<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Channa Lakta Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/tag/channa-lakta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/tag/channa-lakta/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 09:15:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Channa Lakta Archives - Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/tag/channa-lakta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</title>
		<link>https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Bayam]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masa menyusui merupakan periode penting bagi seorang ibu karena kebutuhan gizi meningkat untuk mendukung produksi ASI dan menjaga kesehatan tubuh. Di tengah berbagai anjuran makanan sehat untuk ibu menyusui, bayam sering disebut sebagai salah satu sayuran yang sangat bermanfaat. Namun, apakah benar konsumsi bayam dapat memberikan manfaat khusus bagi ibu menyusui? Baca Juga: Obat Herbal &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/"> <span class="screen-reader-text">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Masa menyusui merupakan periode penting bagi seorang ibu karena kebutuhan gizi meningkat untuk mendukung produksi ASI dan menjaga kesehatan tubuh. Di tengah berbagai anjuran makanan sehat untuk ibu menyusui, bayam sering disebut sebagai salah satu sayuran yang sangat bermanfaat. Namun, apakah benar konsumsi bayam dapat memberikan manfaat khusus bagi ibu menyusui?</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/">Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kandungan Nutrisi Bayam: Mengapa Bagus untuk Masa Laktasi?</strong></h2>



<p>Bayam merupakan sayuran hijau yang kaya akan berbagai zat gizi penting, termasuk berbagai mineral penting seperti: zat besi, asam folat, kalsium, magnesium dan kalium, serta kandungan berbagai vitamin terutama vitamin A, C dan K. Selain itu, bayam juga memiliki kandungan serat pangan dan berbagai senyawa antioksidan seperti lutein dan beta-karoten. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan bayam sebagai salah satu sayuran yang sangat baik untuk mendukung kesehatan ibu selama masa laktasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Atasi Anemia Pasca Melahirkan dengan Zat Besi dalam Bayam</strong></h2>



<p>Setelah melahirkan, banyak ibu mengalami penurunan kadar hemoglobin akibat kehilangan darah selama persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan anemia yang ditandai dengan mudah lelah, pusing, dan menurunnya stamina. Bayam mengandung zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.</p>



<p>Konsumsi bayam bersama sumber vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari bayam. Dengan meningkatnya penyerapan zat besi tersebut, kebutuhan zat besi harian ibu menyusui akan terpenuhi dan mendukung pemulihan pasca persalinan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menjaga Kepadatan Tulang Ibu Selama Menyusui</strong></h2>



<p>Produksi ASI membutuhkan mineral, termasuk kalsium. Selama menyusui, sebagian kalsium yang digunakan untuk produksi ASI dapat berasal dari cadangan tubuh ibu. Bayam mengandung kalsium dan vitamin K yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang. </p>



<p>Walaupun bioavailabilitas kalsium dalam bayam tidak setinggi produk susu karena adanya kandungan oksalat, bayam tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan tulang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lawan Stres &amp; Kelelahan Busui Lewat Antioksidan</strong></h2>



<p>Kurang tidur, kelelahan, dan stres yang sering dialami ibu baru dapat meningkatkan pembentukan radikal bebas dalam tubuh. Bayam mengandung berbagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Selain itu, vitamin A dan beta-karoten dalam bayam juga berperan dalam menjaga kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bebas Sembelit Pasca Melahirkan Berkat Serat Bayam</strong></h2>



<p>Konstipasi atau sembelit merupakan keluhan yang cukup umum setelah melahirkan. Kandungan serat dalam bayam dapat membantu memperlancar pencernaan dan menjaga kesehatan saluran cerna. Asupan serat yang cukup juga membantu ibu merasa kenyang lebih lama dan mendukung pengelolaan berat badan setelah melahirkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Benarkah Bayam bisa Jadi Pelancar ASI? Ini Penjelasan Ilmiahnya!</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1376" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-2-manfaat-bayam-untuk-ibu-menyusui.png" alt="" class="wp-image-3577"/></figure>



<p>Di berbagai budaya, bayam sering dianggap sebagai &#8220;makanan pelancar ASI&#8221; atau galaktagog. Namun, hingga saat ini bukti ilmiah yang secara langsung menunjukkan bahwa bayam dapat meningkatkan produksi ASI masih relatif terbatas. Akan tetapi, manfaat bayam dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui. </p>



<p>Ketika kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral terpenuhi dengan baik, kondisi tubuh ibu menjadi lebih optimal untuk memproduksi ASI. Jadi, manfaat bayam terhadap produksi ASI kemungkinan lebih bersifat tidak langsung melalui perbaikan status gizi ibu.</p>



<p>Salah satu penelitian terkait manfaat bayam dalam meningkatkan produksi air susu sudah dilakukan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerjasama penelitian antara ITB dengan PT Mega Medica Pharmaceuticals yang dilakukan di sepanjang tahun 2024 tersebut berhasil membuktikan aktivitas farmakodinamik peningkat air susu dari produk Channa Lakta yang diproduksi oleh PT Herbal Nusantara.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" width="2216" height="2216" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Channa-Lakta-Blister.png" alt="" class="wp-image-3580" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px"/></figure></div>


<p>Saat ini, hasil penelitian tersebut dilaporkan telah berada di tahap akhir dari proses publikasi di Jurnal Internasional ternama. Publikasi ini tentunya dapat menyediakan bukti ilmiah dari manfaat bayam bagi ibu menyusui.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui/">Manfaat Konsumsi Daun Bayam dan Rumput Laut sebagai Suplemen Alami bagi Ibu Hamil dan Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hal Lain yang Perlu Diperhatikan?</strong></h2>



<p>Secara umum, bayam aman dikonsumsi oleh ibu menyusui sebagai bagian dari pola makan seimbang. Namun, beberapa hal perlu diperhatikan:</p>



<ul>
<li>Konsumsi beragam jenis sayuran tentu akan lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan bayam. Salah satu sayuran paling populer di masyarakat dengan laporan manfaat ilmiahnya adalah daun katuk.</li>



<li>Cuci hingga bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi pestisida atau mikroorganisme. Atau konsumsi produk ekstrak bayam yang sudah tersedia di pasaran dan pastinya sudah melewati kontrol mutu yang ketat. Salah satu di antaranya adalah Channa Lakta, yang mengandung bayam dan daun katuk.</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Konsumsi Daun Bayam dan Rumput Laut sebagai Suplemen Alami bagi Ibu Hamil dan Menyusui</title>
		<link>https://www.channa.id/manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 03:23:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Bayam]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fola]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik manfaat bayam dan rumput laut untuk ibu hamil dan menyusui &#8211; Masa kehamilan dan menyusui adalah fase emas yang membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan gizi. Apa yang dikonsumsi ibu tidak hanya berdampak pada kesehatan dirinya, tetapi juga berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan janin serta kualitas ASI. Di tengah meningkatnya minat terhadap bahan alami, &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui/"> <span class="screen-reader-text">Manfaat Konsumsi Daun Bayam dan Rumput Laut sebagai Suplemen Alami bagi Ibu Hamil dan Menyusui</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui/">Manfaat Konsumsi Daun Bayam dan Rumput Laut sebagai Suplemen Alami bagi Ibu Hamil dan Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik manfaat bayam dan rumput laut untuk ibu hamil dan menyusui</strong> &#8211; Masa kehamilan dan menyusui adalah fase emas yang membutuhkan perhatian khusus terhadap asupan gizi. Apa yang dikonsumsi ibu tidak hanya berdampak pada kesehatan dirinya, tetapi juga berperan besar dalam pertumbuhan dan perkembangan janin serta kualitas ASI. </p>



<p>Di tengah meningkatnya minat terhadap bahan alami, daun bayam dan rumput laut menjadi dua sumber pangan lokal dan laut yang potensial sebagai suplemen kesehatan alami bagi ibu hamil dan menyusui.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/peran-peptida-ikan-gabus-channa-striata-untuk-menurunkan-tekanan-darah-hipertensi/">Peran Peptida Ikan Gabus (Channa striata) untuk Menurunkan Tekanan Darah (Hipertensi)</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Daun Bayam: Sumber Nutrisi Penting untuk Ibu dan Janin</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="1200" height="800" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/02/Gambar-5-manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui.jpg" alt="Gambar 2 - manfaat bayam dan rumput laut untuk ibu hamil dan menyusui" class="wp-image-3287" style="width:539px;height:auto"/></figure>



<p>Daun bayam dikenal sebagai sayuran hijau yang kaya nutrisi dan mudah diolah. Kandungan gizinya sangat relevan untuk kebutuhan ibu hamil dan menyusui, antara lain:</p>



<ul>
<li>Asam folat (vitamin B9)<br>Berperan penting dalam pembentukan tabung saraf janin, sehingga membantu mencegah cacat bawaan pada sistem saraf. Melansir laman <a href="https://www.cdc.gov/folic-acid/about/index.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CDC</a>, bahwa mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari dapat membantu mencegah jenis cacat lahir serius yang disebut cacat tabung saraf pada ibu hamil. </li>



<li>Zat besi<br>Membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia, kondisi yang sering dialami ibu hamil dan menyusui akibat peningkatan kebutuhan darah.</li>



<li>Kalsium dan magnesium<br>Mendukung pembentukan tulang dan gigi janin, serta membantu menjaga kesehatan tulang ibu.</li>



<li>Vitamin A, C, dan E<br>Berfungsi sebagai antioksidan alami yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan melindungi sel dari stres oksidatif.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/puasa-untuk-ibu-hamil-trimester-1/">Bolehkah Puasa untuk Ibu Hamil Trimester 1? Simak Penjelasan, Risiko, dan Tips Amannya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rumput Laut: Nutrisi Tambahan untuk Kesehatan Ibu dan Kualitas ASI</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="665" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/02/Gambar-4-manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui.jpg" alt="Gambar 3 - manfaat bayam dan rumput laut untuk ibu hamil dan menyusui" class="wp-image-3288" style="width:530px;height:auto"/></figure>



<p>Rumput laut telah lama dikonsumsi di berbagai budaya sebagai pangan fungsional. Untuk ibu hamil dan menyusui, rumput laut menawarkan manfaat unik, antara lain:</p>



<ul>
<li>Yodium alami<br>Yodium sangat penting untuk mendukung fungsi kelenjar tiroid. Hal ini diperkuat juga dengan pemaparan badan kesehatan dunia (<a href="https://www.who.int/tools/elena/bbc/iodine-pregnancy" target="_blank" rel="noreferrer noopener">WHO</a>), bahwa yodium sangat penting untuk produksi hormon tiroid ibu dan janin yang mengatur perkembangan otak dan sistem saraf janin.</li>



<li>Serat pangan<br>Membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, keluhan umum selama kehamilan.</li>



<li>Asam lemak esensial dan mineral<br>Mendukung metabolisme tubuh, kesehatan sel, serta membantu meningkatkan kualitas dan kandungan gizi ASI.</li>



<li>Senyawa bioaktif dan antioksidan<br>Berpotensi membantu meningkatkan imunitas dan menjaga keseimbangan metabolik ibu.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/inovasi-produk-berbahan-rumput-laut-dari-pt-mmp-disambut-baik-para-menteri-pada-seaweed-investment-and-forum-festival-2022/">Inovasi Produk Berbahan Rumput Laut dari PT MMP Disambut Baik Para Menteri pada Seaweed Investment and Forum Festival 2022</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kombinasi Bayam dan Rumput Laut sebagai Suplemen Alami</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1584" height="672" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/02/Gambar-2-manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui.png" alt="Gambar 4 - manfaat bayam dan rumput laut untuk ibu hamil dan menyusui" class="wp-image-3282"/></figure>



<p>Mengombinasikan daun bayam dan rumput laut memberikan efek saling melengkapi antara nutrisi darat dan laut. Bayam kaya vitamin dan mineral darat, sementara rumput laut unggul dalam kandungan yodium dan mineral laut. Kombinasi ini berpotensi:</p>



<ul>
<li>Mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui</li>



<li>Membantu pertumbuhan dan perkembangan janin</li>



<li>Meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI</li>



<li>Menjadi alternatif suplemen alami yang lebih terjangkau dan mudah diperoleh</li>
</ul>



<p>Meskipun berasal dari bahan alami, konsumsi bayam dan rumput laut tetap perlu memperhatikan porsi dan kebersihan bahan. Ibu hamil dan menyusui disarankan mengolah bahan dengan baik dan, bila perlu, konsumsi dalam bentuk suplemen ekstrak yang sudah terdaftar aman dan berkhasiat dari Badan POM. </p>



<p>Untuk membantu ibu hamil dan menyusui, kini hadir Channa Fola dan Channa Lakta yang mengandung kombinasi ekstrak daun bayam, ekstrak rumput laut, hingga ekstrak ikan gabus budidaya yang tinggi protein dan albumin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian Bunda. Channa Fola untuk ibu hamil dan Channa Lakta untuk ibu menyusui merupakan pilihan tepat yang alami dan berkualitas. </p>



<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:50%">
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp" alt="Channa-Fola" class="wp-image-1098" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</div>



<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:50%">
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="Channa-Lakta" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</div>
</div>



