<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2026 08:11:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rahasia Kecantikan dari Alam: Ketika Tradisi Bertemu Sains</title>
		<link>https://www.channa.id/rahasia-kecantikan-dari-alam-ketika-tradisi-bertemu-sains/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rahasia-kecantikan-dari-alam-ketika-tradisi-bertemu-sains</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2026 08:11:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alami]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3951</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak dahulu, manusia telah memanfaatkan kekayaan alam untuk merawat tubuh, menjaga kebersihan, dan mempercantik penampilan. Jauh sebelum industri kosmetik berkembang seperti sekarang, masyarakat di berbagai belahan dunia telah mengenal beragam ramuan tradisional yang dibuat dari tumbuhan, rempah-rempah, bunga, biji-bijian, serta bahan alami lainnya. Pengetahuan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari tradisi, &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/rahasia-kecantikan-dari-alam-ketika-tradisi-bertemu-sains/"> <span class="screen-reader-text">Rahasia Kecantikan dari Alam: Ketika Tradisi Bertemu Sains</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/rahasia-kecantikan-dari-alam-ketika-tradisi-bertemu-sains/">Rahasia Kecantikan dari Alam: Ketika Tradisi Bertemu Sains</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak dahulu, manusia telah memanfaatkan kekayaan alam untuk merawat tubuh, menjaga kebersihan, dan mempercantik penampilan. Jauh sebelum industri kosmetik berkembang seperti sekarang, masyarakat di berbagai belahan dunia telah mengenal beragam ramuan tradisional yang dibuat dari tumbuhan, rempah-rempah, bunga, biji-bijian, serta bahan alami lainnya. Pengetahuan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari tradisi, kebudayaan, serta kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Di Indonesia, pemanfaatan bahan alam untuk perawatan kecantikan memiliki sejarah panjang. Berbagai ramuan tradisional digunakan untuk merawat kulit, membersihkan tubuh, menjaga kesehatan rambut, hingga memberikan aroma yang menyegarkan. Penggunaannya tidak sekadar berkaitan dengan penampilan, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antara manusia, lingkungan, dan pengetahuan lokal yang berkembang selama berabad-abad.</p>



<p><strong>Baca Juga:<a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-3/"> </a><a href="https://www.channa.id/manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun/">Rahasia Sinergi Teripang dan Kunyit: Kombinasi Alami yang Ampuh untuk Sendi dan Imun</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kearifan Lokal dalam Perawatan Kecantikan Tradisional</strong></h2>



<p>Dalam tradisi masyarakat, bahan alam sering diolah menjadi lulur, masker wajah, minyak perawatan tubuh, ramuan pembersih, maupun sediaan untuk merawat rambut. Proses pembuatannya beragam, mulai dari menumbuk bahan segar, mengeringkannya, merebusnya, hingga mencampurkannya dengan bahan lain untuk memperoleh tekstur dan aroma yang diinginkan.</p>



<p>Pengetahuan mengenai pemilihan bahan, waktu pengumpulan, cara pengolahan, serta metode penggunaannya umumnya berkembang melalui pengalaman. Sebagian diwariskan dalam keluarga, sementara sebagian lainnya tumbuh melalui praktik masyarakat dan tradisi pengobatan atau perawatan tubuh setempat.</p>



<p>Menariknya, praktik tersebut sering kali memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan kecantikan tradisional tidak selalu bergantung pada produk industri, melainkan dapat tumbuh dari kemampuan masyarakat mengenali dan mengolah sumber daya alam.</p>



<p>Meski demikian, tidak semua praktik tradisional memiliki bukti ilmiah yang sama kuat. Pengalaman penggunaan selama bertahun-tahun dapat menjadi titik awal penelitian, tetapi klaim mengenai manfaat kosmetik tetap perlu dibuktikan melalui pengujian yang sesuai.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Bahan Alam Menarik bagi Industri Kosmetik?</strong></h2>



<p>Ketertarikan terhadap bahan alam tidak hanya didorong oleh nilai tradisi, tetapi juga oleh potensi kandungan kimia yang dimilikinya. Berbagai bahan alami dapat mengandung senyawa seperti polifenol, flavonoid, pigmen alami, minyak, polisakarida, dan komponen aromatik. Bergantung pada jenis dan karakteristik bahan, senyawa-senyawa tersebut berpotensi memberikan fungsi tertentu dalam formulasi kosmetik.</p>



<p>Sebagian senyawa, misalnya, menunjukkan aktivitas antioksidan dalam pengujian laboratorium. Aktivitas ini menarik untuk diteliti karena stres oksidatif dapat berperan dalam proses penuaan kulit. Bahan alami lain berpotensi membantu mempertahankan kelembapan, memberikan efek emolien, membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit, atau mendukung karakteristik sensori suatu produk.</p>



<p>Namun, keberadaan suatu senyawa dalam bahan alam tidak otomatis berarti bahan tersebut efektif ketika digunakan pada kulit manusia. Manfaatnya dipengaruhi oleh konsentrasi, cara ekstraksi, stabilitas senyawa, kemampuan menembus lapisan kulit, dan interaksinya dengan bahan lain dalam formulasi.</p>



<p>Karena itu, pemanfaatan bahan alam dalam kosmetik modern memerlukan pendekatan ilmiah yang menghubungkan pengetahuan tradisional dengan penelitian kimia, biologi kulit, teknologi formulasi, dan evaluasi keamanan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dari Ramuan Tradisional Menjadi Produk yang Teruji</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1736" height="906" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/10/Rahasia-Kecantikan-dari-Alam-2.png" alt="Rahasia Kecantikan dari Alam - 2" class="wp-image-3961"/></figure>



<p>Perjalanan bahan alam dari penggunaan tradisional menuju produk kosmetik modern membutuhkan sejumlah tahapan. Penelitian biasanya dimulai dengan mengidentifikasi bahan yang digunakan masyarakat, menelusuri riwayat pemanfaatannya, serta mendokumentasikan metode pengolahan yang telah diwariskan.</p>



<p>Tahap berikutnya adalah mengidentifikasi komponen kimia dan mengevaluasi potensi fungsionalnya. Pengujian dapat mencakup aktivitas antioksidan, kemampuan mempertahankan kelembapan, pengaruh terhadap karakteristik permukaan kulit, atau fungsi lain yang relevan dengan tujuan kosmetik. Pemilihan uji harus disesuaikan dengan klaim yang hendak dikembangkan.</p>



<p>Setelah potensi awal diketahui, bahan tersebut perlu diformulasikan menjadi sediaan yang sesuai, misalnya krim, losion, gel, serum, sabun, atau produk perawatan rambut. Dalam proses ini, peneliti harus memperhatikan kestabilan, warna, aroma, tekstur, kompatibilitas bahan, serta kemungkinan perubahan selama penyimpanan.</p>



<p>Aspek keamanan juga tidak boleh diabaikan. Bahan yang berasal dari alam tetap dapat menimbulkan iritasi, alergi, atau efek yang tidak diinginkan. Kontaminasi mikroba, residu bahan kimia, logam berat, dan variasi komposisi bahan baku juga perlu dikendalikan. Dengan demikian, label <em>alami</em> atau <em>tradisional</em> tidak dengan sendirinya menjamin suatu produk aman digunakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Peluang Inovasi Komestik Sekaligus Melestarikan Tradisi</strong></h2>



<p>Pengembangan kosmetik berbasis bahan alam menawarkan peluang untuk melestarikan pengetahuan tradisional sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru. Bahan yang sebelumnya digunakan dalam skala rumah tangga dapat dikaji lebih lanjut untuk menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten, proses produksi yang terstandar, dan manfaat yang didukung bukti ilmiah.</p>



