melalui satu genggaman saja dari HP seperti pekerjaan, pembayaran, pembelanjaan, hingga hiburan. </p>



<p>Hal ini tentu dirasakan banyak orang tidak terkecuali para ibu menyusui. Lantas, apakah boleh menyusui sambil main HP? Yuk simak penjelasannya Bunda!</p>



<p>Dengan kecanggihan HP atau smartphone yang hadir pada saat ini, membuat tidak sedikit orang menjadi ketergantungan dan tidak bisa jauh darinya. Pada ibu menyusui, fenomena ini juga dikenal dengan sebutan “brexting” yang berasal dari bahasa Inggris. </p>



<p>Lalu, apa itu&nbsp;<em>brexting</em>? Dapat dicari tahu bahwa brexting merupakan singkatan kata atau akronim dari “texting with breastfeeding” yang berarti menyusui sambil main smartphone atau HP.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/">ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Boleh Menyusui Sambil Main HP?</strong></h2>



<p>Tidak dapat dimungkiri memang pada zaman modern, HP atau smartphone telah menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari. Maka dari itu, Bunda sebagai ibu menyusui juga tentu bertanya-tanya yaitu apa boleh menyusui sambil main HP? Jawabannya boleh saja asal tidak terlalu sering dan sesekali saja agar proses menyusui dapat berjalan lancar serta tidak menimbulkan risiko untuk bayi.</p>



<p>Melansir&nbsp;<em><a href="https://milk-drunk.com/phone-while-breastfeeding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Milk Drunk</a></em>, &nbsp;menggunakan smartphone atau HP selama menyusui merupakan pilihan sebagai orang tua. Sebab terdapat sejumlah alasan kuat pada beberapa ibu menggunakan HP saat mereka menyusui. Beberapa alasan tersebut seperti Bunda mungkin tidak memiliki bantuan ekstra yang bisa diharapkan, alasan pekerjaan remote, main HP merupakan salah satu cara untuk Bunda mengurangi atau menghilangkan stres, hingga alasan untuk dapat berkomunikasi dengan dokter anak. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengaruh Buruk Menyusui Sambil Main HP untuk Bayi</strong></h2>



<p>Meski kegiatan menyusui dapat dilakukan secara multitasking dengan aktivitas lain seperti main HP, namun hal tersebut juga bisa menimbulkan pengaruh buruk atau risiko dampak tertentu pada bayi. Berikut beberapa pengaruh buruk menyusui sambil main HP untuk bayi:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Menghambat Interaksi Kedekatan Kontak Mata</strong></h3>



<p>Untuk Bunda ketahui, pada 6 bulan pertama kehidupan bayi yang baru lahir, kontak interaksi mata antara ibu dan bayi merupakan sesuatu yang sangat penting untuk memperkuat keterikatan. Kebiasaan terlalu sering melihat atau bermain ponsel atau HP dapat menyebabkan terhambatnya proses interaksi kedekatan kontak mata ibu dan bayi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Bayi Akan Sulit Mendapatkan Perhatian Bunda</strong></h3>



<p>Anak bayi memang membutuhkan perhatian yang cukup dari ibunya. Ketika Bunda lebih memilih untuk sering bermain HP atau gadget maka bayi juga dapat merasakan perubahan perhatian kepadanya. Terlebih kegiatan memberi ASI atau menyusui membutuhkan perhatian dari Bunda kepada bayi agar dia nyaman dan betah. Ketika bayi merasa sulit mendapat perhatian dari orang dewasa atau ibunya, maka hal ini dapat menyebabkan hormon stres mereka bereaksi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Bermain HP dapat Mengalihkan Perhatian Bunda</strong></h3>



<p>Salah satu pengaruh menyusui sambil main HP adalah hal ini dapat mengalihkan perhatian Bunda terhadap momen bersama bayi. Seperti yang Bunda umumnya sudah tahu, ASI merupakan sumber makanan dan minuman utama bagi bayi yang baru lahir atau di bawah usia 6 bulan.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://parenting.firstcry.com/articles/5-reasons-to-avoid-using-your-mobile-phone-while-breastfeeding/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Parenting Firstcry</a>, kegiatan bermain HP atau brexting dapat membuat bayi Bunda mengalami kesulitan dalam memperoleh ASI yang cukup dari payudara karena mata ibu menyusui teralihkan ke layar HP atau chat. Sebab pelekatan ASI sangat penting untuk di pantau Bunda agar bayi dapat mudah mengonsumsi ASI saat menyusu.</p>



<p>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/penyebab-stres-pada-ibu-menyusui/">Apakah Bunda Sadar? Ini 7 Ragam Penyebab Stres pada Ibu Menyusui</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Bunda dapat Mengalami Kesulitan dalam Hal Mengenali Kebiasaan atau Pola Menyusu Bayi</strong></h3>



<p>Setiap bayi atau anak memang memiliki kebiasaan atau pola menyusunya masing-masing. Ketika Bunda terlalu asyik dan fokus dengan HP atau gadget, maka hal seperti ini akan cukup sulit untuk diketahui. Dengan mengenali kebiasaan atau pola menyusu bayi, Bunda tentu akan jauh lebih mudah memberikan ASI secara maksimal sehingga kebutuhan ASI bayi dapat tercukupi dengan baik.</p>



<p>Sebagai contoh, bayi Bunda mungkin memiliki pola sering tertidur saat menyusu ASI di payudara sehingga sebagai seorang ibu menyusui yang peka, Bunda perlu memberikan stimulasi lembut untuk membangunkannya dengan cara menggerakan jari-jari kaki atau meniup lembut rambutnya agar bayi terbangun dan kembali untuk menyusu hingga kenyang. Hal seperti ini mungkin tidak akan Bunda sadar jika terlalu fokus dengan HP atau smartphone.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Ada Pengaruh Potensi Risiko Radiasi HP kepada Bayi</strong></h3>



<p>Pengaruh menyusui sambil main HP yang terakhir di pembahasan kali ini adalah adanya potensi risiko radiasi HP kepada bayi. Untuk Bunda ketahui, tubuh bayi memang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan secara fisik, maka dari itu tubuhnya lebih rentan terhadap gangguan dari luar. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), faktanya radiasi ponsel atau HP memiliki senyawa karsinogen (zat penyebab kanker) kelas 2B.</p>



<p>Bahkan pada beberapa ponsel memiliki kemampuan untuk mentramisikan tingkat radiasi kepada manusia, tidak terkecuali bayi yang memang rentan. Melansir Milk Drunk kembali, apabila Bunda sering menggunakan HP maka&nbsp; akan meningkatkan risiko potensi merusak struktur DNA atau sel otak bayi yang memang masih berkembang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berapa Jarak Aman HP dengan Bayi?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/10/Gambar-2-Menyusui-sambil-main-HP.jpg" alt="Gambar 2 - Menyusui sambil main hp" class="wp-image-5627" style="aspect-ratio:1.4970760233918128;width:753px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ibu Menyusui Bayi | Gambar: Freepik</figcaption></figure>