<p>Itulah topik bahasan manfaat bayam dan rumput laut untuk ibu hamil dan menyusui. Dengan pengolahan yang tepat dan konsumsi yang seimbang, bayam dan rumput laut dapat menjadi suplemen kesehatan alami yang mendukung ibu hamil dan menyusui dalam menjalani fase penting kehidupan dengan lebih sehat dan optimal.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-bayam-dan-rumput-laut-untuk-ibu-hamil-dan-menyusui/">Manfaat Konsumsi Daun Bayam dan Rumput Laut sebagai Suplemen Alami bagi Ibu Hamil dan Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</title>
		<link>https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menyusui-saat-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 02:49:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2157</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik menyusui saat puasa&#160;– Menyusui saat bulan puasa bisa menjadi tantangan bagi para ibu menyusui (busui) yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa namun tetap ingin menjaga kondisi ASI. ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya agar sehat dan pintar. Tahukah Bunda bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/"> <span class="screen-reader-text">5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/">5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik menyusui saat puasa</strong>&nbsp;– Menyusui saat bulan puasa bisa menjadi tantangan bagi para ibu menyusui (busui) yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa namun tetap ingin menjaga kondisi ASI.</p>



<p>ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi, yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya agar sehat dan pintar. Tahukah Bunda bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu menyusui yang berpuasa mungkin mengalami sedikit perubahan dalam komposisi ASI, tetapi produksi ASI bisa tetap optimal apabila kebutuhan nutrisi Bunda terpenuhi dengan baik.</p>



<p>Sebaliknya, apabila asupan nutrisi dan cairan tidak cukup selama puasa, Bunda sebagai busui bisa mengalami penurunan produksi ASI. Oleh karena itu, penting bagi busui untuk mengetahui pantangan yang bisa menyebabkan ASI seret saat berpuasa agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi buah hati.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sekilas Tentang Kekhawatiran Ibu Menyusui saat Berpuasa</strong></h2>



<p>Banyak ibu menyusui yang merasa khawatir atau cemas saat menjalankan ibadah puasa karena takut ASI mereka berkurang, bayi menjadi rewel, atau mereka sendiri merasa lemas dan kurang energi untuk memberikan ASI. Beberapa gejala yang mungkin dialami saat menyusui sambil berpuasa adalah:</p>



<ul>
<li>Produksi ASI berkurang karena kurangnya asupan cairan dan nutrisi</li>



<li>Bayi terlihat lebih sering menyusu karena pasokan ASI menurun</li>



<li>Busui mengalami dehidrasi yang ditandai dengan pusing, lemas, dan bibir kering</li>
</ul>



<p>Kekhawatiran tentu wajar, yah Bunda, namun dengan pola makan yang tepat dan menghindari pantangan tertentu, ibu menyusui tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Busui Puasa Apakah Mempengaruhi ASI?</strong></h2>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.breastfeeding.asn.au/resources/religious-fasting-and-breastfeeding#" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Australian Breastfeeding Association</a>, secara umum, puasa tidak selalu menyebabkan penurunan produksi ASI, tetapi bisa mempengaruhi komposisi nutrisi di dalamnya. Memang dapat terjadi perubahan jangka pendek pada beberapa vitamin dan mineral dalam ASI selama puasa. Selama ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, serta mencukupi kebutuhan cairan, ASI tetap bisa diproduksi dalam jumlah yang cukup.</p>



<p>Namun, jika asupan makanan dan cairan tidak diperhatikan oleh Bunda, produksi ASI bisa menurun dan menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi. Maka dari itu, ibu menyusui perlu memperhatikan pola makan dan menghindari beberapa pantangan agar produksi ASI tetap lancar atau tidak seret selama berpuasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5 Pantangan Menyusui saat Puasa yang Wajib Bunda Cermati</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2025/03/Gambar-2-menyusui-saat-puasa-1024x585.png" alt="" class="wp-image-8697"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi wanita muslim sehabis menyusui bayi | Gambar: Freepik.com</figcaption></figure>



<p>Menjalani puasa sambil menyusui memang memerlukan perhatian ekstra buat busui. Ada beberapa hal yang perlu Bunda hindari agar produksi ASI tetap lancar dan mencukupi kebutuhan bayi. Berikut ini lima pantangan utama yang harus diperhatikan oleh busui selama berpuasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Kurang Minum Air Putih</strong></h3>



<p>Pantangan pertama yaitu dehidrasi karena kurang minum air putih. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama ASI Bunda menjadi seret. Melansir laman&nbsp;<a href="https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/kapan-anda-lebih-banyak-membutuhkan-asupan-air#" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kementerian Kesehatan RI</a>, ibu menyusui disarankan minum minimal 3,1 liter air setiap hari dengan pola 2-4-2 (2 gelas saat sahur, 4 gelas setelah berbuka, dan 2 gelas sebelum tidur) supaya produksi ASI tetap lancar.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Sederhana</strong></h3>



<p>Apakah Bunda sering mengonsumsi makanan dan minuman manis saat sahur dan berbuka? Makanan manis seperti kue, roti putih, dan minuman bersoda bisa meningkatkan gula darah dengan cepat, tetapi juga cepat menurun sehingga membuat tubuh Bunda cepat lemas dan bisa mempengaruhi produksi ASI juga.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Mengabaikan Asupan Protein dan Lemak Sehat</strong></h3>



<p>Pantangan menyusui saat puasa selanjutnya ialah mengabaikan asupan protein selama berpuasa. Hal yang perlu Bunda pahami bahwa protein dan lemak sehat sangat penting untuk produksi ASI. Pastikan sahur dan berbuka mengandung sumber protein seperti ikan gabus, daging, telur, dan kacang-kacangan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Sering Begadang dan Kurang Istirahat</strong></h3>



<p>Kondisi ASI seret saat berpuasa juga dapat dipicu oleh kebiasaan sering begadang dari ibu menyusui. Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh Bunda stres dan menurunkan produksi ASI. Usahakan tidur yang cukup dan istirahat saat bayi tidur untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh Bunda.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Tidak Mengatur Jadwal Menyusui dengan Baik</strong></h3>



<p>Fakta yang perlu dipahami oleh para busui juga ialah bahwa produksi ASI tetap dipengaruhi oleh supply and demand, lho Bunda. Jika frekuensi menyusui atau pumping Bunda berkurang, produksi ASI bisa menurun dan sedikit. Pastikan tetap menyusui atau memompa ASI secara teratur meskipun sedang berpuasa serta mengatur jadwalnya secara tepat dan baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kapan Kondisi Ibu Menyusui Dilarang Berpuasa?</strong></h2>



<p>Meskipun menyusui saat puasa diperbolehkan, ada beberapa kondisi di mana ibu menyusui dianjurkan untuk tidak berpuasa, di antaranya:</p>



<ul>
<li>Ibu menyusui mengalami dehidrasi parah yang ditandai dengan pusing, lemas berlebihan, dan urine berwarna gelap</li>



<li>Produksi ASI sangat berkurang atau tidak keluar sama sekali hingga bayi terlihat tidak puas setelah menyusu</li>



<li>Bayi mengalami tanda-tanda kekurangan ASI seperti penurunan berat badan, rewel atau popok yang lebih jarang basah</li>



<li>Ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti anemia berat atau tekanan darah rendah yang dapat berbahaya jika memaksakan untuk berpuasa</li>
</ul>



<p>Jika ibu menyusui mengalami kondisi di atas, lebih baik untuk tidak berpuasa dan menggantinya di waktu lain atau membayar fidyah sesuai anjuran agama Islam.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jaga Kualitas dan Kuantitas ASI Selama Busui Berpuasa agar Tidak Seret dengan Asupan Nutrisi dari Channa Lakta</strong></h2>



<p>Menyusui saat puasa memang bisa menjadi tantangan, tetapi bukan berarti tidak mungkin bagi Bunda. Dengan menjaga pola makan, menghindari pantangan tertentu, dan mencukupi kebutuhan nutrisi, busui tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa khawatir ASI seret, yah Bunda.</p>



<p>Agar Bunda tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa khawatir ASI seret, penting untuk menjaga asupan nutrisi dengan baik. Salah satu cara terbaik untuk memastikan tubuh Bunda tetap mendapatkan nutrisi yang cukup adalah dengan mengonsumsi suplemen khusus ibu menyusui seperti Channa Lakta.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:400px;height:400px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p><strong>Channa Lakta</strong> hadir dan diformulasikan dengan kombinasi kandungan alami yang membantu menjaga produksi ASI tetap lancar meskipun ibu menyusui sedang berpuasa. Beberapa manfaat Channa Lakta untuk busui yang berpuasa antara lain:</p>



<ul>
<li><strong>Membantu meningkatkan produksi ASI</strong>&nbsp;berkat kandungan protein tinggi dari ikan gabus</li>



<li><strong>Menjaga daya tahan tubuh ibu menyusui</strong>&nbsp;selama menjalankan puasa</li>



<li><strong>Mengandung nutrisi esensial</strong>&nbsp;yang mendukung pertumbuhan bayi</li>



<li><strong>ASI Booster alami tinggi nutrisi&nbsp;</strong><strong>dengan kandungan protein hingga lebih dari 80%</strong></li>



<li><strong>Terbukti mengatasi ASI seret&nbsp;</strong><strong>dengan memperlancar ASI</strong></li>
</ul>



<p>Itulah ulasan mengenai 5 pantangan menyusui saat puasa yang bisa bikin ASI Bunda seret. Untuk membeli Channa Lakta, Bunda bisa langsung saja hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau <a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">laman kontak kami</a>.</p>



<p><strong>Segera beli Channa Lakta untuk membantu Bunda menjaga kondisi ASI tetap berlimpah dan deras meski tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan!</strong></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/menyusui-saat-puasa/">5 Pantangan Menyusui saat Puasa, Bisa Bikin ASI Seret?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</title>
		<link>https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=waktu-pemberian-asi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 06:56:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu pemberian ASI&#160;– Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan atau memiliki bayi tentunya menyusui menjadi kegiatan baru yang dilakukan Bunda demi memberikan asupan ASI kepada Si Kecil. Meski begitu, tidak sedikit dari ibu baru atau ibu muda yang belum memiliki wawasan cukup mengenai menyusui bayi. Padahal memberikan ASI atau menyusui bayi merupakan hal yang sangat &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/"> <span class="screen-reader-text">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Waktu pemberian ASI</strong>&nbsp;– Sebagai seorang ibu yang baru melahirkan atau memiliki bayi tentunya menyusui menjadi kegiatan baru yang dilakukan Bunda demi memberikan asupan ASI kepada Si Kecil. Meski begitu, tidak sedikit dari ibu baru atau ibu muda yang belum memiliki wawasan cukup mengenai menyusui bayi.</p>



<p>Padahal memberikan ASI atau menyusui bayi merupakan hal yang sangat penting demi membuat bayi sehat sejak kelahirannya di dunia. Lalu, banyak dari ibu baru atau muda yang masih bertanya-tanya juga mengenai kapan saja waktu pemberian ASI. Sekiranya berapa waktu sekali ASI harus diberikan? Apakah setiap 2 jam sekali? Yuk, ketahui penjelasannya Bunda disini!</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari/" data-type="post" data-id="2032">10 Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari: Panduan Praktis!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingnya Pemberian ASI pada Bayi Baru Lahir</strong></h2>



<p>Air susu ibu atau ASI memang merupakan makanan dan minuman terbaik untuk bayi karena memberikan nutrisi dan manfaat imunitas untuk tubuhnya. Untuk itu Bunda dianjurkan untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi minimal sampai berumur 6 bulan.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://www.health.ny.gov/prevention/nutrition/wic/breastfeeding/importance.htm" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Departemen Kesehatan New York State Amerika</a>, kegiatan menyusui atau memberikan ASI kepada bayi sangat penting dilakukan. Berikut beberapa peran penting ASI pada bayi yang baru lahir untuk Bunda ketahui:</p>



<ul>
<li>ASI dapat memasok semua nutrisi yang diperlukan bayi dalam porsi yang tepat.</li>



<li>Melindungi bayi dari alergi, penyakit, dan obesitas.</li>



<li>Melindungi bayi dari infeksi, seperti infeksi telinga.</li>



<li>ASI mudah dicerna dan tidak menimbulkan sembelit ataupun diare pada bayi.</li>



<li>Membantu bayi memiliki berat badan sehat atau ideal sehingga tumbuh optimal.</li>



<li>Menyusui dengan ASI ekslusif dapat memberikan kecerdasan IQ yang lebih pada bayi.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lantas, Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/08/Gambar-2-Waktu-Pemberian-ASI.jpg" alt="Gambar 2 - Waktu Pemberian ASI" class="wp-image-4947"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Waktu Pemberian ASI pada Bayi | Gambar: Pexels/Tamilles Esposito</figcaption></figure>



<p>Setelah mengetahui pentingnya ASI untuk bayi, Bunda tentu ingin tahu juga tentang waktu pemberian ASI kepada bayi, apakah harus 2 jam sekali? Melansir pemaparan&nbsp;<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia</a>&nbsp;(IDAI), pada bayi yang baru lahir memang perlu Bunda sering susui. Bayi perlu Bunda susui apabila memperlihatkan tanda lapar atau setidaknya setiap 2 jam sekali meski tidak perlu dengan jadwal waktu yang terlalu ketat atau kaku, yah Bun.</p>