<p>Peluang ini juga dapat melibatkan petani, perajin, pelaku usaha kecil, peneliti, serta industri kosmetik. Kerja sama antar pihak diperlukan agar pemanfaatan sumber daya alam tidak hanya menghasilkan produk komersial, tetapi juga memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat pemilik pengetahuan tradisional.</p>



<p>Di sisi lain, keberlanjutan perlu menjadi pertimbangan utama. Peningkatan permintaan bahan alam sebaiknya diimbangi dengan praktik budidaya yang bertanggung jawab, pemanenan yang tidak merusak ekosistem, serta pemanfaatan bahan baku yang efisien. Jika pengetahuan tradisional menjadi dasar pengembangan produk, penghormatan terhadap asal-usul pengetahuan dan pembagian manfaat yang layak juga penting diperhatikan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 1</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Masa Depan Kosmetik Berbasis Bahan Alam: Menjembatani Tradisi dan Sains</strong></h2>



<p>Pemanfaatan bahan alam untuk kosmetik merupakan contoh bagaimana pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat menjadi sumber inspirasi bagi inovasi masa kini. Tradisi menyediakan petunjuk awal tentang bahan yang menarik untuk diteliti, sedangkan ilmu pengetahuan membantu menjelaskan mekanisme kerja, menentukan efektivitas, dan memastikan keamanan penggunaannya.</p>



<p>Ke depan, penelitian yang menggabungkan dokumentasi kearifan lokal, analisis senyawa aktif, teknologi ekstraksi, formulasi, serta pengujian keamanan berpotensi memperluas pemanfaatan bahan alam dalam industri kosmetik. Pendekatan ini juga dapat mendorong lahirnya produk yang memiliki identitas lokal sekaligus memenuhi standar mutu modern.</p>



<p>Pada akhirnya, merawat warisan leluhur bukan berarti menerima setiap klaim tradisional tanpa pengujian. Sebaliknya, warisan tersebut perlu dipelajari, dihargai, dan dikembangkan secara kritis. Dengan cara itulah kekayaan alam dan pengetahuan turun-temurun dapat terus memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/rahasia-kecantikan-dari-alam-ketika-tradisi-bertemu-sains/">Rahasia Kecantikan dari Alam: Ketika Tradisi Bertemu Sains</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Channa Boost pada Pasien Pneumonia Dibuktikan di RSUD Dr. Moewardi</title>
		<link>https://www.channa.id/manfaat-channa-boost-pada-pasien-pneumonia-dibuktikan-di-rsud-dr-moewardi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-channa-boost-pada-pasien-pneumonia-dibuktikan-di-rsud-dr-moewardi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 06:56:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Channa]]></category>
		<category><![CDATA[Channa Boost]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrak Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Dr.Moewardi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3930</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id — Penelitian klinis di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, telah selesai dilakukan untuk mengevaluasi potensi Channa Boost sebagai pendamping terapi standar pada pasien pneumonia tidak berat. Penelitian ini mengamati perubahan kadar leukosit, kadar albumin, waktu mencapai stabilitas klinis, serta durasi rawat inap pasien. Riset tersebut merupakan bagian dari tesis pendidikan dokter spesialis paru yang &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/manfaat-channa-boost-pada-pasien-pneumonia-dibuktikan-di-rsud-dr-moewardi/"> <span class="screen-reader-text">Manfaat Channa Boost pada Pasien Pneumonia Dibuktikan di RSUD Dr. Moewardi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-channa-boost-pada-pasien-pneumonia-dibuktikan-di-rsud-dr-moewardi/">Manfaat Channa Boost pada Pasien Pneumonia Dibuktikan di RSUD Dr. Moewardi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita</strong> <strong>Channa.id</strong> — Penelitian klinis di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta, telah selesai dilakukan untuk mengevaluasi potensi Channa Boost sebagai pendamping terapi standar pada pasien pneumonia tidak berat. Penelitian ini mengamati perubahan kadar leukosit, kadar albumin, waktu mencapai stabilitas klinis, serta durasi rawat inap pasien.</p>



<p>Riset tersebut merupakan bagian dari tesis pendidikan dokter spesialis paru yang disusun oleh dr. Hanantyo Iqbal Diandaru di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (<a href="https://fk.uns.ac.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">FK UNS</a>), dengan bimbingan Prof. Dr. dr. Reviono, Sp.P(K), FISR dan Prof. Dr. dr. Yusup Subagio Sutanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR.</p>



<p>Hasil penelitian tersebut memperlihatkan pemberian Channa Boost bersama terapi standar menunjukkan perbaikan signifikan pada kadar leukosit dan pencapaian stabilitas klinis. Selain itu, peningkatan kadar albumin juga ditemukan meskipun tidak signifikan secara statistik, sedangkan durasi rawat inap tidak menunjukkan percepatan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penelitian Channa Boost pada Pasien Pneumonia Tidak Berat</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-full is-resized"><img decoding="async" width="960" height="1280" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/10/Proses-Uji-klinis-eksperimental-desain-Randomized-Controlled-Trial-RCT-2.jpeg" alt="" class="wp-image-3941" style="width:139px;height:auto"/></figure></div>


<p>Pneumonia merupakan infeksi yang dapat memicu peradangan dan memengaruhi kondisi klinis pasien. Karena itu, penelitian terhadap intervensi pendamping terapi standar diperlukan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap sejumlah parameter klinis dan laboratorium.</p>



<p>Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. Moewardi selama periode Agustus–September 2026 menggunakan desain <em>Randomized Controlled Trial (RCT)</em>, dengan kelompok kontrol dan kelompok intervensi serta pengukuran pre-test dan post-test. Fokus penelitian adalah mengevaluasi manfaat kombinasi ekstrak meniran, ikan gabus, dan temulawak dalam Channa Boost terhadap perbaikan kondisi pasien selama perawatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Hasil Riset: Perbaikan Leukosit dan Stabilitas Klinis</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="alignleft size-full is-resized"><img decoding="async" width="960" height="1280" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/10/Proses-Uji-klinis-eksperimental-desain-Randomized-Controlled-Trial-RCT-3.jpeg" alt="" class="wp-image-3943" style="width:120px;height:auto"/></figure></div>


<p>Materi penelitian melaporkan bahwa pemberian Channa Boost bersama terapi standar menunjukkan perbaikan signifikan pada kadar leukosit dan pencapaian stabilitas klinis pasien pneumonia tidak berat.</p>



<p>Kadar leukosit merupakan salah satu parameter yang diamati dalam respons tubuh terhadap infeksi dan peradangan. Sementara itu, stabilitas klinis menggambarkan kondisi pasien berdasarkan kriteria klinis yang digunakan dalam penelitian.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kadar Albumin dan Durasi Rawat Inap Menjadi Catatan Penting</strong></h2>



<p>Selain leukosit, penelitian ini juga mengevaluasi kadar albumin, yaitu protein dalam darah yang dapat berkaitan dengan kondisi klinis dan status nutrisi pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar albumin, tetapi perubahan tersebut belum mencapai signifikansi statistik.</p>



<p>Di sisi lain, pemberian Channa Boost tidak menunjukkan percepatan durasi rawat inap. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan pada satu parameter klinis tidak selalu diikuti oleh perubahan pada seluruh hasil perawatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Evaluasi Keamanan dan Publikasi Ilmiah</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1734" height="907" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/10/Banner-Manfaat-Channa-Boost-untuk-Pneumonia-2.png" alt="" class="wp-image-3938"/></figure>



<p>Hasil menarik lainnya adalah tidak ada efek samping yang tercatat pada subjek dalam kelompok intervensi selama periode pengamatan. Selanjutnya, hasil penelitian direncanakan untuk dipublikasikan bersama oleh FK UNS dan PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) dalam jurnal ilmiah nasional atau internasional. Publikasi lengkap diharapkan dapat memberikan informasi lebih terperinci mengenai metode, karakteristik peserta, hasil analisis statistik, dan keterbatasan penelitian.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/">PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>*</strong></h2>



