<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 08:30:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia Sinergi Teripang dan Kunyit: Kombinasi Alami yang Ampuh untuk Sendi dan Imun</title>
		<link>https://www.channa.id/manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 08:30:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Kunyit]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3558</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik manfaat teripang dan kunyit &#8211; Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang telah lama dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Dua di antaranya adalah teripang (Holothuria sp) dan kunyit (Curcuma domesticae), yang masing-masing memiliki kandungan bioaktif unik dan telah digunakan secara tradisional maupun diteliti secara ilmiah. Menariknya, kombinasi keduanya berpotensi memberikan manfaat kesehatan yang saling melengkapi, &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun/"> <span class="screen-reader-text">Rahasia Sinergi Teripang dan Kunyit: Kombinasi Alami yang Ampuh untuk Sendi dan Imun</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun/">Rahasia Sinergi Teripang dan Kunyit: Kombinasi Alami yang Ampuh untuk Sendi dan Imun</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik manfaat teripang dan kunyit</strong> &#8211; Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang telah lama dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Dua di antaranya adalah teripang (<em>Holothuria sp</em>) dan kunyit (<em>Curcuma domesticae</em>), yang masing-masing memiliki kandungan bioaktif unik dan telah digunakan secara tradisional maupun diteliti secara ilmiah. </p>



<p>Menariknya, kombinasi keduanya berpotensi memberikan manfaat kesehatan yang saling melengkapi, mulai dari mendukung sistem imun hingga membantu menjaga kesehatan sendi dan pencernaan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/">Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Khasiat Teripang: Sumber Protein, Kolagen dan Senyawa Bioaktif Laut</strong></h2>



<p>Teripang merupakan hewan laut yang kaya akan protein, peptida bioaktif, kolagen, asam amino esensial, serta berbagai mineral penting seperti kalsium, magnesium, dan seng. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teripang mengandung senyawa aktif seperti saponin triterpenoid, glikosaminoglikan, dan kondroitin sulfat yang memiliki berbagai aktivitas biologis.</p>



<p>Potensi manfaat kesehatan dari teripang yang telah banyak dilaporkan antara lain untuk: membantu proses regenerasi jaringan dan penyembuhan luka, mendukung kesehatan tulang dan sendi melalui kandungan kolagen dan kondroitin sulfat, aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Serta mendukung fungsi sistem imun tubuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat Kunyit: Rempah Emas dengan Kandungan Kurkumin</strong></h2>



<p>Kunyit merupakan salah satu tanaman obat paling populer di Asia. Komponen aktif utamanya adalah kurkumin, senyawa polifenol yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. </p>



<p>Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kunyit dapat memberikan manfaat dalam membantu mengurangi peradangan kronis, menjaga kesehatan hati dengan membantu proses detoksifikasi alami tubuh, menjaga kesehatan sistem pencernaan, membantu menjaga kadar gula darah dan profil lipid yang sehat, dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. </p>



<p>Selain itu, kunyit juga telah lama digunakan sebagai bagian dari jamu tradisional Indonesia untuk membantu menjaga stamina dan kebugaran.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/keistimewaan-protein-ikan-lebih-dari-sekadar-sumber-gizi/">Keistimewaan Protein Ikan: Lebih dari Sekadar Sumber Gizi, Tinggi Nutrisi dan Mudah Dicerna!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>5 Alasan Mengapa Kombinasi Teripang dan Kunyit Efektif dan Menarik</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1408" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-1-manfaat-teripang-dan-kunyit.png" alt="" class="wp-image-3565"/></figure>



<p>Kombinasi teripang dan kunyit menawarkan pendekatan yang unik karena keduanya bekerja melalui mekanisme yang berbeda namun saling melengkapi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Perlindungan Antioksidan yang Lebih Optimal</strong></h3>



<p>Radikal bebas yang berlebihan dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes, dan penuaan dini. Teripang mengandung peptida dan senyawa antioksidan alami, sementara kurkumin dalam kunyit merupakan antioksidan kuat yang telah banyak diteliti. Kombinasi keduanya berpotensi membantu meningkatkan perlindungan sel tubuh dari kerusakan oksidatif.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Mendukung Kesehatan Sendi dan Otot</strong></h3>



<p>Teripang kaya akan kolagen dan glikosaminoglikan yang berperan dalam menjaga struktur jaringan ikat dan tulang rawan. Di sisi lain, sifat antiinflamasi kunyit dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat peradangan pada sendi.Kombinasi ini berpotensi bermanfaat bagi lansia yang ingin menjaga mobilitas, individu yang aktif berolahraga, serta orang-orang yang mengalami keluhan sendi ringan akibat aktivitas sehari-hari.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Membantu Pemulihan Tubuh</strong></h3>



<p>Protein dan asam amino dari teripang berperan sebagai bahan baku pembentukan jaringan baru. Sementara itu, kunyit membantu mengendalikan respons inflamasi yang berlebihan selama proses pemulihan. Karena itu, kombinasi keduanya sering dianggap sebagai suplemen alami yang mendukung pemulihan tubuh setelah sakit, operasi, maupun aktivitas fisik yang berat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Menunjang Sistem Imun</strong></h3>



<p>Sistem imun yang baik membutuhkan nutrisi yang cukup sekaligus pengendalian peradangan yang seimbang. Kandungan protein bioaktif dan mineral pada teripang dapat membantu mendukung fungsi imun, sedangkan kurkumin diketahui mampu memodulasi berbagai jalur respons imun dalam tubuh.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Mendukung Kesehatan Pencernaan</strong></h3>



<p>Kunyit dikenal dapat merangsang produksi empedu dan membantu fungsi saluran cerna. Di sisi lain, protein teripang yang mudah dicerna dapat menjadi sumber nutrisi berkualitas tinggi. Kombinasi keduanya berpotensi membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi/">Ikan Budidaya untuk Produk Farmasi: Lebih Aman, Konsisten, dan Berkelanjutan</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi Manfaat Teripang dan Kunyit dalam Hisom sebagai Suplemen Herbal Modern yang Praktis </strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1408" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-3-manfaat-teripang-dan-kunyit.png" alt="" class="wp-image-3564"/></figure>



<p>Manfaat teripang dan kunyit merupakan dua bahan alami yang kaya akan senyawa bioaktif. Teripang menyediakan protein, terutama kolagen, serta berbagai komponen pendukung regenerasi jaringan, sedangkan kunyit menawarkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang kuat melalui kandungan kurkuminnya.</p>



<p>Kombinasi keduanya berpotensi memberikan manfaat sinergis dalam mendukung kesehatan sendi, mempercepat pemulihan tubuh, menjaga sistem imun, serta melindungi tubuh dari stres oksidatif.</p>



<p>Akhir-akhir ini, kombinasi teripang dan kunyit mulai banyak diformulasikan dalam bentuk kapsul, ekstrak, maupun minuman kesehatan. Di pasar jamu nasional, kombinasi kedua bahan ini salah satunya ditemukan pada produk yang diproduksi oleh Herbal Nusantara dengan nama produk Hisom. </p>



<p>Manfaat produk serupa diyakini memiliki manfaat kesehatan yang bersifat sinergis untuk mendukung kualitas hidup masyarakat modern. Meski demikian, manfaat kesehatan yang diperoleh tetap perlu didukung dengan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki kondisi medis tertentu.</p>



<p><strong>Referensi</strong></p>



<ol start="1">
<li>Bordbar S, Anwar F, Saari N. High-value components and bioactives from sea cucumbers for functional foods—A review. <em>Marine Drugs</em>. 2011;9(10):1761–1805.</li>



<li>Pangestuti R, Arifin Z. <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S222541101730069X" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Medicinal and health benefit effects of functional sea cucumbers</a>. <em>Journal of Traditional and Complementary Medicine</em>. 2018;8(3):341–351.</li>



<li>Hu S, Wang J, Li Y, et al. Biological activities and health benefits of sea cucumber-derived compounds. <em>Marine Drugs</em>. 2022;20(7):425.</li>



<li>Hewlings SJ, Kalman DS. <a href="https://www.mdpi.com/2304-8158/6/10/92" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Curcumin: A review of its effects on human health</a>. <em>Foods</em>. 2017;6(10):92.</li>



<li>Prasad S, Gupta SC, Tyagi AK. Curcumin, a component of golden spice: From bedside to bench and back. <em>Biotechnology Advances</em>. 2014;32(6):1053–1064.</li>



<li>Amalraj A, Pius A, Gopi S, Gopi S. Biological activities of curcuminoids and their therapeutic potential. <em>Journal of Traditional and Complementary Medicine</em>. 2017;7(2):205–233.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun/">Rahasia Sinergi Teripang dan Kunyit: Kombinasi Alami yang Ampuh untuk Sendi dan Imun</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</title>
		<link>https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:26:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Akar Rimba Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[ARN]]></category>
		<category><![CDATA[Nanopartikel]]></category>
		<category><![CDATA[Riset]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Unimed]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3540</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id &#8211; Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah kasus, lamanya durasi pengobatan, serta potensi munculnya resistensi obat mendorong perlunya inovasi terapi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis sumber daya alam lokal. Memasuki Tahun Kedua, Kolaborasi Multikampus Dorong Hilirisasi Inovasi untuk Mendukung Penanganan Tuberkulosis di Indonesia Menjawab tantangan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/"> <span class="screen-reader-text">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita Channa.id &#8211;</strong> Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah kasus, lamanya durasi pengobatan, serta potensi munculnya resistensi obat mendorong perlunya inovasi terapi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis sumber daya alam lokal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Memasuki Tahun Kedua, Kolaborasi Multikampus Dorong Hilirisasi Inovasi untuk Mendukung Penanganan Tuberkulosis di Indonesia</strong></h2>