<p>Meski sebagai ibu menyusui yang masih belum bisa terlepas dari HP atau smartphone, Bunda juga perlu memberikan jarak yang aman antara perangkat HP dengan bayi agar paparan radiasi bisa dihindari. Melansir Beatemf, jarak yang disarankan antara ponsel dengan bayi yaitu minimal 6 inci (sekitar 15cm) sehingga risiko radiasi dapat dikurangi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips untuk Ibu Menyusui agar Bayi Terhindar dari Radiasi HP</strong></h2>



<p>Sebagai orang tua yang memiliki anak bayi, Bunda tentu perlu memberikan perhatian yang ekstra atau lebih agar kesehatan dan perkembangannya terjaga. Radiasi dari pancaran HP atau ponsel dapat menjadi salah satu ancaman yang bisa menimbulkan risiko. Berikut tips untuk ibu menyusui agar bayi terhindar dari radiasi HP:</p>



<ul>
<li>Bunda bisa mematikan HP atau smartphone saat tidak dipakai jika di rumah ada bayi.</li>



<li>Gunakan mode airplane ketika akan menaruh HP.</li>



<li>Bunda bisa mematikan jaringan wifi ketika tidak digunakan.</li>



<li>Jaga jarak yang aman antara bayi dan ponsel.</li>



<li>Saat menggendong bayi, jangan taruh HP di area kantong karena akan berdekatan.</li>



<li>Disarankan untuk tidak bermain HP terlalu lama ketika sedang menyusui bayi.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/">5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Cegah Dampak Produksi ASI Terganggu Karena Kebiasaan Main HP untuk Ibu Menyusui</h2>



<p>Bagi bayi, ASI memang merupakan bentuk asupan paling ideal yang bisa diberikan Bunda untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. ASI yang berkualitas dan lancar menjadi dambaan para ibu menyusui untuk diberikan kepada sang buah hati tercinta.</p>



<p>Nah, setelah mengetahui ragam dampak pengaruh buruk menyusui sambil main HP. Bunda tentu tidak mau dampak ini mengganggu pertumbuhan dan kesehatan bayi, bukan? Sebab kebiasaan ini bisa berpengaruh secara tidak langsung terhadap produksi atau jumlah asupan ASI yang diterima oleh bayi. Sebagai contoh, bayi yang tidak mendapat pelekatan payudara dengan sempurna karena sang ibu sibuk bermain HP akan lebih sedikit memperoleh ASI.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="Channa Lakta - Menyusui sambil main hp" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Untuk mencegah hal itu terjadi,&nbsp;Channa Fola&nbsp;dapat menjadi solusi praktis untuk membuat ASI menjadi lancar dan berlimpah. Channa Fola merupakan suplemen penambah nutrisi untuk ibu menyusui yang terbuat dari bahan alami pilihan terstandar modern berupa ekstrak ikan gabus, ekstrak daun katuk, ekstrak bayam, hingga ekstrak rumput laut. Selain itu, terdapat kandungan nutrisi lengkap seperti protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral sebagai pendamping nutrisi harian ibu menyusui.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Fola, Bunda tidak perlu risau dan cemas akan produksi ASI yang terganggu karena kebiasaan bermain HP atau smartphone meski sedang menyusui. Channa Fola akan melengkapi nutrisi sehingga kualitas dan kuantitas ASI Bunda terjaga!</p>



<p>Itulah ulasan mengenai bolehkah menyusui sambil main HP beserta penjelasan, pengaruh, dan faktanya untuk Bunda ketahui. Cara membeli dan memperoleh Channa Fola, Bunda bisa memesannya melalui nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau hubungi <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami</a>. </p>



<p>Referensi: <a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/menyusui-sambil-main-hp/">Fitbumin.com</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/menyusui-sambil-main-hp/">Bolehkah Menyusui Sambil Main HP? Ini Penjelasan, Pengaruh dan Faktanya Bun!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</title>
		<link>https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2024 03:01:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fola]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bolehkah ibu menyusui makan ikan asin&#160;– Sebagai orang Indonesia tentu Bunda tahu mengenai makanan ikan asin yang banyak dijumpai sebagai masakan rumahan atau di warung makan. Olahan ikan asin sering dijadikan lauk makan dengan sambal dan nasi hangat. Maka dari itu, tidak heran jika banyak kalangan yang suka untuk menyantap olahan ikan asin tanpa terkecuali &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/"> <span class="screen-reader-text">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Bolehkah ibu menyusui makan ikan asin</strong>&nbsp;– Sebagai orang Indonesia tentu Bunda tahu mengenai makanan ikan asin yang banyak dijumpai sebagai masakan rumahan atau di warung makan. Olahan ikan asin sering dijadikan lauk makan dengan sambal dan nasi hangat.</p>



<p>Maka dari itu, tidak heran jika banyak kalangan yang suka untuk menyantap olahan ikan asin tanpa terkecuali para ibu menyusui atau busui. Meski enak dan nikmat untuk disantap, ikan asin tentu memiliki kandungan garam yang cukup tinggi.</p>



<p>Hal ini menjadi dilema dan kekhawatiran para busui yang suka mengonsumsi ikan asin, apakah bisa berdampak pada ASI atau tidak. Lantas, bolehkah ibu menyusui makan ikan asin? Yuk, simak dan ketahui faktanya melalui ulasan lengkap di bawah ini!&nbsp;</p>



<p><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/"><strong>ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tentang Ikan Asin dan Kandungannya</strong></h2>



<p>Ikan asin merupakan salah satu olahan daging ikan yang cukup populer di Indonesia dengan cara diawetkan memakai banyak garam. Metode pengawetan ini dapat membuat daging ikan menjadi bisa bertahan dalam jangka waktu lebih lama atau bulanan.</p>



<p>Terdapat aneka macam jenis olahan ikan asin di Indonesia, beberapa jenis yang paling banyak ditemukan diantaranya ialah ikan asin jambal roti, ikan asin peda, ikan asin teri, ikan asin tenggiri, ikan asin bulu ayam, ikan asin tembang, hingga ikan asin gabus.</p>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://nilaigizi.com/gizi/detailproduk/946/ikan-asin-kering" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Nilai Gizi</a>, faktanya terdapat sejumlah kandungan nutrisi ikan asin untuk Bunda ketahui per 100 g BDD (Berat Dapat Dimakan), yakni:</p>



<ul>
<li>Energi: 193 kkal</li>



<li>Protein: 42 g</li>



<li>Lemak: 1,5 g</li>



<li>Kalsium: 200 mg</li>



<li>Fosfor: 300 mg</li>



<li>Karbohidrat: 0 g</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/08/Gambar-2-Bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin.webp" alt="Gambar 2 - Bolehkah ibu menyusui makan ikan asin" class="wp-image-7121"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Lauk Ikan Asin | Gambar: Freepik.com/Azerbaijan Stockers</figcaption></figure>



<p>Menyantap ikan asin memang dirasa sangat nikmat dan menggugah selera bagi sebagian orang yang menyukainya, terlebih ditambah dengan pelengkap seperti sambal, lalapan, dan kondisi nasi yang hangat.</p>