<p>Secara keseluruhan, penelitian di RSUD Dr. Moewardi mengevaluasi Channa Boost sebagai pendamping terapi standar pada pasien pneumonia tidak berat menunjukkan hasil yang menjanjikan, dimana ditemukan perbaikan signifikan pada kadar leukosit dan pencapaian stabilitas klinis pada pasien, sedangkan peningkatan albumin belum signifikan secara statistik dan durasi rawat inap tidak menunjukkan percepatan. </p>



<p>Temuan ini menjadi dasar yang menarik untuk dievaluasi lebih lanjut, untuk mendapatkan bukti khasiat yang lebih lengkap terkait produk Channa Boost sebagai terapi pendamping bagi pasien dengan kondisi pneumonia.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-channa-boost-pada-pasien-pneumonia-dibuktikan-di-rsud-dr-moewardi/">Manfaat Channa Boost pada Pasien Pneumonia Dibuktikan di RSUD Dr. Moewardi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 3</title>
		<link>https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-3/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=riset-teripang-indonesia-part-3</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 07:12:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semakin banyak manfaat teripang ditemukan, semakin tinggi pula nilai ekonominya. Namun peningkatan permintaan dapat menyebabkan eksploitasi populasi liar. Kajian global terhadap H. scabra menunjukkan bahwa intensifikasi perdagangan dan eksploitasi telah berkaitan dengan penurunan stok alami di berbagai wilayah. Karena itu, penelitian mengenai teripang tidak dapat dipisahkan dari persoalan konservasi dan keberlanjutan (Hamel et al., 2022). &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-3/"> <span class="screen-reader-text">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 3</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-3/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 3</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Semakin banyak manfaat teripang ditemukan, semakin tinggi pula nilai ekonominya. Namun peningkatan permintaan dapat menyebabkan eksploitasi populasi liar. Kajian global terhadap <em>H. scabra</em> menunjukkan bahwa intensifikasi perdagangan dan eksploitasi telah berkaitan dengan penurunan stok alami di berbagai wilayah. Karena itu, penelitian mengenai teripang tidak dapat dipisahkan dari persoalan konservasi dan keberlanjutan (Hamel et al., 2022).</p>



<p><em>Holothuria scabra</em> merupakan salah satu teripang tropis yang paling maju dalam teknologi pembenihannya dan telah menjadi fokus utama penelitian akuakultur (Hamel et al., 2022). &nbsp;Dengan keberhasilan pembenihan dan pembesaran, kebutuhan bahan baku untuk industri masa depan secara bertahap dapat dialihkan dari populasi liar menuju sumber yang dibudidayakan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 1</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Teripang Sebagai  &#8220;Blue Biotechnology&#8221; dan Peluangnya di Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1734" height="907" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/10/Gambar-2-Riset-Teripang-dan-Potensi-Laut-Indonesia-Part-3.png" alt="" class="wp-image-3923"/></figure>



<p>Di Indonesia, keanekaragaman hayati teripang yang tinggi dan sumber daya laut yang sangat luas menjadi dua modal utama yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan blue biotechnology teripang. Akan tetapi, biodiversitas saja tidak cukup. Nilai terbesar justru akan muncul apabila Indonesia mampu mengubah biodiversitas tersebut menjadi pengetahuan, teknologi, produk, dan industri yang berkelanjutan.</p>



<p>Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan penelitian teripang dari hulu hingga hilir. Penelitian biodiversitas dapat mengidentifikasi spesies potensial. Penelitian biokimia dapat menemukan molekul baru. Teknologi ekstraksi dan hidrolisis dapat meningkatkan nilai tambah. Penelitian farmakologi dapat mengungkap mekanisme kerja. Sementara teknologi budidaya dapat memastikan bahan bakunya tersedia tanpa mengorbankan populasi liar.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-2/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 2</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Peluang Teripang untuk Pangan, Farmasi, Kosmetik, dan Biomaterial</strong></h2>



<p>Dengan pendekatan tersebut, teripang tidak lagi sekadar dipandang sebagai komoditas hasil laut, tetapi sebagai sumber daya hayati untuk pengembangan pangan, nutraseutikal, farmasi, kosmetik, dan biomaterial. Dan mungkin, salah satu organisme laut yang bentuknya paling sederhana inilah yang justru menyimpan salah satu peluang paling menarik dalam pengembangan bioteknologi laut Indonesia.</p>



<p><strong><em>Daftar Pustaka</em></strong></p>



<p>Hamel JF, et al. (2022) <a href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35777924/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Global knowledge on the commercial sea cucumber <em>Holothuria scabra</em>, Chapter 1</a>. Ed(s): Annie Mercier, Jean-François Hamel. Advances in Marine Biology, Academic Press, (91):1-286. doi: 10.1016/bs.amb.2022.04.001.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-3/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 3</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 2</title>
		<link>https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=riset-teripang-indonesia-part-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 03:36:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3909</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa komponen yang paling menarik perhatian dari teripang adalah kolagen dan kandungan polisakarida tersulfatasi. Di dekade terakhir, pemanfaatan keduanya mulai banyak dieksploitasi karena dinilai menguntungkan, dimana pengembangan produk farmasi dan produk pangan olahan fungsional dari teripang menjadi fokus pemanfaatan teripang. Kolagen Teripang: Alternatif Alami untuk Industri Kosmetik dan Biomaterial Kolagen merupakan protein struktural yang sangat &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-2/"> <span class="screen-reader-text">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 2</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-2/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 2</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa komponen yang paling menarik perhatian dari teripang adalah kolagen dan kandungan polisakarida tersulfatasi. Di dekade terakhir, pemanfaatan keduanya mulai banyak dieksploitasi karena dinilai menguntungkan, dimana pengembangan produk farmasi dan produk pangan olahan fungsional dari teripang menjadi fokus pemanfaatan teripang.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolagen Teripang: Alternatif Alami untuk Industri Kosmetik dan Biomaterial</strong></h2>



<p>Kolagen merupakan protein struktural yang sangat penting bagi jaringan tubuh dan banyak digunakan dalam industri pangan, kosmetik, biomaterial, serta penelitian biomedis. Selama ini, sumber kolagen komersial banyak berasal dari mamalia dan ikan. Teripang menawarkan alternatif dari kelompok hewan laut yang berbeda.</p>



<p>Penelitian mengenai kolagen teripang menunjukkan bahwa kolagen yang diisolasi dari beberapa spesies dapat memiliki karakteristik kolagen tipe I dengan struktur triple helix yang relatif terjaga. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa kolagen dari <em>Holothuria scabra</em> dapat digunakan dalam pengembangan material berbasis film, termasuk setelah dimodifikasi menggunakan transglutaminase (Liu et al., 2025). Menariknya, penelitian yang melibatkan <em>Holothuria atra</em> dari Pulau Pahawang, Indonesia, juga telah mengeksplorasi karakteristik biokimia kolagen teripang serta aktivitas antioksidan dan potensinya dalam konteks neuromodulasi (Rozirwan, 2026).</p>



<p>Potensi ini membuka kemungkinan pemanfaatan teripang dalam bidang yang jauh lebih luas daripada sekadar pangan. Dapat dibayangkan suatu saat limbah atau bagian teripang yang selama ini kurang bernilai dapat diproses menjadi kolagen untuk bahan pangan fungsional, kosmetik, biomaterial, atau material pembawa senyawa aktif.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 1</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Senyawa Polisakarida Teripang: Potensi Aktivitas Biologis untuk Kebutuhan Medis yang Menjanjikan</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1734" height="907" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-3-Riset-Teripang-Indonesia-1.png" alt="" class="wp-image-3915"/></figure>