<p>Menjawab tantangan tersebut, <strong>PT ARN (Akar Rimba Nusantara)</strong> bersama <strong>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed) </strong>melanjutkan program riset prioritas nasional bertajuk <strong>“Pengembangan Produk Herbal Nanopartikel Madu Trigona dan Albumin Ikan Gabus sebagai Terapi Tuberkulosis”</strong>. Memasuki tahun kedua pelaksanaan program pada 2026, penelitian ini semakin menunjukkan perkembangan positif melalui capaian paten, publikasi ilmiah, dan dukungan pendanaan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal</strong></h2>



<p>Riset ini merupakan hasil kerja sama antara ARN dan FMIPA Universitas Negeri Medan yang dipimpin oleh <strong>Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si.</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1170" height="607" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-Foto-2-Dr.-Endang-Sulistyarini-Gultom.jpeg" alt="" class="wp-image-3546"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto <strong>Dr. Endang Sulistyarini Gultom, S.Si., Apt., M.Si.</strong> | Dokumentasi Pribadi</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya melibatkan Unimed dan ARN, penelitian ini juga menggandeng dua institusi akademik lainnya, yaitu Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dien (UTND) dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).</p>



<p>Kolaborasi multidisiplin tersebut diharapkan mampu memperkuat aspek farmasi, teknologi formulasi, hingga kajian medis sehingga menghasilkan produk yang memiliki landasan ilmiah yang kuat.</p>



<p>Penelitian berfokus pada pengembangan <strong>sediaan serbuk nano dalam kapsul</strong> yang mengombinasikan <strong>madu Trigona</strong> dan <strong>albumin ikan gabus</strong> menggunakan teknologi nanopartikel modern.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mendapat Dukungan Program Hilirisasi Riset Prioritas Nasional</strong></h2>



<p>Salah satu pencapaian penting dari program ini adalah keberhasilannya memperoleh pendanaan selama dua tahun melalui <strong>Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi</strong>.</p>



<p>Pendanaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Pengumuman Penerima Dana Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada 9 September 2025.</p>



<p>Dukungan ini menunjukkan bahwa penelitian dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut menuju tahap hilirisasi dan pemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.</p>



<p>Selain menghasilkan luaran akademik, program hilirisasi juga bertujuan mendorong hasil penelitian agar dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai manfaat nyata di bidang kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Teknologi Nanopartikel untuk Meningkatkan Potensi Bahan Alam Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1424" height="752" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-2-riset-terapi-tuberkulosis-berbasis-herbal-nanopartikel.png" alt="" class="wp-image-3543"/></figure>



<p>Penelitian ini memanfaatkan teknologi nanopartikel berbasis PLGA (Poly Lactic-co-Glycolic Acid) yang banyak digunakan dalam sistem penghantaran zat aktif modern.</p>



<p>Melalui teknologi tersebut, senyawa bioaktif dari madu Trigona dan albumin ikan gabus diharapkan memiliki stabilitas yang lebih baik, ketersediaan hayati (bioavailability) yang lebih tinggi, penyerapan yang lebih optimal, efektivitas yang lebih konsisten.</p>



<ol></ol>



<p>Pendekatan ini menjadi salah satu strategi inovatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan alam Indonesia dalam mendukung terapi penyakit infeksi kronis seperti tuberkulosis.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahun Pertama Berhasil Menghasilkan Paten dan Publikasi Internasional</strong></h2>



<p>Memasuki tahun kedua penelitian, tim peneliti telah mencatat sejumlah capaian penting selama pelaksanaan tahun pertama pada 2025.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Pengajuan Paten Sederhana</strong></h3>



<p>Tim berhasil menyusun dan sedang mengusulkan paten sederhana berjudul:</p>



<p><strong>“Metode Formulasi Nanopartikel PLGA Madu Trigona sp dan Albumin Ikan Gabus sebagai Suplemen Terapi Tuberkulosis”</strong></p>



<p>Saat ini paten tersebut sedang memasuki tahap uji substantif di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dengan kepemilikan bersama antara Unimed dan ARN.</p>



<p>Capaian ini menjadi indikator penting bahwa hasil penelitian memiliki unsur kebaruan dan potensi aplikasi yang tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Publikasi Internasional Pertama Telah Terbit</strong></h3>



<p>Kolaborasi penelitian juga berhasil menghasilkan publikasi internasional pertama di jurnal <strong>Tropical Journal of Natural Product Research (TJNPR)</strong> dengan judul:</p>



<p><strong><em>&#8220;Physicochemical Quality and GC–MS-Based Chemical Fingerprinting of Trigona Honey from Riau in Compliance with SNI 8664:2024&#8221;</em></strong><strong></strong></p>



<p>Publikasi tersebut membahas karakteristik fisikokimia dan profil senyawa madu Trigona yang menjadi salah satu bahan utama dalam penelitian.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Publikasi Kedua pada Bidang Nanoteknologi</strong></h3>



<p>Selain itu, tim juga telah mengajukan artikel ilmiah kedua ke jurnal internasional <strong>Applied Nanoscience</strong> dengan judul:</p>



<p><strong><em>&#8220;Preparation and Physicochemical Characterization of PLGA Nanoparticles Co-Encapsulating Complex Hydrophilic Natural Biomaterials (Channa striata and Trigona Honey)&#8221;</em></strong><strong></strong></p>



<p>Artikel tersebut berfokus pada proses formulasi dan karakterisasi nanopartikel yang menggabungkan albumin ikan gabus dan madu Trigona.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tahun Kedua Fokus pada Penguatan Pengembangan Produk</strong></h2>



<p>Pada tahun kedua pelaksanaan program, proses administrasi kontrak penelitian antara Unimed dan tim peneliti sedang berlangsung.</p>



<p>Tahap ini menjadi langkah awal untuk melanjutkan pengembangan formula yang telah dihasilkan pada tahun pertama menuju tahapan yang lebih lanjut.</p>



<p>Diharapkan penelitian tahun kedua dapat menghasilkan data yang semakin komprehensif sekaligus mempercepat proses hilirisasi menuju produk inovatif berbasis herbal dan nanoteknologi.</p>



<p>Selain itu, penelitian lanjutan juga berpotensi memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam yang didukung oleh teknologi farmasi modern.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a></strong></p>



<p>***</p>



<p>Kolaborasi antara ARN, FMIPA Unimed, Universitas Tjut Nyak Dien, dan Universitas Padjadjaran menunjukkan bagaimana sinergi antara industri dan akademisi dapat menghasilkan inovasi kesehatan yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>



<p>Memasuki tahun kedua, riset <strong>“Pengembangan Produk Herbal Nanopartikel Madu Trigona dan Albumin Ikan Gabus sebagai Terapi Tuberkulosis”</strong> telah menunjukkan progres yang menjanjikan melalui capaian paten, publikasi internasional, serta dukungan pendanaan dari Program Hilirisasi Riset Prioritas Nasional.</p>



<p>Dengan memadukan kekayaan bahan alam Indonesia dan teknologi nanopartikel modern, penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang lahirnya produk inovatif yang mendukung pengembangan terapi pendamping tuberkulosis berbasis riset dan sains.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikan Budidaya untuk Produk Farmasi: Lebih Aman, Konsisten, dan Berkelanjutan</title>
		<link>https://www.channa.id/ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 02:32:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan Modern]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik ikan budidaya untuk produk farmasi &#8211; Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan sumber daya ikan yang sangat besar. Selama bertahun-tahun, industri farmasi dan kesehatan banyak memanfaatkan ikan hasil tangkapan liar untuk menghasilkan produk farmasi. Namun, seiring berkembangnya teknologi budidaya perikanan modern, ikan hasil budidaya kini semakin dianggap sebagai pilihan yang lebih unggul untuk &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi/"> <span class="screen-reader-text">Ikan Budidaya untuk Produk Farmasi: Lebih Aman, Konsisten, dan Berkelanjutan</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi/">Ikan Budidaya untuk Produk Farmasi: Lebih Aman, Konsisten, dan Berkelanjutan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik ikan budidaya untuk produk farmasi </strong>&#8211; Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan kekayaan sumber daya ikan yang sangat besar. Selama bertahun-tahun, industri farmasi dan kesehatan banyak memanfaatkan ikan hasil tangkapan liar untuk menghasilkan produk farmasi. Namun, seiring berkembangnya teknologi budidaya perikanan modern, ikan hasil budidaya kini semakin dianggap sebagai pilihan yang lebih unggul untuk produksi bahan baku farmasi.</p>