<p>Bayi baru lahir harus paling tidak disusui oleh Bunda sebanyak 8 sampai 12 kali dalam 1 hari atau 24 jam. Biarkan bayi menyusu sampai puasa atau biasanya dalam durasi selama 10 hingga 15 menit. Perlu Bunda perhatikan juga, pada minggu awal usianya bayi perlu dibangunkan secara halus untuk menyusu apabila telah 4 jam bayi tidak mendapat ASI.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Pemberian ASI untuk Bayi 0-6 Bulan</strong></h2>



<p>Waktu pemberian ASI pada bayi tentu tidaklah sama tergantung pada usianya sebab semakin banyak usianya maka tentu frekuensi pemberian ASI juga perlu dikurangi. Melansir Departemen Kesehatan&nbsp;<a href="https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/how-much-and-how-often.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CDC</a>&nbsp;Amerika, Untuk bayi baru lahir atau berusia di bawah 6 bulan maka perlu menyusu ASI setiap 2 sampai 4 jam. Beberapa bayi juga dapat disusui setiap jam untuk membantu Bunda meningkatkan suplai ASI di awal fase menyusui.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Pemberian ASI untuk Bayi &gt;6-12 bulan</strong></h2>



<p>Pada usia bayi 6 bulan sampai 12 bulan, kondisi perut bayi tentunya sudah berkembang lebih baik dan sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Oleh sebab itu, Bunda dapat memberikan ASI dalam jangka waktu 3 sampai 4 jam sekali saja. Meski begitu, kondisi setiap bayi bisa berbeda-beda dan tidak ada salahnya Bunda tetap memberikan ASI jika terlihat bayi merasa lapar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Waktu Pemberian ASI untuk Bayi &gt;1-2 Tahun</strong></h2>



<p>Pada usia lebih dari 1 hingga 2 tahun, biasanya frekuensi menyusu bayi akan berkurang sebab sudah bisa untuk mencoba MPASI atau makanan agak padat lainnya. Tidak ada patokan atau rekomendasi khusus dalam waktu pemberian ASI di umur segini. Akan tetapi, biasanya sejumlah bayi hanya mau menyusu di pagi atau malam hari menjelang tidur. Atau ada juga bayi yang masih menyusu lebih dari dua kali sehari di usianya yang sekarang tetaplah hal wajar. Bunda harus hanya cermat dalam mengikuti kemauan bayi untuk menyusu saja.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/anak-alergi-dingin/" data-type="post" data-id="2025">Anak Alergi Dingin? Bunda Perlu Tahu Ciri dan Mengatasinya</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ketahui Tanda Bayi Ingin Menyusu</strong></h2>



<p><em>Nah</em>, setelah mengetahui waktu pemberian ASI untuk bayi, Bunda juga perlu memahami bagaimana bayi ingin menyusu. Hal ini penting untuk membuat Bunda menjadi lebih peka terhadap kemauan bayi. Berikut beberapa tanda bayi ingin menyusu:</p>



<ul>
<li>Bayi sering terlihat menjilat bibirnya.</li>



<li>Bayi sering juga menjulurkan lidahnya.</li>



<li>Bayi nampak sering menghisap tangan ke mulut berulang kali.</li>



<li>Bayi akan melakukan refleks atau rooting reflex berupa membuka mulut ketika pipinya disentuh.</li>



<li>Bayi terlihat gelisah dan tidak nyaman.</li>



<li>Bayi menjadi rewel dan menangis.</li>



<li>Bayi nampak ingin meraih sesuatu untuk dimasukan ke mulut.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kelancaran ASI Bisa Sangat Membantu Bunda Memberikan Asupan Secara Maksimal</strong></h2>



<p>Sebagai seorang ibu menyusui, Bunda pastinya ingin memberikan asupan ASI terbaik untuk sang bayi, bukan? Terlebih pada masa awal kelahirannya yaitu umur 0-6 bulan pertama merupakan masa-masa terpenting untuk bayi mendapatkan asupan nutrisi dan kekebalan tubuh dari ASI yang Bunda berikan.</p>



<p>Maka dari itu, ulasan di atas dapat membantu Bunda memahami kapan waktu yang tepat dalam memberikan ASI untuk bayi. Dari hal tersebut, dapat dipahami juga bahwa kelancaran ASI merupakan hal penting yang perlu Bunda jaga sehingga dapat memberikan asupan ASI secara maksimal pada waktu bayi merasa lapar.</p>



<p>Sayangnya tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi ASI yang lancar. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran dan kecemasan para ibu baru atau ibu yang baru melahirkan karena tidak bisa menyusui atau memberikan ASI yang cukup untuk Si Kecil.</p>



<p>Untuk itu, Channa Lakta dapat menjadi solusi praktis dalam mengatasi kehawatiran dan kecemasan Bunda terhadap kondisi ASI yang kurang lancar atau ASI sedikit. Channa Lakta merupakan produk yang memiliki kandungan yang tinggi protein dan asam folat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI sehingga menjadi lancar dan berlimpah.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Selain itu, terdapat keunggulan kombinasi kandungan terlengkap antara lain protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral sebagai pendamping nutrisi harian tubuh Bunda untuk menyusui Si Kecil.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda tentu akan siap ketika waktu pemberian ASI pada Si Kecil tiba baik dari baru lahir hingga 6 bulan atau bahkan 2 tahun karena produksi ASI Bunda lancar dan melimpah!</p>



<p>Itulah ulasan mengenai benarkah waktu pemberian ASI kepada bayi harus 2 jam sekali yang bisa Bunda ketahui, yah. Cara mendapatkan dan membeli Channa Lakta, Bunda bisa hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau <a href="https://www.channa.id/hubungi-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">laman hubungi kami.</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/waktu-pemberian-asi/">Benarkah Waktu Pemberian ASI Kepada Bayi Harus 2 Jam Sekali? Ketahui Penjelasannya Bunda!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari: Panduan Praktis!</title>
		<link>https://www.channa.id/cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2025 01:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[MPASI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=2032</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara menyimpan MPASI untuk 1 hari&#160;– Menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan bayi yang telah memasuki usia 6 bulan ke atas. Menyimpan MPASI dengan benar adalah kunci untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang optimal di samping tetap memberikan ASI sebagai asupan utama. MPASI bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari/"> <span class="screen-reader-text">10 Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari: Panduan Praktis!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari/">10 Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari: Panduan Praktis!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara menyimpan MPASI untuk 1 hari</strong>&nbsp;– Menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan bayi yang telah memasuki usia 6 bulan ke atas. Menyimpan MPASI dengan benar adalah kunci untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang optimal di samping tetap memberikan ASI sebagai asupan utama.</p>



<p>MPASI bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang meningkat, sekaligus memperkenalkan mereka kepada berbagai tekstur dan rasa makanan. Di Indonesia, beberapa macam MPASI umum diberikan kepada bayi, seperti pure pisang, bubur nasi, pure apel, pure ubi, hingga bubur nasi yang dicampur pure sayuran (seperti wortel atau brokoli) dan pure daging (seperti ayam atau sapi).</p>



<p>Dalam beberapa kondisi, MPASI yang telah Bunda buat untuk bayi mungkin perlu disimpan untuk bisa diberikan kembali atau mencegah pemborosan karena bayi hanya makan dalam porsi sedikit. Lantas, bagaimana cara menyimpan MPASI untuk 1 hari – 2 hari? Yuk, simak jawabannya melalui ulasan lengkap di bawah ini.</p>



<p><strong>Baca Juga:  <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-mpasi/">Cocok untuk Bayi, Ini 8 Jenis Sayuran untuk MPASI yang Bisa Bunda Olah!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah Boleh Menyimpan MPASI?</strong></h2>



<p>Sebelum membahas cara menyimpannya, tidak sedikit juga Bunda atau ibu muda yang bertanya tentang bolehkah menyimpan MPASI itu sendiri yang nanti akan dikonsumsi bayi. Jawabannya, ya, menyimpan MPASI merupakan praktik yang umum dan dapat dilakukan asalkan dengan cara yang tepat untuk memastikan keamanan dan kualitas nutrisi makanan tersebut.</p>



<p>Melansir laman The National Health Service (<a href="https://www.nhs.uk/start-for-life/baby/weaning/safe-weaning/storing-and-reheating-food/">NHS</a>), bahwa jika Bunda memasak MPASI dalam jumlah banyak, dinginkan makanan (idealnya dalam 1 hingga 2 jam) lalu bekukan atau dinginkan. Jika Bunda menyimpan MPASI di lemari es, MPASI bisa digunakan maksimal dalam 2 hari.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2024/05/Gambar-2-Cara-menyimpan-MPASI-untuk-1-hari-1024x682.webp" alt="Gambar 2 - Cara menyimpan MPASI untuk 1 hari" class="wp-image-8419"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi MPASI 6 bulan | Gambar: Freepik.com</figcaption></figure>



<p>Berikut adalah panduan lengkap tentang cara menyimpan MPASI untuk 1 hari yang praktis dan efisien.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Perencanaan MPASI</strong></h3>



<p>Sebelum memulai, perencanaan menu MPASI harian sangat penting. Pastikan Bunda mengenal kebutuhan nutrisi bayi dan variasi makanan untuk mendukung pertumbuhan bayi. Rencanakan menu yang seimbang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Pemilihan Bahan</strong></h3>



<p>Pilihlah bahan yang segar dan berkualitas tinggi. Hindari bahan yang telah rusak atau mendekati tanggal kadaluwarsa. Bahan segar tidak hanya lebih sehat tetapi juga lebih aman untuk dikonsumsi bayi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Pengolahan Bahan</strong></h3>



<p>Saat mengolah bahan, pastikan semua peralatan masak dan permukaan dapur bersih. Cuci tangan sebelum memulai memasak untuk menghindari kontaminasi. Masak makanan hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri yang mungkin ada.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Penyimpanan yang Tepat</strong></h3>



<p>Setelah MPASI selesai diolah, biarkan makanan dingin sebelum menyimpannya. MPASI yang masih hangat dan disimpan di dalam wadah tertutup dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.</p>



<p><strong>Penggunaan Wadah yang Aman:</strong>&nbsp;Gunakan wadah yang aman untuk makanan dan bebas BPA. Wadah yang dapat ditutup rapat sangat disarankan untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas makanan.</p>



<p><strong>Pembagian Porsi:</strong>&nbsp;Bagi MPASI menjadi porsi-porsi kecil sesuai dengan jumlah makan bayi dalam satu hari. Ini memudahkan Bunda untuk mengeluarkan satu porsi MPASI tanpa perlu menghangatkan seluruh batch makanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Penyimpanan di Kulkas</strong></h3>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.meandmychild.com.au/feeding/storing-and-reheating-foods/">Me and My Child</a>, pada pengaturan suhu, pastikan kulkas Bunda diatur pada suhu 5°C atau lebih rendah untuk menyimpan MPASI dengan aman.</p>



<p><strong>Penempatan di Kulkas:</strong>&nbsp;Simpan MPASI di rak paling dingin dari kulkas, jauh dari makanan mentah seperti daging, untuk menghindari kontaminasi silang.</p>



<p><strong>Durasi Penyimpanan:</strong>&nbsp;Idealnya, MPASI yang disimpan di kulkas hendaknya dikonsumsi dalam 24 jam untuk memastikan kualitas dan kesegaran makanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Pemanasan Ulang MPASI</strong></h3>



<p>Pemanasan ulang harus dilakukan dengan hati-hati. Pastikan untuk menghangatkan MPASI hingga suhu minimal 70°C untuk memastikan makanan bebas dari bakteri berbahaya. Gunakan panci atau microwave dan hindari penggunaan api langsung yang bisa membuat makanan gosong atau terlalu panas di bagian luar sementara bagian dalamnya masih dingin.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Perhatikan Reaksi Bayi</strong></h3>



<p>Setelah memberikan MPASI, amati reaksi bayi. Jika ada tanda-tanda alergi atau ketidaknyamanan, hentikan pemberian makanan tersebut dan lebih baik berikan MPASI yang baru.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Catat Pengalaman</strong></h3>



<p>Mencatat pengalaman menyimpan dan memberikan MPASI dapat membantu Bunda menyempurnakan proses untuk ke depannya. Catatan ini juga bisa berguna jika ada masalah kesehatan yang muncul, untuk melacak mungkin penyebab dari makanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>9. Bersihkan Peralatan dengan Baik</strong></h3>



<p>Setelah selesai, bersihkan semua peralatan yang digunakan. Peralatan yang kotor bisa menjadi sumber bakteri dan kontaminasi untuk batch MPASI selanjutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>10. Konsultasi dengan Ahli Gizi</strong></h3>



<p>Jika Bunda memiliki keraguan atau pertanyaan tentang pemberian MPASI, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis anak dapat memberikan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi Bunda.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ikan-untuk-mpasi-bayi/">Bikin Anak Cerdas! 5 Plihan Ikan untuk MPASI Bayi yang Bunda Bisa Berikan</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jaga Kondisi ASI Tetap Lancar dan Deras untuk Ibu Menyusui dengan Mengonsumsi Channa Lakta</strong></h2>



<p>MPASI memang biasa diberikan ketika bayi menginjak usia lebih dari 6 bulan, meski begitu pemberian ASI tetap perlu dilakukan sebagai asupan utama bayi sebab merupakan makanan utama yang paling cocok untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi hingga berusia mencapai 2 tahun.</p>



