<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<atom:link href="https://www.channa.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.channa.id/</link>
	<description>Empowering Health with Science and Innovation</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2026 02:50:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.channa.id/wp-content/uploads/2025/04/android-chrome-512x512-1.png</url>
	<title>Mega Medica Pharmaceuticals</title>
	<link>https://www.channa.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</title>
		<link>https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 09:18:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstipasi]]></category>
		<category><![CDATA[ulva lactuca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada penelitian yang diterbitkan pada 2025, Liu dan kolega menguji polisakarida Ulva lactuca (ULP) pada model mencit dengan konstipasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ULP meningkatkan kadar air feses dan memperbaiki laju propulsi gastrointestinal. Peneliti juga menemukan perubahan pada beberapa parameter yang berhubungan dengan fungsi saluran pencernaan. Kadar motilin, gastrin, dan serotonin (5-hydroxytryptamine/5-HT) meningkat setelah pemberian &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/"> <span class="screen-reader-text">Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/">Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada penelitian yang diterbitkan pada 2025, Liu dan kolega menguji polisakarida <em>Ulva lactuca</em> (ULP) pada model mencit dengan konstipasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ULP meningkatkan kadar air feses dan memperbaiki laju propulsi gastrointestinal. Peneliti juga menemukan perubahan pada beberapa parameter yang berhubungan dengan fungsi saluran pencernaan. Kadar motilin, gastrin, dan serotonin (5-hydroxytryptamine/5-HT) meningkat setelah pemberian ULP. Selain itu, ULP membantu mempertahankan integritas sawar usus dan menurunkan beberapa penanda inflamasi, termasuk TNF-α dan IL-6 (Liu et al., 2025).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/"><em>Ulva lactuca</em>: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Potensi <em>Ulva lactuca</em> untuk Membantu Konstipasi?</strong></h2>



<p>Yang tidak kalah menarik adalah perubahan pada mikrobiota usus. Seperti yang diketahui, serat pangan bukan hanya &#8220;bahan pengisi&#8221; usus. Sebagian serat juga dapat menjadi substrat bagi mikroorganisme yang hidup di dalam kolon. Mikrobiota usus dapat memfermentasi sebagian polisakarida dan menghasilkan berbagai metabolit yang berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pencernaan. </p>



<p><em>Review</em> mengenai serat yang berasal dari rumput laut menunjukkan bahwa polisakarida tersulfasi dari rumput laut dapat berinteraksi dengan mikrobiota usus dan bahwa proses metabolisme serat oleh mikrobiota kemungkinan merupakan salah satu mekanisme penting di balik efek fisiologisnya (Huang et al., 2022). Selain itu, analisis 16S rRNA menunjukkan bahwa ULP meningkatkan kelimpahan beberapa mikroorganisme, termasuk Lactobacillus dan Muribaculum. Penelitian tersebut juga menunjukkan perubahan pada metabolisme mikroba, termasuk jalur yang berkaitan dengan arginin dan S-adenosylmethionine (Liu et al., 2025).</p>



<p>Sebuah <em>systematic review</em> dan <em>meta-analysis</em> terhadap 16 <em>randomized controlled trials</em> yang melibatkan 1.251 orang dewasa dengan konstipasi menemukan bahwa sekitar 66% peserta pada kelompok serat mengalami respons terhadap terapi, dibandingkan sekitar 41% pada kelompok kontrol. Suplementasi serat juga dilaporkan meningkatkan frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi feses (van der Schoot et al., 2022). Jenis serat juga sangat penting. Sifat serat—misalnya kelarutan, viskositas, kemampuan menahan air, dan fermentabilitas—dapat menentukan efeknya terhadap sistem pencernaan. Bahkan penelitian sistematis yang lebih baru menunjukkan bahwa respons terhadap serat berbeda-beda tergantung karakteristik seratnya (Balk et al., 2026).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi <em>Ulva lactuca</em> sebagai Pangan Fungsional</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-2-Ulva-lactuca-dan-konstipasi.jpg" alt="Gambar 2 - Ulva lactuca dan konstipasi" class="wp-image-3888" style="width:748px;height:auto"/></figure>



<p>Keunggulan <em>U. lactuca</em> tidak hanya terletak pada kandungan seratnya. Sebagai rumput laut, <em>U. lactuca</em> juga mengandung berbagai mineral dan komponen nutrisi lainnya. Penelitian terhadap <em>U. lactuca</em> dari Pameungpeuk, misalnya, menemukan kandungan kalsium yang relatif tinggi serta sejumlah mineral lain (Rasyid, 2017). Sebagai informasi, rumput laut juga dapat mengakumulasi mineral tertentu dari lingkungan. Oleh karena itu, lokasi pemanenan dan proses pengolahan menjadi faktor penting.</p>



<p>Akan tetapi, peningkatan konsumsi serat berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, gas, rasa tidak nyaman di perut, atau bahkan memperburuk konstipasi pada sebagian orang apabila konsumsi cairan tidak mencukupi. Dalam kajian meta-analysis pada orang dewasa dengan konstipasi, suplementasi serat memang meningkatkan keberhasilan terapi dan frekuensi buang air besar, tetapi juga meningkatkan kejadian flatulensi (van der Schoot et al., 2022). Karena itu, prinsip yang lebih tepat adalah: konsumsi cukup serat + cukup cairan + aktivitas fisik + pola makan seimbang.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" width="2216" height="2216" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Channa-Lakta-Blister.png" alt="" class="wp-image-3580" style="width:375px;height:auto"/></figure></div>


<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Daftar Pustaka</em></strong></h2>



<p>Liu K, Zhang Y, Cai H, Song S, Ai C, Yang J. (2025). <em>Ulva lactuca</em> polysaccharides alleviate constipation in mice through repairing the intestinal barrier and regulating the gut microbiota. Journal of the Science of Food and Agriculture, 105, 8664–8676. <a href="https://doi.org/10.1002/jsfa.70108">https://doi.org/10.1002/jsfa.70108</a>.</p>



<p>Huang W, Tan H, Nie S. Beneficial effects of seaweed-derived dietary fiber: Highlights of the sulfated polysaccharides. Food Chem. 2022 Mar 30;373(Pt B):131608. doi: 10.1016/j.foodchem.2021.131608.</p>



<p>van der Schoot A, Drysdale C, Whelan K, Dimidi E. (2022). The effect of fiber supplementation on chronic constipation in adults: An updated systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 116(4), 953–969. <a href="https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184">https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184</a>.</p>



<p>Rasyid A. (2017). Evaluation of nutritional composition of the dried seaweed <em>Ulva lactuca</em> from Pameungpeuk waters, Indonesia. Tropical Life Sciences Research, 28(2). <a href="https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9">https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-dan-konstipasi-bukti-riset/">Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</title>
		<link>https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ulva-lactuca-konstipasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:37:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Konstipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumput laut hijau]]></category>
		<category><![CDATA[Serat]]></category>
		<category><![CDATA[ulva lactuca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3872</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang cukup umum. Kondisi ini ditandai antara lain oleh frekuensi buang air besar yang rendah, feses yang keras dan perlu mengejan keras saat buang air besar. Meskipun terlihat sederhana, konstipasi yang berlangsung lama dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Baca Juga: Ekstrak Ikan Gabus dan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/"> <span class="screen-reader-text">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang cukup umum. Kondisi ini ditandai antara lain oleh frekuensi buang air besar yang rendah, feses yang keras dan perlu mengejan keras saat buang air besar. Meskipun terlihat sederhana, konstipasi yang berlangsung lama dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a></strong></p>



<p>Salah satu pendekatan paling sederhana untuk membantu menjaga kelancaran buang air besar adalah memperbaiki pola makan, terutama dengan meningkatkan konsumsi serat pangan. Serat dapat membantu meningkatkan massa feses, mempertahankan kandungan air dalam feses, memengaruhi konsistensi feses, serta mendukung aktivitas mikroorganisme baik di dalam usus. Bukti klinis secara umum menunjukkan bahwa suplementasi serat dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi feses pada orang dengan konstipasi (van der Schoot et al., 2022).</p>