<p>Penggunaan ikan budidaya untuk produk farmasi bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga menyangkut kualitas, keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan efisiensi industri. Oleh karena itu, banyak peneliti dan industri farmasi mulai beralih pada sistem budidaya terkontrol untuk menghasilkan bahan aktif berbasis ikan dengan mutu yang lebih konsisten.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/kunjungan-binus-dan-usu-pada-kolam-ikan-berbasis-iot/">Kunjungan BINUS dan USU pada Kolam Ikan Berbasis IoT</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kualitas Bahan Baku Farmasi yang Lebih Konsisten</strong></h2>



<p>Salah satu tantangan utama penggunaan ikan tangkapan liar adalah variasi kualitas bahan baku. Kandungan protein, lemak, kolagen, maupun senyawa bioaktif pada ikan liar dapat berbeda-beda tergantung musim, lokasi penangkapan, umur ikan, hingga jenis makanan alami yang dikonsumsi. Sebaliknya, ikan budidaya dipelihara dalam lingkungan yang lebih terkontrol. </p>



<p>Pakan, kualitas air, suhu, dan kesehatan ikan dapat diatur sehingga menghasilkan komposisi nutrisi yang relatif seragam. Konsistensi ini sangat penting dalam industri farmasi karena produk obat dan suplemen memerlukan standar mutu yang ketat agar efek terapetiknya stabil.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Standar Keamanan Tinggi dan Minim Kontaminasi</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1430" height="805" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/05/Gambar-1-ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi.jpg" alt="Gambar 2 - ikan budidaya untuk produk farmasi" class="wp-image-3534"/></figure>



<p>Ikan liar berisiko terpapar berbagai kontaminan lingkungan seperti logam berat, mikroplastik, pestisida, hingga polutan industri. Kandungan merkuri, timbal, atau kadmium pada beberapa ikan liar dapat menjadi masalah serius jika digunakan sebagai bahan baku farmasi dalam jangka panjang. Pada sistem budidaya modern, kualitas air dan pakan dapat dipantau secara rutin sehingga risiko kontaminasi lebih rendah. </p>



<p>Selain itu, proses pemeliharaan ikan budidaya umumnya dilengkapi sistem biosekuriti yang membantu mencegah penyakit dan kontaminasi mikroba berbahaya. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi industri farmasi karena bahan baku yang lebih aman akan mempermudah proses standardisasi dan memenuhi persyaratan keamanan pangan maupun obat.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mendukung <em>Blue Economy</em> Melalui Produksi Berkelanjutan</strong></h2>



<p>Eksploitasi ikan liar secara berlebihan dapat menyebabkan penurunan populasi ikan dan kerusakan ekosistem. Permintaan industri terhadap bahan baku ikan dalam jumlah besar berpotensi mempercepat overfishing jika hanya bergantung pada hasil tangkapan alam. Budidaya ikan menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan. </p>



<p>Produksi dapat ditingkatkan tanpa harus terus menekan populasi ikan liar di alam. Teknologi seperti bioflok, resirkulasi air (RAS), dan akuakultur terpadu juga membantu mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan demikian, penggunaan ikan budidaya mendukung konsep “blue economy” yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ketersediaan Bahan Baku Lebih Stabil untuk Menjaga Stabilitas Pasokan Industri Farmasi </strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1430" height="854" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/05/Gambar-2-ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi.jpg" alt="Gambar 3 - ikan budidaya untuk produk farmasi" class="wp-image-3535"/><figcaption class="wp-element-caption">Contoh kolam budidaya gabus milik PT Mega Medica Pharmaceuticals</figcaption></figure>



<p>Industri farmasi membutuhkan pasokan bahan baku yang stabil sepanjang tahun. Ikan tangkapan liar sering dipengaruhi cuaca, musim, dan perubahan iklim sehingga pasokan menjadi tidak menentu. Ikan budidaya dapat dipanen secara terjadwal sesuai kebutuhan industri. </p>



<p>Stabilitas pasokan ini sangat penting agar proses produksi obat, suplemen, atau biomaterial medis tidak terganggu. Bagi industri, kepastian pasokan juga membantu menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi rantai distribusi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tantangan Penerapan <em>Good Aquaculture Practices </em>(GAP)</strong></h2>



<p>Meski memiliki banyak keunggulan, penggunaan ikan budidaya juga memerlukan pengawasan ketat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, kualitas pakan yang buruk, atau manajemen budidaya yang kurang baik dapat menurunkan mutu bahan baku. </p>



<p>Karena itu, penerapan <em>Good Aquaculture Practices</em> (GAP), pengawasan residu, dan sistem budidaya ramah lingkungan menjadi faktor penting agar ikan budidaya benar-benar dapat menjadi sumber bahan baku farmasi berkualitas tinggi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/penelitian-manfaat-ikan-gabus-di-sergai-tembus-jurnal-bergengsi-scientific-reports/">Bangga! Penelitian Manfaat Ikan Gabus di Sergai Tembus Jurnal Bergengsi Scientific Reports</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>***</strong></h2>



<p>Perkembangan teknologi budidaya ikan membuka peluang besar bagi industri farmasi modern. Dibandingkan ikan hasil tangkapan liar, ikan budidaya menawarkan kualitas yang lebih konsisten, keamanan lebih baik, pasokan stabil, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. </p>



<p>Dengan kekayaan sumber daya perikanan yang dimiliki Indonesia, pengembangan ikan budidaya sebagai bahan baku farmasi dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan sekaligus mendukung kemandirian industri kesehatan nasional.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ikan-budidaya-untuk-produk-farmasi/">Ikan Budidaya untuk Produk Farmasi: Lebih Aman, Konsisten, dan Berkelanjutan</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</title>
		<link>https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 03:19:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ChannaFit]]></category>
		<category><![CDATA[ITB]]></category>
		<category><![CDATA[Nanoemulsi]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id &#8211; Inovasi produk herbal berbasis teknologi terus berkembang di Indonesia. Salah satu terobosan terbaru datang dari kolaborasi antara PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui pengembangan ChannaFit Nanoemulsi, formulasi modern dari produk berbahan dasar ikan gabus yang ditujukan untuk mendukung peningkatan nafsu makan dan kondisi tubuh. Baca &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/"> <span class="screen-reader-text">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita Channa.id &#8211;</strong> Inovasi produk herbal berbasis teknologi terus berkembang di Indonesia. Salah satu terobosan terbaru datang dari kolaborasi antara PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dan <a href="https://fa.itb.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB)</a> melalui pengembangan ChannaFit Nanoemulsi, formulasi modern dari produk berbahan dasar ikan gabus yang ditujukan untuk mendukung peningkatan nafsu makan dan kondisi tubuh.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/reformulasi-channafit-nanoemulsi-kolaborasi-itb/">Reformulasi ChannaFit – Optimasi dan Evaluasi Sirup Nanoemulsi Produk ChannaFit</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penelitian Kolaborasi PT MMP dan Sekolah Farmasi ITB Masuki Tahap Pengujian Efektivitas</strong></h2>



<p>Setelah sebelumnya memasuki tahap reformulasi dan optimasi nanoemulsi, kini penelitian Channa Fit Nanoemulsi memasuki fase penting berupa uji efektivitas in vivo terhadap hewan uji. Hasil awal penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan dibandingkan formula original maupun produk kompetitor.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengembangan Lanjutan ChannaFit dengan Teknologi Nanoemulsi Melalui Pengujian Ketat In Vivo</strong></h2>



<p>Eksperimen klinis berbasis in vivo ini dijalankan oleh peneliti SF ITB, apt. Devy Nur Azalia Hasanuddin, M.S.Farm., di bawah pengawasan langsung pakar farmasi <a href="https://itb.ac.id/staf/profil/heni-rachmawati" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si.</a> yang merupakan peneliti dan akademisi dari Sekolah Farmasi ITB yang memiliki fokus riset pada bidang formulasi dan sistem penghantaran obat modern.</p>



<p>Pengamatan komprehensif dilakukan selama 24 hari penuh, yang berlangsung sepanjang bulan Februari hingga Maret 2026. ChannaFit Nanoemulsi dikembangkan menggunakan teknologi nanoemulsi yang bertujuan meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailability) bahan aktif sehingga lebih mudah diserap tubuh. Teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas produk dibandingkan formulasi konvensional.</p>



<p>Formulasi ChannaFit sendiri mengandung kombinasi bahan herbal dan nutrisi seperti ekstrak ikan gabus (Channa striata), meniran (Phyllantus niruri), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza).</p>



<p>Ketiga bahan tersebut dikenal luas memiliki manfaat dalam mendukung kondisi tubuh, pemulihan, serta membantu meningkatkan nafsu makan.</p>



<p>Untuk mendapatkan data yang akurat dan objektif, tim peneliti membagi subjek uji ke dalam beberapa kelompok pembanding yang ketat, antara lain:</p>



<ul>
<li>Kelompok kontrol negatif.</li>



<li>Kelompok ChannaFit original.</li>



<li>Kelompok produk ikan gabus lainnya yang tersedia di pasaran. </li>



<li>Tiga variasi kelompok dosis ChannaFit Nanoemulsi (dosis rendah, sedang, dan tinggi).</li>
</ul>