<p>Maka dari itu, menjaga kondisi kelancaran ASI pada ibu menyusui merupakah hal penting yang perlu dijaga agar bayi bisa tumbuh sehat dan optimal. MPASI diposisikan sebagai pelengkap nutrisi bayi sehingga ASI tetap menjadi hal yang diutamakan. Sayangnya, pada beberapa busui kondisi ASI bisa tidak lancar atau bahkan seret.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Untuk itu, Channa Lakta hadir sebagai suplemen nutrisi lengkap untuk ibu menyusui yang dapat membantu menjaga kondisi kualitas dan kuantitas ASI. Channa Lakta mengandung bahan alami seperti ekstrak daun katuk, ekstrak bayam, ekstrak rumput laut dan ekstrak ikan gabus yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu menyusui.</p>



<p>Channa Lakta merupakan satu-satunya ASI booster alami tinggi nutrisi dengan kandungan protein hingga 80%. Channa Lakta telah terbukti dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas ASI secara nyata.</p>



<p>Itulah ulasan mengenai cara menyimpan MPASI untuk 1 hari sebagai panduan praktis yang bisa Bunda pahami. Untuk membeli Channa Lakta, Bunda bisa langsung saja menghubungi nomor berikut <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a>.</p>



<p><strong>Segera beli Channa Lakta karena ada diskon promo bulan ini untuk membantu Bunda menjaga kualitas dan kuantitas ASI sehingga tetap lancar dan deras untuk kebutuhan bayi</strong></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/cara-menyimpan-mpasi-untuk-1-hari/">10 Cara Menyimpan MPASI untuk 1 Hari: Panduan Praktis!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</title>
		<link>https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tips-menyusui-saat-puasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 07:39:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1980</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tips menyusui saat puasa&#160;– Bulan Ramadan yang penuh berkah telah datang, bagi seorang ibu yang sedang memiliki bayi atau balita disaat puasa pasti pernah mengalami dilema dan khawatir akan kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan ketika menyusui si buah hati tercinta. Secara hukum Islam, Bunda yang sedang menyusui tidak diwajibkan atau tidak diharuskan untuk melakukan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/"> <span class="screen-reader-text">Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/">Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Tips menyusui saat puasa</strong>&nbsp;– Bulan Ramadan yang penuh berkah telah datang, bagi seorang ibu yang sedang memiliki bayi atau balita disaat puasa pasti pernah mengalami dilema dan khawatir akan kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan ketika menyusui si buah hati tercinta.</p>



<p>Secara hukum Islam, Bunda yang sedang menyusui tidak diwajibkan atau tidak diharuskan untuk melakukan ibadah puasa. Akan tetapi, sebagai gantinya Bunda diwajibkan untuk membayar&nbsp;<em>fidyah</em>&nbsp;atau mengganti kewajiban puasa di waktu lain setelah Ramadan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Amankah Berpuasa saat Menyusui?</strong></h2>



<p>Melansir jawaban dr. Theresia Rina Yunita dari laman&nbsp;<a href="https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/3639350/berpuasa-dan-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Klikdokter</a>, menjalankan puasa bagi ibu menyusui itu tidak dilarang dan aman. Meski begitu, Bunda perlu memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi bayi karena pada usia di bawah 6 bulan kebutuhan akan ASI masih sangat tinggi dan merupakan periode ASI ekslusif.</p>



<p>Di samping itu, Bunda juga perlu memperhatikan kondisi tubuh dan kesehatan dalam menjalankan puasa. Apabila terdapat kondisi gangguan kesehatan seperti sedang sakit, badan lemas sekali, hingga mata berkunang-kunang karena pusing maka jangan memaksakan diri.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Pengaruh Puasa Terhadap ASI?</strong></h2>



<p>Kabar baik, Bunda ternyata tidak perlu terlalu khawatir akan pengaruh puasa terhadap ASI. Melansir&nbsp;<a href="https://www.alodokter.com/kiat-aman-puasa-bagi-ibu-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alodokter</a>, kurangnya asupan kalori yang Bunda konsumsi sewaktu puasa tidak akan berdampak besar atau signifikan terhadap jumlah dan kualitas ASI yang dihasilkan.</p>



<p>Saat puasa, sewajarnya komposisi nutrisi utama ASI berupa karbohidrat, protein, dan lemak tidak akan terpengaruhi. Akan tetapi, ibadah puasa bisa sedikit memengaruhi kandungan mikronutrien seperti mineral, vitamin, zinc, dan magnesium.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tips Menyusui saat Puasa untuk Bunda</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/04/Gambar-2-Tips-Menyusui-saat-Puasa.jpg" alt="Gambar 2 - Tips Menyusui saat Puasa " class="wp-image-3064"/><figcaption class="wp-element-caption">lustrasi Menyusui saat Puasa | Gambar: Pexels/William Furtunato</figcaption></figure>



<p>Apabila Bunda tetap ingin berpuasa di fase menyusui maka agar tetap lancar dalam ibadah puasa dan memberikan ASI kepada anak. Untuk menjawab permasalahan ini, berikut sejumlah tips yang bisa Bunda simak dan pahami:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Mengonsumsi Makanan Kaya Gizi serta Serat saat Sahur dan Berbuka</strong></h3>



<p>Tips menyusui saat puasa yang pertama adalah mengonsumsi makanan kaya gizi serta serat saat sahur dan berbuka. Makanan yang tinggi nilai gizi dapat membantu Bunda mengoptimalkan kondisi tubuh selama menyusui dan berpuasa dalam seharian penuh.</p>



<p>Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang&nbsp;<a href="http://hukor.kemkes.go.id/hukor/permenkes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kementerian Kesehatan</a>, Bunda yang sedang menyusui perlu mengonsumsi berbagai ragam panganan bergizi dengan kandungan berupa energi, protein, vitamin A, B1, B2, B3, B6, C, &nbsp;D, iodium, zink, kalsium, zat besi, asam folat dan selenium. Serat juga diperlukan agar Bunda menjadi lebih tahan lapar ketika puasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Memastikan Minum Air Secara Cukup dalam Sehari</strong></h3>



<p>Menyusui merupakan aktivitas yang wajib dilakukan Bunda untuk si buah hati meski dalam kondisi berpuasa. ASI sangat dibutuhkan bayi untuk bisa tumbuh dan berkembang sehingga asupan cairan atau air di dalam tubuh Bunda harus tercukupi dalam sehari.</p>



<p>Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang, untuk ibu menyusui memerulukan asupan air putih atau air mineral sebanyak 3.000 ml atau setara dengan 12-13 gelas air. Jumlah kebutuhan air tersebut berguna untuk membantu proses produksi ASI harian yaitu 600-850 ml.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Penuhi Waktu Istirahat yang Cukup</strong></h3>



<p>Menjalankan ibadah puasa bagi ibu menyusui memang cukup berat karena aktivitas sehari-hari harus tetap dilakukan ditambah kondisi berpuasa dan kewajiban dalam menyusui bayi. Istirahat yang cukup dapat membantu Bunda memulihkan kondisi tubuh yang lelah ata lemas selama berpuasa dan menyusui.</p>



<p>Dengan kondisi istirahat yang cukup maka proses produksi ASI di tubuh Bunda juga menjadi lebih lancar dan berkualitas. Ibu yang menyusui tentunya tidak hanya lelah secara fisik namun juga psikis sehingga waktu istirahat sangat dibutuhkan agar pikiran dan tubuh menjadi lebih&nbsp;<em>fresh</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Kurangi Aktivitas yang Menguras Energi di Siang Hari</strong></h3>



<p>Tips menyusui saat puasa untuk Bunda selanjutnya ialah mengurangi aktivitas yang menguras energi di siang hari. Selama waktu siang, Bunda tentunya tidak mendapat asupan makanan dan minuman karena sedang berpuasa.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://www.alodokter.com/kiat-aman-puasa-bagi-ibu-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alodokter</a>, Bunda sebaiknya mengurangi beragam aktivitas berat atau menguras energi pada waktu siang hari agar kondisi produksi ASI dapat lebih terjaga. Bunda bisa lebih memperbanyak istirahat di waktu siang agar tubuh tidak kekurangan energi selama seharian.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Hindari Menyusui saat Puasa di Ruang Terbuka</strong></h3>



<p>Aktivitas menyusui saat puasa di ruang terbuka perlu Bunda hindari terlebih dahulu. Melansir informasi laman&nbsp;<a href="https://www.rspondokindah.co.id/id/news/tetap-sehat-menyusui-selama-berpuasa" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Rumah Sakit Pondok Indah</a>, ibu menyusui memang dianjurkan untuk tidak melakukan atau menghindari segala bentuk aktivitas yang dapat membuat dehidrasi terjadi.</p>



<p>Menyusui di ruang terbuka tentunya dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya dehidrasi pada Bunda yang sedang menysui terlebih dilakukan pada siang hari. Lebih baik Bunda menyusui si kecil di tempat yang sejuk dan adem sehingga tidak membuat banyak keringat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Tetap Disiplin dalam Waktu Menyusui</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/04/Gambar-3-Tips-Menyusui-saat-Puasa.jpg" alt="Gambar 3 - Tips Menyusui saat Puasa" class="wp-image-3065"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Disiplin dalam Waktu Menyusui | Gambar: Freepik/pvproductions</figcaption></figure>



<p>Tips menyusui saat puasa yang selanjutya adalah tetap disiplin dalam waktu menyusui. Untuk menjaga ‘ritme’ produksi ASI di tubuh Bunda saat berpuasa maka hal yang harus dilakukan ialah mendisiplinkan diri pada waktu-waktu pemberian ASI kepada bayi.</p>



<p>Produksi ASI pada tubuh Bunda memiliki sistemnya sendiri menyesuaikan dengan jumlah atau seringnya bayi menghisap payudara. Jadi meskipun sedang berpuasa, Bunda tetap harus rajin memberikan ASI kepada si kecil agar jumlah produksi ASI tetap terjaga normal.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Lakukan Pompa dan Siapkan Stok ASI</strong></h3>



<p>Untuk sebagian ibu menyusui yang berpuasa, produksi ASI pada siang hari mungkin dapat berkurang atau terkadang waktu kondisi tubuh sedang tidak enak badan. Maka dari itu, langkah tip antisipasinya adalah dengan melakukan pompa dan menyiapkan stok ASI.</p>



<p>Bunda dapat melakukan kegiatan pompa ASI pada waktu malam hari setelah berbuka atau melakukan ibadah salat terawih. Stok ASI yang sudah Bunda persiapkan dapat digunakan pada siang hari ketika mengalami kendala tertentu dalam menyusui.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Hindari Stres dan Tetap Rileks</strong></h3>



<p>Sebagai manusia biasa tentunya Bunda tidak terlepas dari tekanan pikiran atau stres ketika mengurus dan membesarkan bayi. Akan tetapi, dalam fase menyusui secara ekslusif Bunda perlu menghindari stres berlebih dan tetap rileks agar produksi dan kualitas ASI dapat tetap terjaga.</p>



<p>Melansir laman&nbsp;<a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-stres-dan-cinta" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia</a>&nbsp;(IDAI), semua jenis stres yang Bunda alami akan memengaruhi produksi hormon oksitosin yang berperan dalam produksi kualitas ASI. Suami atau ayah juga dapat berperan untuk menjaga Bunda agar jauh dari stres dan rileks.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>9. Konsumsi Susu atau Komplemen Tambahan untuk Ibu Menyusui</strong></h3>



<p>Kebutuhan nutrisi dan gizi pada ibu menyusui yang berpuasa memang wajib terpenuhi. Meski begitu, terkadang ketersediaan varian makanan dan masakan yang disajikan di rumah belum tentu berbeda setiap harinya. Terdapat keterbatasan yang mungkin saja terjadi dalam menu makanan.</p>



<p>Sebagai alternatif kondisi tersebut, Bunda dapat menambah asupan nutrisi dan gizi dengan mengonsumsi susu atau komplemen tambahan untuk ibu menyusui. Hal ini tentu membantu Bunda dalam mencukupi kebutuhan nutrisi bagi proses produksi ASI yang berlimpah dan berkualitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>10. Perhatikan Kondisi Kesanggupan dan Kesehatan</strong></h3>



<p>Tips menyusui saat puasa unuk Bunda yang terakhir di pembahasan kali ini adalah memperhatikan kondisi kesanggupan dan kesehatan. Meski puasa merupakan amalan yang baik dan bernilai dalam ibadah akan tetapi, kesehatan dan kondisi bayi adalah prioritas utama yang mesti didahulukan.</p>



<p>Melansir Alodokter, apabila Bunda mengalami kodisi seperti kelelahan yang sangat, demam, sakit kepala, pingsan, hingga dehidrasi maka Bunda tidak harus memaksakan diri dan bisa membatalkan puasa. Puasa yang Bunda batalkan bisa diganti dengan fidyah atau ganti puasa di hari lainnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/"><strong>Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Komplemen Nutrisi Ibu Menyusui dapat Menjadi Solusi Praktis</strong></h2>



<p>Setelah menyimak pengaruh puasa terhadap ASI dan tips menyusui saat puasa maka Bunda tentu menjadi semakin tahu akan pentingnya kecukupan nutrisi dan gizi selama menyusui. Terlebih kondisi Bunda yang saat ini menjalankan puasa ditambah fase menyusui bayi pastinya akan lebih membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang.</p>