<p>Kelompok senyawa lain yang sangat menarik dari teripang adalah polisakarida tersulfatasi, terutama <em>fucosylated chondroitin sulfate</em> (FCS) dan <em>fucan sulfate</em>. Keduanya merupakan polisakarida kompleks yang terdapat pada jaringan teripang. Struktur kimianya tidak sederhana karena aktivitas biologisnya dapat dipengaruhi oleh tingkat sulfasi, posisi gugus sulfat, berat molekul, dan struktur percabangannya (Hossain et al., 2023).</p>



<p>Berbagai penelitian telah melaporkan potensi aktivitas FCS dan polisakarida tersulfatasi lainnya, termasuk aktivitas antikoagulan, antitrombotik, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, dan antikanker. Namun, penting untuk memahami bahwa sebagian besar temuan tersebut masih berada pada tahap penelitian biokimia, <em>in vitro</em>, atau model hewan. Tantangan penelitian berikutnya adalah membuktikan keamanan, mekanisme kerja, bioavailabilitas, dosis, serta efektivitasnya melalui penelitian yang lebih kompleks dan akhirnya uji klinis apabila kandidat tersebut memang menjanjikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pergeseran Riset Teripang: Dari Ekstrak Kasar Menuju Identifikasi Molekuler</strong></h2>



<p>Salah satu perkembangan penting dalam penelitian bahan alam adalah perubahan pendekatan. Pada tahap awal, peneliti sering kali mengambil ekstrak teripang kemudian mengujinya menggunakan metode antioksidan atau antibakteri. Jika aktivitasnya tinggi, ekstrak tersebut dianggap potensial. Namun pendekatan modern tidak berhenti di sana.</p>



<p>Pertanyaan berikutnya adalah: Senyawa apa yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut? Untuk menjawabnya, penelitian dapat dilanjutkan dengan fraksinasi, kromatografi, spektrometri massa, NMR, analisis proteomik, atau pendekatan <em>omics</em> lainnya. Setelah molekul kandidat ditemukan, peneliti kemudian dapat mempelajari mekanisme kerjanya secara lebih spesifik.</p>



<p>Pendekatan semacam ini sangat penting bagi penelitian teripang Indonesia. Jika hanya menggunakan istilah “ekstrak teripang memiliki aktivitas antioksidan”, nilai ilmiahnya relatif terbatas. Tetapi apabila penelitian mampu menunjukkan senyawa spesifik → target molekuler → mekanisme → efek biologis, maka peluang pengembangannya menjadi jauh lebih besar.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-teripang-dan-kunyit-kombinasi-alami-untuk-sendi-dan-imun/">Rahasia Sinergi Teripang dan Kunyit: Kombinasi Alami yang Ampuh untuk Sendi dan Imun</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Masa Depan Teripang dalam Industri Pangan Fungsional Indonesia</strong></h2>



<p>Selain sebagai sumber senyawa farmakologis, teripang juga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional. Kajian mengenai teripang menunjukkan keberadaan protein, peptida, polisakarida, lipid, dan berbagai komponen bioaktif yang dapat memberikan nilai tambah dibandingkan sekadar kandungan gizi konvensional (Xu et al., 2018).</p>



<p>Salah satu pendekatan yang menarik adalah menghasilkan hidrolisat protein dan peptida bioaktif. Protein teripang dapat dipecah menjadi fragmen peptida berukuran lebih kecil menggunakan enzim tertentu. Peptida tersebut kemudian dapat diuji untuk berbagai aktivitas biologis. Pendekatan ini sangat menarik bagi Indonesia karena memungkinkan pengembangan produk bernilai tambah dari sumber daya laut lokal, dengan penambahan nilai ekonomi yang jauh lebih besar dan menguntungkan.</p>



<p><em>Daftar Pustaka</em></p>



<ol start="1">
<li>Rozirwan, et al. (2026). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0003986126000299" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Echinoderm collagen as a neuromodulatory antioxidant: biochemical characterization and molecular interaction with NMDA receptor. <em>Arch Biochem Biophys</em>.</a> 779:110758. doi: 10.1016/j.abb.2026.110758.</li>



<li>Hossain A, et al. (2023). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0141813023042265" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sulfated polysaccharides in sea cucumbers and their biological properties: A review. <em>International Journal of Biological Macromolecules</em></a>, 253, 127329.</li>



<li>Xu C. et al. (2018). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S175646461830433X">Bioactive compounds and biological functions of sea cucumbers as potential functional foods. <em>Journal of Functional Fo</em></a><em><a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S175646461830433X" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ods</a></em>, 49, 73–84.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-2/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 2</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 1</title>
		<link>https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=riset-teripang-indonesia-part-1</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 02:56:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang]]></category>
		<category><![CDATA[Teripang Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara kekayaan hayati laut Indonesia, teripang mungkin bukan organisme yang langsung terlintas ketika kita membicarakan bahan pangan bernilai tinggi atau kandidat bahan obat. Bentuknya sederhana—memanjang seperti mentimun, hidup di dasar laut, dan bergerak relatif lambat. Namun, di balik penampilannya yang tidak menarik tersebut, teripang menyimpan beragam molekul biologis yang menarik perhatian peneliti. Baca Juga: &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/"> <span class="screen-reader-text">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 1</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 1</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di antara kekayaan hayati laut Indonesia, teripang mungkin bukan organisme yang langsung terlintas ketika kita membicarakan bahan pangan bernilai tinggi atau kandidat bahan obat. Bentuknya sederhana—memanjang seperti mentimun, hidup di dasar laut, dan bergerak relatif lambat. Namun, di balik penampilannya yang tidak menarik tersebut, teripang menyimpan beragam molekul biologis yang menarik perhatian peneliti.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Teripang Indonesia dan Potensi <em>Holothuria scabra</em></strong></h2>



<p>Indonesia sendiri merupakan salah satu kawasan penting bagi teripang karena perairannya menyediakan habitat bagi beragam jenis Holothuroidea. Salah satu yang paling banyak diteliti adalah teripang pasir (<em>Holothuria scabra</em>), spesies bernilai ekonomi tinggi yang telah lama dimanfaatkan sebagai pangan dan komoditas perdagangan di kawasan Asia. Secara global, <em>H. scabra</em> bahkan merupakan salah satu teripang yang paling intensif diteliti; sebuah kajian komprehensif terbaru menghimpun lebih dari 950 publikasi mengenai biologi, ekologi, biokimia, perikanan, pengolahan, perdagangan, dan budidayanya (Hamel et al., 2022).</p>



<p>Tetapi penelitian teripang di Indonesia tidak berhenti pada persoalan budidaya dan perdagangan. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian peneliti semakin bergeser ke pertanyaan yang lebih menarik: apa sebenarnya yang terkandung di dalam tubuh teripang, dan apa yang dapat dilakukan oleh senyawa-senyawa tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dari Hewan Dasar Laut Menjadi “Pabrik” Molekul Bioaktif</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1734" height="907" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-2-Riset-Teripang-Indonesia.png" alt="Gambar 2 - Riset Teripang Indonesia" class="wp-image-3905"/></figure>



<p>Tubuh teripang tersusun atas berbagai komponen biologis yang potensial dimanfaatkan. Penelitian internasional menunjukkan keberadaan peptida, protein, kolagen, polisakarida tersulfatasi, triterpene glycosides atau saponin, lipid, fenolik, serta berbagai mineral. Senyawa-senyawa tersebut telah dilaporkan memiliki beragam aktivitas biologis, antara lain antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antitrombotik, dan aktivitas metabolik tertentu (Wen et al., 2018).</p>



<p>Hal yang menarik adalah bahwa komposisi dan aktivitas biologis tersebut tidak selalu sama antara satu spesies dengan spesies lainnya. Bahkan, asal geografis, musim penangkapan, bagian tubuh yang digunakan, metode ekstraksi, dan proses pengolahan dapat memengaruhi karakteristik senyawa yang diperoleh (Hossain et al., 2023).</p>