<p id="p-rc_9c2a0a579f5d87e1-52">Indikator utama yang diamati secara berkala selama masa pemeliharaan mencakup dinamika perubahan berat badan hewan uji serta volume konsumsi pakan harian mereka. Pendekatan ini dilakukan untuk melihat secara objektif pengaruh formula nanoemulsi terhadap respons fisiologis hewan uji dibandingkan produk pembanding lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Nanoemulsi: Efek Dose-Dependent yang Ungguli Kompetitor</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1376" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/05/Gambar-2-Hasil-Uji-Channa-Fit-Nanoemulsi-Tunjukkan-Potensi-Tingkatkan-Nafsu-Makan-Lebih-Optimal.png" alt="Gambar 2 - Hasil Uji Channa Fit Nanoemulsi Tunjukkan Potensi Tingkatkan Nafsu Makan Lebih Optimal" class="wp-image-3517"/><figcaption class="wp-element-caption">Dokumentasi tahap pencekokan administrasi ChannaFit NE ke tikus uji</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan hasil pengujian in vivo, ChannaFit Nanoemulsi menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan nafsu makan hewan uji. Hal ini terlihat dari peningkatan konsumsi pakan serta kenaikan berat badan selama periode pengamatan.</p>



<p>Efek paling optimal ditemukan pada kelompok yang menerima <strong>ChannaFit Nanoemulsi dosis tinggi</strong>, yang menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif dengan nilai statistik <strong>p &lt; 0,05</strong>.</p>



<p>Menariknya, penelitian juga menunjukkan adanya efek <strong>dose-dependent</strong>, yaitu semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin besar pengaruh yang terlihat pada parameter pengujian.</p>



<p>Selain itu, performa ChannaFit Nanoemulsi disebut memiliki hasil yang lebih baik dibanding ChannFit dan produk ekstrak ikan gabus lainnya yang tersedia di pasaran.</p>



<p>Secara ilmiah, keunggulan ini lahir berkat implementasi teknologi nanoemulsi. Rekayasa ukuran partikel tersebut berhasil meningkatkan ketersediaan hayati (bioavailability) dari zat aktif yang terkandung di dalam sinergi ekstrak ikan gabus, meniran, dan temulawak. Alhasil, tubuh dapat menyerap dan memanfaatkan nutrisi tersebut dengan jauh lebih instan dan optimal.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Publikasi Ilmiah Nasional dan Internasional</strong></h2>



<p>Keberhasilan pengujian fase ini memperkuat posisi ChannaFit sebagai produk herbal modern yang mutunya didukung penuh oleh data berbasis bukti (<em>evidence-based medicine</em>). Ke depan, detail komparasi dan data angka dari riset ini tidak hanya berhenti di atas meja laboratorium.</p>



<p>Saat ini, detail lengkap hasil penelitian sedang dalam tahap penyusunan oleh tim PT MMP bersama Sekolah Farmasi ITB. Publikasi ilmiah tersebut ditargetkan dapat diterbitkan pada jurnal nasional maupun internasional sebagai bentuk kontribusi riset bersama antara industri dan akademisi.</p>



<p>Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan produk herbal Indonesia berbasis bukti ilmiah dan teknologi modern. Tidak hanya berfokus pada pemasaran produk, penelitian ini juga menunjukkan komitmen untuk menghadirkan produk herbal dengan pendekatan akademik, pengujian terukur, dan validasi ilmiah yang lebih kuat.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kesimpulan</strong></h2>



<p>Hasil penelitian ChannaFit Nanoemulsi menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai produk herbal peningkat nafsu makan dengan efektivitas yang lebih optimal dibandingkan formula konvensional.</p>



<p>Melalui dukungan teknologi nanoemulsi serta kolaborasi bersama Sekolah Farmasi ITB, pengembangan ChannaFit menjadi salah satu contoh inovasi herbal Indonesia yang menggabungkan bahan alami dengan pendekatan sains modern.</p>



<p>Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk herbal nasional agar semakin dipercaya masyarakat sekaligus memiliki daya saing yang lebih tinggi di dunia kesehatan berbasis riset.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Protein Ikan: Lebih dari Sekadar Sumber Gizi, Tinggi Nutrisi dan Mudah Dicerna!</title>
		<link>https://www.channa.id/keistimewaan-protein-ikan-lebih-dari-sekadar-sumber-gizi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keistimewaan-protein-ikan-lebih-dari-sekadar-sumber-gizi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 03:22:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Protein Ikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3503</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik protein ikan &#8211; Protein ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani dengan kualitas tinggi. Tidak hanya berfungsi sebagai zat pembangun tubuh, protein ikan juga memiliki karakteristik biologis dan fungsional yang menjadikannya unggul dibandingkan banyak sumber protein lainnya. Mengapa Protein Ikan Dianggap Sumber Protein Berkualitas Tinggi? Protein ikan tidak hanya berasal dari daging, tetapi &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/keistimewaan-protein-ikan-lebih-dari-sekadar-sumber-gizi/"> <span class="screen-reader-text">Keistimewaan Protein Ikan: Lebih dari Sekadar Sumber Gizi, Tinggi Nutrisi dan Mudah Dicerna!</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/keistimewaan-protein-ikan-lebih-dari-sekadar-sumber-gizi/">Keistimewaan Protein Ikan: Lebih dari Sekadar Sumber Gizi, Tinggi Nutrisi dan Mudah Dicerna!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik protein ikan</strong> &#8211; Protein ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani dengan kualitas tinggi. Tidak hanya berfungsi sebagai zat pembangun tubuh, protein ikan juga memiliki karakteristik biologis dan fungsional yang menjadikannya unggul dibandingkan banyak sumber protein lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Protein Ikan Dianggap Sumber Protein Berkualitas Tinggi?</strong></h2>



<p>Protein ikan tidak hanya berasal dari daging, tetapi juga dapat diperoleh dari kulit, tulang, kepala, dan bagian lainnya. Semua bagian ini dapat diolah menjadi hidrolisat protein yang kaya peptida bioaktif dan bernilai tinggi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/penelitian-manfaat-ikan-gabus-di-sergai-tembus-jurnal-bergengsi-scientific-reports/">Bangga! Penelitian Manfaat Ikan Gabus di Sergai Tembus Jurnal Bergengsi Scientific Reports</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Struktur Serat Pendek: Rahasia Protein Ikan Mudah Dicerna</strong></h2>



<p>Keunggulan utama dari protein ikan adalah mudah dicerna dan diserap tubuh. Protein ikan memiliki struktur serat otot yang lebih pendek dan jaringan ikat yang lebih sedikit dibandingkan daging merah. </p>



<p>Hal ini membuat protein ikan relatif lebih cepat dicerna, penyerapan asam amino yang lebih efisien serta cocok untuk berbagai kelompok usia. Karakteristik ini berkaitan dengan sifat fisik protein ikan yang lebih “lunak” dan mudah dipecah selama proses pencernaan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Profil Asam Amino Esensial yang Lengkap untuk Pertumbuhan Sel</strong></h2>



<p>Kandungan Asam Amino Esensial pada protein ikan juga lengkap, dimana protein ikan dilaporkan mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh manusia. Hal ini menjadikan protein ikan memiliki nilai biologis tinggi, sehingga memiliki efisiensi yang tinggi dalam pembentukan jaringan dan optimal untuk pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh. Beberapa studi review menunjukkan bahwa protein ikan merupakan sumber nutrisi berkualitas tinggi dengan komposisi asam amino yang lengkap.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Peptida Bioaktif: Pelindung Alami Tubuh dari Penyakit</strong></h2>



<p>Selain itu, protein ikan juga merupakan sumber peptida bioaktif yang fungsional. Salah satu keunggulan utamanya yang banyak dilaporkan adalah kemampuannya menghasilkan peptida bioaktif setelah dicerna atau dihidrolisis. Peptida ini memiliki berbagai aktivitas biologis, seperti antihipertensi, antioksidan, antimikroba, dan anti-inflamasi. </p>



<p>Peptida tersebut awalnya “tersembunyi” dalam struktur protein dan menjadi aktif setelah proses hidrolisis enzimatik. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa peptida dari protein ikan memiliki potensi luas dalam bidang pangan fungsional dan kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ragam Jumlah Protein pada Berbagai Jenis Ikan</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1734" height="907" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/04/Gambar-2-Protein-Ikan.png" alt="" class="wp-image-3506" style="width:715px;height:auto"/></figure>



<p>Setiap jenis ikan memiliki profil nutrisi yang unik. Melansir laman <a href="https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jpk/article/download/8448/11840" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jurnal Perikanan dan Kelatuan</a> serta <a href="https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/search?q=ikan" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Fat Secret Indonesia</a>, berikut adalah perbandingan kandungan protein dalam setiap <strong>100 gram</strong> daging ikan segar yang umum dikonsumsi:</p>



<ul>
<li><strong>Ikan Kembung:</strong> Meskipun harganya terjangkau, ikan ini mengandung protein tinggi sekitar <strong>19 gram</strong>.</li>



<li><strong>Ikan Kakap:</strong> Mengandung sekitar <strong>20 gram</strong> protein, serta kaya akan omega-3 dan mineral.</li>



<li><strong>Ikan Bandeng:</strong> Memiliki kandungan protein sekitar <strong>20,5 gram</strong>, setara dengan sumber protein premium lainnya.</li>