<p>Menariknya, sumber serat tidak hanya berasal dari sayuran, buah, serealia, atau kacang-kacangan. Salah satu sumber yang mulai banyak mendapat perhatian adalah rumput laut hijau <em>Ulva lactuca</em>, yang di Indonesia dikenal antara lain sebagai selada laut atau sea lettuce. Selain dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan, <em>U. lactuca</em> menarik perhatian peneliti karena mengandung berbagai komponen nutrisi dan senyawa bioaktif, termasuk protein, mineral, polisakarida, serta serat pangan.</p>



<p>Salah satu penelitian terhadap <em>U. lactuca</em> kering yang berasal dari perairan Pameungpeuk, Indonesia, menemukan kandungan serat pangan sekitar 28,4% berdasarkan berat kering. Penelitian tersebut juga menemukan kandungan karbohidrat sebesar 58,1%, protein 13,6%, dan lemak hanya 0,19% (Rasyid, 2017).</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Serat Penting untuk Mencegah Konstipasi?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="1000" height="667" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/09/Gambar-2-Ulva-lactuca.jpg" alt="" class="wp-image-3877" style="width:729px;height:auto"/><figcaption class="wp-element-caption">Foto Ulva Lactuca untuk konsumsi</figcaption></figure>



<p>Secara sederhana, serat pangan adalah bagian dari bahan pangan nabati yang relatif tidak dicerna oleh enzim pencernaan manusia di usus halus. Serat kemudian mencapai usus besar dan dapat memberikan berbagai efek fisiologis. Beberapa jenis serat mampu menyerap atau menahan air, sementara jenis lainnya dapat difermentasi oleh mikrobiota usus. Dalam konteks konstipasi, terdapat beberapa mekanisme penting.</p>



<p><strong>1. Meningkatkan Massa Feses</strong></p>



<p>Serat yang tidak tercerna dapat menambah massa isi usus. Semakin besar volume feses, semakin besar pula rangsangan mekanis terhadap dinding usus untuk melakukan gerakan peristaltik. Dengan kata lain, serat membantu memberikan &#8220;isi&#8221; yang cukup bagi sistem pencernaan untuk menggerakkan feses menuju rektum. Penelitian sistematis terbaru terhadap 113 uji klinis menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat berhubungan dengan peningkatan berat feses dan frekuensi buang air besar serta sedikit memperpendek waktu transit usus (Balk et al., 2026).</p>



<p><strong>2. Membantu Mempertahankan Air dalam Feses</strong></p>



<p>Ini merupakan salah satu mekanisme yang sangat penting. Feses yang terlalu sedikit mengandung air cenderung menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Beberapa jenis serat memiliki kemampuan menahan air sehingga membantu mempertahankan kelembapan feses. Karakteristik ini menjadi sangat menarik pada polisakarida yang berasal dari <em>Ulva</em>, khususnya ulvan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ulvan: Serat Unik dari <em>Ulva lactuca</em></strong></h2>



<p>Salah satu komponen penting pada <em>Ulva</em> adalah <strong>ulvan</strong>, yaitu polisakarida larut yang banyak mengandung gugus sulfat dan asam uronat. Selain berperan sebagai komponen struktural, polisakarida ini juga memiliki sifat fisikokimia yang memungkinkan interaksinya dengan air dan sistem pencernaan. Review komprehensif mengenai ulvan menyebutkan bahwa <em>Ulva</em> kaya akan serat pangan, sedangkan ulvan merupakan salah satu komponen serat larut utama yang memiliki berbagai aktivitas biologis (Premarathna et al., 2022).</p>



<p>Secara sederhana, sebagian komponen polisakarida <em>U. lactuca</em> berperan seperti jaringan yang dapat menahan atau mengikat air. Hal itu membuat feses lebih terhidrasi dan tidak terlalu keras yang membuatnya&nbsp; lebih mudah bergerak melalui usus, dan pada akhirnya membuat buang air besar menjadi lebih mudah.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/apakah-benar-konsumsi-bayam-bermanfaat-bagi-ibu-menyusui/">Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!</a></strong></p>



<p>***</p>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-2 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained">
<div class="wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-1 wp-block-columns-is-layout-flex">
<div class="wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow" style="flex-basis:100%">
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp" alt="Channa-Fola" class="wp-image-1098" style="width:334px;height:auto" srcset="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-1024x1024.webp 1024w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-300x300.webp 300w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-150x150.webp 150w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola-768x768.webp 768w, https://www.channa.id/wp-content/uploads/2023/01/Channa-Fola.webp 1182w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</div>
</div>
</div></div>
</div>
</div>
</div></div>



<p>Di Indonesia, penggunaan <em>Ulva lactuca</em> sebagai sumber pangan ditemukan di beberapa produk komersial. Beberapa di antaranya adalah Channa Lakta, Channa Fola, Fitbumin Vilaktin dan Fitbumin Feber, yang merupakan produk suplemen untuk ibu hamil dan menyusui.<strong><em><br></em></strong></p>



<p><strong><em>Daftar Pustaka</em></strong></p>



<p>van der Schoot A, Drysdale C, Whelan K, Dimidi E. (2022). The effect of fiber supplementation on chronic constipation in adults: An updated systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 116(4), 953–969. <a href="https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184">https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184</a>.</p>



<p>Rasyid A. (2017). Evaluation of nutritional composition of the dried seaweed <em>Ulva lactuca</em> from Pameungpeuk waters, Indonesia. Tropical Life Sciences Research, 28(2). <a href="https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9">https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9</a>.</p>



<p>Balk EM, Couch E, Mai HJ, Chen Y, et al., Fiber intake and laxation in people with normal bowel function: A systematic review. (2026). The American Journal of Clinical Nutrition, 123(3), 101212. <a href="https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2026.101212?utm_source=chatgpt.com">https://doi.org/10.1016/j.ajcnut.2026.101212</a>.</p>



<p>Premarathna, A.D., Tuvikene, R., Fernando, P.H.P.&nbsp;<em>et al.</em>&nbsp;Comparative analysis of proximate compositions, mineral and functional chemical groups of 15 different seaweed species.&nbsp;<em>Sci Rep</em>&nbsp;<strong>12</strong>, 19610 (2022). <a href="https://doi.org/10.1038/s41598-022-23609-8">https://doi.org/10.1038/s41598-022-23609-8</a>.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ulva-lactuca-konstipasi/">Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Albumin untuk Kesehatan Tubuh</title>
		<link>https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=albumin-untuk-kesehatan-tubuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin Rendah]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Albumin merupakan protein utama penyusun plasma darah dan diproduksi di organ hati. Albumin memiliki peranan penting untuk menjaga cairan tubuh tetap berada di pembuluh darah dan tidak “bocor” ke jaringan lain. Albumin juga membawa berbagai substansi seperti hormon, vitamin, enzim, obat dan yang lain ke seluruh tubuh. Sentralnya peran albumin tersebut menjadikan kebutuhan albumin harus &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/"> <span class="screen-reader-text">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Albumin merupakan protein utama penyusun plasma darah dan diproduksi di organ hati. Albumin memiliki peranan penting untuk menjaga cairan tubuh tetap berada di pembuluh darah dan tidak “bocor” ke jaringan lain. Albumin juga membawa berbagai substansi seperti hormon, vitamin, enzim, obat dan yang lain ke seluruh tubuh. Sentralnya peran albumin tersebut menjadikan kebutuhan albumin harus terpenuhi untuk menjaga proses fisiologi yang terjadi di dalam tubuh berjalan dengan baik. Rata-rata orang dewasa membutuhkan protein sebanyak 0,8 gram per kilogram berat badan per hari.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<p>Kadar albumin normal di dalam darah adalah berkisar antara 3.5 sampai 5 g/dL darah. Level albumin yang rendah di dalam tubuh mengindikasikan adanya masalah di beberapa jaringan tubuh terutama hati dan ginjal. Rendahnya kadar albumin dapat menyebabkan darah kehilangan kemampuannya dalam menyebarkan zat-zat ke seluruh tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga berat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Gambar-3-albumin-untuk-kesehatan-tubuh.png" alt="Gambar 2 - albumin untuk kesehatan tubuh" class="wp-image-3865"/></figure>