<p>Lalu, hal yang menjadi banyak pertanyaan para wanita terkait hal ini ialah bolehkah ibu menyusui makan ikan asin? Jawabannya ternyata boleh saja ikan asin dimakan atau dikonsumsi oleh ibu menyusui, namun dengan jumlah takaran yang tidak berlebihan dan cara mengolahnya yang tepat.</p>



<p>Hal ini tentu berkaitan dengan kadar garam yang cukup tinggi pada ikan asin yang perlu diperhatikan bagi kesehatan busui. Namun begitu, ikan asin tetap memiliki kandungan nutrisi yang bisa bermanfaat untuk ibu menyusui seperti protein, kalsium, dan fosfornya.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://www.weekand.com/healthy-living/article/importance-protein-lactating-18013810.php" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Weekand</a>, mengonsumsi asupan protein dalam jumlah cukup saat hamil dan menyusui dapat memberi Bunda nutrisi optimal untuk menjaga jaringan tanpa lemak dan memastikan suplai ASI busui menyediakan protein untuk pertumbuhan bayi seperti organ, otot, dan otaknya.</p>



<p>Faktanya, pada ibu menyusui kebutuhan protein tentu akan lebih tinggi mencapai 70-80 gram seharinya. Selain itu, ibu menyusui juga membutuhkan asupan kalsium karena ketika menyusui maka produksi hormon estrogen yang berguna melindungi tulang akan menurun sehingga membutuhkan asupan kalsium untuk menjaga kondisi tulang. Kedua nutrisi tersebut juga terdapat pada kandungan nutrisi ikan asin yang bisa Bunda konsumsi juga.</p>



<p>Selain hal itu, sebenarnya mengonsumsi ikan asin tidak dapat memberikan dampak langsung pada ASI yang Bunda keluarkan untuk bayi. Rasa dan kandungan nutrisi ASI tetap akan sama dan tidak berubah menjadi asin seperti yang terkadang para ibu khawatirkan secara berlebih sebagai mitos.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Batas Konsumsi Garam Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Olahan ikan asin memang diawetkan dengan menggunakan garam sehingga tidak heran jika mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Selain itu, garam juga dipakai sebagai bahan bumbu dapur harian yang menambah cita rasa dan pasti kita konsumsi juga. </p>



<p>Mengonsumsi terlalu banyak asupan garam dapat menimbulkan risiko tekanan darah tinggi yang bisa memicu penyakit tidak menular (penyakit kardiovaskular, stroke, dan jantung koroner).</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/penting-ini-yang-perlu-anda-ketahui-mengenai-konsumsi-gula-garam-dan-lemak" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI</a>, terdapat anjuran batasan konsumsi garam, yakni 2000 mg natrium per hari. Lalu, angka tersebut sama dengan 1 sendok teh garam per hari atau 5 gram garam per hari saja. Berdasarkan hal itu, Bunda perlu cermat dalam mengonsumsi ikan asin yang diketahui memiliki kandungan garam cukup tinggi.</p>



<p>Dengan begitu, untuk ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi ikan asin dalam jumlah porsi yang terbatas saja seperti dua minggu sekali saja. Bila memungkinkan, Bunda bisa mencoba mengganti ikan asin dengan ikan segar yang lebih aman dan bernutrisi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kiat Aman Makan Ikan Asin untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2023/08/Gambar-3-Bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin.webp" alt="Gambar 3 - Bolehkah ibu menyusui makan ikan asin" class="wp-image-7122" style="aspect-ratio:1.499267935578331;width:718px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Busui | Gambar: Freepik.com</figcaption></figure>



<p>Meski tidak ada larangan untuk mengonsumsi ikan asin, busui juga perlu cermat dan tidak boleh mengonsumsi ikan asin secara sembarang dan berlebih yang bisa menimbulkan dampak buruk kesehatan. Berikut kiat aman makan ikan asin untuk ibu menyusui:</p>



<ul>
<li>Membatasi konsumsi ikan asin secara berlebih dan rutin untuk ibu menyusui</li>



<li>Mengurangi porsi makan ikan asin dalam satu waktu sehingga tidak terlalu banyak</li>



<li>Merendam ikan asin sebelum mengolah agar kadar garamnya berkurang</li>



<li>Hindari menggoreng ikan asin karena bisa meningkatkan kandungan lemak dan natriumnya</li>



<li>Busui bisa imbangi dengan konsumsi sayur segar dan minum air secara cukup</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Risiko Makan Ikan Asin Berlebih untuk Busui</strong></h2>



<p>Meski lezat dan nikmat disantap bagi sebagian orang, memakan ikan asin secara berlebih dan rutin bisa memberikan risiko bahaya kesehatan bagi setiap orang termasuk busui. Berikut risiko makan ikan asin berlebih untuk busui yang bisa Bunda ketahui:</p>



<ul>
<li>Memberatkan kinerja jantung dan ginjal di tubuh</li>



<li>Memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi</li>



<li>Risiko gangguan jantung atau sakit jantung</li>



<li>Risiko mengalami sakit ginjal kronis atau gagal ginjal</li>



<li>Bisa membuat Bunda mengalami stroke</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/"><strong>Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jaga Kualitas dan Volume ASI dengan Asupan Protein Tinggi dari Channa Fola</strong></h2>



<p>ASI menjadi hal yang penting untuk Bunda jaga sebagai ibu menyusui atau busui karena merupakan makanan dan minuman utama bagi bayi di bawah dua tahun. Kandungan ASI sangat berguna untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan bayi sehingga tumbuh kembangnya optimal. Meski begitu, tidak semua wanita memiliki kondisi ASI yang ideal atau bahkan seret sehingga tidak maksimal untuk memberikan kepada bayi.</p>



<p>Untuk mencegah kondisi ASI yang kurang dan seret, Bunda perlu mengonsumsi aneka jenis makanan sehat sehingga asupan nutrisi bisa tercukupi secara maksimal. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak sedikit dari para busui mengonsumsi makanan yang hanya mereka suka saja seperti ikan asin atau makanan lainnya. Meski tetap memiliki kandungan nutrisi, ikan asin hanya menyediakan sedikit ragam nutrisi saja yang belum cukup memenuhi kebutuhan aneka nutrisi ibu menyusui.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1098" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Untuk membantu Bunda sebagai busui, Channa Fola hadir sebagai suplemen penambah nutrisi lengkap yang dapat memperlancar ASI dan meningkatkan kualitas serta kuantitasnya. </p>



<p>Terdapat sejumlah nutrisi lengkap berupa protein tinggi, albumin, 18 asam amino, asam folat, lemak omega, vitamin dan mineral yang berguna mencukupi kebutuhan nutrisi ibu menyusui.</p>



<p>Channa Fola terbuat dari kombinasi bahan baku alami yang diproses secara modern dan higienis, yakni ekstrak ikan gabus budidaya organik, daun katuk, bayam, dan rumput laut. </p>



<p>Channa Fola juga menjadi ASI booster alami tinggi nutrisi dengan kandungan protein mencapai 80% yang terbukti meningkatkan volume dan kualitas ASI Bunda.  </p>



<p>Itulah ulasan mengenai bolehkah ibu menyusui makan ikan asin dan apa dampaknya terhadap ASI yang bisa Bunda cermati. Untuk membeli Channa Fola, Bunda bisa langsung saja menghubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/"><strong>kontak kami</strong>.</a> </p>