<p>Apalagi di bulan puasa Ramadan tentunya akan menjadi tantangan yang cukup berat bagi Bunda karena rasa lapar dan haus yang melanda. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, Bunda bisa mengalami kondisi yang memengaruhi daya tahan dan kesehatan seperti letih dan lesu serta imun tubuh yang menurun.</p>



<p>Maka dari itu, Channa Lakta hadir sebagai solusi praktis dalam pemenuhan nutrisi bagi ibu menyusui. Dengan kandungan nutrisi lengkap bagi ibu menyusui seperti protein, zat besi, asam folat, dan zat prolaktin dapat membantu Bunda untuk memproduksi ASI secara lancar atau ASI <em>booster</em>.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta maka Bunda tidak perlu cemas dan khawatir lagi akan kualitas dan kuantitas dari produksi ASI selama masa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan!</p>



<p>Itulah pembahasan mengenai 10 tips menyusui saat puasa yang bisa Bunda terapkan dan perhatikan. Untuk memperoleh informasi detail mengenai produk Channa Lakta, Bunda bisa hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 545441</a> ini.</p>



<p>Selamat mencoba yah, Bunda</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/tips-menyusui-saat-puasa/">Perhatikan Bunda, Ini 10 Tips Menyusui saat Puasa yang Mudah Diterapkan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayo Bunda! 12 Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Asik Dilakukan</title>
		<link>https://www.channa.id/olahraga-ringan-untuk-ibu-menyusui/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=olahraga-ringan-untuk-ibu-menyusui</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Sep 2024 02:50:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Olahraga ringan untuk ibu menyusui&#160;– Menjadi seorang ibu memang bukan perkara yang mudah karena memiliki tugas dan tanggung jawab yang mulia. Ya, Bunda tentunya merasakan proses hamil, melahirkan atau bersalin, hingga menyusui si buah hati tercinta. Sebagai seorang wanita, proses yang Bunda jalani tersebut tentunya berdampak pada perubahan bentuk dan berat tubuh yang bisa melebar &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/olahraga-ringan-untuk-ibu-menyusui/"> <span class="screen-reader-text">Ayo Bunda! 12 Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Asik Dilakukan</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/olahraga-ringan-untuk-ibu-menyusui/">Ayo Bunda! 12 Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Asik Dilakukan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Olahraga ringan untuk ibu menyusui</strong>&nbsp;– Menjadi seorang ibu memang bukan perkara yang mudah karena memiliki tugas dan tanggung jawab yang mulia. Ya, Bunda tentunya merasakan proses hamil, melahirkan atau bersalin, hingga menyusui si buah hati tercinta.</p>



<p>Sebagai seorang wanita, proses yang Bunda jalani tersebut tentunya berdampak pada perubahan bentuk dan berat tubuh yang bisa melebar dan semakin ‘berisi’. Oleh karena itu, hal ini banyak dikeluhkan oleh ibu-ibu pasca melahirkan karena sulit atau tidak mudahnya mengembalikan bentuk dan berat tubuh menjadi ideal kembali.</p>



<p>Maka dari itu, kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu solusi dan jawaban dari keluhan Bunda di rumah. Akan tetapi sayangnya, tidak sedikit dari ibu-ibu yang sedang menyusui takut dan merasa khawatir untuk melakukan olahraga karena mungkin dapat mengganggu produksi ASI untuk si kecil.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Bolehkah Bunda Menyusui Melakukan Olahraga?</strong></h3>



<p>Melansir jawaban dokter pada&nbsp;<a href="https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/2721615/bolehkah-olahraga-setelah-melahirkan" target="_blank" rel="noreferrer noopener">klikdokter</a>, Bunda boleh melakukan olahraga saat fase menyusui untuk menurunkan berat badan dan mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelumnya. Meski begitu, Bunda harus tetap cermat karena olahraga yang dimaksud adalah olahraga ringan atau&nbsp;<em>low-impact</em>&nbsp;dan bukan olahraga terlalu berat.</p>



<p>Jadi, jangan terlalu cemas dan khawatir yah Bunda untuk bisa melakukan olahraga ketika fase menyusui. Lakukan olahraga dengan baik dan sewajarnya saja agar tetap aman dan sehat.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Perlukah Bunda Berolahraga saat Fase Menyusui?</strong></h3>



<p>Kegiatan atau aktivitas olahraga perlu Bunda lakukan saat fase menyusui karena dapat membantu untuk menjaga kebugaran tubuh, memberikan perasaan senang dan meredakan stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta manfaat lainnya.</p>



<p>Aktivitas olahraga ringan sampai sedang tidak akan memengaruhi produksi ASI dan komposisi ASI pada tubuh Bunda. Seorang ibu masih dapat menyusui dengan lancar meskipun melakukan kegiatan fisik olahraga secara ringan atau sedang loh, Bun!</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ragam Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Asik Dilakukan</strong></h3>



<p>Pada hakikatnya, untuk Bunda ketahui bahwa tidak ada ketentuan tertulis tertentu mengenai jenis olahraga untuk ibu menyusui. Namun, agar dapat membantu Bunda, berikut kami sajikan ragam olahraga ringan untuk ibu menyusui yang aman dan asik dilakukan :</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Jalan Kaki Santai</strong></h3>



<p>Salah satu jenis olahraga ringan dan simpel untuk bisa Bunda lakukan di fase menyusui ialah jalan kaki. Kegiatan jalan kaki santai juga tergolong aman untuk dilakukan oleh ibu yang melahirkan secara sesar ataupun normal.</p>



<p>Aktivitas jalan kaki bisa Bunda lakukan di pagi hari sembari berjemur dengan sinar matahari. Selain pagi hari, Bunda juga bisa berjalan kaki santai di sore hari dengan membawa stroller untuk sang bayi. Olahraga ini bisa mudah dilakukan di area sekitar lingkungan rumah secara mandiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Olahraga Jalan Cepat</strong></h3>



<p>Pilihan ragam olahraga ringan untuk ibu menyusui selanjutnya adalah olahraga jalan cepat. Tidak seperti jalan kaki santai, olahraga jalan cepat membutuhkan gerakan kaki yang lebih banyak namun tetap tergolong ringan bagi Bunda menyusui.</p>



<p>Gerakan jalan cepat akan membuat aliran darah di kaki Bunda semakin lancar. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengencangkan otot kaki dan paha yang lama tidak digerakan selama masa pasca bersalin.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Joging Pagi/Sore</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Gambar-2-Olahraga-Ringan-untuk-Ibu-Menyusui.jpg" alt="Gambar 2 - Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui" class="wp-image-2524"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ibu Menyusui Joging | Gambar: Pexels/Rodnae Prod</figcaption></figure>



<p>Apabila Bunda ingin melakukan kegiatan olahraga kaki yang lebih membakar kalori maka joging dapat menjadi pilihan yang tepat. Olahraga joging masih tergolong ringan dan sedang untuk dilakukan oleh ibu di fase menyusui.</p>



<p>Bunda dapat melakukan joging pada pagi atau sore hari bersama suami atau mandiri di area sekitar lokasi rumah. Melansir&nbsp;<a href="https://www.fatsecret.co.id/kebugaran/berjalan-(jogging)-8-km-jam" target="_blank" rel="noreferrer noopener">fatsecret Indonesia</a>, kegiatan joging selama 15 menit dapat diperkirakan membakar 147 kalori bagi Bunda. Meski begitu, Bunda tidak boleh terlalu berlebihan dalam melakukan kegiatan ini yah!</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Senam Irama</strong></h3>



<p>Ragam olahraga ringan untuk ibu menyusui selanjutnya adalah senam irama. Aktivitas fisik dengan senam dapat Bunda lakukan sendiri di dalam rumah atau juga di luar rumah. Jenis senam irama untuk Bunda menyusui tergolong aman dan mengasikan.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Senam_irama" target="_blank" rel="noreferrer noopener">wikipedia</a>, senam irama memadukan gerak tubuh, tepuk tangan, ketukan yang mengikuti irama musik. Dengan adanya perkembangan zaman dan dunia digital, Bunda dapat memanfaatkan hal itu seperti menonton dan mengikuti gerakan senam irama dari Youtube.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Olahraga Yoga</strong></h3>



<p>Yoga merupakan jenis olahraga yang aman untuk dilakukan oleh ibu hamil dan menyusui loh, Bun. Olahraga satu ini semakin populer di kalangan ibu-ibu muda yang baru memiliki anak dan mau berusaha menurunkan berat badannya.</p>



<p>Olahraga yoga dapat menjadi pilihan dan solusi bagi Bunda yang mengalami masalah postur tubuh seperti nyeri punggung, pinggul, dan leher ketika merawat dan membesarkan anak balita. Selain itu, yoga juga dapat membantu Bunda untuk merilekskan pikiran dan otot-otot punggung.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Bersepeda Ringan Jarak Dekat</strong></h3>



<p>Bersepeda merupakan kegiatan alternatif yang bisa Bunda lakukan secara aman dan menyenangkan pada masa menyusui si buah hati. Bunda dapat melakukan olahraga sepeda ringan jarak dekat ketika kondisi fisik setelah masa bersalin sudah membaik atau normal.</p>



<p>Aktivitas menggowes sepeda dapat dilakukan dengan santai, namun berdampak baik bagi kesehatan Bunda juga, loh. Dampak baik tersebut seperti melatih fleksibilitas otot kaki, menjaga postur tubuh, meredakan stres, hingga membantu menurunkan berat badan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Pilates</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Gambar-3-Olahraga-Ringan-untuk-Ibu-Menyusui-1024x618.jpg" alt="Gambar 3 - Ilustrasi Pilates" class="wp-image-2526"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Kegiatan Pilates | Gambar: Pexels/Ketut Subiyanto</figcaption></figure>



<p>Salah satu jenis olahraga yang sedang naik daun di kalangan ibu-ibu muda perkotaan yaitu pilates. Ya, olahraga ini diketahui merupakan salah satu cabang dari yoga. Bunda yang sedang menyusui dapat menjadikan olaharaga ini sebagai pilihan yang asik dan menyenangkan.</p>



<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pilates" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pilates</a>&nbsp;biasa dilakukan di atas karpet yoga dengan gerakan-gerakan sederhana yang bisa melatih fisik untuk penguatan dan rehabilitasi tubuh. Olahraga ini juga dapat membantu Bunda melatih fleksibilitas tubuh sehingga dapat memudahkan ketika melakukan posisi menyusui si buah hati.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Olahraga Barre</strong></h3>



<p>Selain pilates dan yoga, terdapat jenis olahraga ringan yang sedang digandrungi oleh ibu-ibu muda yaitu olahraga barre. Jenis olahraga ini biasa dilakukan secara kelompok di gym atau studio olahraga khusus.</p>



<p>Gerakan olahraga ini terinspirasi dari gerakan balet yang dikombinasikan dengan gerakan pilates dan yoga. Untuk ibu menyusui, olaharaga barre tergolong aman dan mengasikan untuk dilakukan secara bersama-sama oleh wanita.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>9. Melakukan Gerakan Plank</strong></h3>



<p>Olahraga lain yang bisa dicoba oleh Bunda saat fase menyusui ialah melakukan gerakan plank. Gerakan plank yang Bunda lakukan dapat melatih otot lengan, perut, dan kaki agar semakin kencang dan kuat setelah fase bersalin.</p>



<p>Olahraga ini mirip dengan push up yang bisa membuat tubuh menjadi lebih seimbang serta menurunkan berat badan pada ibu menyusui. Gerakan olahraga ini dapat membantu Bunda menjadi lebih tidak mudah pegal ketika menggendong si kecil untuk berkeliling.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>10. Senam Kegel</strong></h3>



<p>Senam kegel sehabis fase bersalin dapat berguna untuk memperkuat otot panggul dan rahim Bunda. Olahraga ini juga tergolong ringan untuk ibu menyusui sehingga dapat dilakukan secara mandiri di rumah.</p>



<p>Olahraga senam kegel juga dikenal manfaatnya untuk meningkatkan kesuburan pada wanita serta membuat organ reproduksi wanita menjadi lebih kencang pasca melahirkan anak. Bunda bisa melakukan kegiatan senam kegel secara rutin untuk memperoleh hasil yang optimal.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>11. Melakukan Angkat Beban Ringan</strong></h3>



<p>Selain otot kaki, paha, pinggul, dan punggung, ternyata ibu menyusui juga perlu melatih otot lengan dan tangan loh, Bun. Ya, otot tersebut tentunya berperan besar dalam kegiatan aktivitas sehari-hari yang melibatkan si buah hati seperti menggendong dan menyusui.</p>



<p>Bunda bisa melakukan olahraga ini dengan menyiapkan barbel-barbel olahraga ringan untuk wanita. Dengan otot lengan dan tangan yang kuat, Bunda tentu tidak akan gampang lelah ketika membawa sang balita untuk berpergian atau melakukan kegiatan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>12. Gerakan Olahraga Squat</strong></h3>



<p>Ragam olahraga ringan untuk ibu menyusui yang terakhir yaitu squat. Olahraga ini tentunya sudah cukup populer dan familier terdengar oleh Bunda. Squat menjadi pilihan yang bagus bagi Bunda menyusui untuk mengencangkan kembali otot reproduksi wanita serta kandung kemih.</p>