<p>Dengan kata lain, istilah “ekstrak teripang” sebenarnya terlalu sederhana. Ekstrak dari dua jenis teripang yang berbeda dapat memiliki komposisi kimia dan aktivitas biologis yang berbeda pula.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Indonesia sebagai Laboratorium Alami Teripang</strong></h2>



<p>Keanekaragaman teripang Indonesia memberikan peluang penelitian yang sangat besar. Salah satu contoh penelitian yang cukup menarik dilakukan terhadap 21 spesies teripang Indonesia untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antibakterinya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan aktivitas yang cukup besar antarspesies. <em>Holothuria atra</em>, misalnya, menunjukkan kapasitas antioksidan paling kuat dalam pengujian yang dilakukan, dengan nilai IC₅₀ sebesar 14,22 ± 0,87 µg/µL pada metode yang digunakan. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi senyawa volatil yang mungkin berhubungan dengan aktivitas biologis menggunakan GC-MS (Nugroho et al., 2022). Temuan seperti ini penting karena memperlihatkan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia bukan sekadar kekayaan jumlah spesies, tetapi juga dapat menjadi sumber keragaman molekul bioaktif.</p>



<p>Penelitian lain terhadap lima spesies teripang dari perairan Lampung juga menemukan aktivitas antibakteri dan antioksidan dari ekstrak dan fraksi yang diperoleh melalui proses ekstraksi serta fraksinasi menggunakan beberapa pelarut (Rasyid et al., 2023). Artinya, teripang Indonesia mulai dipelajari bukan hanya sebagai komoditas perikanan, tetapi sebagai sumber bioprospeksi dari bahan baku laut.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a></strong></p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<ol start="1">
<li>Hamel JF, et al. (2022). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/chapter/bookseries/abs/pii/S0065288122000013?via%3Dihub"><em>Global knowledge on the commercial sea cucumber Holothuria scabra</em>. Advances in Marine Biology</a>, 91, 1–286.</li>



<li>Wen J. et al. (2018). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S175646461830433X"><em>Bioactive compounds and biological functions of sea cucumbers as potential functional foods</em>. Journal of Functional Foods</a>, 49, 73–84.</li>



<li>Hossain A, et al. (2023). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0141813023042265?via%3Dihub"><em>Sulfated polysaccharides in sea cucumbers and their biological properties: A review</em>. International Journal of Biological Macromolecules</a>, 253, 127329.</li>



<li>Nugroho A, et al., (2022). <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8758811/"><em>Antioxidant and antibacterial activities in 21 species of Indonesian sea cucumbers</em>. Journal of Food Science and Technology</a>. DOI: 10.1007/s13197-021-05007-6.</li>



<li>Rasyid A, et al. (2023). <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2307410823001438"><em>Antibacterial and antioxidant activity of sea cucumber extracts collected from Lampung waters, Indonesia</em>. Kuwait Journal of Science</a>, 50(4), 615–621 (2023).</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/riset-teripang-indonesia-part-1/">Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara &#8211; Part 1</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</title>
		<link>https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 09:18:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstipasi]]></category>
		<category><![CDATA[ulva lactuca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada penelitian yang diterbitkan pada 2025, Liu dan kolega menguji polisakarida Ulva lactuca (ULP) pada model mencit dengan konstipasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ULP meningkatkan kadar air feses dan memperbaiki laju propulsi gastrointestinal. Peneliti juga menemukan perubahan pada beberapa parameter yang berhubungan dengan fungsi saluran pencernaan. Kadar motilin, gastrin, dan serotonin (5-hydroxytryptamine/5-HT) meningkat setelah pemberian &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/"> <span class="screen-reader-text">Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/">Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada penelitian yang diterbitkan pada 2025, Liu dan kolega menguji polisakarida <em>Ulva lactuca</em> (ULP) pada model mencit dengan konstipasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ULP meningkatkan kadar air feses dan memperbaiki laju propulsi gastrointestinal. Peneliti juga menemukan perubahan pada beberapa parameter yang berhubungan dengan fungsi saluran pencernaan. Kadar motilin, gastrin, dan serotonin (5-hydroxytryptamine/5-HT) meningkat setelah pemberian ULP. Selain itu, ULP membantu mempertahankan integritas sawar usus dan menurunkan beberapa penanda inflamasi, termasuk TNF-α dan IL-6 (Liu et al., 2025).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/"><em>Ulva lactuca</em>: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Potensi <em>Ulva lactuca</em> untuk Membantu Konstipasi?</strong></h2>



<p>Yang tidak kalah menarik adalah perubahan pada mikrobiota usus. Seperti yang diketahui, serat pangan bukan hanya &#8220;bahan pengisi&#8221; usus. Sebagian serat juga dapat menjadi substrat bagi mikroorganisme yang hidup di dalam kolon. Mikrobiota usus dapat memfermentasi sebagian polisakarida dan menghasilkan berbagai metabolit yang berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pencernaan. </p>



<p><em>Review</em> mengenai serat yang berasal dari rumput laut menunjukkan bahwa polisakarida tersulfasi dari rumput laut dapat berinteraksi dengan mikrobiota usus dan bahwa proses metabolisme serat oleh mikrobiota kemungkinan merupakan salah satu mekanisme penting di balik efek fisiologisnya (Huang et al., 2022). Selain itu, analisis 16S rRNA menunjukkan bahwa ULP meningkatkan kelimpahan beberapa mikroorganisme, termasuk Lactobacillus dan Muribaculum. Penelitian tersebut juga menunjukkan perubahan pada metabolisme mikroba, termasuk jalur yang berkaitan dengan arginin dan S-adenosylmethionine (Liu et al., 2025).</p>



<p>Sebuah <em>systematic review</em> dan <em>meta-analysis</em> terhadap 16 <em>randomized controlled trials</em> yang melibatkan 1.251 orang dewasa dengan konstipasi menemukan bahwa sekitar 66% peserta pada kelompok serat mengalami respons terhadap terapi, dibandingkan sekitar 41% pada kelompok kontrol. Suplementasi serat juga dilaporkan meningkatkan frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi feses (van der Schoot et al., 2022). Jenis serat juga sangat penting. Sifat serat—misalnya kelarutan, viskositas, kemampuan menahan air, dan fermentabilitas—dapat menentukan efeknya terhadap sistem pencernaan. Bahkan penelitian sistematis yang lebih baru menunjukkan bahwa respons terhadap serat berbeda-beda tergantung karakteristik seratnya (Balk et al., 2026).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi <em>Ulva lactuca</em> sebagai Pangan Fungsional</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-2-Ulva-lactuca-dan-konstipasi.jpg" alt="Gambar 2 - Ulva lactuca dan konstipasi" class="wp-image-3888" style="width:748px;height:auto"/></figure>



<p>Keunggulan <em>U. lactuca</em> tidak hanya terletak pada kandungan seratnya. Sebagai rumput laut, <em>U. lactuca</em> juga mengandung berbagai mineral dan komponen nutrisi lainnya. Penelitian terhadap <em>U. lactuca</em> dari Pameungpeuk, misalnya, menemukan kandungan kalsium yang relatif tinggi serta sejumlah mineral lain (Rasyid, 2017). Sebagai informasi, rumput laut juga dapat mengakumulasi mineral tertentu dari lingkungan. Oleh karena itu, lokasi pemanenan dan proses pengolahan menjadi faktor penting.</p>



<p>Akan tetapi, peningkatan konsumsi serat berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, gas, rasa tidak nyaman di perut, atau bahkan memperburuk konstipasi pada sebagian orang apabila konsumsi cairan tidak mencukupi. Dalam kajian meta-analysis pada orang dewasa dengan konstipasi, suplementasi serat memang meningkatkan keberhasilan terapi dan frekuensi buang air besar, tetapi juga meningkatkan kejadian flatulensi (van der Schoot et al., 2022). Karena itu, prinsip yang lebih tepat adalah: konsumsi cukup serat + cukup cairan + aktivitas fisik + pola makan seimbang.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="2216" height="2216" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Channa-Lakta-Blister.png" alt="" class="wp-image-3580" style="width:375px;height:auto"/></figure></div>


