PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel

Berita Channa.id – Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah kasus, lamanya durasi pengobatan, serta potensi munculnya resistensi obat mendorong perlunya inovasi terapi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis sumber daya alam lokal.

Memasuki Tahun Kedua, Kolaborasi Multikampus Dorong Hilirisasi Inovasi untuk Mendukung Penanganan Tuberkulosis di Indonesia

Menjawab tantangan tersebut, PT ARN (Akar Rimba Nusantara) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) melanjutkan program riset prioritas nasional bertajuk “Pengembangan Produk Herbal Nanopartikel Madu Trigona dan Albumin Ikan Gabus sebagai Terapi Tuberkulosis”. Memasuki tahun kedua pelaksanaan program pada 2026, penelitian ini semakin menunjukkan perkembangan positif melalui capaian paten, publikasi ilmiah, dan dukungan pendanaan.

Baca Juga: Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal

Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal

Riset ini merupakan hasil kerja sama antara ARN dan FMIPA Universitas Negeri Medan yang dipimpin oleh Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si.

Foto Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si. | Dokumentasi Pribadi

Tidak hanya melibatkan Unimed dan ARN, penelitian ini juga menggandeng dua institusi akademik lainnya, yaitu Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dien (UTND) dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).

Kolaborasi multidisiplin tersebut diharapkan mampu memperkuat aspek farmasi, teknologi formulasi, hingga kajian medis sehingga menghasilkan produk yang memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Penelitian berfokus pada pengembangan sediaan serbuk nano dalam kapsul yang mengombinasikan madu Trigona dan albumin ikan gabus menggunakan teknologi nanopartikel modern.

Mendapat Dukungan Program Hilirisasi Riset Prioritas Nasional

Salah satu pencapaian penting dari program ini adalah keberhasilannya memperoleh pendanaan selama dua tahun melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi.

Pendanaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Pengumuman Penerima Dana Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada 9 September 2025.

Dukungan ini menunjukkan bahwa penelitian dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut menuju tahap hilirisasi dan pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain menghasilkan luaran akademik, program hilirisasi juga bertujuan mendorong hasil penelitian agar dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat nyata di bidang kesehatan.

Teknologi Nanopartikel untuk Meningkatkan Potensi Bahan Alam Indonesia

Penelitian ini memanfaatkan teknologi nanopartikel berbasis PLGA (Poly Lactic-co-Glycolic Acid) yang banyak digunakan dalam sistem penghantaran zat aktif modern.

Melalui teknologi tersebut, senyawa bioaktif dari madu Trigona dan albumin ikan gabus diharapkan memiliki stabilitas yang lebih baik, ketersediaan hayati (bioavailability) yang lebih tinggi, penyerapan yang lebih optimal, efektivitas yang lebih konsisten.

    Pendekatan ini menjadi salah satu strategi inovatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan alam Indonesia dalam mendukung terapi penyakit infeksi kronis seperti tuberkulosis.

    Tahun Pertama Berhasil Menghasilkan Paten dan Publikasi Internasional

    Memasuki tahun kedua penelitian, tim peneliti telah mencatat sejumlah capaian penting selama pelaksanaan tahun pertama pada 2025.

    1. Pengajuan Paten Sederhana

    Tim berhasil menyusun dan sedang mengusulkan paten sederhana berjudul:

    “Metode Formulasi Nanopartikel PLGA Madu Trigona sp dan Albumin Ikan Gabus sebagai Suplemen Terapi Tuberkulosis”

    Saat ini paten tersebut sedang memasuki tahap uji substantif di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan kepemilikan bersama antara Unimed dan ARN.

    Capaian ini menjadi indikator penting bahwa hasil penelitian memiliki unsur kebaruan dan potensi aplikasi yang tinggi.

    2. Publikasi Internasional Pertama Telah Terbit

    Kolaborasi penelitian juga berhasil menghasilkan publikasi internasional pertama di jurnal Tropical Journal of Natural Product Research (TJNPR) dengan judul:

    “Physicochemical Quality and GC–MS-Based Chemical Fingerprinting of Trigona Honey from Riau in Compliance with SNI 8664:2024”

    Publikasi tersebut membahas karakteristik fisikokimia dan profil senyawa madu Trigona yang menjadi salah satu bahan utama dalam penelitian.

    3. Publikasi Kedua pada Bidang Nanoteknologi

    Selain itu, tim juga telah mengajukan artikel ilmiah kedua ke jurnal internasional Applied Nanoscience dengan judul:

    “Preparation and Physicochemical Characterization of PLGA Nanoparticles Co-Encapsulating Complex Hydrophilic Natural Biomaterials (Channa striata and Trigona Honey)”

    Artikel tersebut berfokus pada proses formulasi dan karakterisasi nanopartikel yang menggabungkan albumin ikan gabus dan madu Trigona.

    Tahun Kedua Fokus pada Penguatan Pengembangan Produk

    Pada tahun kedua pelaksanaan program, proses administrasi kontrak penelitian antara Unimed dan tim peneliti sedang berlangsung.

    Tahap ini menjadi langkah awal untuk melanjutkan pengembangan formula yang telah dihasilkan pada tahun pertama menuju tahapan yang lebih lanjut.

    Diharapkan penelitian tahun kedua dapat menghasilkan data yang semakin komprehensif sekaligus mempercepat proses hilirisasi menuju produk inovatif berbasis herbal dan nanoteknologi.

    Selain itu, penelitian lanjutan juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam yang didukung oleh teknologi farmasi modern.

    Baca Juga: Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi

    ***

    Kolaborasi antara ARN, FMIPA Unimed, Universitas Tjut Nyak Dien, dan Universitas Padjadjaran menunjukkan bagaimana sinergi antara industri dan akademisi dapat menghasilkan inovasi kesehatan yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Memasuki tahun kedua, riset “Pengembangan Produk Herbal Nanopartikel Madu Trigona dan Albumin Ikan Gabus sebagai Terapi Tuberkulosis” telah menunjukkan progres yang menjanjikan melalui capaian paten, publikasi internasional, serta dukungan pendanaan dari Program Hilirisasi Riset Prioritas Nasional.

    Dengan memadukan kekayaan bahan alam Indonesia dan teknologi nanopartikel modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya produk inovatif yang mendukung pengembangan terapi pendamping tuberkulosis berbasis riset dan sains.