<p>Selain itu, manfaat lain dari gerakan olahraga squat juga bisa mengencangkan otot bagian paha dan betis untuk mendukung kekuatan kaki Bunda. Gerakan ini tergolong aman dan bisa dilakukan sendiri oleh Bunda di dalam rumah.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat Olahraga Ringan Buat Bunda Menyusui</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Gambar-4-Olahraga-Ringan-untuk-Ibu-Menyusui.jpg" alt="Gambar 4 - Ilustrasi manfaat olahraga ringan" class="wp-image-2530"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ibu Menyusui | Gambar: Freepik/Senlvpetro</figcaption></figure>



<p>Olahraga ringan bagi Bunda menyusui dapat memberikan manfaat yang berarti untuk tubuh seperti :</p>



<ul>
<li>Mengurangi stres setelah bersalin dan menyusui</li>



<li>Meningkatkan kualitas tidur ibu menyusui</li>



<li>Menyehatkan kondisi mental Bunda</li>



<li>Membantu mengurangi berat badan setelah hamil dan bersalin</li>



<li>Menguatkan dan mengembalikan kekuatan postur tubuh</li>



<li>Memberikan kesehatan jantung dan kebugaran pada tubuh Bunda</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dampak Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Olahraga ringan baik dan bagus untuk kondisi ibu menyusui serta tidak memberikan dampak yang negatif. Namun, apabila Bunda melakukan kegiatan tersebut secara berlebih maka dapat menimbulkan dampak yaitu meningkatnya kadar asam laktat dalam ASI.</p>



<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Asam laktat</a>&nbsp;yang meningkat dapat mengubah rasa ASI menjadi agak asam yang bisa jadi membuat si buah hati menjadi tidak menyukainya. Meski begitu, kabar baiknya asam laktat yang meningkat dalam ASI tidak terbukti membahayakan pertumbuhan bayi yang menyusui pada Bunda.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kapan Bunda Sebaiknya Jangan Melakukan Olahraga?</strong></h2>



<p>Bunda menyusui tidak boleh atau jangan melakukan kegiatan olahraga apabila mengalami kondisi badan yang tidak fit atau tidak sehat seperti sakit pada perut, mengalami pendarahan, punggung yang sakit, dan kondisi buruk lainnya.</p>



<p>Segera konsultasikan kepada dokter jika Bunda mengalami kondisi sakit setelah olahraga yang mungkin terjadi karena adanya suatu penyakit atau cedera pada tubuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Asupan Nutrisi dan Gizi untuk Ibu Menyusui Ketika Berolahraga</strong></h2>



<p>Setelah mengetahui beragam jenis olahraga ringan untuk ibu menyusui, Bunda tentu semakin paham akan pentingnya melakukan olahraga pada masa menyusui agar tubuh tetap terjaga sehat dan bisa menurunkan berat badan.</p>



<p>Untuk mendukung hal itu, asupan nutrisi dan gizi merupakan hal yang penting untuk dicukupi pada fase menyusui dan melakukan olahraga secara bersamaan. Jika Bunda tidak mendapat makanan dan asupan gizi serta nutrisi yang cukup tentunya kegiatan olahraga dapat menguras energi yang membuat tubuh menjadi lemas dan ringkih.</p>



<p>Nah, untuk bisa memenuhi ragam nutrisi ibu menyusui ketika berolahraga. Channa Lakta dapat menjadi pilihan tepat nih buat Bunda karena kompelmen ini mengandung nutrisi yang lengkap dan gizi untuk Bunda yang sedang menyusui bayi.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Channa Lakta memiliki kandungan protein albumin tinggi, zat besi, serat serta unsur-unsur lainnya seperti asam folat dan vitamin yang berguna untuk memperlancar dan membuat ASI berkualitas serta melimpah meski rajin berolahraga.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda tidak perlu lagi khawatir akan produksi ASI yang sedikit atau tidak lancar, yah!</p>



<p>Demikian pembahasan mengenai 12 olahraga ringan untuk ibu menyusui yang aman dan asik dilakukan Untuk memperoleh informasi detail mengenai Channa Lakta bisa Bunda menghubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau laman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/olahraga-ringan-untuk-ibu-menyusui/">Ayo Bunda! 12 Olahraga Ringan untuk Ibu Menyusui yang Aman dan Asik Dilakukan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</title>
		<link>https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cara-memperlancar-asi-secara-alami</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 02:21:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1713</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara memperlancar ASI secara alami&#160;– Sebagai orang tua yang baru memiliki anak, Bunda tentu mengetahui bahwa&#160;air susu ibu&#160;(ASI) sangat penting perannya bagi perkembangan dan pertumbuhan si buah hati. Namun, tidak sedikit dari banyak ibu muda yang memiliki kekhawatiran dan masalah terkait dengan ASI yang tidak lancar bahkan tidak keluar. Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Bayi Oleh &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/"> <span class="screen-reader-text">Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/">Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Cara memperlancar ASI secara alami&nbsp;</strong>– Sebagai orang tua yang baru memiliki anak, Bunda tentu mengetahui bahwa&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Air_susu_ibu" target="_blank" rel="noreferrer noopener">air susu ibu</a>&nbsp;(ASI) sangat penting perannya bagi perkembangan dan pertumbuhan si buah hati. Namun, tidak sedikit dari banyak ibu muda yang memiliki kekhawatiran dan masalah terkait dengan ASI yang tidak lancar bahkan tidak keluar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Bayi</strong></h2>



<p>Oleh sebab itu, Bunda pastinya ingin memberikan asupan ASI optimal untuk si kecil yang baru hadir di dunia, bukan? Untuk Bunda ketahui bahwa bayi yang baru lahir hingga menginjak usia enam bulan sangat membutuhkan ASI ekslusif sebagai asupan makanan utamannya.</p>



<p>Hal ini penting Bunda karena ASI memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang lengkap untuk bayi bisa tumbuh berkembang secara maksimal. Melansir alodokter, kandungan ASI terdiri dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral , zat antibodi, dan enzim. ASI juga membantu bayi Bunda untuk bisa terlindungi dan terhindar dari penyakit diare, ISPA, dan asma.</p>



<p>Nah, untuk membantu Bunda, kali ini kami akan memberikan ulasan mengenai cara memperlancar ASI secara alami dan praktis. Yuk, simak apa saja cara-caranya Bunda!</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Merilekskan Pikiran dan Hindari Stres</strong></h2>



<p>Cara yang pertama bisa Bunda lakukan ialah mirelekskan pikiran dan menghindari stres berlebih. Untuk menjadi orang tua memang tidaklah mudah, apalagi jika ini merupakan hal yang pertama bagi Bunda memiliki seorang anak.</p>



<p>Stres sering terjadi karena beberapa faktor nih Bun, seperti perubahan hormon ketika sebelum dan sesudah melahirkan,&nbsp;<em>overthinking</em>&nbsp;terhadap kondisi anak pertama, hingga faktor pemicu lainnya. Kondisi stres tersebut dapat memengaruhi hormon dalam tubuh Bunda sehingga berdampak pada jumlah dan kualitas ASI yang dihasilkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Memperbanyak Asupan Air Mineral</strong></h2>



<p>Asupan air mineral atau air putih ternyata penting juga loh Bunda. Ya, air merupakan salah satu unsur yang terkandung dalam ASI sehingga penting bagi tubuh untuk mendapat jumlah yang cukup sehingga produksi ASI menjadi lancar, Bun.</p>



<p>Dilansir dari <a href="https://www.alodokter.com/memahami-pentingnya-minum-air-mineral-saat-hamil-dan-menyusui" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alodokter</a>, ibu menyusui dianjurkan untuk menerima asupan air mineral lebih banyak dibanding ibu hamil yaitu sekitar 13 gelas air untuk setiap harinya. Asupan air mineral juga dapat sangat membantu Bunda supaya tidak dehidrasi dan tetap segar bugar.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Rutin Membersihkan Area Puting</strong></h2>



<p>Faktor kebersihan ternyata dapat membantu memperlancar ASI secara alami loh Bunda. Cara ini dapat Bunda lakukan dengan membersihkan area puting dan aerola pada payudara menggunakan minyak&nbsp;<em>baby oil</em>&nbsp;atau sejenisnya sebelum aktivitas mandi.</p>



<p>Bersihkan secara perlahan dan lembut sehingga area puting susu menjadi bersih dan terawat. Selain itu, Bunda juga bisa melakukan cara memilin puting saat membersihkannya agar ASI yang keluar nantinya menjadi lancar. Bunda dapat melakukan kegiatan ini dalam rentang beberapa hari sekali sehingga bayi akan merasa nyaman saat menyusu yah, Bun.</p>



<p><strong>Baca Juga : <a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Melakukan Pijat Sehat Payudara</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Artikel-1-Gambar-2-Pijat-Sehat-Payudara-Pexels-1024x682.jpg" alt="Gambar 2 Memperlancar ASI secara alami" class="wp-image-2377"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Pijat Sehat Payudara | Gambar : Pexels</figcaption></figure>



<p>Cara memperlancar ASI selanjutnya yang bisa Bunda tempuh ialah melakukan pijat sehat payudara. Seperti yang diketahui bersama bahwa payudara memang merupakan bagian tubuh untuk menyusui bayi pada wanita. Dengan melakukan pijatan sehat tentunya akan memberikan stimulus kepada payudara menjadi semakin lancar mengeluarkan ASI.</p>



<p>Bunda bisa melakukan pijatan ini dengan memulainya dari bagian sisi luar hingga bagian dalam payudara. Ibu jari dan telunjuk dapat digunakan untuk gerakan memijat sehat payudara secara memutar. Untuk detail gerakannya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter dan tenaga medis terkait yah!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5. Melakukan Kompres Payudara</strong></h2>



<p>Salah satu faktor yang menyebabkan ASI Bunda kurang lancar ialah kondisi payudara yang agak keras karena faktor fisik ataupun psikologis. Hal ini bisa diakali dengan melakukan kompres payudara loh, Bun.</p>



<p>Untuk melakukan ini, Bunda perlu menyiapkan handuk atau kain bersih yang direndam dengan air hangat. Kompres bagian payudara dengan handuk hangat secara berkesinambungan yah. Kompresan didiamkan sampai agak dingin dan direndam air hangat kembali setelahnya untuk digunakan kembali sampai 3 kali.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>6. Menyusui Secara Konsisten dan Teratur</strong></h2>



<p>Salah satu cara memperlancar ASI secara alami ialah menyusui secara konsisten. Kegiatan menyusui bayi yang baru lahir memang sangat penting, Bunda perlu melakukan kegiatan ini secara konsisten dan teratur. Dilansir dari hellosehat, Bunda disarankan untuk menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali hingga 8-12 kali dalam rentang waktu 24 jam atau satu hari.</p>



<p>Bunda bisa melakukan penjadwalan kegiatan pemberian ASI ini agar bisa merangsang produksi ASI secara lancar. Meskipun jumlah ASI yang Bunda keluarkan sedikit tetap berusaha untuk konsisten yah, Bun. Semakin sering frekuensi Bunda menyusui maka secara alami semakin lancar dan banyak pula pasokan ASI yang keluar nantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>7. Mengonsumsi Makanan Bergizi untuk ASI</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/03/Artikel-1-Gambar-3-Ilustrasi-Makanan-Bergizi-untuk-ASI-Pexels-Amina-Filkins.jpg" alt="Gambar 3 - Mengonsumsi Makanan Bergizi untuk ASI" class="wp-image-2381"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Makanan Ibu Menyusui | Gambar : Pexels (Amina Filkins)</figcaption></figure>



<p>Tahukah Bunda jika saat masa aktif memberikan ASI eksklusif, para ibu membutuhkan asupan kalori dan gizi yang lebih banyak? Ya, hal ini merupakan hal penting yang juga perlu Bunda perhatikan saat mulai masa m nyusui bayi.</p>



<p>Dilansir dari publikasi informasi fakultas perawatan Unair, ibu menyusui memerlukan asupan kalori tambahan sekitar 400-500 kalori setiap harinya dibandingkan dengan wanita yang tidak menyusui loh, Bun.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>8. Melakukan Pompa ASI</strong></h2>



<p>Selain dengan kegiatan pijat sehat dan kompres payudara, Bunda dapat melakukan pompa ASI sebagai salah satu cara memperlancar ASI secara alami dan praktis. Terkadang saat Bunda habis menyusui bayi, payudara masih terasa kencang.</p>



<p>Hal ini ternyata disebabkan oleh adanya persediaan ASI yang masih tersisa di fase waktu tersebut, Bun. Oleh karena itu, kegiatan memompa ASI dapat menjadi salah satu cara untuk merangsang payudara agar mengeluarkan persediaan ASI yang tersisa sehingga nanti payudara dapat memproduksi ASI yang lebih segar dan baru. &nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>9. Mencemati Letak Posisi Bayi Saat Menyusui</strong></h2>



<p>Seringkali letak posisi bayi saat menyusui luput dari perhatian ibu yang baru pertama kali menyusui anak. Padahal ini penting Bun untuk dicermati, karena apabila letak posisi mulut bayi saat menyusu tidak tepat dan tidak menempel maka ASI yang dirangsang tidak akan optimal keluar.</p>