<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Daftar Pustaka</em></strong></h2>



<p>Liu K, Zhang Y, Cai H, Song S, Ai C, Yang J. (2025). <em>Ulva lactuca</em> polysaccharides alleviate constipation in mice through repairing the intestinal barrier and regulating the gut microbiota. Journal of the Science of Food and Agriculture, 105, 8664–8676. <a href="https://doi.org/10.1002/jsfa.70108">https://doi.org/10.1002/jsfa.70108</a>.</p>



<p>Huang W, Tan H, Nie S. Beneficial effects of seaweed-derived dietary fiber: Highlights of the sulfated polysaccharides. Food Chem. 2022 Mar 30;373(Pt B):131608. doi: 10.1016/j.foodchem.2021.131608.</p>



<p>van der Schoot A, Drysdale C, Whelan K, Dimidi E. (2022). The effect of fiber supplementation on chronic constipation in adults: An updated systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 116(4), 953–969. <a href="https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184">https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184</a>.</p>



<p>Rasyid A. (2017). Evaluation of nutritional composition of the dried seaweed <em>Ulva lactuca</em> from Pameungpeuk waters, Indonesia. Tropical Life Sciences Research, 28(2). <a href="https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9">https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/">Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</title>
		<link>https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ulva-lactuca-konstipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:37:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput laut hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[ulva lactuca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3872</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang cukup umum. Kondisi ini ditandai antara lain oleh frekuensi buang air besar yang rendah, feses yang keras dan perlu mengejan keras saat buang air besar. Meskipun terlihat sederhana, konstipasi yang berlangsung lama dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Baca Juga: Ekstrak Ikan Gabus dan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/"> <span class="screen-reader-text">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang cukup umum. Kondisi ini ditandai antara lain oleh frekuensi buang air besar yang rendah, feses yang keras dan perlu mengejan keras saat buang air besar. Meskipun terlihat sederhana, konstipasi yang berlangsung lama dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a></strong></p>



<p>Salah satu pendekatan paling sederhana untuk membantu menjaga kelancaran buang air besar adalah memperbaiki pola makan, terutama dengan meningkatkan konsumsi serat pangan. Serat dapat membantu meningkatkan massa feses, mempertahankan kandungan air dalam feses, memengaruhi konsistensi feses, serta mendukung aktivitas mikroorganisme baik di dalam usus. Bukti klinis secara umum menunjukkan bahwa suplementasi serat dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi feses pada orang dengan konstipasi (van der Schoot et al., 2022).</p>



<p>Menariknya, sumber serat tidak hanya berasal dari sayuran, buah, serealia, atau kacang-kacangan. Salah satu sumber yang mulai banyak mendapat perhatian adalah rumput laut hijau <em>Ulva lactuca</em>, yang di Indonesia dikenal antara lain sebagai selada laut atau sea lettuce. Selain dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan, <em>U. lactuca</em> menarik perhatian peneliti karena mengandung berbagai komponen nutrisi dan senyawa bioaktif, termasuk protein, mineral, polisakarida, serta serat pangan.</p>



<p>Salah satu penelitian terhadap <em>U. lactuca</em> kering yang berasal dari perairan Pameungpeuk, Indonesia, menemukan kandungan serat pangan sekitar 28,4% berdasarkan berat kering. Penelitian tersebut juga menemukan kandungan karbohidrat sebesar 58,1%, protein 13,6%, dan lemak hanya 0,19% (Rasyid, 2017).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Serat Penting untuk Mencegah Konstipasi?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-2-Ulva-lactuca.jpg" alt="" class="wp-image-3877" style="width:729px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto Ulva Lactuca untuk konsumsi</figcaption></figure>



<p>Secara sederhana, serat pangan adalah bagian dari bahan pangan nabati yang relatif tidak dicerna oleh enzim pencernaan manusia di usus halus. Serat kemudian mencapai usus besar dan dapat memberikan berbagai efek fisiologis. Beberapa jenis serat mampu menyerap atau menahan air, sementara jenis lainnya dapat difermentasi oleh mikrobiota usus. Dalam konteks konstipasi, terdapat beberapa mekanisme penting.</p>



<p><strong>1. Meningkatkan Massa Feses</strong></p>



<p>Serat yang tidak tercerna dapat menambah massa isi usus. Semakin besar volume feses, semakin besar pula rangsangan mekanis terhadap dinding usus untuk melakukan gerakan peristaltik. Dengan kata lain, serat membantu memberikan &#8220;isi&#8221; yang cukup bagi sistem pencernaan untuk menggerakkan feses menuju rektum. Penelitian sistematis terbaru terhadap 113 uji klinis menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat berhubungan dengan peningkatan berat feses dan frekuensi buang air besar serta sedikit memperpendek waktu transit usus (Balk et al., 2026).</p>



<p><strong>2. Membantu Mempertahankan Air dalam Feses</strong></p>



<p>Ini merupakan salah satu mekanisme yang sangat penting. Feses yang terlalu sedikit mengandung air cenderung menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Beberapa jenis serat memiliki kemampuan menahan air sehingga membantu mempertahankan kelembapan feses. Karakteristik ini menjadi sangat menarik pada polisakarida yang berasal dari <em>Ulva</em>, khususnya ulvan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ulvan: Serat Unik dari <em>Ulva lactuca</em></strong></h2>



<p>Salah satu komponen penting pada <em>Ulva</em> adalah <strong>ulvan</strong>, yaitu polisakarida larut yang banyak mengandung gugus sulfat dan asam uronat. Selain berperan sebagai komponen struktural, polisakarida ini juga memiliki sifat fisikokimia yang memungkinkan interaksinya dengan air dan sistem pencernaan. Review komprehensif mengenai ulvan menyebutkan bahwa <em>Ulva</em> kaya akan serat pangan, sedangkan ulvan merupakan salah satu komponen serat larut utama yang memiliki berbagai aktivitas biologis (Premarathna et al., 2022).</p>



<p>Secara sederhana, sebagian komponen polisakarida <em>U. lactuca</em> berperan seperti jaringan yang dapat menahan atau mengikat air. Hal itu membuat feses lebih terhidrasi dan tidak terlalu keras yang membuatnya&nbsp; lebih mudah bergerak melalui usus, dan pada akhirnya membuat buang air besar menjadi lebih mudah.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</a></strong></p>



<p>***</p>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-2 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp" alt="Channa-Fola" class="wp-image-1098" style="width:334px;height:auto" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</div>
</div>
</div></div>
</div>
</div>
</div></div>



<p>Di Indonesia, penggunaan <em>Ulva lactuca</em> sebagai sumber pangan ditemukan di beberapa produk komersial. Beberapa di antaranya adalah Channa Lakta, Channa Fola, Fitbumin Vilaktin dan Fitbumin Feber, yang merupakan produk suplemen untuk ibu hamil dan menyusui.<strong><em><br></em></strong></p>



<p><strong><em>Daftar Pustaka</em></strong></p>



<p>van der Schoot A, Drysdale C, Whelan K, Dimidi E. (2022). The effect of fiber supplementation on chronic constipation in adults: An updated systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 116(4), 953–969. <a href="https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184">https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184</a>.</p>



<p>Rasyid A. (2017). Evaluation of nutritional composition of the dried seaweed <em>Ulva lactuca</em> from Pameungpeuk waters, Indonesia. Tropical Life Sciences Research, 28(2). <a href="https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9">https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9</a>.</p>