<p><strong>Segera beli Channa Fola</strong>  untuk membantu Bunda <strong>menjaga kualitas dan kelancaran ASI sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi bayi dan pertumbuhannya…!!</strong></p>



<p>Referensi: <a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Fitbumin</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</title>
		<link>https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ciri-ciri-asi-basi-di-freezer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 01:28:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1484</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ciri-ciri ASI basi di freezer&#160;– Sebagai seorang ibu, bisa memberikan ASI eksklusif langsung kepada bayi merupakan hal yang istimewa. Sebab kedekatan antara Bunda dan bayi akan terjalin intim saat momen menyusui berlangsung. Akan tetapi, sejumlah kondisi tertentu membuat sebagian ibu tidak bisa memberikan ASInya secara langsung sehingga perlu memerah ASI terlebih dahulu untuk disimpan di &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/"> <span class="screen-reader-text">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Ciri-ciri ASI basi di freezer</strong>&nbsp;– Sebagai seorang ibu, bisa memberikan ASI eksklusif langsung kepada bayi merupakan hal yang istimewa. Sebab kedekatan antara Bunda dan bayi akan terjalin intim saat momen menyusui berlangsung. Akan tetapi, sejumlah kondisi tertentu membuat sebagian ibu tidak bisa memberikan ASInya secara langsung sehingga perlu memerah ASI terlebih dahulu untuk disimpan di freezer kulkas atau lemari es.</p>



<p>Banyak ibu menyusui yang memerah ASI dengan menggunakan alat pompa ASI. Hal ini merupakan cara alternatif ketika Bunda tidak bisa memberikan ASI secara langsung sehingga menyetok ASI terlebih dahulu sebagai persiapan. Lantas, apakah menyimpan ASI di dalam frezeer dapat bertahan berapa lama? Apa saja ciri-ciri ASI basi di freezer? Yuk, cari tahu Bunda melalui ulasan di bawah ini!&nbsp;</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/">ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alasan ASI Disimpan di Dalam Freezer</strong></h2>



<p>ASI yang telah susah payah Bunda pompa atau peras tentunya tidak boleh disimpan secara sembarangan karena dapat cepat basi atau kedaluwarsa. Tentunya hal ini Bunda tidak inginkan, bukan? Ya, untuk mencegah hal itu, Bunda perlu menyimpan ASI di tempat penyimpanan yang tepat dan aman. Salah satu tempat penyimpanan yang sering digunakan banyak ibu menyusui menyimpan ASI ialah di dalam freezer kulkas.</p>



<p>Pemilihan media penyimpanan ASI melalui freezer tentu bukan tanpa alasan karena suhu di dalam frezeer tentunya lebih dingin sehingga dapat mejadi tempat yang tepat dalam menyimpan ASI. Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/faq.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CDC</a>, ASI dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat rusak kandungannya apabila disimpan pada tempat dengan suhu yang lebih dingin.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berapa Lama Ketahanan ASI di Freezer Kulkas?</strong></h2>



<p>Sebagai orang yang awam, Bunda juga tentu bertanya tanya mengenai berapa lama ketahanan ASI di freezer kulkas, bukan? Sebab ASI yang sudah basi tentu nilai nutrisinya berkurang, bahkan menjadi berbahaya untuk kesehatan pencernaan bayi. Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah" target="_blank" rel="noreferrer noopener">IDAI</a>), durasi ketahanan penyimpanan ASI berbeda-beda sesuai dengan tempat dan suhu penyimpanannya seperti freezer kulkas dengan suhu minus 15 derajat celcius dapat bertahan hingga 2 minggu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/11/Gambar-2-Ciri-ciri-ASI-basi-di-freezer.jpg" alt="Gambar 2 - Ciri-ciri ASI basi di freezer" class="wp-image-5778" style="aspect-ratio:1.499267935578331;width:642px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi ASI disimpan di Freezer | Gambar: Freepik/User18526052</figcaption></figure>



<p>Kondisi ASI yang basi tentu perlu Bunda ketahui dan perhatikan saat mengambil stok ASI di freezer. Jangan sampai Bunda tidak tahu dan memberikan ASI basi kepada bayi karena lalai yang bisa berdampak pada kesehatannya. Berikut beberapa ciri-ciri ASI basi di freezer kulkas yang patut Bunda ketahui dan perhatikan:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. ASI Terlihat Menggumpal dan Tidak Bercampur Saat Wadah Botol Digoyang Pelan</strong></h3>



<p>Untuk Bunda ketahui, ASI yang disimpan pada freezer atau lemari es biasanya terbagi menjadi dua lapisan berbeda. Di lapisan pertama atau atas, ASI akan terlihat memiliki tekstur yang agak kental dengan warna putih kekuningan. Sementara itu, pada lapisan kedua atau di bawahnya ASI terlihat memiliki tekstur yang lebih encer dan warna tampilan yang lebih bening.</p>



<p>Hal ini memang sebenarnya merupakan sesuatu yang normal sebab adanya kandungan lemak pada ASI memiliki berat yang lebih ringan sehingga muncul pada bagian atas ASI yang disimpan. Bunda perlu memahami bahwa pada ASI yang masih segar, kondisi ini seharusnya bisa menyatu lagi ketika Bunda menggoyangkan botol atau wadah ASI. Bila sudah dilakukan dan ASI masih tidak menyatu maka ASI yang disimpan sudah basi atau kedaluwarsa.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. ASI Memiliki Ciri Bau Aroma yang Asam atau Tengik</strong></h3>



<p>Ciri-ciri ASI basi di freezer kulkas yang kedua untuk Bunda ketahui ialah dari bau aromanya. ASI yang sudah basi atau kedaluwarsa memiliki ciri bau aroma yang asam atau bahkan tengik ketika dicium oleh hidung. Semakin lama ASI menjadi basi, maka aroma asam yang tajam atau tengik makin dapat dicium oleh Bunda. Jadi, jangan sampai Bunda tetap memberikan ASI yang telah disimpan kepada bayi ketika tercium aroma asam atau tengik yang tajam.</p>



<p><strong>Baca Juga:</strong>&nbsp;<a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/asi-perah-di-kulkas/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Mati Lampu? Jangan Panik Bun, Begini Cara Mengamankan ASI Perah di Kulkas/Freezer</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. ASI Mempunyai Rasa yang Tidak Enak Seperti Susu Basi</strong></h3>



<p>Setelah dua ciri di atas, Bunda juga bisa melakukan cek dengan mencicipi ASI yang telah disimpan pada freezer atau lemari es. Apabila ketika Bunda mencicipi sedikit ASI tersebut dan merasakan rasa yang tidak enak atau enek yang bisa membuat mual, maka hal tersebut dapat menjadi penanda bahwa ASI yang disimpan telah basi dan tidak layak dikonsumsi oleh bayi. ASI yang masih segar atau dalam kondisi baik umumnya memiliki cita rasa yang manis ringan dan tidak menggumpal.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Telah Disimpan Terlalu Lama di Freezer Melebihi Batas Waktu Anjuran</strong></h3>