<p>Beberapa gejala seperti pembengkakan pada kaki dan tangan, gangguan irama jantung, kehilangan nafsu makan, serta mudah merasa mual dan lelah umumnya muncul pada orang yang mengalami kekurangan albumin. Tes kandungan albumin di darah umumnya rutin dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan beberapa enzim dan protein lain yang diproduksi di organ hati pada orang yang mengalami indikasi kekurangan albumin. Pemeriksaan kadar albumin juga merupakan salah satu parameter paling umum yang dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan rutin.</p>



<p>Untuk memastikan albumin yang tersedia di dalam tubuh tercukupi untuk dapat melaksanakan fungsi fisiologis tubuh dengan baik, maka kita perlu mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki kandungan albumin tinggi. Albumin dapat ditemukan di berbagai sumber protein. Dari berbagai sumber artikel dan penelitian yang dilaporkan, daging ikan gabus merupakan salah satu sumber albumin terbaik yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan albumin harian. Selain itu, berbagai sumber makanan lain seperti daging sapi, daging ayam, telur dan susu juga merupakan beberapa sumber protein yang mengandung albumin. Untuk membantu kebutuhan albumin harian tubuh tersebut, albumin juga umumnya dikonsumsi dalam bentuk suplemen kesehatan.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/albumin-untuk-kesehatan-tubuh/">Albumin untuk Kesehatan Tubuh</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</title>
		<link>https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pasar-ikan-gabus-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 07:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrak Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Ikan Gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ikan gabus (Channa striata) mungkin bukan ikan yang paling populer di meja makan masyarakat Indonesia seperti lele, nila, atau ikan mas. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, ikan air tawar ini memiliki pasar yang cukup menarik. Dagingnya digemari, harga jualnya relatif tinggi, sementara kandungan proteinnya dan komponen seperti albumin membuat ikan gabus memiliki nilai tambah &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/"> <span class="screen-reader-text">Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/">Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ikan gabus (<em>Channa striata</em>) mungkin bukan ikan yang paling populer di meja makan masyarakat Indonesia seperti lele, nila, atau ikan mas. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, ikan air tawar ini memiliki pasar yang cukup menarik. Dagingnya digemari, harga jualnya relatif tinggi, sementara kandungan proteinnya dan komponen seperti albumin membuat ikan gabus memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar daripada sekadar ikan konsumsi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/">PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</a></strong></p>



<p>Yang menarik, pasar ikan gabus di Indonesia sebenarnya tidak hanya berada di pasar tradisional. Komoditas ini telah berkembang ke berbagai arah: ikan segar, ikan kering, abon dan produk pangan lainnya, benih dan indukan untuk budidaya, hingga bahan baku produk ekstrak albumin dan nutraseutikal. Dengan kata lain, saat ini ikan gabus bukan hanya komoditas perikanan, tetapi berpotensi menjadi komoditas bioekonomi.</p>



<p>Terkait harganya yang tinggi, setidaknya ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan. Pertama adalah ketersediaan yang jauh lebih terbatas dibanding jenis ikan lainnya. Kedua adalah karakteristik dagingnya yang tebal dan ke-khas-an cita rasa yang membuatnya dihargai baik dalam bentuk segar maupun produk olahan. Ketiga adalah persepsi masyarakat terhadap nilai kesehatan ikan gabus.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1672" height="941" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Pasar-ikan-gabus-indonesia-Gambar-2.png" alt="Pasar ikan gabus indonesia - Gambar 2" class="wp-image-3851"/></figure>



<p>Ikan gabus dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi dan mengandung albumin. Albumin merupakan protein utama dalam plasma darah yang memiliki berbagai fungsi fisiologis penting. Karena itu, sejak lama ikan gabus dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk mendukung pemulihan dan status gizi.</p>



<p>Jika dilihat lebih dekat, pasar gabus Indonesia dapat dibagi menjadi setidaknya lima segmen, yaitu pasar ikan segar, pasar benih dan indukan, pasar produk olahan, pasar bahan baku industri pangan dan nutraseutikal serta pasar ekstrak albumin. Segmen terakhir adalah yang paling menarik, dimana daging ikan gabus tidak hanya dikonsumsi sebagai sumber protein. Komponen protein larut airnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk berbasis albumin ikan dan produk nutraseutikal.</p>



<p>Semakin berkembangnya industri ikan gabus, semakin penting pula ketersediaan bahan baku gabus yang konsisten. Ketergantungan terhadap tangkapan alam membuat industri sulit melakukan perencanaan jangka panjang. Ukuran ikan tidak selalu seragam, jumlah tangkapan berubah-ubah, lokasi sumber bahan baku tersebar, dan keberlanjutan populasi alam juga menjadi perhatian. Karena itu, pengembangan budidaya menjadi sangat penting.</p>



<p>Salah satu industri ikan gabus yang sudah memiliki fasilitas budidaya ikan gabus sendiri adalah Mega Medica Pharmaceuticals (MMP). Keberhasilan pembenihan dan domestikasi ikan gabus menjadi faktor penting dari pengembangan teknologi pembenihan gabus terus dikembangkan, termasuk melalui pemilihan induk dan sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) yang sudah dimiliki dan diterapkan oleh MMP semenjak tahun 2023.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Budidaya Ikan Gabus: Masa Depan Komoditas Bioekonomi Indonesia</strong></h2>



<p>Jika budidaya dapat menghasilkan pasokan yang stabil, teknologi pengolahan dapat menghasilkan produk bernilai tambah, dan industri mampu membangun standar kualitas bahan baku yang konsisten, ikan gabus berpotensi berubah dari komoditas ikan air tawar bernilai tinggi menjadi komoditas bioekonomi Indonesia yang memiliki rantai nilai lengkap. </p>



<p>Di masa depan, mungkin kita tidak lagi melihat gabus hanya sebagai ikan yang hidup di rawa dan sungai, tapi sebagai bahan baku pangan, nutrisi, dan bioproduk bernilai tinggi yang diproduksi secara berkelanjutan.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/pasar-ikan-gabus-indonesia/">Pasar Ikan Gabus di Indonesia: Peluang Bisnis di Balik Ikan Sungai Bernilai Tinggi</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</title>
		<link>https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=silver-ion-untuk-penyembuhan-luka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 02:17:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Ion Perak]]></category>
		<category><![CDATA[Luka]]></category>
		<category><![CDATA[Luka Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Silver Ion]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Luka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Luka kecil akibat tergores, luka setelah tindakan medis, luka bakar, hingga luka kronis seperti ulkus diabetik dapat mengalami masalah apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor yang sering menyebabkan luka sulit sembuh adalah infeksi oleh mikroorganisme. Apa Itu Silver Ion dan Mengapa Digunakan dalam Perawatan &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/"> <span class="screen-reader-text">Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/">Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Luka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Luka kecil akibat tergores, luka setelah tindakan medis, luka bakar, hingga luka kronis seperti ulkus diabetik dapat mengalami masalah apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor yang sering menyebabkan luka sulit sembuh adalah infeksi oleh mikroorganisme.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu Silver Ion dan Mengapa Digunakan dalam Perawatan Luka?</strong></h2>



<p>Dalam beberapa tahun terakhir, kita semakin sering menemukan produk perawatan luka yang mengandung silver ion atau ion perak (Ag⁺). Bahan ini digunakan dalam berbagai jenis balutan luka modern karena memiliki spektrum aktivitas antimikroba yang luas. Namun, bagaimana sebenarnya Ion Ag⁺ bekerja? Apakah silver ion benar-benar dapat mempercepat penyembuhan luka?</p>



<p>Ion Ag⁺ dapat berinteraksi dengan berbagai komponen penting pada mikroorganisme. Salah satu mekanismenya adalah berikatan dengan bagian tertentu pada protein, termasuk gugus sulfihidril (-SH), sehingga mengganggu fungsi protein dan proses metabolisme mikroba. Ion Ag⁺ juga dapat memicu pembentukan <em>reactive oxygen species</em> (ROS) dan mengganggu struktur serta fungsi membran sel mikroorganisme.</p>