<li><strong>Ikan Salmon:</strong> Mengandung sekitar <strong>21 gram</strong> protein dan dikenal luas karena kandungan lemak sehatnya.</li>



<li><strong>Ikan Gabus:</strong> Merupakan salah satu juara protein dengan kandungan mencapai <strong>25,2 gram</strong>, lebih tinggi dari daging sapi atau ayam.</li>



<li><strong>Ikan Nila:</strong> Menyediakan sekitar <strong>20 gram</strong> protein dan memiliki kadar merkuri yang cenderung rendah.</li>



<li><strong>Ikan Tongkol:</strong> Mengandung protein sekitar <strong>23 gram</strong>, menjadikannya pilihan favorit untuk konsumsi harian.</li>



<li><strong>Ikan Patin:</strong> Meskipun memiliki tekstur lebih berlemak, patin tetap menyumbang sekitar <strong>14 gram</strong> protein per porsinya.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Keunggulan Spesial Protein Ikan Gabus: Sang Juara Albumin</h2>



<p>Ikan gabus (<em>Channa striata</em>) memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan ikan lainnya, terutama dalam hal medis dan pemulihan.</p>



<ul>
<li><strong>Kandungan Albumin Tertinggi:</strong> Melansir <a href="https://media.neliti.com/media/publications/338210-albumin-ikan-gabus-snakeheads-fish-dan-k-983575a9.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Media Neliti</a>, bahwa ikan gabus sangat kaya akan albumin, jenis protein penting dalam darah yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. </li>



<li><strong>Mempercepat Penyembuhan Luka:</strong> Berkat kombinasi albumin dan asam amino seperti glisin, ikan gabus sangat efektif untuk mempercepat regenerasi jaringan pada luka pasca-operasi, luka bakar, maupun luka penderita diabetes.</li>



<li><strong>Meningkatkan Massa Otot:</strong> Dengan protein yang lebih tinggi dari daging sapi, ikan gabus sangat efektif untuk pembentukan otot karena lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan.</li>



<li><strong>Mengatasi Malnutrisi:</strong> Struktur dagingnya yang sangat rendah kolagen (hanya 3-5%) membuatnya sangat empuk dan mudah dicerna, sehingga ideal untuk memperbaiki gizi buruk pada anak-anak atau pasien dalam masa pemulihan.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/khasiat-albumin-ikan-gabus-untuk-menjaga-kesehatan-hati/">Khasiat Albumin Ikan Gabus untuk Menjaga Kesehatan Hati</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dampak Baik Konsumsi Protein Ikan terhadap Metabolisme Tubuh</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1424" height="752" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/04/Gambar-3-Protein-Ikan.png" alt="" class="wp-image-3507" style="width:686px;height:auto"/></figure>



<p>Protein ikan tidak hanya berfungsi sebagai nutrisi, tetapi juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Studi ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi protein ikan dapat berperan dalam meregulasi metabolisme glukosa, perbaikan profil lipid, dan pengendalian tekanan darah. Efek ini diduga berkaitan dengan kandungan asam amino spesifik dan senyawa bioaktif dalam protein ikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Protein Ikan Memiliki Keunggulan Khas</strong></h2>



<p>Dibandingkan protein nabati dan hewani lainnya, protein ikan memiliki keunggulan khas yang menjadikannya lebih dari sekadar sumber gizi. Hal itu didukung dengan strukturnya yang mudah dicerna, kandungan asam amino yang lengkap, serta kemampuan menghasilkan peptida bioaktif. Selain itu, protein ikan berperan sebagai nutrisi sekaligus komponen fungsional yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/keistimewaan-protein-ikan-lebih-dari-sekadar-sumber-gizi/">Keistimewaan Protein Ikan: Lebih dari Sekadar Sumber Gizi, Tinggi Nutrisi dan Mudah Dicerna!</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</title>
		<link>https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=obat-herbal-vs-obat-kimia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 07:50:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Herbal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik obat herbal vs obat kimia &#8211; Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, penggunaan obat dan suplemen berbahan alam semakin diminati. Banyak orang mulai beralih dari produk sintetis ke bahan alami yang dianggap lebih aman dan selaras dengan tubuh. Mengenal Dasar: Apa Bedanya Bahan Alam dan Obat Sintetis? Sebelum membahasa lebih jauh, &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/"> <span class="screen-reader-text">Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/">Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik obat herbal vs obat kimia</strong> &#8211; Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat, penggunaan obat dan suplemen berbahan alam semakin diminati. Banyak orang mulai beralih dari produk sintetis ke bahan alami yang dianggap lebih aman dan selaras dengan tubuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Dasar: Apa Bedanya Bahan Alam dan Obat Sintetis?</strong></h2>



<p>Sebelum membahasa lebih jauh, kita akan memulai bahasan ini dengan “Apa sih yang dimaksud dengan bahan alam dan bahan kimia?” Bahan alam adalah zat yang berasal dari tumbuhan, hewan, atau mineral yang digunakan sebagai obat tradisional atau suplemen. Sementara obat kimia (sintetis) dibuat melalui proses industri untuk menghasilkan efek terapi tertentu (Sari et al., 2025).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/">Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan dari Obat Herbal: Alasan Bahan Alami Makin Diminati</strong></h2>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Lebih Minim Efek Samping</strong></h3>



<p>Penggunaan obat sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan gastrointestinal, risiko kardiovaskular, hingga ketergantungan (Haryanto et al., 2025). Sebaliknya, bahan alami cenderung memiliki efek samping yang lebih ringan jika digunakan dengan benar (Halodoc, 2025).</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Bersifat Holistik (Menyeluruh)</strong></h3>



<p>Obat herbal bekerja secara lebih menyeluruh karena mengandung berbagai senyawa aktif yang bekerja secara sinergis dalam tubuh (Sapitri et al., 2025).</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Kaya Senyawa Bioaktif</strong></h3>



<p>Tanaman obat mengandung flavonoid, alkaloid, dan senyawa aktif lain yang memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan dan antiinflamasi (Sapitri et al., 2025).</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Cocok untuk Pencegahan dan Jangka Panjang</strong></h3>



<p>Penggunaan bahan alam telah dilakukan secara turun-temurun dan masih banyak digunakan sebagai upaya menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit (Santoso &amp; Akrom, 2024).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Obat Kimia : Tetap Penting! Sudah Teruji Klinis</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1424" height="752" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/04/Gambar-2-obat-herbal-vs-obat-kimia-1.png" alt="" class="wp-image-3499" style="width:818px;height:auto"/></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Efek Cepat dan Spesifik</strong></h3>



<p>Obat sintetis dirancang untuk bekerja secara cepat dan terarah terhadap target penyakit tertentu (Firdausia et al., 2023).</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Terstandar dan Teruji Klinis</strong></h3>



<p>Obat kimia umumnya telah melalui uji klinis ketat sehingga dosis, efektivitas, dan keamanannya lebih terukur (Firdausia et al., 2023).</p>



<p>Setelah mengetahui manfaat keduanya, lantas bahan mana yang lebih baik? Bijaknya, pemilihan antara bahan alam dan bahan kimia sebaiknya disesuaikan dengan kondisi. Bahan alam akan lebih baik digunakan untuk pencegahan dan pemeliharaan kesehatan, sedangkan obat kimia digunakan untuk penanganan penyakit akut atau serius. Kombinasi keduanya juga dapat digunakan secara rasional dengan pengawasan tenaga kesehatan yang profesional (Firdausia et al., 2023).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/peran-peptida-ikan-gabus-channa-striata-untuk-menurunkan-tekanan-darah-hipertensi/">Peran Peptida Ikan Gabus (Channa striata) untuk Menurunkan Tekanan Darah (Hipertensi)</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><strong>Era Baru &#8220;Kembali ke Alam&#8221;: Dari Jamu Tradisional ke Fitofarmaka Modern</strong></strong></h2>



<p>Penggunaan obat herbal terus meningkat karena dianggap lebih aman dan mudah diakses. Bahkan, penelitian modern mulai mengembangkan herbal menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka yang memiliki bukti ilmiah lebih kuat (Sapitri et al., 2025). </p>



<p>Obat dan suplemen berbahan alam menawarkan pendekatan yang lebih alami, relatif aman, dan cocok untuk penggunaan jangka panjang. Namun, obat kimia tetap unggul dalam kecepatan dan ketepatan terapi. Keduanya memiliki peran penting dan dapat saling melengkapi jika digunakan secara bijak.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<ol start="1">
<li>Haryanto, et al. (2025). <em>Ramuan Ekor Naga vs. Obat Sintetis: Studi Potensi Analgesik</em>. OBAT: <a href="https://journal.arikesi.or.id/index.php/OBAT/article/view/1649">Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan</a>.</li>



<li>Halodoc. (2025). <em>Obat Herbal: Benarkah Aman dan Efektif untuk Kesehatan?</em></li>



<li>Sari, N., et al. (2025). <em>Preferensi Masyarakat terhadap Obat Tradisional dan Sintetik</em>. <a href="https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/880">Health Research Journal of Indonesia</a>.</li>