<p>Stok ASI yang Bunda simpan mungkin saja telah melewati batas waktu anjuran penyimpanan sehingga menjadi basi dan tidak layak untuk dikonsumsi oleh bayi. Semakin rendah suhu udara di freezer atau lemari pendingin, maka semakin lama juga ASI dapat bertahan untuk disimpan. Melansir kembali IDAI, untuk lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius, maka ASI dapat bertahan selama 5 hari. Untuk Freezer dengan suhu udara -18 derajat celcius, ASI dapat bertahan selama 3-6 bulan, lho Bunda.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bolehkah ASI Perah Langsung Dimasukan ke Dalam Freezer?</strong></h2>



<p>Meski freezer atau lemari pendingin merupakan wadah penyimpanan yang biasa dipakai untuk menyimpan stok ASI ibu menyusui, namun terdapat pertanyaan yang sering ditanyakan oleh Bunda. Pertanyaan tersebut yakni bolehkah ASI perah langsung dimasukan ke dalam freezer? Jawabannya tidak boleh Bun.</p>



<p>Sebab melansir&nbsp;<a href="https://www.klikdokter.com/ibu-anak/ibu-menyusui/alasan-mengapa-asi-perah-tak-boleh-langsung-disimpan-di-freezer" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Klikdokter</a>, seharusnya ASI pompa atau perah tidak boleh secara langsung tiba-tiba disimpan di dalam freezer. Lantara, perubahan kondisi suhu secara tiba-tiba ternyata dapat mengakibatkan kandungan nutrisi pada ASI menjadi menurun atau bahkan rusak. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kiat agar ASI Tidak Cepat Basi di Freezer Kulkas</strong></h2>



<p>Setelah mengetahui ciri-ciri ASI basi di freezer kulkas, Bunda juga perlu mengetahui beragam cara atau kiat agar ASI menjadi tidak cepat basi. Melansir&nbsp;<a href="https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Mayo Clinic</a>, berikut sejumlah kiat-kiat agar ASI tidak cepat basi di freezer kulkas untuk Bunda terapkan:</p>



<ol>
<li>Sebelum memompa atau memeras ASI, lakukan cuci tangan dengan sabun dan air.</li>



<li>Simpan ASI perah dalam wadah kaca atau kantung yang terstandar&nbsp;<em>food grade</em>.</li>



<li>Berikan label dan tinta tahan air pada setiap wadah dengan memberi tanggal waktu Bunda memeras ASI.</li>



<li>Tempatkan dan letakkan wadah atau kantung ASI di bagian belakang freezer atau lemari es.</li>



<li>Isi wadah ASI dengan kadar susu yang dibutuhkan bayi dalam sekali menyusui.</li>
</ol>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/">5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tingkatkan Produksi ASI Bunda dengan Asupan Nutrisi Lengkap dari ASI Booster Channa Lakta</strong></h2>



<p>Dalam menunjang kegiatan menyusui menjadi lancar, Bunda perlu menjaga dan meningkatkan produksi ASI secara maksimal. Terlebih lagi, tidak semua Bunda dapat memberikan ASI eksklusif secara langsung pada bayinya setiap waktu. Oleh sebab itu, menyimpan persediaan stok ASI menjadi hal yang perlu dilakukan juga demi mencukupi kebutuhan asupan bayi terhadap ASI.</p>



<p>Untuk membantu Bunda, Channa Lakta hadir sebagai solusi praktik dalam memperlancar dan meningkatkan produksi ASI. Sebab ASI yang basi disimpan tentu harus dibuang dan diganti dengan stok ASI baru yang tentu hal ini membutuhkan kondisi produksi ASI yang lancar.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Terdapat bahan baku alami yang terstandar modern dari Channa Lakta yaitu ekstrak daun katuk, ekstrak bayam, ekstrak ikan gabus, hingga ekstrak rumput laut. Kombinasi bahan baku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi ibu menyusui dengan kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan seperti protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak omega, vitamin, hingga mineral.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda tidak perlu cemas dan khawatir lagi akan permasalahan terdapat ASI basi disimpan di freezer atau lemari es sebab produksi ASI yang Bunda miliki berlimpah dan banyak sehingga dapat memberikan stok ASI kembali.</p>



<p>Itulah ulasan mengenai ciri-ciri ASI basi di freezer yang bisa Bunda ketahui dan pahami ketika melakukan penyimpanan ASI di rumah. Untuk memperoleh dan membeli Channa Lakta, Bunda bisa menghubungi nomor: <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau melalui laman <strong><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami.</a></strong></p>



<p>Referensi: <strong><a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Fitbumin</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</title>
		<link>https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=buah-untuk-asi-booster</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 08:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1424</guid>

					<description><![CDATA[<p>Buah untuk ASI booster&#160;– Fase menyusui si buah hati memang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga patut Bunda perhatikan. Air susu ibu (ASI) memang merupakan makanan dan minuman pokok bagi bayi terlebih yang baru dilahirkan. Dari semenjak dilahirkan hingga berusia 6 bulan, seorang bayi hanya boleh makan dan minum dari asupan ASI Bunda saja. &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/"> <span class="screen-reader-text">ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/">ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Buah untuk ASI booster</strong>&nbsp;– Fase menyusui si buah hati memang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga patut Bunda perhatikan. Air susu ibu (ASI) memang merupakan makanan dan minuman pokok bagi bayi terlebih yang baru dilahirkan.</p>



<p>Dari semenjak dilahirkan hingga berusia 6 bulan, seorang bayi hanya boleh makan dan minum dari asupan ASI Bunda saja. Setelah waktu tersebut, barulah bayi boleh diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Meski demikian, sebagian dari para ibu dapat mengalami kendala jumlah produksi ASI yang sedikit atau ASI tidak lancar.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/">5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Buah Memang Mengandung Banyak Nutrisi Baik untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Agar ASI menjadi lancar, Bunda perlu mencukupi kebutuhan nutrisi pada fase menyusui. Salah satu sumber nutrisi yang baik bagi ibu menyusui ialah buah-buahan. Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan, ibu menyusui membutuhkan nutrisi berupa protein untuk proses sintetis hormon prolaktin (untuk memproduksi ASI) dan hormon oksitosin (untuk mengeluarkan ASI).</p>



<p>Selain itu, terdapat zat gizi mikro yang juga dibutuhkan Bunda saat menyusui seperti zat besi, asam folat, vitamin A, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin), vitamin C, vitamin D, iodium, zink dan selenium. Kekurangan dalam mencukupi zat gizi tersebut dapat mengurangi kualitas ASI yang diproduksi oleh ibu menyusui, loh Bun.</p>



<p>Buah dapat menjadi sumber nutrisi karena mengandung protein, vitamin, mineral, antioksidan hingga serat yang dibutuhkan saat fase menyusui. Melansir laman Studi Ilmu Gizi&nbsp;<a href="http://gizi.fk.ub.ac.id/gizi-seimbang-ibu-menyusui/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Brawijaya</a>, untuk ibu menyusui dapat mengonsumsi 5 porsi buah dalam sehari. Porsi tersebut dapat dibagi menjadi lima waktu yaitu pagi, selingan pagi, siang, malam, dan selingan malam. Pada 1 porsi buah setara dengan 1-2 buah = 50-190 gr = 50 kkal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rekomendasi Pilihan Buah untuk ASI Booster bagi Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Terdapat berbagai macam buah yang bisa Bunda konsumsi untuk melancarkan ASI atau ASI booster. Pilihlah buah yang memiliki kandungan zat yang dibutuhkan dan bagus saat menyusui. Berikut rekomendasi pilihan buah untuk ASI booster yang dapat Bunda simak!</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Alpukat</strong></h3>