<p>Kesalahan tersebut biasanya menempatkan mulut bayi hanya pada area ujung puting susu saja. Padahal letak posisi yang benar ialah menempatkan mulut bayi pada seluruh pangkal puting hingga bagian aerola (bagian lingkar puting) agar ASI yang dikeluarkan menjadi lancar dan tepat posisi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>10. Memperhatikan Kualitas Istirahat yang Cukup</strong></h2>



<p>Cara memperlancar ASI secara alami selanjutnya ialah Bunda perlu juga memperhatikan kualitas istirahat yang cukup, loh. Meskipun sebagai orang tua yang baru memiliki anak tentunya, Bunda akan direpotkan dengan berbagai tantangan menjaga dan merawat bayi sepanjang hari.</p>



<p>Akan tetapi, istirahat yang berkualitas dan cukup juga merupakan hal penting untuk mejaga kesehatan tubuh dan produksi ASI supaya lancar yah, Bun. Untuk mengatasi hal ini, Bunda bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan suami ataupun keluarga dalam kegiatan menjaga dan merawat bayi sehingga waktu istirahat menjadi cukup.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>11. Menghindari Konsumsi Obat dan Pil KB Tertentu</strong></h2>



<p>Masa Bunda menyusui merupakan masa yang perlu dijaga dan diperhatikan karena menyangkut pada pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan bayi. Untuk itu, biasanya para bidan atau dokter kandungan memberikan saran untuk menghindari mengonsumsi obat dan pil KB (keluarga berencana) tertentu.</p>



<p>Tentunya obat dan pil KB memiliki kandungan zat kimia yang bisa berdampak pada kesehatan bayi yang sedang menyusu kepada Bunda loh. Oleh sebab itu, Bunda perlu mawas dan cermat mengenai hal ini dan melakukan konsultasi lebih lanjut kepada tenaga medis jika memang harus.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>12. Menambah Komplemen Nutrisi untuk ASI</strong></h2>



<p>Cara memperlancar ASI secara alami dan praktis yang terakhir ialah Bunda bisa menambah komplemen nutrisi untuk ASI. Mengonsumsi komplemen tambahan memang bisa membantu meningkatkan produksi ASI menjadi lebih banyak.</p>



<p>Komplemen penambah ASI biasanya terdiri dari bahan-bahan alami dan herbal yang diformulasikan untuk melengkapi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk ibu menyusui. Meski demikian, Bunda juga perlu memperhatikan keamanan dan kualitas produk dari komplemen tersebut sehingga tidak memberikan efek samping negatif kepada Bunda dan bayi.</p>



<p>Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi dari komplemen tepercaya, Channa Lakta dapat menjadi pilihan yang tepat nih bagi Bunda. Channa Lakta mengandung nutrisi lengkap, kaya protein albumin, zat besi tinggi, serat dan komponen lain untuk memperlancar produksi ASI melimpah pada ibu menyusui.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Selain itu, kandungan albumin pada Channa Lakta dapat membantu mengoptimalkan dan menjaga daya tahan tubuh Bunda semasa menyusui agar fit dan bugar selalu. Dengan mengonsumsi komplemen Channa Lakta maka Bunda tidak perlu khawatir lagi mengenai ASI yang tidak lancar, yah!</p>



<p>Itulah ulasan mengenai 12 cara memperlancar ASI secara alami dan praktis yang bisa Bunda coba dan praktikan. Untuk membeli Channa Lakta, Bunda bisa langsung menghubungi laman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami</a> atau membeli di apotik yang menyediakan!</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/cara-memperlancar-asi-secara-alami/">Simak Bunda, 12 Cara Memperlancar ASI Secara Alami dan Praktis</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</title>
		<link>https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=daun-katuk-pelancar-asi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 07:05:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Daun katuk pelancar ASI&#160;– Sebagai seorang ibu, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang bayi, bukan? Tentunya pemberian ASI termasuk di dalamnya. Untuk bayi yang baru lahir, ASI merupakan makanan dan minuman pokok yang patut Bunda berikan hingga mencapai umur enam bulan. Namun begitu, tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi ASI yang lancar sehingga &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/"> <span class="screen-reader-text">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Daun katuk pelancar ASI</strong>&nbsp;– Sebagai seorang ibu, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk sang bayi, bukan? Tentunya pemberian ASI termasuk di dalamnya. Untuk bayi yang baru lahir, ASI merupakan makanan dan minuman pokok yang patut Bunda berikan hingga mencapai umur enam bulan.</p>



<p>Namun begitu, tidak semua ibu menyusui memiliki kondisi ASI yang lancar sehingga tidak heran jika banyak dari para ibu yang mencari alternatif cara agar ASI menjadi lancar. ASI yang tidak lancar tentu membuat Bunda menjadi khawatir akan kebutuhan nutrisi bayi tidak tercukupi dengan baik.</p>



<p>Salah satu cara alternatif yang sudah turun temurun dikenal masyarakat Indonesia untuk mengatasi hal ini ialah dengan memakan atau mengonsumsi daun katuk. Lantas, apakah benar daun katuk dapat menjadi salah satu cara dalam melancarkan ASI untuk ibu menyusui? Adakah rekomendasinya? Yuk, cari tahu Bunda!</p>



<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/">Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sekilas Mengenal Daun Katuk</strong></h2>



<p>Di Indonesia, daun katuk memang cukup dikenal di kalangan masyarakat terutama para kaum ibu menyusui atau ibu yang gemar memasak. Daun katuk atau yang memiliki nama ilmiah&nbsp;<em>Sauropus androgynous</em>&nbsp;memiliki ciri tampilan fisik daunnya yang agak kecil, berwarna hijau gelap, dan memiliki sedikit corak keperakan di bagian daunnya.</p>



<p>Daun katuk memang biasa diolah menjadi bahan masakan seperti sayur katuk, dimakan langsung sebagai lalapan pendamping makanan, atau dikonsumsi sebagai teh herbal hingga ekstrak suplemen. Melansir&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Katuk" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Wikipedia</a>, daun katuk memiliki kandungan berupa 7% protein dan serat kasar hampir 19%. Selain itu, daun katuk juga kaya akan vitamin K, vitamin A, B, dan C serta mineral.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kebaikan dan Manfaat Daun Katuk untuk ASI</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/12/Gambar-2-Daun-katuk-pelancar-asi.jpg" alt="Gambar 2 - Daun katuk pelancar asi" class="wp-image-5974"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi Ibu Menyusui Memberikan ASI | Gambar: Freepik</figcaption></figure>



<p>Bukan tanpa alasan daun katuk menjadi jenis bahan sayur yang dikenal di kalangan para ibu-ibu, terutama yang sedang menyusui atau memberikan ASI eksklusif. Untuk Bunda ketahui, daun katuk memang memiliki kandungan dan manfaat yang baik untuk kelancaran ASI ibu menyusui.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/663/apa-saja-sih-yang-perlu-disiapkan-ibu-untuk-meng-asi-hi-si-kecil" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Yankes Kementerian Kesehatan RI</a>, daun katuk memiliki kebaikan dan manfaat untuk ASI karena adanya kandungan laktagogum seperti steroid dan polifenol yang dapat meningkatkan kadar prolaktin pada ibu menyusui. Prolaktin sendiri dikenal sebagai hormon ibu menyusui yang dapat meningkatkan, mempercepat, hingga memperlancar produksi ASI.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Setelah menyimak tentang mengenal daun katuk serta memahami kebaikan dan manfaatnya, kini Bunda juga perlu mengetahui rekomendasi daun katuk pelancar ASI yang terbaik untuk ibu menyusui.</p>



<p>Rekomendasi ini di dasarkan pada keunggulan bahan baku serta kualitas produk yang memang sudah terbukti nyata khasiatnya untuk ibu menyusui. Berikut merupakan rekomendasi daun katuk pelancar ASI terbaik untuk ibu menyusui.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menghadirkan Channa Lakta, Suplemen Pelancar ASI yang Mengandung Ekstrak Daun Katuk Pilihan dan Kombinasi Bahan Baku Alami Lainnya!</strong></h2>



<p>Apakah Bunda saat ini sedang mengalami permasalahan ASI yang tidak lancar atau bahkan seret? Jika ya, kami merekomendasikan&nbsp;Channa Lakta&nbsp;sebagai suplemen pelancar ASI yang mengandung ekstrak daun katuk pilihan serta kombinasi bahan baku alami lainnya berupa ekstrak ikan gabus, ekstrak bayam, hingga ekstrak rumput laut.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><a href="https://www.channa.id/kontak-kami/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure></div>


<p>Racikan kombinasi ini diproses dengan modern sehingga menghasilkan mutu kandungan yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu menyusui. Untuk Bunda ketahui, Channa Lakta memiliki kombinasi nutrisi terlengkap yakni berupa protein, albumin, 18 asam amino, asam lemak omega, vitamin dan mineral sebagai asupan gizi harian ibu menyusui.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Alasan Kenapa Ekstrak Daun Katuk Lebih Baik</strong></h2>



<p>Bunda sebenarnya bisa saja mengonsumsi langsung atau mengolah daun katuk sebagai bahan makanan yang bagus untuk kelancaran ASI. Akan tetapi, terdapat kemungkinan kandungan nutrisi dari daun katuk menjadi berkurang karena proses pengolahan atau memasak yang kurang tepat dilakukan oleh Bunda.</p>



<p>Pembuatan ekstrak daun katuk secara modern dan higienis dapat membuat kandungannya tetap terjaga khasiatnya dengan baik. Melansir&nbsp;<a href="https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/991/719" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jurnal Kedokteran Unila</a>, pemberian ekstrak daun katuk dengan dosis 3×300 mg/hari selama 15 hari secara rutin dan konsisten dapat&nbsp; meningkatkan produksi ASI ibu menyusui sebanyak 50,7%.</p>



<p>Maka dari itu, pemberian daun katuk dinilai lebih efektif dalam bentuk ekstrak dibandingkan dengan pengolahan lainnya seperti dijadikan lalapan, rebusan, campuran sayur, dan olahan masakan lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kandungan Ekstrak Daun Katuk pada Channa Lakta</strong></h2>



<p>Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu kandungan bahan baku alami yang terdapat pada Channa Lakta sebanyak 50 mg. Adanya senyawa kandungan&nbsp;<em>fitosterol</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>papaverine</em>&nbsp;pada daun katuk dapat meningkatkan kadar dan peredaran hormon prolaktin serta oksitosin yang berperan penting dalam proses peningkatan produksi ASI.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Channa Lakta Sebagai Pelancar ASI Pilihan Bunda!</strong></h2>



<p>Supaya Bunda semakin yakin, terdapat sejumlah keunggulan Channa Lakta sebagai rekomendasi daun katuk pelancar ASI untuk ibu menyusui. Sebab kami ingin memberikan yang terbaik untuk Bunda dan bayi agar sehat dan tumbuh secara optimal. Berikut beberapa keunggulan Channa Lakta yang perlu Bunda ketahui:</p>



<ul>
<li>Channa Lakta dibuat dengan proses ekstrasi suhu rendah pada bahan ikan gabus sehingga kadar protein albuminnya tinggi mencapai 80%.</li>



<li>Membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI sehingga kental dan berlimpah untuk diberikan kepada bayi.</li>



<li>Menggunakan 100% bahan baku alami.</li>



<li>Terdapat beragam jenis kandungan nutrisi secara lengkap seperti protein, albumin, 18 jenis asam amino, asam lemak omega, vitamin, dan mineral.</li>



<li>Kaya asam lemak omega 3 untuk perkembangan otak anak.</li>



<li>Mengandung serat tinggi untuk mencegah konstipasi(sembelit) di masa menyusui.</li>



<li>Menggunakan bahan ikan gabus pilihan dari budidaya ikan gabus modern berbasis sistem IoT (Internet of Things) ditambah pakan organik yang digunakan.</li>



<li>Aman dan terjamin karena mengantongi izin dari BPOM dan sertifikasi Halal MUI.</li>



<li>Memiliki bentuk ekstrak yang lebih efektif dan praktis di konsumsi serta di bawa ke mana saja.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/">Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui</strong></h2>



<p>Berdasarkan ulasan ini, untuk Bunda yang sedang mengalami masalah ASI seret, ASI sedikit, atau ASI tidak lancar, maka dapat mempertimbangkan dan memilih Channa Lakta sebagai rekomendasi daun katuk pelancar ASI untuk para ibu menyusui. Terlebih Channa Lakta memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk serupa yang beredar sekarang.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda dapat meningkatkan kelancaran ASI serta menjaga kualitas ASI sehingga bisa memberikan asupan ASI terbaik bagi bayi untuk bisa sehat serta berkembang dan tumbuh secara optimal. Channa Lakta boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat lain karena menggunakan 100% bahan herbal yang tidak mengganggu kinerja obat.</p>