<li>Firdausia, R.S., et al. (2023). <em>Edukasi Penggunaan Obat Sintetis dan Tradisional</em>. Jurnal GEMAKES.</li>



<li>Santoso, R.B., &amp; Akrom. (2024). <em>Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Obat Tradisional</em>. JP2M.</li>



<li>Sapitri, A., et al. (2025). <em>Review Jamu, OHT, dan Fitofarmaka sebagai Antiinflamasi</em>. Jurnal Farmasi SYIFA.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/">Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</title>
		<link>https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=niosom-penghantaran-obat-modern</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 04:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Niosom]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik niosom penghantar obat modern &#8211; Di dunia farmasi modern, cara kita “mengantar” obat ke dalam tubuh ternyata sama pentingnya dengan obat itu sendiri. Tidak cukup hanya menemukan zat aktif yang efektif, para ilmuwan juga terus mengembangkan teknologi agar obat bisa bekerja lebih tepat sasaran, lebih aman, dan lebih efisien. Salah satu inovasi yang kini &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/"> <span class="screen-reader-text">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik niosom penghantar obat modern</strong> &#8211; Di dunia farmasi modern, cara kita “mengantar” obat ke dalam tubuh ternyata sama pentingnya dengan obat itu sendiri. Tidak cukup hanya menemukan zat aktif yang efektif, para ilmuwan juga terus mengembangkan teknologi agar obat bisa bekerja lebih tepat sasaran, lebih aman, dan lebih efisien. Salah satu inovasi yang kini mulai banyak dibahas adalah niosom. Teknologi ini menjanjikan inovasi dalam cara kita mengonsumsi obat, mulai dari terapi kimia hingga pemanfaatan bahan herbal.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/channamed-terbukti-efektif-dalam-penyembuhan-luka-insisi/">ChannaMed Terbukti Efektif dalam Penyembuhan Luka Insisi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu Niosom? Mengenal &#8220;Kapsul Mini&#8221; Masa Depan</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1126" height="944" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/04/Gambar-Niosom-Penghantar-Obat-Modern.png" alt="Gambar - Niosom Penghantar Obat Modern" class="wp-image-3483" style="width:350px"/></figure></div>


<p>Niosom adalah vesikel yang terbentuk dari surfaktan non-ionik dan kolesterol yang membentuk bilayer membran, mirip dengan liposom, namun dengan stabilitas yang lebih baik dan biaya produksi yang lebih rendah (Sharma et al., 2018). Secara sederhana, niosom bisa dibayangkan seperti “kapsul mini” yang membawa obat ke dalam tubuh. Yang menarik, struktur niosom memungkinkan mereka membawa berbagai jenis obat sekaligus, baik yang larut air maupun larut lemak. Inilah yang membuatnya sangat fleksibel dalam dunia farmasi.</p>



<p>Berikut struktur umum niosom: </p>



<ul>
<li>Bilayer (lapisan ganda): 2 lapisan. </li>



<li>Hydrophilic head (kepala hidrofilik): bagian kepala yang hidrofilik. </li>



<li>Aqueous core (inti berair): inti tempat materi obat disimpan. </li>



<li>Hydrophobic tail (ekor hidrofobik): bagian ekor yang bersifat hidrofobik</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan Niosom dalam Penghantaran Obat</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1126" height="944" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/04/Gambar-3-Niosom-Penghantar-Obat-Modern.png" alt="Gambar 2 - Niosom Penghantar Obat Modern" class="wp-image-3485" style="width:361px;height:auto"/></figure></div>


<p>Teknologi niosom penghantar obat modern dikembangkan untuk menjawab berbagai kelemahan sistem obat konvensional. Beberapa keunggulan utamanya adalah obat lebih tepat sasaran, efek samping yang lebih rendah karena distribusi obat yang lebih terarah, materi obat terlindungi dari kerusakan sebelum mencapai target, serta memungkinkan dilepaskan secara perlahan untuk mempertahankan efek obat (Kazi et al., 2022).</p>



<p>Walaupun masih banyak dikembangkan di tahap penelitian, niosom sudah menunjukkan potensi besar dalam berbagai bidang, seperti membantu obat kemoterapi lebih fokus ke sel tumor, meningkatkan penyerapan obat transdermal, meningkatkan efektivitas pengobatan dari agen antiinflamasi dan antibiotik serta meningkatkan stabilitas dan penyerapan bahan alami dari produk-produk herbal (Arti et al., 2025; Dave et al., 2023). Menariknya, niosom juga mulai dilirik untuk meningkatkan efektivitas <strong>fitofarmaka</strong>, yang sangat relevan dengan kekayaan bahan alam Indonesia.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/reformulasi-channafit-nanoemulsi-kolaborasi-itb/">Reformulasi ChannaFit – Optimasi dan Evaluasi Sirup Nanoemulsi Produk ChannaFit</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tantangan dan Masa Depan Teknologi Niosom di Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1376" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/04/Gambar-2-Niosom-Penghantar-Obat-Modern.png" alt="Gambar 3 - Niosom Penghantar Obat Modern" class="wp-image-3484" style="width:651px;height:auto"/></figure>



<p>Apakah niosom sudah digunakan di Indonesia? Jawabannya: belum populer secara luas, tapi sedang berkembang. Di Indonesia, teknologi niosom saat ini banyak dikembangkan di berbagai penelitian di perguruan tinggi untuk pengembangan formulasi obat dan bahan alam. Beberapa peneliti di Indonesia mulai menggabungkan niosom dengan bahan herbal lokal, yang berpotensi menjadi keunggulan tersendiri di masa depan.</p>



<p>Meskipun menjanjikan, teknologi ini belum sempurna untuk banyak digunakan untuk keperluan komersil dunia farmasi. Beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain: stabilitas jangka panjang yang perlu ditingkatkan, resiko kebocoran obat dari vesikel, serta skala produksi industri yang belum optimal (Kazi et al., 2022). Namun, dengan perkembangan nanoteknologi yang pesat, berbagai kendala ini perlahan mulai teratasi. Hal ini menjadi sangat menarik untuk dapat melihat arah perkembangan teknologi niosom di dunia farmasi masa depan.</p>



<p>Sebagai penutup, niosom menawarkan harapan baru dalam sistem penghantaran obat yang lebih cerdas dan ekonomis. Meskipun saat ini penggunaannya belum populer secara luas di masyarakat. Di masa depan, teknologi niosom diprediksi akan menjadi pilar penting dalam meningkatkan kualitas pengobatan, terutama dalam mengoptimalkan potensi bahan herbal nusantara sehingga menjadi produk kesehatan berstandar global.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Sharma, D., Ali, A. A., &amp; Baboota, S. (2018). <a href="https://www.pharmatutor.org/articles/niosomes-as-novel-drug-delivery-system-a-review-article">Niosomes as novel drug delivery system: A review article. <em>PharmaTutor</em></a>, 6(3), 58–65.</p>



<p>Kazi, K. M., Mandal, A. S., Biswas, N., Guha, A., Chatterjee, S., Behera, M., &amp; Kuotsu, K. (2022). <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3255404/">Niosome: A future of targeted drug delivery systems. <em>International Journal of Pharmaceutics</em></a>, 627, 122206.</p>



<p>Dave, D., Patel, N., &amp; Shah, M. (2023). Niosomes: A comprehensive review of structure, preparation and application. <em>World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences</em>, 12(5), 1023–1045.</p>



<p>Arti, A., Kumar, S., &amp; Singh, V. (2025). Niosome: A comprehensive review of novel drug delivery system. <em>International Journal of Research and Review</em>, 12(1), 45–58.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ChannaMed Terbukti Efektif dalam Penyembuhan Luka Insisi</title>
		<link>https://www.channa.id/channamed-terbukti-efektif-dalam-penyembuhan-luka-insisi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=channamed-terbukti-efektif-dalam-penyembuhan-luka-insisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 08:31:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ChannaMed]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Ilmiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id – Sebuah kolaborasi riset strategis antara dunia industri dan akademisi baru saja mencatatkan hasil yang menjanjikan. PT MMP bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya telah menyelesaikan penelitian intensif mengenai efektivitas penyembuhan luka menggunakan ChannaMed Gel. Riset yang bertajuk “Peran Channa Med Gel Terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/channamed-terbukti-efektif-dalam-penyembuhan-luka-insisi/"> <span class="screen-reader-text">ChannaMed Terbukti Efektif dalam Penyembuhan Luka Insisi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/channamed-terbukti-efektif-dalam-penyembuhan-luka-insisi/">ChannaMed Terbukti Efektif dalam Penyembuhan Luka Insisi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita</strong> <strong>Channa.id</strong> – Sebuah kolaborasi riset strategis antara dunia industri dan akademisi baru saja mencatatkan hasil yang menjanjikan. <strong>PT MMP</strong> bekerja sama dengan <strong><a href="https://fkh.uwks.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Wijaya Kusuma (UWK)</a> Surabaya</strong> telah menyelesaikan penelitian intensif mengenai efektivitas penyembuhan luka menggunakan <strong><a href="https://www.channa.id/channamed/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ChannaMed Gel</a></strong>.</p>