<p>Gangguan yang terjadi secara bersamaan tersebut akhirnya dapat menyebabkan mikroorganisme kehilangan kemampuan untuk mempertahankan fungsi sel dan berkembang biak (Nešporová et al., 2020; Atiyeh et al., 2007). Selain itu, ion Ag⁺ memiliki potensi lebih rendah untuk mendorong resistensi berbagai jenis mikroba dibandingkan antibiotik dengan target tunggal (May et al., 2022).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Pengendalian Bakteri Penting dalam Penyembuhan Luka?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Gambar-2-silver-ion-untuk-penyembuhan-luka.png" alt="" class="wp-image-3824"/></figure>



<p>Pada kondisi normal, tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Setelah terjadi luka, proses penyembuhan berlangsung melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan, mulai dari hemostasis, inflamasi, proliferasi jaringan, pembentukan pembuluh darah baru, hingga remodeling jaringan. </p>



<p>Masalah muncul ketika jumlah mikroorganisme pada luka terlalu tinggi atau terjadi infeksi. Bakteri dapat memperpanjang fase inflamasi, merusak jaringan yang baru terbentuk, dan mengganggu proses regenerasi. Akibatnya, luka dapat menjadi lebih sulit sembuh. Dengan mengurangi beban mikroorganisme pada permukaan dan lingkungan luka, ion Ag⁺ dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung proses penyembuhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apakah Silver Ion Benar-Benar Mempercepat Penyembuhan Luka?</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Channamed.png" alt="" class="wp-image-3836" style="width:335px;height:auto"/></figure></div>


<p>Bukti ilmiah terbaru menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, khususnya pada luka kronis dan luka yang memiliki masalah infeksi atau risiko infeksi. Sebuah meta-analisis tahun 2024 yang mencakup 15 penelitian dengan total 5.046 pasien menemukan bahwa balutan berbasis silver dikaitkan dengan tingkat penyembuhan yang lebih tinggi, waktu penyembuhan lengkap yang lebih singkat, serta tingkat infeksi yang lebih rendah dibandingkan balutan tanpa silver. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa silver tidak secara konsisten memberikan keuntungan pada semua ukuran luas luka (Liang et al., 2024). Meta-analisis lain yang diterbitkan pada 2025, yang mencakup 18 penelitian dan 1.825 pasien dengan ulkus tungkai, menemukan manfaat yang lebih jelas pada ulkus kaki diabetik, sedangkan manfaat pada ulkus vena belum mencapai signifikansi statistik (Yi et al., 2025).</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Silver Ion Bukan Antibiotik: Apa Perbedaannya?</strong></h2>



<p>Keunggulan lain ion Ag⁺ adalah mekanisme kerjanya berbeda dari antibiotik konvensional. Antibiotik biasanya dirancang untuk menargetkan proses biologis tertentu pada bakteri. Silver memiliki beberapa target sekaligus. Hal ini membuat ion Ag⁺ menarik dalam konteks meningkatnya masalah antimicrobial resistance (AMR) (May et al., 2022). </p>



<p>Namun, bukan berarti mikroorganisme sama sekali tidak mungkin menjadi kurang sensitif terhadap ion Ag⁺. Penggunaan ion Ag⁺ tetap harus dilakukan secara rasional dan sesuai kebutuhan klinis. Dengan kata lain, penggunaan ion Ag⁺ dapat menjadi salah satu alat dalam strategi pengendalian mikroorganisme (Sánchez-Gálvez et al., 2024).</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<ol start="1">
<li>May A, Kopecki Z, Carney B, Cowin A. <em><a href="https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34806300/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Antimicrobial silver dressings: a review of emerging issues for modern wound care</a></em>. ANZ Journal of Surgery. 2022;92(3):379–384.</li>



<li>Sánchez-Gálvez J, et al. <em><a href="https://www.frontiersin.org/journals/public-health/articles/10.3389/fpubh.2024.1331753/full" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cytotoxicity and concentration of silver ions released from dressings in the treatment of infected wounds: a systematic review</a></em>. Frontiers in Public Health. 2024;12:1331753.</li>



<li>Liang K, Liu Y, Jiang F.<a href="https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/iwj.70006" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> <em>Analysis of therapeutic effect of silver-based dressings on chronic wound healing</em>. International Wound Journal</a>. 2024;21(8).</li>



<li>Yi Q, Huang Z, Tang B. <a href="https://www.researchgate.net/publication/383885306_Impact_of_Silver_Dressings_on_Wound_Healing_Rate_in_Patients_with_Lower_Extremity_Ulcers_A_Systematic_Review_and_Meta-Analysis_of_Randomized_Controlled_Trials" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Impact of Silver Dressings on Wound Healing Rate in Patients with Lower Extremity Ulcers: A Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials</em>. Dermatology</a>. 2025;234(1):13–24.</li>



<li>Nešporová K, et al. <a href="https://www.nature.com/articles/s41598-020-72249-3" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Effects of wound dressings containing silver on skin and immune cells</em>. Scientific Reports.</a> 2020;10:15216.</li>



<li>Atiyeh BS, Costagliola M, Hayek SN, Dibo SA. <a href="https://www.researchgate.net/publication/6660632_Effect_of_silver_on_burn_wound_infection_control_and_healing_Review_of_the_literature" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Effect of silver on burn wound infection control and healing: review of the literature</em>. Burns.</a> 2007.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/silver-ion-untuk-penyembuhan-luka/">Silver Ion untuk Penyembuhan Luka: Bagaimana “Ion Perak” Membantu Luka Lebih Cepat Pulih?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</title>
		<link>https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 02:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BDSRC]]></category>
		<category><![CDATA[BINUS]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Peptida Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[PT MMP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3657</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Channa.id &#8211; Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi di bidang kesehatan. Salah satu sumber daya alam yang terus menjadi perhatian para peneliti adalah ikan gabus (Channa striata), yang dikenal kaya akan albumin. Seiring berkembangnya ilmu bioteknologi, penelitian pengembangan produk farmasi kini mulai mengarah pada eksplorasi peptida aktif dari &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/"> <span class="screen-reader-text">PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/">PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Berita Channa.id &#8211;</strong> Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi di bidang kesehatan. Salah satu sumber daya alam yang terus menjadi perhatian para peneliti adalah ikan gabus (Channa striata), yang dikenal kaya akan albumin.</p>



<p>Seiring berkembangnya ilmu bioteknologi, penelitian pengembangan produk farmasi kini mulai mengarah pada eksplorasi peptida aktif dari ikan gabus yang berpotensi memberikan manfaat terapeutik yang lebih spesifik. Komitmen terhadap pengembangan inovasi tersebut kembali ditunjukkan oleh PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) yang berhasil memperoleh pendanaan <a href="https://brin.go.id/news/129595/dorong-inovasi-brin-buka-skema-pendanaan-riim-kompetisi">Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) BRIN</a> Kompetisi Gelombang 11 untuk melaksanakan penelitian mengenai potensi peptida aktif ikan gabus sebagai kandidat antikanker.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/hasil-uji-channafit-nanoemulsi-peningkat-nafsu-makan/">Hasil Uji ChannaFit Nanoemulsi Sebagai Peningkat Nafsu Makan yang Lebih Optimal</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Riset Nasional untuk Menemukan Kandidat Antikanker Berbasis Peptida Ikan Gabus</strong></h2>



<p>Penelitian yang diusung mengangkat judul:</p>



<p><strong>&#8220;Bioprospeksi Fraksi Peptida Channa striata sebagai Anti-kanker: Penapisan, Karakterisasi dan Pencarian Mekanisme Aksi.&#8221;</strong></p>



<p>Riset ini dipimpin oleh Dr. Guntur Berlian, M.Si. sebagai ketua peneliti dari PT Mega Medica Pharmaceuticals, dengan melibatkan tim peneliti multidisiplin dari berbagai institusi akademik dan riset. Anggota peneliti terdiri dari: Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D, Prof. Bens Pardamean, B.Sc., M.Sc., Ph.D, Drh. Teridah Ernala Ginting, Ph.D, Vina Cornelia, S.Si. dan Fitya Syarifa, S.Ked, M.Sc, Ph.D.</p>