<p>Untuk membeli dan memperoleh Channa Lakta, Bunda bisa menghubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau halaman <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">kontak kami</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/daun-katuk-pelancar-asi/">Rekomendasi Daun Katuk Pelancar ASI Terbaik untuk Para Ibu Menyusui</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cocok untuk Bayi, Ini 8 Jenis Sayuran untuk MPASI yang Bisa Bunda Olah!</title>
		<link>https://www.channa.id/sayuran-untuk-mpasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sayuran-untuk-mpasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zafrullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2024 03:59:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Lakta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=1572</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sayuran untuk MPASI&#160;– Bayi memang membutuhkan ASI sebagai makanan utamanya, namun setelah menginjak usia 6 bulan bayi membutuhan asupan tambahan yang dikenal sebagai makanan pendamping ASI atau MPASI. Salah satu sumber bahan MPASI yang memiliki nilai nutrisi ialah sayur-sayuran. MPASI perlu Bunda kenalkan kepada Si Kecil pada usia itu agar asupan kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-mpasi/"> <span class="screen-reader-text">Cocok untuk Bayi, Ini 8 Jenis Sayuran untuk MPASI yang Bisa Bunda Olah!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-mpasi/">Cocok untuk Bayi, Ini 8 Jenis Sayuran untuk MPASI yang Bisa Bunda Olah!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Sayuran untuk MPASI</strong>&nbsp;– Bayi memang membutuhkan ASI sebagai makanan utamanya, namun setelah menginjak usia 6 bulan bayi membutuhan asupan tambahan yang dikenal sebagai makanan pendamping ASI atau MPASI. Salah satu sumber bahan MPASI yang memiliki nilai nutrisi ialah sayur-sayuran.</p>



<p>MPASI perlu Bunda kenalkan kepada Si Kecil pada usia itu agar asupan kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi secara maksimal. Bahkan&nbsp;<em>World Health Organization</em>&nbsp;(<a href="https://www.who.int/health-topics/breastfeeding" target="_blank" rel="noreferrer noopener">WHO</a>) dan ikatan Dokter Anak Indonesia (<a href="https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/nutrisi-pada-bayi-dan-batita-di-era-new-normal-pandemi-covid-19" target="_blank" rel="noreferrer noopener">IDAI</a>) menganjurkan pemberian MPASI saat bayi sudah berusia 6 bula,&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;Bun.</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/menyusui-sambil-main-hp/"><strong>Bolehkah Menyusui Sambil Main HP? Ini Penjelasan, Pengaruh dan Faktanya Bun!</strong></a></p>



<p>Di samping itu, IDAI juga merekomendasikan untuk rentang usia bayi 6-8 bulan komposisinya adalah diberikan 70% ASI dan 30% MPASI, sementara usia bayi 9-11 bulan komposisinya yaitu 50% ASI dan 50% MPASI.</p>



<p>Bunda juga perlu mengetahui bahwa MPASI yang diberikan kepada bayi haruslah mengandung gizi yang seimbang mencakup karbohidrat, protein (terutama sumber hewani), lemak, buah dan/atau sayur.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kebaikan Memberikan Sayuran untuk MPASI&nbsp;Bayi</strong></h2>



<p>Komposisi MPASI yang Bunda berikan kepada Si Kecil memang perlu diperhatikan sebab MPASI yang baik haruslah mengandung gizi yang seimbang. Sayuran dapat menjadi salah satu bahan baku MPASI yang dapat Bunda pilih karena memberikan banyak kebaikan untuk bayi.</p>



<p>Melansir&nbsp;<a href="https://www.momjunction.com/articles/benefits-of-fruits-and-vegetables-for-kids_00359392/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Momjuction</a>, sayuran memiliki kandungan yang kaya akan mikronutrien esensial, serat makanan, dan senyawa bioaktif. Zat-zat yang ada pada sayur-sayuran memiliki sejumlah kebaikan untuk kesehatan bayi di antaranya ialah sebagai sumber energi, menjaga kesehatan pencernaan, menjaga sistem kekebalan tubuh, kesehatan tulang, hingga kesehatan kognitif.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ragam Jenis Sayuran untuk MPASI</strong></h2>



<p><em>Nah</em>, sekiranya apa saja yah Bunda, jenis sayuran yang cocok untuk MPASI bayi? Berikut sejumlah ragam jenis sayuran untuk MPASI yang bisa Bunda simak dan ketahui:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Wortel</strong></h3>



<p>Pilihan jenis sayuran untuk MPASI yang pertama bisa Bunda berikan adalah wortel. Sayuran ini mudah di dapat dan memiliki kandungan yang kaya akan beta karoten dan vitamin A. Selain itu, Bunda juga bisa menjadikan wortel sebagai pewarna MPASI.</p>



<p>Terdapat juga vitamin dan mineral lain seperti vitamin C, zat besi, kalsium dan kandungan lainnya. Bunda bisa menjadikan wortel sebagai MPASI dengan cara mengukus wortel hingga empuk lalu kemudian membuatnya menjadi semacam bubur lembut atau puree.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Bayam</strong></h3>



<p>Banyak diantara para ibu di Indonesia yang menjadikan bayam sebagai bahan MPASI untuk Si Kecil. Diketahui bahwa bayam memang merupakan salah satu sumber serat yang baik untuk mencegah sembelit pada bayi,&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;Bunda. &nbsp;</p>



<p>Selain hal itu, bayam juga memiliki nilai nutrisi dengan adanya kandungan berupa zat besi, kalsium, selenium, vitamin c, asam folat dan zat lainnya. Dengan kandungannya tersebut, bayam dapat membantu menguatkan tulang hingga meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Biasanya bayam dijadikan sebagai bubur lembut atau puree lalu dikombinasikan dengan suiran daging halus.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Ubi</strong></h3>



<p>Sayuran untuk MPASI selanjutnya adalah ubi. Untuk Bunda ketahui, tanaman ubi termasuk juga dalam sayuran umbi-umbian atau akar,&nbsp;<em>lho</em>. Rasa dasarnya yang manis alami membuat ubi digemari Si Kecil untuk Bunda jadikan MPASI.</p>



<p>Dibalik rasanya tersebut, ubi memiliki kandungan yang juga baik untuk bayi seperti adanya karbohidrat, protein, kalsium, serat, zat besi, kolin, vitamin C dan kandungan lainnya. Ubi dapat Bunda sajikan untuk Si Buah Hati dengan cara dibuat bubur puree ubi, bola ubi, hingga bubur sumsum ubi. MPASI ubi juga dapat dikombinasikan dengan buah pisang atau apel,&nbsp;<em>yah</em>&nbsp;Bun.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Brokoli</strong></h3>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fitbumin.com/wp-content/uploads/2022/06/Gambar-2-Sayur-untuk-MPASI.jpg" alt="Gambar 2 - Sayuran untuk MPASI" class="wp-image-4453"/><figcaption class="wp-element-caption">Ilustrasi MPASI Sayur Brokoli | Gambar: Freepik</figcaption></figure>



<p>Salah satu sayuran hijau yang terkenal dengan kandungan antioksidan tinggi adalah brokoli. Sayuran hijau satu ini juga memiliki jumlah kalori yang rendah namun terdapat nutrisi yang tinggi di dalamnya. Maka dari itu, brokoli dapat menjadi pilihan bagi Bunda sebagai MPASI.</p>



<p>Melansir laman berita&nbsp;<a href="http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1289-sederet-manfaat-brokoli-hijau-untuk-kesehatan" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Universitas Airlangga</a>, terdapat kandungan karbohidrat kompleks, serat, protein, kalsium, kalium, fosfor, zinc, zat besi hingga asam folat. Sejumlah vitamin juga banyak dimiliki oleh brokoli seperti vitamin A, B, C, E dan K.</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/bolehkah-ibu-menyusui-makan-ikan-asin/"><strong>Bolehkah Ibu Menyusui Makan Ikan Asin? Berdampak pada ASI? Simak Faktanya!</strong></a></p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Labu Siam</strong></h3>



<p>Sebagian dari Bunda mungkin mengenal labu siam sebagai lalapan sayur yang disantap dengan campuran sambal.&nbsp;<em>Nah</em>, ternyata nih Bunda, labu siam dapat juga menjadi pilihan bahan sayuran untuk MPASI yang bagus untuk Si Kecil.</p>



<p>Rasa dasar yang cukup manis dan tekstur yang lembut dapat menjadi faktor yang disukai oleh bayi. Mengetahui lebih dalam, labu siam memiliki kandungan berupa serat, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, beta karoten, asam folat, vitamin B1 hingga vitamin C. MPASI labu siam dapat dibuat dengan dijadikan puree labu siam atau bubur labu siam ditambah potongan kecil hati ayam. &nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Kentang</strong></h3>



<p>Selain ubi, kentang dapat menjadi bahan baku MPASI sayur umbi-umbian. Kentang dikenal sebagai salah satu sumber pangan yang kaya akan karbohidrat selain nasi. Di samping itu, kentang juga memiliki nilai nutrisi lain yang dapat membantu tumbuh kembang bayi.</p>



<p>Terdapat kandungan berupa protein, asam folat, mineral, vitamin B, vitamin C hingga serat. Bunda bisa membuat MPASI dari kentang dengan cara mengukusnya agar kandungan nutrisi tetap terjaga. Setelah dikukus, kentang bisa Bunda haluskan untuk dijadikan bubur kentang sebagai MPASI Si Kecil yang ditambah dengan sajian sedikit potongan buah atau daging.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Labu Kuning</strong></h3>



<p>Labu kuning atau bisa disebut waluh di Indonesia biasa untuk dikonsumsi dalam olahan kolak atau sebagai makanan ringan. Biji labu kuning juga disebut kuaci dan banyak dikonsumsi sebagai makanan ringan. Dibalik itu, waluh memiliki kandungan nutirisi yang bagus untuk bayi,&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;Bun.</p>



<p>Labu kuning dapat menjadi sayuran untuk MPASI karena kaya akan kandungan berupa karbohidrat, protein, vitamin, lemak baik sampai mineral. Tekstur labu kuning yang lembut juga sangat cocok sebagai MPASI bayi. Bunda dapat mengombinasikan MPASI labu kuning dengan irisan telur rebus atau MPASI kentang hingga pisang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>8. Buncis</strong></h3>



<p>Bunci menjadi jenis sayuran untuk MPASI yang terakhir di ulasan kali ini. Tahukah Bunda bahwa kacang-kacangan seperti buncis juga termasuk sayuran?&nbsp;<em>Ya</em>, buncis memang dapat menjadi salah satu sumber nutrisi yang bagus untuk dijadikan MPASI bagi Si Kecil.</p>



<p>Rasa manis alami pada Buncis juga dapat menjadi hal yang akan disukai bayi. Untuk nutrisi, Buncis memiliki kandungan berupa karbohidrat, protein, serat, kalium, vitamin A, B, C, K, serat hingga asam folat. MPASI buncis dapat Bunda sajikan dengan cara dihaluskan atau menjadi puree yang kemudia bisa dipadu dengan MPASI wortel atau daging hingga telur.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bolehkah MPASI Banyak Sayur?</strong></h2>



<p>Sayur dapat digunakan sebagai bahan atau bagian MPASI untuk bayi. Akan tetapi, apakah boleh jika MPASI mengandung banyak sayur? Melansir Tempo, Dokter spesialis anak yang juga konsultan nutrisi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) mengatakan bahwa sayur memang dapat ditambahkan pada MPASI namun tidak boleh banyak.</p>



<p>Hal ini dijelaskan karena sayuran yang terlalu banyak membuat bayi menjadi cepat dan lama kenyang akibat asupan serat yang tinggi. Dengan begitu, bayi bisa tidak mendapat cukup nutrisi dari asupan utama atau lain seperti ASI karena kondisi perut yang cepat kenyang. Maka dari itu, untuk bayi di bawah 2 tahun perlu dibatasi jumlah asupan sayur dan buahnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-asi-basi-di-freezer/"><strong>Sudah Cek Bunda? Ini 4 Ciri-Ciri ASI Basi di Freezer Kulkas, Perhatikan!</strong></a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Imbangi MPASI dengan Menjaga Kualitas ASI Sebagai Nutrisi Utama Bayi</strong></h2>



<p>MPASI memang membantu bayi dalam mencukupi nutrisi yang dibutuhkannya dalam pertumbuhan. Akan tetapi, ASI masih menjadi asupan nutrisi utama yang perlu lebih dahulukan oleh Bunda. Maka dari itu, ASI dan MPASI harus saling melengkapi agar Si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.</p>



<p>Kualitas ASI yang baik dapat menjadi faktor penentu kesehatan dan perkembangan anak. Hal ini ini juga dapat memengaruhi berat badan bayi agar naik stabil serta volume atau jumlah ASI yang bisa mencukupi kebutuhan Si Kecil.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp" alt="" class="wp-image-1099" style="object-fit:cover;width:450px;height:450px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Lakta.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>


<p>Agar kualitas ASI Bunda selalu terjaga, Channa Lakta hadir sebagai solusi praktis dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui agar kualitas ASI terjaga serta menjadi lancar. Terbuat dari bahan baku alami pilihan yang ideal untuk ibu menyusui yaitu ekstrak katuk, bayam, rumput laut hingga ikan gabus.</p>



<p>Dengan mengonsumsi Channa Lakta, Bunda tidak perlu khawatir lagi akan kualitas ASI untuk Si Buah Hati!</p>



<p>Itulah ulasan mengenai 8 jenis sayuran untuk MPASI yang bisa Bunda olah dan cocok untuk bayi. Untuk mendapatkan dan membeli Channa Lakta, Bunda bisa hubungi nomor <a href="tel: 0215454413">(021) 5454413</a> atau <a href="https://www.channa.id/kontak-kami/">halaman kontak kami.</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/sayuran-untuk-mpasi/">Cocok untuk Bayi, Ini 8 Jenis Sayuran untuk MPASI yang Bisa Bunda Olah!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