<p>Riset yang bertajuk <em>“Peran Channa Med Gel Terhadap Penyembuhan Luka Insisi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Secara Makroskopis dan Histopatologi”</em> ini memberikan angin segar bagi inovasi produk kesehatan di Indonesia.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="alignright size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="828" height="1338" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/03/Gambar-9-Pengujian-Produk-ChannaMed-Gel-Oleh-FKH-UWK-dan-PT-MMP.jpeg" alt="Gambar 2 - Pengujian Produk ChannaMed Gel Oleh FKH UWK dan PT MMP crop" class="wp-image-3454" style="width:319px;height:auto"/></figure></div>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keunggulan di Atas Standar Medis</strong></h2>



<p>Salah satu temuan paling menjanjikan dalam penelitian in vivo ini adalah efektivitas ChannaMed yang melampaui harapan. Berdasarkan data pengujian, ChannaMed 0,05% menunjukkan hasil penyembuhan luka yang sangat baik, bahkan saat dibandingkan dengan kontrol positif Klindamisin 1%.</p>



<p>Parameter keberhasilan yang diamati tim peneliti meliputi:</p>



<ul>
<li><strong>Kecepatan durasi</strong> kesembuhan luka<sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup>.</li>



<li>Penurunan tingkat <strong>kebengkakan dan kemerahan</strong> secara signifikan<sup></sup><sup></sup><sup></sup><sup></sup>.</li>



<li>Kontrol terhadap <strong>cairan luka</strong> dan tanda-tanda peradangan.</li>
</ul>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sinergi Industri dan Pendidikan</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="alignright size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="921" height="892" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/03/Gambar-6-Pengujian-Produk-ChannaMed-Gel-Oleh-FKH-UWK-dan-PT-MMP-crop.jpg" alt="Gambar 3 - Pengujian Produk ChannaMed Gel Oleh FKH UWK dan PT MMP crop" class="wp-image-3455" style="width:412px;height:auto"/></figure></div>


<p>Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan PKS pada 15 Desember 2025 oleh Bapak Sutristo selaku pimpinan PT MMP dan Drh. Desty Apritya, M.Vet. dari FKH UWK. Penelitian yang berlangsung di Laboratorium Hewan Coba dan Laboratorium Patologi ini memakan waktu sekitar tiga minggu pada periode Januari hingga Februari 2026.</p>



<p>Tak hanya bermanfaat bagi pengembangan produk, riset ini juga berkontribusi pada pencetakan talenta baru di dunia kedokteran hewan. Data penelitian ini menjadi basis skripsi bagi tiga mahasiswa S1 FKH UWK: <strong>Agreta Gristatama Novia H</strong> <strong>(kiri)</strong>, <strong>Fitrah Amami (tengah)</strong>, dan <strong>Lira Amelia</strong> <strong>(kanan)</strong>, <strong>di bawah bimbingan</strong> <strong>Drh. Desty Apritya, M. Vet</strong>..</p>



<p>&#8220;Hasil ini menjadi data pendukung marketing yang sangat kuat bagi kami, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal memiliki basis saintifik yang solid,&#8221; <strong>ungkap Dr. Guntur Berlian, M.Si, Manager Scientific Affairs dari PT MMP</strong></p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/kolaborasi-binus-pemkab-sergai-usu-dan-pt-mmp-berhasil-turunkan-angka-stunting-kabupaten-serdang-bedagai/">Kolaborasi Binus, Pemkab Sergai, USU dan PT MMP Berhasil Turunkan Angka Stunting 38% di Kabupaten Serdang Bedagai</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Publikasi Hasil Penelitian</strong></h2>



<p>Meskipun masih menunggu hasil histopatologi, saat ini penelitian telah memasuki tahap penulisan laporan akhir. Laporan penelitian tersebut akan dituliskan dalam bentuk 3 skripsi sarjana kedokteran hewan serta publikasi ilmiah bersama (paper) yang dipublikasi di jurnal nasional dan internasional sebagai bukti validasi kualitas produk ChannaMed secara ilmiah.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/channamed-terbukti-efektif-dalam-penyembuhan-luka-insisi/">ChannaMed Terbukti Efektif dalam Penyembuhan Luka Insisi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 02:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Temulawak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik temulawak untuk tumbuh kembang anak &#8211; Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Rimpang temulawak dikenal kaya akan senyawa bioaktif seperti kurkuminoid (terutama kurkumin) dan xanthorrhizol yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, hepatoprotektif, serta imunomodulator. Dalam konteks kesehatan anak, temulawak sering dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan nafsu &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/"> <span class="screen-reader-text">Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/">Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik temulawak untuk tumbuh kembang anak</strong> &#8211; Temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza Roxb.</em>) merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. </p>



<p>Rimpang temulawak dikenal kaya akan senyawa bioaktif seperti kurkuminoid (terutama kurkumin) dan xanthorrhizol yang memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, hepatoprotektif, serta imunomodulator. </p>



<p>Dalam konteks kesehatan anak, temulawak sering dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi pencernaan, serta mendukung daya tahan tubuh (Sidik et al., 1995; Oon et al., 2015).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Temulawak: Lebih dari Sekadar Rempah</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1408" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/03/Gambar-3-Temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak.png" alt="" class="wp-image-3432" style="width:700px;height:auto"/></figure>



<p>Temulawak mengandung: kurkuminoid (kurkumin, demetoksikurkumin) yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Secara fisiologis, kurkumin bekerja dengan menghambat jalur inflamasi seperti NF-κB dan menurunkan produksi sitokin proinflamasi (Hewlings &amp; Kalman, 2017). Efek ini penting pada anak-anak yang rentan mengalami infeksi saluran cerna atau pernapasan ringan. </p>



<p>Selain itu, temulawak juga mengandung xanthorrhizol yang memiliki aktivitas antimikroba dan antiinflamasi, serta minyak atsiri yang dapat membantu stimulasi sekresi empedu dan enzim pencernaan. Stimulasi produksi empedu oleh minyak atsiri temulawak dapat membantu metabolisme lemak dan meningkatkan efisiensi pencernaan (Sidik et al., 1995).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Manfaat untuk Nafsu Makan dan Status Gizi</strong></h2>



<p>Salah satu manfaat tradisional yang paling dikenal adalah peningkatan nafsu makan. Secara ilmiah, efek ini dikaitkan dengan peningkatan sekresi empedu dan enzim pencernaan sehingga proses pencernaan menjadi lebih optimal. Ketika pencernaan membaik, penyerapan nutrisi seperti termasuk protein, lemak, vitamin, dan mineral juga meningkat.</p>



<p>Penelitian intervensi pada balita kurang gizi menunjukkan bahwa pemberian sediaan temulawak dapat meningkatkan berat badan secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (Mahasari et al., 2024). </p>



<p>Pada anak usia pertumbuhan, kecukupan nutrisi sangat penting untuk pertambahan berat dan tinggi badan, perkembangan jaringan otot dan tulang, dan perkembangan kognitif anak. </p>



<p>Dengan mendukung fungsi pencernaan, temulawak berpotensi menjadi suplemen pendamping untuk anak dengan masalah nafsu makan ringan hingga sedang, tentu dengan tetap memperhatikan asupan gizi seimbang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Imunomodulator Alami untuk Melindungi Si Kecil</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="795" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/03/Gambar-4-Temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak.jpg" alt="" class="wp-image-3433" style="width:545px;height:auto"/></figure>



<p>Anak-anak memiliki sistem imun yang masih berkembang. Senyawa kurkumin dan xanthorrhizol berperan sebagai imunomodulator ringan yang membantu menjaga keseimbangan respons imun. Aktivitas antioksidan juga membantu melindungi sel dari stres oksidatif akibat infeksi atau paparan lingkungan.</p>



<p>Beberapa penelitian <em>in vitro</em> dan <em>in vivo</em> menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dapat menekan pertumbuhan bakteri, mengurangi peradangan, dan meningkatkan aktivitas sel imun (Oon et al., 2015). Hal ini menjadikan temulawak berpotensi sebagai pendukung daya tahan tubuh anak, terutama pada masa adaptasi sekolah atau perubahan musim.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ciri-ciri-stunting-pada-anak-kecil/">Kenali Ciri-ciri Stunting pada Anak Kecil, Orang Tua Wajib Tahu</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Perlindungan dan Dukungan Fungsi Hati</strong></h2>



<p>Hati berperan penting dalam metabolisme nutrisi dan detoksifikasi. Aktivitas hepatoprotektif temulawak telah banyak dilaporkan dalam berbagai studi eksperimental (Devaraj et al., 2014). </p>



<p>Kurkumin membantu melindungi sel hati dari kerusakan oksidatif dan mendukung regenerasi sel hati. Pada anak yang mengalami gangguan pencernaan ringan atau konsumsi obat tertentu dalam jangka pendek, dukungan fungsi hati dapat membantu menjaga metabolisme tetap optimal.</p>



<div style="height:28px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>***</p>



<p>Temulawak merupakan herbal asli Indonesia dengan potensi manfaat yang cukup luas bagi kesehatan anak, terutama dalam mendukung nafsu makan, fungsi pencernaan, daya tahan tubuh, dan kesehatan hati. </p>