<p>Alpukat dapat menjadi pilihan pertama Bunda untuk dikonsumsi pada saat menyusui si kecil karena memiliki kandungan asam lemak baik seperti omega-3, omega-6, dan omega-9. Zat asam amino tersebut dapat membantu tubuh Bunda menghasilkan produksi ASI yang lebih banyak sehingga cocok sebagai salah satu buah ASI booster.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Blueberry</strong></h3>



<p>Bluberry diketahui memiliki rasa manis dan asam yang segar sebagai buah sehingga banyak disukai oleh ibu menyusui. Selain rasanya yang enak, buah blueberry memiliki kandungan nutrisi yang kaya seperti vitamin C, B, E, kalsium, kalium, magnesium, folat, karbohidrat, zink, hingga zat besi yang cocok bagi Bunda menyusui.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Pepaya</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-2-Buah-untuk-ASI-Booster.jpg" alt="Gambar 2 - Buah untuk ASI Booster" class="wp-image-3856"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Buah Pepaya | Gambar: Freepik/Jcomp</figcaption></figure>



<p>Buah untuk ASI booster bagi ibu menyusui yang selanjutnya ialah pepaya. Buah satu ini sangat populer di tengah kalangan masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis dan menyegarkan serta baik untuk pencernaan.</p>



<p>Melansir sebuah jurnal berjudul Pengaruh Pemberian Pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui dari Fakultas Kedokteran,&nbsp;<a href="https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/medula/article/download/2097/pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Lampung</a>, bahwa pepaya memiliki kandungan zat laktagogum yang dapat menstimulasi, merangsang dalam &nbsp;meningkatkan sekresi dan jumlah produksi ASI pada ibu menyusui.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Pisang</strong></h3>



<p>Buah pisang juga dapat menjadi pilihan bagi Bunda sebagai salah satu ASI booster alami yang enak untuk dikonsumsi. Rasanya yang manis dan mengenyangkan membuat pisang sangat disukai oleh berbagai kalangan. Zat asam folat dan kalsium yang terkandung kaya dalam pisang dapat membantu Bunda melancarkan ASI untuk kebutuhan menyusu si buah hati.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Blewah</strong></h3>



<p>Blewah memang dikenal sebagai buah yang sering dicari pada bulan puasa. Akan tetapi, blewah juga dapat menjadi buah untuk ASI booster bagi ibu menyusui, loh Bunda. Blewah memiliki kandungan air yang melimpah serta terdapat vitamin dan mineral seperti kalium, vitamin A, C, beta karoten hingga serat. Dengan kandungan yang kaya akan air, vitamin, dan mineral maka blewah dapat membantu meningkatkan jumlah ASI bagi Bunda.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Aprikot</strong></h3>



<p>Nama buah aprikot memang belum sepopuler buah yang lain di Indonesia. Namun begitu, untuk Bunda ketahui bahwa buah satu ini memiliki kandungan bernama fitoestrogen yang dapat meniru aktivitas estrogen dalam tubuh. Estrogen merupakan hormon yang identik dengan reproduksi wanita sehingga kandungan fitoestrogen pada buah aprikot dapat membantu meningkatkan laktasi dan mengatur hormon penghasil susu pada tubuh.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Kurma</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/05/Gambar-3-Buah-untuk-ASI-Booster.jpg" alt="Gambar 3 - Buah untuk ASI Booster" class="wp-image-3857"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Buah Kurma | Gambar: Freepik/8photo</figcaption></figure>



<p>Kurma memang merupakan salah satu jenis buah populer yang berasal dari timur tengah. Kurma juga dapat menjadi buah untuk ASI booster bagi ibu menyusui juga, loh Bunda. Selain memiliki rasa manis dan tekstur yang khas, buah satu ini juga kaya akan kandungan nutrisi. Kurma diketahui dapat meningkatkan zat prolaktin yang merupakan hormon di dalam tubuh yang merangsang kelenjar susu utnuk memproduksi ASI.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Mangga</strong></h3>



<p>Buah untuk ASI booster bagi ibu menyusui yang terakhir di pembahasan kali ialah mangga. Buah yang sering dipakai untuk rujak ini ternyata memiliki manfaat kesehatan bagi Bunda menyusui. Kandungan kalium dan beta karoten yang tinggi pada mangga juga merupakan bagian nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui dalam menghasilkan ASI. &nbsp;&nbsp;</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-untuk-ibu-hamil/">Bunda Wajib Tahu! 7 Khasiat Ekstrak Ikan Gabus untuk Ibu Hamil</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Bunda saat Memilih Buah untuk ASI Booster</strong></h2>



<p>Buah-buahan memang baik dikonsumsi bagi kesehatan termasuk Bunda yang sedang menyusui. Walaupun demikian, sebagai seorang ibu yang memiliki bayi Bunda perlu kecermatan dan kehati-hatian juga dalam memilih buah sebagai ASI booster. Hal ini dikarenakan kondisi buah juga menentukan kandungan nutrisi di dalamnya. Berikut tips memilih buah untuk ASI booster yang dapat Bunda praktikan!</p>



<ul>
<li>Pertama Bunda perlu memilih buah yang bewarna cerah dan terlihat masih segar</li>



<li>Lakukan cek kondisi kulit buah, apakah masih layak atau sudah lembek atau rusak</li>



<li>Pegang dan rasakan kepadatan atau tekstur buahnya, hindari buah yang masih mentah</li>



<li>Cek aroma dan harum segar buahnnya, hindari buah yang berbau asam dan sepat karena bisa saja sudah busuk</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alternatif Opsi ASI Booster dari Bahan Baku Alami yang Patut Bunda Coba Juga</strong></h2>



<p>Tidak dapat dimungkiri bahwa buah-buahan memang memiliki manfaat bagi kesehatan karena beragam kandungan nutrisi di dalamnya termasuk bagi Bunda yang dalam fase menyusui. Buah yang baik sebagai ASI booster tentunya memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan dalam proses produksi ASI dan bersifat laktogenik atau laktogogue.</p>



<p>Selain buah-buahan, terdapat alternatif lain yang bisa Bunda pilih sebagai ASI booster. Salah satunya ialah Channa Lakta yang merupakan komplemen khusus bagi ibu menyusui yang terbuat dari bahan baku alami yang diracik dengan formula tepat sehingga menjadi produk ASI booster ideal.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Channa Lakta mengandung bahan baku alami berupa ekstrak ikan gabus, ekstrak daun katuk, ekstrak bayam, dan ekstrak rumput laut yang memiliki nutrisi berupa protein, zat besi, asam folat, dan prolaktin. Kandungan protein dan albumin dari ikan gabus organik memiliki keunggulan karena dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI bagi si buah hati.</p>