<p>Bersama MMP, kolaborasi penelitian ini dilakukan bersama <a href="https://mrinstitute.org/">Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN)</a> dan <a href="https://research.binus.ac.id/bdsrc/">Bioinformatics &amp; Data Science Research Center (BDSRC) </a>Universitas Bina Nusantara (BINUS)</p>



<p>Sinergi antara industri farmasi, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan inovasi berbasis sumber daya hayati Indonesia menuju penelitian yang memiliki dampak nyata di bidang kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PT MMP Menjadi Satu-satunya Penerima Hibah RIIM BRIN dari Kalangan Industri</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1672" height="941" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/08/Gambar-2-PT-MMP-Menangkan-Dana-Riset-RIIM-BRIN-untuk-Temukan-Anti-kanker-dari-Peptida-Aktif-Ikan-Gabus-1.png" alt="" class="wp-image-3662"/></figure>



<p>Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi PT Mega Medica Pharmaceuticals karena perusahaan tercatat sebagai satu-satunya penerima pendanaan RIIM BRIN Gelombang 11 yang berasal dari institusi non-perguruan tinggi<strong>.</strong></p>



<p>Program RIIM BRIN sendiri merupakan skema pendanaan kompetitif yang mendukung penelitian strategis nasional dengan orientasi pada inovasi dan hilirisasi hasil riset. Pendanaan yang diterima mencapai Rp443 juta dengan durasi penelitian selama dua tahun.</p>



<p>Keberhasilan memperoleh hibah ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas proposal penelitian serta potensi inovasi yang diusulkan untuk dikembangkan lebih lanjut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fokus Penelitian</strong></h2>



<p>Pada tahun pertama, penelitian difokuskan pada proses screening enam kandidat fraksi peptida bioaktif yang telah dikembangkan oleh PT Mega Medica Pharmaceuticals. Evaluasi dilakukan melalui pengujian aktivitas sitotoksik terhadap dua jenis sel kanker payudara, yaitu MCF-7 dan MDA-MB-453.</p>



<p>Selain mengamati aktivitas biologisnya, tim peneliti juga akan melakukan karakterisasi terhadap fraksi peptida yang menunjukkan potensi terbaik untuk pengembangan lebih lanjut. Tahapan ini menjadi fondasi penting untuk mengidentifikasi kandidat senyawa yang memiliki prospek sebagai agen antikanker berbasis bahan alam.</p>



<p>Setelah memperoleh kandidat peptida terbaik, penelitian akan berlanjut pada tahun kedua dengan fokus mengungkap mekanisme aksi peptida tersebut sebagai agen antikanker potensial. Tahapan ini bertujuan memahami bagaimana peptida aktif bekerja pada tingkat molekuler sehingga dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan terapi berbasis biomaterial alami.</p>



<p>Menurut rencana, penelitian akan mulai dilaksanakan pada Oktober 2026.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/target-stunting-nol-persen-di-2030-pemkab-sergai-gandeng-pt-mmp-dan-binus/">Target Stunting Nol Persen di 2030! Pemkab Sergai Gandeng PT MMP dan Binus!</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Potensi Besar Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk Inovasi Kesehatan</strong></h2>



<p>Pemanfaatan ikan gabus dalam penelitian ini menunjukkan semakin luasnya eksplorasi bahan alam Indonesia di bidang bioteknologi kesehatan. Pendekatan yang digunakan tidak lagi terbatas pada pemanfaatan albumin sebagai nutrisi, tetapi berkembang hingga identifikasi molekul bioaktif seperti peptida yang berpotensi memiliki aktivitas biologis spesifik.</p>



<p>Apabila penelitian ini menghasilkan kandidat senyawa yang menjanjikan, temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan riset lanjutan menuju inovasi produk kesehatan berbasis biomaterial Indonesia.</p>



<p>Perlu dicatat bahwa penelitian ini masih berada pada tahap riset dasar dan eksplorasi ilmiah. Hasil penelitian bertujuan mengidentifikasi kandidat peptida potensial dan belum dapat diartikan sebagai bukti efektivitas klinis pada manusia.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Riset Membuka Peluang Inovasi Produk Farmasi berbasis Bahan Alam</strong></h2>



<p>Keberhasilan PT Mega Medica Pharmaceuticals (MMP) memperoleh pendanaan RIIM BRIN Gelombang 11 menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan riset biomaterial Indonesia.</p>



<p>Selain memperkuat ekosistem riset nasional, kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa industri memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi kesehatan berbasis sains, teknologi, dan kekayaan hayati Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/pt-mmp-menangkan-dana-riset-peptida-anti-kanker-dari-program-riim-brin-gel-11/">PT MMP Menangkan Dana Riset Peptida Anti-Kanker dari Program RIIM BRIN Gel. 11</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Produk yang Mengandung Madu Tidak Dianjurkan untuk Anak di Bawah 2 Tahun?</title>
		<link>https://www.channa.id/mengapa-produk-yang-mengandung-madu-tidak-dianjurkan-untuk-anak-di-bawah-2-tahun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengapa-produk-yang-mengandung-madu-tidak-dianjurkan-untuk-anak-di-bawah-2-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 09:12:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[anak 2 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Madu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3643</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun madu dikenal sebagai bahan alami yang kaya manfaat, penggunaannya pada bayi dan balita memiliki batasan yang sangat penting. Di Indonesia, berbagai produk yang mengandung madu umumnya tidak diperuntukkan bagi anak di bawah usia dua tahun sebagai bentuk penerapan prinsip kehatihatian dalam keamanan pangan dan obat. Sementara itu, organisasi kesehatan internasional seperti World Health Organization &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/mengapa-produk-yang-mengandung-madu-tidak-dianjurkan-untuk-anak-di-bawah-2-tahun/"> <span class="screen-reader-text">Mengapa Produk yang Mengandung Madu Tidak Dianjurkan untuk Anak di Bawah 2 Tahun?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/mengapa-produk-yang-mengandung-madu-tidak-dianjurkan-untuk-anak-di-bawah-2-tahun/">Mengapa Produk yang Mengandung Madu Tidak Dianjurkan untuk Anak di Bawah 2 Tahun?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun madu dikenal sebagai bahan alami yang kaya manfaat, penggunaannya pada bayi dan balita memiliki batasan yang sangat penting. Di Indonesia, berbagai produk yang mengandung madu umumnya tidak diperuntukkan bagi anak di bawah usia dua tahun sebagai bentuk penerapan prinsip kehatihatian dalam keamanan pangan dan obat. Sementara itu, organisasi kesehatan internasional seperti World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan tidak memberikan madu kepada bayi berusia di bawah 12 bulan karena adanya risiko botulisme infantil.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/">Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Botulisme Infantil dan Gejalanya pada Bayi</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/Gambar-2-bolehkah-bayi-minum-madu-1.png" alt="Gambar 2 - bolehkah bayi minum madu" class="wp-image-3650"/></figure>



<p>Botulisme infantil merupakan penyakit yang jarang terjadi, tetapi dapat berakibat serius. Gejala awalnya meliputi konstipasi, bayi tampak lemas, sulit menyusu, tangisan melemah, serta kelemahan otot. Pada kasus yang berat, toksin dapat mengganggu otot-otot pernapasan sehingga memerlukan penanganan medis intensif.</p>



<p>Alasan utamanya adalah kemungkinan adanya spora bakteri <em>Clostridium botulinum</em> yang secara alami dapat ditemukan di tanah, debu, maupun madu. Pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, spora tersebut umumnya tidak menimbulkan masalah karena saluran cerna telah memiliki mikrobiota dan mekanisme pertahanan yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Pencernaan Bayi Belum Siap Menerima Madu?</strong></h2>



<p>Sistem pencernaan yang belum sempurna pada bayi memungkinkan spora <em>Clostridium botulinum</em> berkembang di dalam usus dan menghasilkan toksin botulinum yang menyebabkan botulisme infantil.</p>