<p>Balk EM, Couch E, Mai HJ, Chen Y, et al., Fiber intake and laxation in people with normal bowel function: A systematic review. (2026). The American Journal of Clinical Nutrition, 123(3), 101212. <a href="https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2026.101212?utm_source=chatgpt.com">https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2026.101212</a>.</p>



<p>Premarathna, A.D., Tuvikene, R., Fernando, P.H.P.&nbsp;<em>et al.</em>&nbsp;Comparative analysis of proximate compositions, mineral and functional chemical groups of 15 different seaweed species.&nbsp;<em>Sci Rep</em>&nbsp;<strong>12</strong>, 19610 (2022). <a href="https://doi.org/10.1038/s41598-022-23609-8">https://doi.org/10.1038/s41598-022-23609-8</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Albumin untuk Kesehatan Tubuh</title>
		<link>https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=albumin-untuk-kesehatan-tubuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin Rendah]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Albumin merupakan protein utama penyusun plasma darah dan diproduksi di organ hati. Albumin memiliki peranan penting untuk menjaga cairan tubuh tetap berada di pembuluh darah dan tidak “bocor” ke jaringan lain. Albumin juga membawa berbagai substansi seperti hormon, vitamin, enzim, obat dan yang lain ke seluruh tubuh. Sentralnya peran albumin tersebut menjadikan kebutuhan albumin harus &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/"> <span class="screen-reader-text">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Albumin merupakan protein utama penyusun plasma darah dan diproduksi di organ hati. Albumin memiliki peranan penting untuk menjaga cairan tubuh tetap berada di pembuluh darah dan tidak “bocor” ke jaringan lain. Albumin juga membawa berbagai substansi seperti hormon, vitamin, enzim, obat dan yang lain ke seluruh tubuh. Sentralnya peran albumin tersebut menjadikan kebutuhan albumin harus terpenuhi untuk menjaga proses fisiologi yang terjadi di dalam tubuh berjalan dengan baik. Rata-rata orang dewasa membutuhkan protein sebanyak 0,8 gram per kilogram berat badan per hari.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<p>Kadar albumin normal di dalam darah adalah berkisar antara 3.5 sampai 5 g/dL darah. Level albumin yang rendah di dalam tubuh mengindikasikan adanya masalah di beberapa jaringan tubuh terutama hati dan ginjal. Rendahnya kadar albumin dapat menyebabkan darah kehilangan kemampuannya dalam menyebarkan zat-zat ke seluruh tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga berat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Gambar-3-albumin-untuk-kesehatan-tubuh.png" alt="Gambar 2 - albumin untuk kesehatan tubuh" class="wp-image-3865"/></figure>



<p>Beberapa gejala seperti pembengkakan pada kaki dan tangan, gangguan irama jantung, kehilangan nafsu makan, serta mudah merasa mual dan lelah umumnya muncul pada orang yang mengalami kekurangan albumin. Tes kandungan albumin di darah umumnya rutin dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan beberapa enzim dan protein lain yang diproduksi di organ hati pada orang yang mengalami indikasi kekurangan albumin. Pemeriksaan kadar albumin juga merupakan salah satu parameter paling umum yang dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan rutin.</p>



<p>Untuk memastikan albumin yang tersedia di dalam tubuh tercukupi untuk dapat melaksanakan fungsi fisiologis tubuh dengan baik, maka kita perlu mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki kandungan albumin tinggi. Albumin dapat ditemukan di berbagai sumber protein. Dari berbagai sumber artikel dan penelitian yang dilaporkan, daging ikan gabus merupakan salah satu sumber albumin terbaik yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan albumin harian. Selain itu, berbagai sumber makanan lain seperti daging sapi, daging ayam, telur dan susu juga merupakan beberapa sumber protein yang mengandung albumin. Untuk membantu kebutuhan albumin harian tubuh tersebut, albumin juga umumnya dikonsumsi dalam bentuk suplemen kesehatan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</title>
		<link>https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pasar-ikan-gabus-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 07:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrak Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Ikan Gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ikan gabus (Channa striata) mungkin bukan ikan yang paling populer di meja makan masyarakat Indonesia seperti lele, nila, atau ikan mas. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, ikan air tawar ini memiliki pasar yang cukup menarik. Dagingnya digemari, harga jualnya relatif tinggi, sementara kandungan proteinnya dan komponen seperti albumin membuat ikan gabus memiliki nilai tambah &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/"> <span class="screen-reader-text">Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/">Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ikan gabus (<em>Channa striata</em>) mungkin bukan ikan yang paling populer di meja makan masyarakat Indonesia seperti lele, nila, atau ikan mas. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, ikan air tawar ini memiliki pasar yang cukup menarik. Dagingnya digemari, harga jualnya relatif tinggi, sementara kandungan proteinnya dan komponen seperti albumin membuat ikan gabus memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar daripada sekadar ikan konsumsi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/">PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</a></strong></p>



<p>Yang menarik, pasar ikan gabus di Indonesia sebenarnya tidak hanya berada di pasar tradisional. Komoditas ini telah berkembang ke berbagai arah: ikan segar, ikan kering, abon dan produk pangan lainnya, benih dan indukan untuk budidaya, hingga bahan baku produk ekstrak albumin dan nutraseutikal. Dengan kata lain, saat ini ikan gabus bukan hanya komoditas perikanan, tetapi berpotensi menjadi komoditas bioekonomi.</p>



<p>Terkait harganya yang tinggi, setidaknya ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan. Pertama adalah ketersediaan yang jauh lebih terbatas dibanding jenis ikan lainnya. Kedua adalah karakteristik dagingnya yang tebal dan ke-khas-an cita rasa yang membuatnya dihargai baik dalam bentuk segar maupun produk olahan. Ketiga adalah persepsi masyarakat terhadap nilai kesehatan ikan gabus.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1672" height="941" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Pasar-ikan-gabus-indonesia-Gambar-2.png" alt="Pasar ikan gabus indonesia - Gambar 2" class="wp-image-3851"/></figure>



<p>Ikan gabus dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi dan mengandung albumin. Albumin merupakan protein utama dalam plasma darah yang memiliki berbagai fungsi fisiologis penting. Karena itu, sejak lama ikan gabus dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk mendukung pemulihan dan status gizi.</p>



<p>Jika dilihat lebih dekat, pasar gabus Indonesia dapat dibagi menjadi setidaknya lima segmen, yaitu pasar ikan segar, pasar benih dan indukan, pasar produk olahan, pasar bahan baku industri pangan dan nutraseutikal serta pasar ekstrak albumin. Segmen terakhir adalah yang paling menarik, dimana daging ikan gabus tidak hanya dikonsumsi sebagai sumber protein. Komponen protein larut airnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk berbasis albumin ikan dan produk nutraseutikal.</p>



<p>Semakin berkembangnya industri ikan gabus, semakin penting pula ketersediaan bahan baku gabus yang konsisten. Ketergantungan terhadap tangkapan alam membuat industri sulit melakukan perencanaan jangka panjang. Ukuran ikan tidak selalu seragam, jumlah tangkapan berubah-ubah, lokasi sumber bahan baku tersebar, dan keberlanjutan populasi alam juga menjadi perhatian. Karena itu, pengembangan budidaya menjadi sangat penting.</p>



<p>Salah satu industri ikan gabus yang sudah memiliki fasilitas budidaya ikan gabus sendiri adalah Mega Medica Pharmaceuticals (MMP). Keberhasilan pembenihan dan domestikasi ikan gabus menjadi faktor penting dari pengembangan teknologi pembenihan gabus terus dikembangkan, termasuk melalui pemilihan induk dan sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) yang sudah dimiliki dan diterapkan oleh MMP semenjak tahun 2023.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Budidaya Ikan Gabus: Masa Depan Komoditas Bioekonomi Indonesia</strong></h2>