<p>Adanya asam lemak omega-3,6 9 serta 18 asam amino pada Channa Lakta merupakan keunggulan yang  membuat ASI menjadi semakin berkualitas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.</p>



<p>Itulah ulasan mengenai konsumsi 8 buah untuk ASI booster bagi ibu menyusui untuk Bunda coba. Untuk bisa memperoleh atau membeli produk Channa Lakta, Bunda bisa mengklik melalui memesan melalui nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau laman kontak kami.</p>



<p>Referensi: <a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/buah-untuk-asi-booster/">Fitbumin</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/buah-untuk-asi-booster/">ASI Bunda Sedikit? Coba Konsumsi 8 Jenis Buah untuk ASI Booster Ini bagi Ibu Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</title>
		<link>https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 07:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrak Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk&#160;– ASI atau air susu ibu memang merupakan asupan makanan dan minuman terbaik untuk terutama dalam waktu 6 bulan pertamanya. Produksi ASI yang melimpah dan lancar merupakan hal yang diinginkan setiap ibu agar bayi bisa sehat dan gemuk. Untuk itu, kecukupan akan asupan gizi ibu menyusui merupakan hal yang &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/"> <span class="screen-reader-text">5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/">5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk&nbsp;</strong>– ASI atau air susu ibu memang merupakan asupan makanan dan minuman terbaik untuk terutama dalam waktu 6 bulan pertamanya. Produksi ASI yang melimpah dan lancar merupakan hal yang diinginkan setiap ibu agar bayi bisa sehat dan gemuk.</p>



<p>Untuk itu, kecukupan akan asupan gizi ibu menyusui merupakan hal yang penting demi menjaga produksi ASI eksklusif yang maksimal. Salah satu sumber asupan gizi atau nutrisi yang bisa Bunda konsumsi dan mudah di dapatkan ialah sayuran. Lantas, jenis sayuran apa yang cocok dan ideal untuk ibu menyusui sehingga ASI menjadi lancar dan berlimpah? Yuk, simak ulasannya Bunda di bawah ini.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ikan-untuk-mpasi-bayi/">Bikin Anak Cerdas! 5 Plihan Ikan untuk MPASI Bayi yang Bunda Bisa Berikan</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Kebaikan Sayuran untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Sayur atau sayuran merupakan sebutan umum untuk bahan pangan nabati yang biasanya memiliki kadar air tinggi di dalamnya. Sayuran biasa dikonsumsi oleh banyak orang dengan cara dimasak atau diolah dengan cara tertentu, hingga dimakan dalam kondisi fresh atau segar.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sayur" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wikipedia</a>, sayuran adalah makanan yang sehat untuk dikonsumsi sehari-hari serta memiliki peran penting bagi manusia sebab mengandung karbohidrat dan lemak yang rendah, namun kaya akan vitamin, mineral, hingga serat makanan yang penting untuk kesehatan pencernaan.</p>



<p>Untuk para ibu menyusui, sayuran tentunya juga menjadi sumber asupan alami yang baik karena memiliki sejumlah kandungan yang bisa mendukung produksi ASI tetap terjaga lancar. Bahkan berdasarkan&nbsp;<a href="http://pmk%20no.%2041%20ttg%20pedoman%20gizi%20seimbang.http//hukor.kemkes.go.id%20%E2%80%BA%20produk_hukum%20%E2%80%BA%20PM..." target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pedoman Gizi Seimbang Menteri Kesehatan RI</a>, ibu menyusui memiliki kebutuhan asupan energi sebanyak 2500 kkal dengan 4p(porsi) sayuran di mana 1 porsi sayuran = 100 gr = 25 kkal.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bayi Gemuk Sehat Masih Menjadi Dambaan Banyak Ibu, Bagaimana Faktanya?</strong></h2>



<p>Di Indonesia, sebagian besar para ibu masih mendambakan untuk memiliki bayi dengan kondisi yang gemuk atau gendut, sebab bayi tersebut dianggap sehat, menggemaskan, dan lucu. Maka dari itu, banyak busui atau ibu menyusui yang berharap ASI-nya lancar dan berlimpah sehingga bayi tercukupi dari gizi ASI yang bisa membuatnya menjadi sehat dan memiliki badan gemuk, berisi atau montok.</p>



<p>Meski begitu, sebagai fakta yang harus Bunda tahu bahwa kondisi bayi yang gemuk atau montok dengan berat badan berlebih bukan merupakan tanda bayi yang sehat. Melansir&nbsp;<a href="https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20170120/3319432/bayi-gendut-lucu-belum-tentu-sehat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sehat Negeriku Kemkes</a>, Bayi yang terlalu gemuk atau overweight berarti memiliki kondisi penumpukan lemak di tubuhnya sehingga memiliki risiko memiliki penyakit tidak menular (PTM). Dengan begitu, pemahaman di masyarakat terutama para ibu perlu berubah bahwa bayi yang gemuk atau terlalu gemuk belum tentu sehat. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk untuk Bunda Coba!</strong></h2>



<p>Cara yang paling tepat untuk menjadikan bayi memiliki berat badan ideal atau gemuk sehat yaitu dengan memberikan asupan ASI eksklusif secara rutin sesuai anjuran dan kebutuhan bayi. Akan tetapi, tidak sedikit dari Bunda yang memiliki kendala tertentu saat memberikan ASI seperti kurang lancar, ASI sedikit, hingga ASI mampat.</p>



<p>Sayuran dapat menjadi sumber asupan gizi atau nutrisi yang dibutuhkan oleh Bunda sebagai ibu menyusui agar produksi ASI terjaga atau ASI menjadi lancar. Berikut 5 sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk yang bisa Bunda coba:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Bayam</strong></h3>



<p>Bayam di Indonesia menjadi salah satu jenis sayuran yang populer dikonsumsi banyak masyarakat serta cukup populer sebagai pelancar ASI alami bagi ibu menyusui. Sayuran bayam juga diketahui memiliki kandungan gizi seperti kalsium, zat besi, asam folat, vitamin A, dan vitamin K sehingga bersifat&nbsp;<em>laktagogue</em>&nbsp;atau membantu merangsang ASI. Melansir&nbsp;<a href="https://www.verywellfamily.com/foods-that-increase-breast-milk-supply-431598" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Very Well Family</a>, sayuran bayam juga mengandung&nbsp;<em>fitoestrogen</em>&nbsp;yang juga memiliki efek positif atau baik pada produksi ASI.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Kale</strong></h3>



<p>Jenis sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk yang kedua ialah kale atau kubis keriting. Sayuran hijau satu ini juga sering disebut sebagai salah satu makanan sayur super. Hal ini didasarkan pada berbagai jenis kandungan gizi di dalam sayuran kale seperti protein, zat besi, kalsium, asam folat, asam amino, tembaga, magnesium, vitamin A, vitamin C, vitamin, K, dan berbagai jenis vitamin B kompleks. Dengan berbagai kandungannya, sayuran kale tentunya bisa membantu Bunda meningkatkan produksi ASI untuk menyusui bayi.</p>