<p>Perlu dipahami bahwa keberadaan spora <em>Clostridium botulinum</em> bukan berarti madu berkualitas buruk atau tercemar. Spora bakteri tersebut memang tersebar luas di lingkungan dan dapat terbawa secara alami selama lebah mengumpulkan nektar. Karena sporanya sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, pengolahan madu biasa tidak selalu dapat menghilangkannya tanpa merusak mutu madu itu sendiri.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kapan Anak Aman Mengonsumsi Madu?</strong></h2>



<p>Pembatasan penggunaan madu pada bayi dan anak usia dini merupakan bentuk upaya pencegahan (<em>precautionary principle</em>) terhadap risiko yang sebenarnya sangat jarang, tetapi memiliki konsekuensi serius apabila terjadi. Setelah saluran cerna berkembang lebih matang, risiko tersebut menurun secara bermakna sehingga madu umumnya aman dikonsumsi oleh anak yang lebih besar maupun orang dewasa.</p>



<p><strong>Pustaka</strong></p>



<ul>
<li><a href="https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/botulism" target="_blank" rel="noreferrer noopener">World Health Organization (WHO). Botulism</a>. Updated September 25, 2023.</li>



<li><a href="https://publications.aap.org/aapnews/news/13225/Remind-families-honey-can-cause-infant-botulism?autologincheck=redirected" target="_blank" rel="noreferrer noopener">American Academy of Pediatrics (AAP). Remind Families: Honey Can Cause Infant Botulism</a>. AAP News. 2018.</li>



<li>HealthyChildren.org (American Academy of Pediatrics). Botulism: Causes, Signs, Symptoms and Treatment. Updated 2025.</li>



<li><a href="https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/tepatkah-madu-diberikan-pada-bayi" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tepatkah Madu Diberikan pada Bayi?</a> 2016.</li>



<li>Brook I. Infant Botulism. <em>Journal of Perinatology.</em> 2007;27: 175–180.</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/mengapa-produk-yang-mengandung-madu-tidak-dianjurkan-untuk-anak-di-bawah-2-tahun/">Mengapa Produk yang Mengandung Madu Tidak Dianjurkan untuk Anak di Bawah 2 Tahun?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</title>
		<link>https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=khasiat-madu-trigona-riau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 02:03:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Akar Rimba Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Antioksidan]]></category>
		<category><![CDATA[Fitofarmaka]]></category>
		<category><![CDATA[Herbal]]></category>
		<category><![CDATA[Madu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3623</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengenal Madu Trigona Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Salah satu kekayaan alam yang mulai mendapat perhatian para peneliti adalah madu trigona, yaitu madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat (stingless bee). Selama ini madu trigona lebih dikenal sebagai suplemen kesehatan tradisional. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu ini &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/"> <span class="screen-reader-text">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengenal Madu Trigona</strong></h2>



<p>Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Salah satu kekayaan alam yang mulai mendapat perhatian para peneliti adalah madu trigona, yaitu madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat (<em>stingless bee</em>). </p>



<p>Selama ini madu trigona lebih dikenal sebagai suplemen kesehatan tradisional. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa madu ini memiliki potensi yang jauh lebih besar, bahkan dapat menjadi salah satu bahan baku penting dalam pengembangan produk farmasi modern.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/riset-terapi-tuberkulosis-herbal-nanopartikel-arn-unimed/">PT ARN dan FMIPA Unimed Lanjutkan Riset Prioritas Nasional Terapi Tuberkulosis Berbasis Herbal Nanopartikel</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Madu Trigona Riau Menarik Diteliti?</strong></h2>



<p>Sebuah hasil penelitian terbaru dari kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan PT Akar Rimba Nusantara tentang madu trigona baru saja di publikasi secara internasional di Tropical Journal of Natural Product Research. Penelitian yang dilaporkan oleh Gultom et al. (2026) tersebut berhasil mengungkap kualitas dan kandungan kimia madu trigona asal Provinsi Riau menggunakan teknologi Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><a href="https://www.researchgate.net/publication/408424821_Physicochemical_Quality_and_GC-MS-Based_Chemical_Fingerprinting_of_Trigona_Honey_from_Riau_in_Compliance_with_SNI_86642024" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1648" height="1299" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/PH06C91.png" alt="Jurnal Madu Trigona Riau Gambar Laman 1 Crop" class="wp-image-3640"/></a></figure>



<p>Hasil penelitian tersebut memberikan bukti ilmiah bahwa madu trigona Indonesia memiliki kualitas yang memenuhi standar nasional sekaligus menyimpan berbagai senyawa bioaktif yang bernilai tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Madu Trigona Riau Terbukti Memenuhi Standar Nasional</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/Gambar-2-Khasiat-Madu-Trigona-Riau.png" alt="Gambar 2 - Khasiat Madu Trigona Riau" class="wp-image-3627" style="width:662px;height:auto"/></figure>



<p>Langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah memastikan apakah madu tersebut layak dikonsumsi dan memenuhi persyaratan mutu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa madu trigona Riau: memenuhi seluruh persyaratan <a href="https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/86642024-sni8664:2024">SNI 8664:2024</a>; memiliki kadar air hanya 22,01%, jauh di bawah batas maksimum standar (27,5%); bebas dari cemaran logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan arsen (As); serta tidak mengandung bakteri patogen maupun kapang dan khamir yang berbahaya. Temuan ini sangat penting karena keamanan merupakan syarat utama sebelum suatu bahan alam dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan atau farmasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Teknologi GC-MS Mengungkap &#8220;Sidik Jari Kimia&#8221; Madu</strong></h2>



<p>Selain menguji kualitas fisik, penelitian ini menggunakan GC-MS, yaitu metode analisis modern yang mampu mengidentifikasi berbagai senyawa kimia secara rinci. Melalui analisis tersebut ditemukan delapan senyawa utama yang menjadi &#8220;chemical fingerprint&#8221; atau sidik jari kimia khas madu trigona Riau. </p>



<p>Senyawa yang paling dominan adalah: 5-Hydroxymethylfurfural (5-HMF) (42,04%), turunan pyranone, turunan pyrazole, fatty acid esters, serta beberapa senyawa organik lain yang diketahui memiliki aktivitas biologis. Keberadaan sidik jari kimia ini sangat penting karena dapat digunakan sebagai identitas ilmiah untuk membedakan madu asli dengan produk palsu atau yang telah mengalami pencampuran.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Saja Khasiat Senyawa Bioaktif dalam Madu Trigona?</strong></h2>



<p>Yang menarik, penelitian ini tidak hanya mengidentifikasi kandungan kimia, tetapi juga menelusuri berbagai publikasi ilmiah mengenai aktivitas biologis masing-masing senyawa. Beberapa manfaat yang berhasil dihimpun antara lain:</p>



<p><strong>1. Antioksidan Alami</strong></p>



<p>Senyawa 5-HMF dan berbagai turunan pyranone diketahui mampu menangkap radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel. Aktivitas ini membantu melindungi jaringan tubuh dari stres oksidatif yang menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga proses penuaan.</p>



<p><strong>2. Antiinflamasi</strong></p>



<p>5-HMF juga diketahui mampu menghambat jalur inflamasi NF-κB serta mengaktifkan jalur antioksidan Nrf2/HO-1. Mekanisme tersebut membuat senyawa ini berpotensi membantu mengurangi peradangan kronis yang terjadi pada berbagai penyakit.</p>



<p><strong>3. Antibakteri</strong></p>



<p>Beberapa senyawa lain seperti turunan pyrazole dan fatty acid ester diketahui memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara merusak membran sel maupun mengganggu metabolisme bakteri. Temuan ini mendukung berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa madu trigona mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Penelitian Ini Penting bagi Dunia Farmasi Indonesia?</strong></h2>



<p>Penelitian ini diyakini memberikan beberapa kontribusi yang sangat penting bagi pengembangan industri farmasi nasional.</p>