<p>Walaupun bukti ilmiah terus berkembang, penggunaan temulawak sebaiknya tetap menjadi bagian dari pendekatan komprehensif yang meliputi pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala. </p>



<p>Dengan pendekatan yang tepat dan berbasis bukti, temulawak untuk tumbuh kembang anak dapat menjadi salah satu alternatif nutrisi lokal yang mendukung generasi anak Indonesia tumbuh sehat dan optimal.</p>



<div style="height:28px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Devaraj, S., Esfahani, A. S., Ismail, S., Ramanathan, S., &amp; Yam, M. F. (2014). Evaluation of the hepatoprotective activity of standardized ethanolic extract of <em>Curcuma xanthorrhiza</em> Roxb. <em>Journal of Medicinal Food</em>, 17(6), 1–7.</p>



<p>Hewlings, S. J., &amp; Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A review of its effects on human health. <em>Foods</em>, 6(10), 92. <a href="https://doi.org/10.3390/foods6100092">https://doi.org/10.3390/foods6100092</a></p>



<p>Mahasari, M. S., Agustina, L., &amp; Widhi Astuti, K. E. (2024). Administration of <em>Curcuma xanthorrhiza</em> jelly increases body weight in undernourished toddlers. <em>Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional</em>, 9(1), 45–52.</p>



<p>Oon, S. F., Nallappan, M., Tee, T. T., Shohaimi, S., Kassim, N. K., Sa’ariwijaya, M. S., &amp; Cheah, Y. H. (2015). Xanthorrhizol: A review of its pharmacological activities and anticancer properties. <em>Cancer Cell International</em>, 15, 100.</p>



<p>Sidik, S., Wardani, R. S., &amp; Sa’roni. (1995). The effect of <em>Curcuma xanthorrhiza</em> Roxb. on bile secretion in experimental animals. <em>Indonesian Journal of Pharmacy</em>, 6(2), 56–60.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/">Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</title>
		<link>https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=stunting-di-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 01:09:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Fit]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting di Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Topik stunting di Indonesia &#8211; Stunting adalah kondisi di mana anak gagal tumbuh secara optimal, khususnya dalam hal tinggi badan sesuai usia. Penyebabnya beragam, di antaranya adalah malnutrisi kronis, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh yang kurang tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi ini bukan sekadar “pendek”, tetapi memiliki konsekuensi jangka &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/"> <span class="screen-reader-text">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Topik stunting di Indonesia</strong> &#8211; Stunting adalah kondisi di mana anak gagal tumbuh secara optimal, khususnya dalam hal tinggi badan sesuai usia. Penyebabnya beragam, di antaranya adalah malnutrisi kronis, infeksi berulang, sanitasi buruk, dan pola asuh yang kurang tepat, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).</p>



<p>Kondisi ini bukan sekadar “pendek”, tetapi memiliki konsekuensi jangka panjang, seperti perkembangan kognitif yang terganggu, prestasi sekolah menurun, produktivitas di masa dewasa turun, serta berpotensi memperkuat siklus kemiskinan antar generasi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/channafit-berhasil-memberikan-dampak-terbaik-dalam-penanganan-stunting-pada-kolaborasi-penelitian-oleh-binus-usu-dan-pt-mmp-di-serdang-bedagai/">ChannaFit Berhasil Memberikan Dampak Terbaik dalam Penanganan Stunting pada Kolaborasi Penelitian oleh BINUS, USU, dan PT MMP di Serdang Bedagai</a></strong></p>



<p>Dalam dekade terakhir, angka stunting terus menjadi fokus utama kebijakan nasional. Upaya pemerintah melalui berbagai strategi telah mendorong penurunan prevalensi stunting dari level tinggi beberapa tahun lalu menjadi sekitar ± 21–22% pada tahun 2023–2024, meskipun target nasional di bawah Peraturan Presiden No. 72/2021 adalah 14% pada 2024. Secara garis besar, Pemerintah mengadopsi pendekatan holistik dan multisektoral untuk mengatasi permasalahan stunting. Hal ini juga sejalan dengan <a href="https://stunting.go.id/wp-content/uploads/2020/08/Stranas_Percepatan_Pencegahan_Anak_Kerdil.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (stunting)</a>:</p>



<h2 class="wp-block-heading">Regulasi dan Koordinasi Lintas Sektor</h2>



<p>Perpres No. 72 Tahun 2021 menetapkan stunting sebagai prioritas nasional, dengan peran berbagai kementerian/lembaga, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, hingga desa. Hal ini mencakup pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tiap tingkat pemerintahan untuk mengoordinasikan pelaksanaan program secara efektif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pendekatan Gizi Terintegrasi</h2>



<p>Upaya ini meliputi pemberian suplementasi gizi, edukasi pola makan, serta intervensi kesehatan ibu dan anak sejak kehamilan hingga usia bawah lima tahun. Program seperti <em>Supplementary Feeding Program</em> (SFP) memberikan makanan tambahan bergizi kepada balita yang kekurangan gizi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbaikan Layanan Kesehatan</h2>



<p>Program kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan kehamilan rutin, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan konseling gizi. Hal ini menjadi bagian penting dari preventif utama untuk mencegah stunting sejak dini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Intervensi Berbasis Keluarga</h2>



<p>Keluarga berperan sebagai garda terdepan penanganan stunting, berikut pendampingan kesehatan, pendidikan asuh, serta akses terhadap layanan dan informasi terkait gizi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Implementasi Produk Lokal: Studi di Sumatera Utara</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="2216" height="2216" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/02/F-Vemuno.png" alt="" class="wp-image-3417" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px"/></figure></div>


<p>Sebuah publikasi penting yang baru-baru ini dirilis oleh jurnal <a href="https://www.nature.com/articles/s41598-024-61462-z" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Scientific Reports</a> pada tahun 2024 adalah penelitian berjudul <em>“Monitoring and evaluation of childhood stunting reduction program based on fish supplement product in North Sumatera, Indonesia”</em> oleh Pardamean dkk.</p>



<p>Studi ini mengevaluasi program intervensi stunting berbasis suplemen ikan gabus (<em>Channa striata</em>) yang dikombinasikan dengan ramuan herbal Temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza</em>) dan Meniran (<em>Phyllanthus niruri</em>) terhadap pertumbuhan balita stunting di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, selama 6 bulan.</p>



<p>Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa inovasi berbasis sumber daya lokal dapat mendukung upaya nasional, terutama dalam meningkatkan status gizi anak stunting. Suplementasi bahan berbasis ikan berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar ± 37% anak balita dengan status stunting awal. Penilaian tersebut ditarik berdasarkan rata-rata nilai <em>Height-for-Age Z-score</em> (HAZ) dan <em>Weight-for-Height Z-score</em> (WHZ) meningkat secara signifikan setelah suplementasi produk ikan lokal dibanding hanya makanan tambahan lainnya.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Implementasi Produk Lokal: Studi di Sulawesi Tengah dan daerah lainnya</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1182" height="1182" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp" alt="" class="wp-image-952" style="object-fit:cover;width:350px;height:350px" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2.webp 1182w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2022/08/ChannaFit-2-768x768.webp 768w" sizes="(max-width: 1182px) 100vw, 1182px" /></figure></div>


<p>Selain dilakukan di Sumatera Utara, evaluasi program intervensi stunting berbasis suplemen ikan gabus yang dikombinasikan dengan Temulawak dan Meniran terhadap pertumbuhan balita stunting juga dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia, di antaranya di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hasil penelitian penurunan stunting selama periode 6 bulan di lokasi ini dilaporkan masih dalam tahap pengolahan data. Berbagai daerah lain, seperti salah satu kabupaten di Jawa Timur juga ditengarai akan ikut melakukan projek serupa.</p>



<p>Projek implementasi produk lokal untuk penekanan stunting dapat berjalan dengan sukses karena didukung dan melibatkan pihak akademisi dan Dinas Kesehatan di daerah lokus penelitian tersebut.</p>



<p>***</p>



<p>Contoh hasil dari studi di atas berhasil membuka jendela pemahaman yang penting, yaitu: intervensi lokal berbasis sumber daya setempat seperti makanan dari ikan lokal bisa menjadi alternatif atau pendamping program nasional. Hal ini bersifat relevan untuk daerah-daerah dengan sumber protein hewani melimpah seperti Sumatera Utara, dimana pendekatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat program nasional melalui strategi yang lebih kontekstual.</p>



<p>Penanganan stunting di Indonesia merupakan kerja besar lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat hingga keluarga. Strategi yang berjalan tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga edukasi gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pemantauan yang konsisten. Dalam jangka panjang, menggabungkan intervensi nasional yang terprogram dengan solusi lokal yang adaptif berpotensi mempercepat penurunan stunting secara lebih efektif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Tim Percepatan Penurunan Stunting-Setwapres. <em>Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting 2025-2029</em>. <strong>2025.</strong> Kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia.</p>



<p>Pardamean B, et al. Monitoring and evaluation of childhood stunting reduction program based on fish supplement product in North Sumatera, Indonesia. <em>Scientific Reports</em>, <strong>2024</strong>. 14:11674. DOI 10.1038/s41598-024-61462-z</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/stunting-di-indonesia/">Stunting di Indonesia: Strategi, Tantangan, dan Inovasi Lokal</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