<p>Jika budidaya dapat menghasilkan pasokan yang stabil, teknologi pengolahan dapat menghasilkan produk bernilai tambah, dan industri mampu membangun standar kualitas bahan baku yang konsisten, ikan gabus berpotensi berubah dari komoditas ikan air tawar bernilai tinggi menjadi komoditas bioekonomi Indonesia yang memiliki rantai nilai lengkap. </p>



<p>Di masa depan, mungkin kita tidak lagi melihat gabus hanya sebagai ikan yang hidup di rawa dan sungai, tapi sebagai bahan baku pangan, nutrisi, dan bioproduk bernilai tinggi yang diproduksi secara berkelanjutan.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/">Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</title>
		<link>https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=silver-ion-untuk-penyembuhan-luka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 02:17:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Ion Perak]]></category>
		<category><![CDATA[Luka]]></category>
		<category><![CDATA[Luka Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Silver Ion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Luka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Luka kecil akibat tergores, luka setelah tindakan medis, luka bakar, hingga luka kronis seperti ulkus diabetik dapat mengalami masalah apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor yang sering menyebabkan luka sulit sembuh adalah infeksi oleh mikroorganisme. Apa Itu Silver Ion dan Mengapa Digunakan dalam Perawatan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/"> <span class="screen-reader-text">Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/">Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Luka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Luka kecil akibat tergores, luka setelah tindakan medis, luka bakar, hingga luka kronis seperti ulkus diabetik dapat mengalami masalah apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor yang sering menyebabkan luka sulit sembuh adalah infeksi oleh mikroorganisme.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu Silver Ion dan Mengapa Digunakan dalam Perawatan Luka?</strong></h2>



<p>Dalam beberapa tahun terakhir, kita semakin sering menemukan produk perawatan luka yang mengandung silver ion atau ion perak (Ag⁺). Bahan ini digunakan dalam berbagai jenis balutan luka modern karena memiliki spektrum aktivitas antimikroba yang luas. Namun, bagaimana sebenarnya Ion Ag⁺ bekerja? Apakah silver ion benar-benar dapat mempercepat penyembuhan luka?</p>



<p>Ion Ag⁺ dapat berinteraksi dengan berbagai komponen penting pada mikroorganisme. Salah satu mekanismenya adalah berikatan dengan bagian tertentu pada protein, termasuk gugus sulfihidril (-SH), sehingga mengganggu fungsi protein dan proses metabolisme mikroba. Ion Ag⁺ juga dapat memicu pembentukan <em>reactive oxygen species</em> (ROS) dan mengganggu struktur serta fungsi membran sel mikroorganisme.</p>



<p>Gangguan yang terjadi secara bersamaan tersebut akhirnya dapat menyebabkan mikroorganisme kehilangan kemampuan untuk mempertahankan fungsi sel dan berkembang biak (Nešporová et al., 2020; Atiyeh et al., 2007). Selain itu, ion Ag⁺ memiliki potensi lebih rendah untuk mendorong resistensi berbagai jenis mikroba dibandingkan antibiotik dengan target tunggal (May et al., 2022).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Pengendalian Bakteri Penting dalam Penyembuhan Luka?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Gambar-2-silver-ion-untuk-penyembuhan-luka.png" alt="" class="wp-image-3824"/></figure>



<p>Pada kondisi normal, tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Setelah terjadi luka, proses penyembuhan berlangsung melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan, mulai dari hemostasis, inflamasi, proliferasi jaringan, pembentukan pembuluh darah baru, hingga remodeling jaringan. </p>



<p>Masalah muncul ketika jumlah mikroorganisme pada luka terlalu tinggi atau terjadi infeksi. Bakteri dapat memperpanjang fase inflamasi, merusak jaringan yang baru terbentuk, dan mengganggu proses regenerasi. Akibatnya, luka dapat menjadi lebih sulit sembuh. Dengan mengurangi beban mikroorganisme pada permukaan dan lingkungan luka, ion Ag⁺ dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung proses penyembuhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah Silver Ion Benar-Benar Mempercepat Penyembuhan Luka?</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Channamed.png" alt="" class="wp-image-3836" style="width:335px;height:auto"/></figure></div>


<p>Bukti ilmiah terbaru menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, khususnya pada luka kronis dan luka yang memiliki masalah infeksi atau risiko infeksi. Sebuah meta-analisis tahun 2024 yang mencakup 15 penelitian dengan total 5.046 pasien menemukan bahwa balutan berbasis silver dikaitkan dengan tingkat penyembuhan yang lebih tinggi, waktu penyembuhan lengkap yang lebih singkat, serta tingkat infeksi yang lebih rendah dibandingkan balutan tanpa silver. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa silver tidak secara konsisten memberikan keuntungan pada semua ukuran luas luka (Liang et al., 2024). Meta-analisis lain yang diterbitkan pada 2025, yang mencakup 18 penelitian dan 1.825 pasien dengan ulkus tungkai, menemukan manfaat yang lebih jelas pada ulkus kaki diabetik, sedangkan manfaat pada ulkus vena belum mencapai signifikansi statistik (Yi et al., 2025).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Silver Ion Bukan Antibiotik: Apa Perbedaannya?</strong></h2>



<p>Keunggulan lain ion Ag⁺ adalah mekanisme kerjanya berbeda dari antibiotik konvensional. Antibiotik biasanya dirancang untuk menargetkan proses biologis tertentu pada bakteri. Silver memiliki beberapa target sekaligus. Hal ini membuat ion Ag⁺ menarik dalam konteks meningkatnya masalah antimicrobial resistance (AMR) (May et al., 2022). </p>



<p>Namun, bukan berarti mikroorganisme sama sekali tidak mungkin menjadi kurang sensitif terhadap ion Ag⁺. Penggunaan ion Ag⁺ tetap harus dilakukan secara rasional dan sesuai kebutuhan klinis. Dengan kata lain, penggunaan ion Ag⁺ dapat menjadi salah satu alat dalam strategi pengendalian mikroorganisme (Sánchez-Gálvez et al., 2024).</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<ol start="1">
<li>May A, Kopecki Z, Carney B, Cowin A. <em><a href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34806300/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Antimicrobial silver dressings: a review of emerging issues for modern wound care</a></em>. ANZ Journal of Surgery. 2022;92(3):379–384.</li>



<li>Sánchez-Gálvez J, et al. <em><a href="https://www.frontiersin.org/journals/public-health/articles/10.3389/fpubh.2024.1331753/full" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cytotoxicity and concentration of silver ions released from dressings in the treatment of infected wounds: a systematic review</a></em>. Frontiers in Public Health. 2024;12:1331753.</li>



<li>Liang K, Liu Y, Jiang F.<a href="https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/iwj.70006" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> <em>Analysis of therapeutic effect of silver-based dressings on chronic wound healing</em>. International Wound Journal</a>. 2024;21(8).</li>



<li>Yi Q, Huang Z, Tang B. <a href="https://www.researchgate.net/publication/383885306_Impact_of_Silver_Dressings_on_Wound_Healing_Rate_in_Patients_with_Lower_Extremity_Ulcers_A_Systematic_Review_and_Meta-Analysis_of_Randomized_Controlled_Trials" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Impact of Silver Dressings on Wound Healing Rate in Patients with Lower Extremity Ulcers: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials</em>. Dermatology</a>. 2025;234(1):13–24.</li>



<li>Nešporová K, et al. <a href="https://www.nature.com/articles/s41598-020-72249-3" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Effects of wound dressings containing silver on skin and immune cells</em>. Scientific Reports.</a> 2020;10:15216.</li>



<li>Atiyeh BS, Costagliola M, Hayek SN, Dibo SA. <a href="https://www.researchgate.net/publication/6660632_Effect_of_silver_on_burn_wound_infection_control_and_healing_Review_of_the_literature" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Effect of silver on burn wound infection control and healing: review of the literature</em>. Burns.</a> 2007.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/">Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