<p><strong>1. Standarisasi Bahan Alam Indonesia</strong></p>



<p>Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan obat herbal adalah konsistensi kualitas. Dengan adanya data <em>chemical fingerprint</em> madu trigona Riau, industri farmasi kini memiliki acuan ilmiah untuk memastikan bahwa bahan baku yang digunakan benar-benar autentik dan memenuhi standar mutu.</p>



<p><strong>2. Memperkuat Industri Fitofarmaka</strong></p>



<p>Indonesia memiliki ribuan tanaman obat, tetapi masih relatif sedikit yang berhasil berkembang menjadi produk farmasi berstandar tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa madu trigona dapat menjadi salah satu kandidat bahan baku fitofarmaka yang didukung oleh data ilmiah mengenai kualitas, keamanan, dan kandungan senyawa bioaktifnya.</p>



<p><strong>3. Mendukung Pengembangan Produk Nutraseutikal</strong></p>



<p>Kandungan antioksidan dan antibakteri membuka peluang pengembangan berbagai produk kesehatan.</p>



<p><strong>4. Peluang Bahan Pendukung Terapi Penyakit</strong></p>



<p>Penelitian ini juga menyoroti bahwa kombinasi senyawa antioksidan dan antiinflamasi di dalam madu trigona berpotensi membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan, termasuk pada penyakit infeksi kronis seperti tuberkulosis. Namun, penulis menegaskan bahwa temuan ini masih bersifat pendukung dan memerlukan penelitian <em>in vitro</em>, <em>in vivo</em>, serta uji klinis lebih lanjut sebelum dapat diterapkan sebagai terapi.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/niosom-penghantaran-obat-modern/">Niosom: Inovasi Penghantaran Obat Modern yang Mulai Dilirik untuk Efektivitas Tinggi</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Peluang Madu Trigona sebagai Bahan Baku Obat Bahan Alam di Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/Gambar-3-Khasiat-Madu-Trigona-Riau-1.png" alt="Gambar 3 - Khasiat Madu Trigona Riau" class="wp-image-3631" style="width:719px;height:auto"/></figure>



<p>Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi lebah tanpa sengat terbesar di dunia. Apabila kualitas madu dapat distandarisasi seperti yang dilakukan dalam penelitian ini, madu trigona Indonesia tidak hanya berpotensi menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi, tetapi juga dapat menjadi bahan baku industri farmasi dalam negeri. Pendekatan berbasis standar mutu nasional (SNI) yang dipadukan dengan teknologi analisis modern seperti GC-MS menunjukkan bahwa produk alam Indonesia mampu memenuhi tuntutan industri kesehatan modern.</p>



<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>



<p>Gultom ES, Hafzari R, Dasopang ES, Roza D, Lidya, Primadiaty NN, Piliang SFH, Hairima H, Sutristo, Arifin A, Berlian G. <a href="https://www.researchgate.net/publication/408424821_Physicochemical_Quality_and_GC-MS-Based_Chemical_Fingerprinting_of_Trigona_Honey_from_Riau_in_Compliance_with_SNI_86642024" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Physicochemical Quality and GC–MS-Based Chemical Fingerprinting of Trigona Honey from Riau in Compliance with SNI 8664:2024</a>. <em>Trop J Nat Prod Res</em> 2026; 10(6): 9758 – 9763.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/khasiat-madu-trigona-riau/">Khasiat Madu Trigona Riau: Bukan Sekedar Pemanis Alami, Kandidat Obat Herbal Masa Depan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</title>
		<link>https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 07:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Albumin Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrak Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Kunyit]]></category>
		<category><![CDATA[Striatamin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3603</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mendengar saran, &#8220;Kalau habis operasi atau punya luka, makan ikan gabus saja supaya cepat sembuh?&#8221; Anjuran tersebut ternyata bukan sekadar cerita turun-temurun. Selama bertahun-tahun, ikan gabus (Channa striata) telah menjadi salah satu bahan pangan yang dipercaya mampu membantu mempercepat pemulihan tubuh. Menariknya, kini para peneliti dan industri kesehatan mulai mengembangkan manfaat tersebut lebih &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/"> <span class="screen-reader-text">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pernahkah Anda mendengar saran, &#8220;Kalau habis operasi atau punya luka, makan ikan gabus saja supaya cepat sembuh?&#8221;</p>



<p>Anjuran tersebut ternyata bukan sekadar cerita turun-temurun. Selama bertahun-tahun, ikan gabus (<em>Channa striata</em>) telah menjadi salah satu bahan pangan yang dipercaya mampu membantu mempercepat pemulihan tubuh. Menariknya, kini para peneliti dan industri kesehatan mulai mengembangkan manfaat tersebut lebih jauh dengan mengombinasikannya bersama kunyit (<em>Curcuma longa</em>), rempah khas Indonesia yang telah lama dikenal memiliki khasiat bagi kesehatan.</p>



<p>Mengapa kombinasi ini dianggap menjanjikan? Mari kita mengenalnya lebih dekat.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tubuh yang Sakit Ibarat Rumah yang Sedang Diperbaiki</strong></h2>



<p>Bayangkan rumah Anda mengalami kerusakan akibat badai. Agar rumah kembali kokoh, tentu dibutuhkan dua hal. Pertama, bahan bangunan seperti semen, batu bata, dan kayu. Kedua, tukang yang mampu membersihkan puing-puing dan mengatur proses perbaikannya. Tubuh manusia bekerja dengan cara yang hampir sama.</p>



<p>Saat kita mengalami luka, menjalani operasi, mengalami infeksi, atau baru sembuh dari penyakit, tubuh membutuhkan &#8220;bahan bangunan&#8221; untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Pada saat yang sama, tubuh juga harus mengendalikan peradangan agar proses penyembuhan berjalan dengan baik. Di sinilah ekstrak ikan gabus dan kunyit saling melengkapi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ikan Gabus, Si Kaya Protein dan Albumin</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1200" height="675" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/01/Ikan-Gabus-Ikon-MIG.jpg" alt="" class="wp-image-2820"/></figure>



<p>Ikan gabus merupakan salah satu ikan air tawar asli Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi. Salah satu komponen yang paling banyak mendapat perhatian adalah albumin. Albumin sendiri merupakan protein penting yang memiliki banyak fungsi, mulai dari menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengangkut berbagai zat gizi, hingga membantu pembentukan jaringan baru.</p>



<p>Ketika seseorang mengalami luka atau menjalani operasi, kebutuhan protein meningkat karena tubuh sedang bekerja keras memperbaiki jaringan yang rusak. Tanpa asupan protein yang cukup, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lambat. Tak heran jika ikan gabus sering dianjurkan sebagai salah satu sumber protein untuk membantu masa pemulihan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Kunyit, Rempah yang Menyimpan Kekuatan Besar</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1408" height="768" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/03/Gambar-3-Temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak.png" alt="" class="wp-image-3432"/></figure>



<p>Kalau ikan gabus berperan sebagai pemasok &#8220;bahan bangunan&#8221;, maka kunyit bisa diibaratkan sebagai &#8220;pengatur proyek&#8221; dalam proses penyembuhan. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang telah diteliti secara luas karena memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.Perlu diketahui, peradangan sebenarnya merupakan bagian alami dari proses penyembuhan. Namun jika berlangsung terlalu lama atau berlebihan, justru dapat memperlambat regenerasi jaringan.</p>



<p>Kurkumin membantu mengendalikan respon inflamasi agar tetap berada pada tingkat yang diperlukan. Selain itu, kurkumin juga membantu mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas yang meningkat ketika tubuh mengalami cedera maupun infeksi. Karena alasan tersebut, kunyit telah lama digunakan sebagai tanaman obat tradisional dan kini semakin banyak dimanfaatkan dalam berbagai produk kesehatan modern.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ketika Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit Bekerja Bersama</strong></h2>



<p>Lalu, apa yang terjadi ketika ekstrak ikan gabus dipadukan dengan kunyit? Jawabannya adalah efek yang saling melengkapi!</p>