<p>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/cara-menyusui-setelah-operasi-caesar/">Tips Cara Menyusui Setelah Operasi Caesar yang Aman dan Nyaman untuk Bunda!</a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Selada</strong></h3>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/12/Gambar-2-Sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-Bayi-gemuk.jpg" alt="Gambar 2 - Sayuran untuk ibu menyusui agar Bayi gemuk" class="wp-image-6090" style="aspect-ratio:1.499267935578331;width:731px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Sayuran Selada | Gambar: Freepik.com/Jcomp</figcaption></figure>



<p>Selada atau dikenal dengan istilah nama latin lactuca sativa merupakan jenis sayuran yang biasa ditanam dan tumbuh pada daerah beriklim sedang atau tropis seperti Indonesia. Selada umumnya digunakan sebagai bagian untuk membuat salad sayuran. Melansir&nbsp;<a href="https://dispertan.semarangkota.go.id/products/selada/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Dinas Pertanian Kota Semarang</a>, selada merupakan sumber vitamin A dan K yang sangat tinggi. Selada juga bisa menjadi sumber asam folat dan zat besi yang baik sehingga cocok untuk ibu menyusui.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Daun Kelor</strong></h3>



<p>Bunda tentunya sudah sangat familiar dengan nama sayuran daun kelor. Ya, daun kelor memang memiliki popularitas di tengah masyarakat Indonesia karena adanya pepatah lama populer mengatakan “Dunia Tak Selebar Daun Kelor” yang banyak disebutkan banyak orang.</p>



<p>Dibalik kepopulerannya, daun kelor ternyata memiliki kandungan nutrisi dan senyawa yang baik untuk kesehatan seperti antioksidan, vitamin, asam amino, anti-inflamasi, dan kandungan senyawa lain. Bagi ibu menyusui, daun kelor juga memiliki manfaat dari kandungannya berupa senyawa flavonoid yang bisa membantu untuk memperlancar produksi ASI.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Daun Katuk</strong></h3>



<p>Daun katuk juga diketahui memiliki popularitas sebagai pelancar ASI sehingga dapat menjadi salah satu sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kandungan nutrisi yang terdapat di dalam daun katuk seperti kaya akan zat besi, provitamin A (beta karoten), protein, vitamin C, vitamin B, vitamin K, kalium, fosfor, dan magnesium.</p>



<p>Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya" target="_blank" rel="noreferrer noopener">IDAI</a>), dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada ibu menyusui di dapatkan hasil bahwa para ibu yang mengonsumsi ekstrak daun katuk memiliki kenaikan produksi ASI sebanyak 50,7% dibandingkan yang tidak mengonsumsi. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini memakai takaran yaitu 3 x 300 mg per hari selama 15 hari secara terus-menerus.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Mudah Memilih dan Mengolah Sayuran yang Tepat untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<figure class="wp-block-image is-resized"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/12/Gambar-3-Sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-Bayi-gemuk.jpg" alt="Gambar 3 - Sayuran untuk ibu menyusui agar Bayi gemuk" class="wp-image-6091" style="aspect-ratio:1.5036710719530102;width:744px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Memilih Sayuran | Gambar: Freepik/Racool Studio</figcaption></figure>



<p>Dengan mengonsumsi sayuran yang memiliki khasiat dan kandungan baik untuk ibu menyusui, maka Bunda bisa meningkatkan produksi serta kelancaran ASI untuk bayi tercinta agar tubuhnya sehat dan terlihat gemuk. Meski begitu, Bunda perlu memilih dan mengolah sayuran secara tepat agar tidak memberikan efek gangguan kesehatan pada tubuh.</p>



<p>Berikut sejumlah tips mudah memilih dan mengolah sayuran yang tepat untuk ibu menyusui:</p>



<ul>
<li>Bunda perlu memastikan sayuran dalam keadaan segar dan tidak layu.</li>



<li>Untuk ibu menyusui, sebaiknya memilih sayuran yang bebas pestisida atau sayuran organik.</li>



<li>Cek dan periksa kondisi warna, tekstur, dan aroma sayuran yang mau Bunda beli.</li>



<li>Pilih sayuran yang cenderung lebih muda dan tidak terlihat keriput.</li>



<li>Cuci sayuran yang mau diolah dengan air dingin lalu keringkan.</li>



<li>Untuk merendam sayur, bubuhi sedikit garam agar terhindar dari kuman sebelum dibilas.</li>



<li>Jangan lupa untuk menyimpan sayuran di dalam kulkas agar kesegarannya bertahan lebih lama.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-ikan-gabus-untuk-otak-anak/">Mengetahui Manfaat Ikan Gabus untuk Otak Anak agar Cerdas!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>ASI yang Berlimpah dan Lancar bisa Bunda Wujudkan dengan Mengonsumsi Kombinasi Sayuran dan Bahan Alami dari Channa Lakta</strong></h2>



<p>Setelah mengetahui kebaikan dan jenis sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk, Bunda tentunya telah mendapat wawasan baru yang bisa dipahami. Dengan mengonsumsi beberapa jenis sayuran tersebut, produksi ASI yang Bunda miliki tentunya dapat semakin lancar dan berlimpah.</p>



<p>Apabila ASI yang Bunda miliki lancar dan banyak, bayi juga secara langsung akan merasakan dampak positifnya seperti asupan gizinya tercukupi sehingga tubuhnya menjadi sehat, bertumbuh, dan terlihat lebih berisi atau gemuk. Meski begitu, mengolah dan memasak sayuran tentunya membutuhkan upaya lebih serta tidak semua ibu menyusui sempat melakukannya.</p>



<p>Untuk menjawab hal ini, Channa Lakta hadir sebagai solusi praktis untuk memperlancar ASI serta menjaga kandungan ASI tetap berkualitas dan berlimpah. Sebab Channa Lakta juga terbuat dari kombinasi bahan baku alami yang beberapa diantaranya merupakan sayuran hijau yang berkhasiat untuk ibu menyusui.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Channa Lakta terbuat dari bahan baku alami berupa ekstrak daun katuk, ekstrak bayam, ekstrak rumput laut, dan ekstrak ikan gabus yang saling bersinergi untuk memperlancar ASI serta melengkapi gizi bagi ibu menyusui. Nilai dan kandungan gizi Channa Lakta memang lengkap yang terdiri dari protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral sebagai pendamping gizi harian Bunda.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda dapat menjaga kualitas dan kuantitas ASI secara optimal yang mana bahan bakunya juga terdiri dari kandungan sayuran pilihan yang di ekstrak secara modern.</p>



<p>Itulah pembahasan mengenai 5 sayuran untuk ibu menyusui agar bayi gemuk sehat plus penjelasan kandungannya yang bisa Bunda coba dan ketahui. Untuk membeli dan memperoleh Channa Lakta, Bunda bisa menghubungi nomor berikut ini <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a></p>



<p>Referensi: <a href="https://fitbumin.com/kesehatan-ibu-dan-anak/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/">Fitbumin</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-ibu-menyusui-agar-bayi-gemuk/">5 Sayuran untuk Ibu Menyusui agar Bayi Gemuk Sehat Plus Penjelasan Kandungannya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