<p>Protein dan albumin dari ikan gabus menyediakan bahan baku untuk membangun kembali jaringan tubuh yang rusak. Di sisi lain, kurkumin membantu menciptakan kondisi yang lebih baik agar proses tersebut berjalan lebih efisien dengan mengendalikan peradangan dan stres oksidatif. Dalam dunia farmasi, konsep seperti ini dikenal sebagai sinergi, yaitu ketika dua bahan bekerja melalui mekanisme yang berbeda tetapi menghasilkan manfaat yang saling mendukung. Karena itulah kombinasi kedua bahan tersebut kini semakin banyak dikembangkan dalam bentuk suplemen kesehatan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Siapa yang Dapat Mengonsumsi Kombinasi Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit?</strong></h2>



<p>Kombinasi ekstrak ikan gabus dan kunyit umumnya dimanfaatkan sebagai suplemen pendukung pada berbagai kondisi, seperti: masa pemulihan setelah operasi, penyembuhan luka akibat kecelakaan atau luka bakar, pemulihan setelah melahirkan, kondisi dengan kadar albumin yang rendah, masa pemulihan setelah sakit yang menyebabkan tubuh menjadi lemah, serta lansia yang memerlukan dukungan nutrisi tambahan untuk membantu regenerasi jaringan.</p>



<p>Namun perlu diingat, suplemen bukanlah pengganti pengobatan utama. Pemeriksaan dan terapi yang diberikan oleh tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/temulawak-untuk-tumbuh-kembang-anak/">Temulawak dan Perannya dalam Kesehatan serta Tumbuh Kembang Anak</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Inovasi Produk Berbasis Kekayaan Alam Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/07/Gambar-3-Ekstrak-Ikan-Gabus-dan-Kunyit-1.png" alt="Gambar 3 - Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit" class="wp-image-3615"/></figure>



<p>Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya hayati. Ikan gabus dan kunyit merupakan dua di antaranya yang telah digunakan secara turun-temurun dalam pengobatan tradisional. Kini, kemajuan teknologi memungkinkan kedua bahan tersebut diproses menjadi ekstrak yang lebih praktis dan memiliki mutu yang lebih terjaga.</p>



<p>Salah satu contohnya adalah Striatamin, produk yang mengombinasikan ekstrak ikan gabus dan kunyit sebagai suplemen pendukung proses pemulihan tubuh. Pendekatan seperti ini menunjukkan bagaimana bahan alam lokal dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan yang lebih modern dan mudah digunakan oleh masyarakat.</p>



<p>Meningkatnya<a href="https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15958"> penelitian mengenai ikan gabus</a> dan kunyit menunjukkan bahwa kekayaan hayati Indonesia memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan yang bernilai tambah. Bagi masyarakat, perkembangan ini tentu menjadi kabar baik. Kita memiliki lebih banyak pilihan untuk mendukung kesehatan menggunakan bahan alami yang telah lama dikenal, tetapi kini hadir dalam bentuk yang lebih praktis dan didukung oleh penelitian modern.</p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/ekstrak-ikan-gabus-dan-kunyit-untuk-pemulihan/">Ekstrak Ikan Gabus dan Kunyit: Benarkah Kombinasi Herbal ini Semakin Dilirik dan Bantu Proses Pemulihan?</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</title>
		<link>https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Guntur Berlian dan Muza]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 03:50:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrak Ikan Gabus]]></category>
		<category><![CDATA[ikan gabus]]></category>
		<category><![CDATA[Peptida Ikan Gabus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.channa.id/?p=3588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perkembangan ilmu bioteknologi dalam dua dekade terakhir telah mendorong lahirnya berbagai inovasi obat berbasis biomolekul. Salah satu kelompok senyawa yang memperoleh perhatian besar adalah peptida bioaktif, yaitu fragmen protein berukuran pendek yang memiliki aktivitas biologis spesifik terhadap berbagai sistem fisiologis tubuh. Berbeda dengan protein utuh, peptida bioaktif mampu berinteraksi secara selektif dengan reseptor, enzim, maupun &#8230;</p>
<p class="read-more"> <a class="" href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/"> <span class="screen-reader-text">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</span>Read More &#187;</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Perkembangan ilmu bioteknologi dalam dua dekade terakhir telah mendorong lahirnya berbagai inovasi obat berbasis biomolekul. Salah satu kelompok senyawa yang memperoleh perhatian besar adalah peptida bioaktif, yaitu fragmen protein berukuran pendek yang memiliki aktivitas biologis spesifik terhadap berbagai sistem fisiologis tubuh. </p>



<p>Berbeda dengan protein utuh, peptida bioaktif mampu berinteraksi secara selektif dengan reseptor, enzim, maupun molekul target lainnya sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen terapeutik yang lebih efektif dan memiliki efek samping yang relatif lebih rendah.</p>



<p>Di tingkat global, lebih dari seratus obat peptida telah digunakan secara klinis untuk mengatasi berbagai penyakit. Tren ini turut memengaruhi arah penelitian di Indonesia, terutama dalam pemanfaatan kekayaan biodiversitas laut dan perairan tropis sebagai sumber peptida bioaktif baru.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/peran-peptida-ikan-gabus-channa-striata-untuk-menurunkan-tekanan-darah-hipertensi/">Peran Peptida Ikan Gabus (Channa striata) untuk Menurunkan Tekanan Darah (Hipertensi)</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Itu Peptida Bioaktif?</strong></h2>



<p>Peptida bioaktif merupakan rantai pendek asam amino yang umumnya terdiri atas 2–50 residu asam amino. Sebagian besar peptida ini tidak aktif ketika masih menjadi bagian dari protein induknya, tetapi akan menunjukkan aktivitas biologis setelah dilepaskan melalui proses: hidrolisis enzimatik, fermentasi mikroba, pencernaan gastrointestinal, ataupun melalui sintesis kimia dan bioteknologi. Aktivitas biologis suatu peptida ini ditentukan oleh urutan asam amino, panjang rantai, muatan listrik, serta struktur tiga dimensinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Peptida Menjadi Tren Baru dalam Farmasi?</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-2-Peptida-Bioaktif.png" alt="Gambar 2 - Peptida Bioaktif" class="wp-image-3595" style="width:678px;height:auto"/></figure>



<p>Dibandingkan obat molekul kecil (<em>small molecules</em>), peptida memiliki beberapa keunggulan, antara lain: afinitas dan spesifisitas tinggi terhadap target biologis; toksisitas sistemik yang relatif rendah; metabolisme yang lebih alami karena tersusun dari asam amino; serta risiko interaksi obat yang lebih kecil.</p>



<p>Di sisi lain, pengembangan obat peptida masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti stabilitas yang rendah terhadap enzim protease, waktu paruh yang singkat di dalam sirkulasi darah, serta bioavailabilitas oral yang rendah. Oleh karena itu, berbagai teknologi penghantaran obat dan modifikasi struktur peptida terus dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tantangan Menuju Produk Farmasi dan Prospek Masa Depan</strong></h2>



<p>Meskipun potensinya sangat besar, pengembangan peptida bioaktif menjadi produk farmasi masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain: proses isolasi yang kompleks, biaya produksi relatif tinggi, stabilitas peptida yang rendah, serta regulasi yang ketat sebelum memperoleh izin edar dari otoritas pengawas obat.</p>



<p>Perkembangan teknologi sintesis peptida, rekayasa protein, kecerdasan buatan, dan sistem penghantaran obat diperkirakan akan semakin mempercepat lahirnya obat-obatan berbasis peptida. Bagi Indonesia, peluang tersebut sangat menjanjikan karena didukung oleh biodiversitas yang sangat tinggi, meningkatnya kapasitas penelitian bioteknologi dan farmasi yang beriringan dengan perkembangan industri farmasi nasional. </p>



<p>Dengan didukung oleh kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan industri, Indonesia berpotensi tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi pengembang produk farmasi inovatif berbasis peptida yang memiliki daya saing di pasar internasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penelitian di Indonesia: Peptida Albumin <em>Channa striata</em> sebagai Kandidat ACE Inhibitor Alami</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1424" height="752" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-3-Peptida-Bioaktif-1.png" alt="Gambar 3 - Peptida Bioaktif" class="wp-image-3597" style="width:799px;height:auto"/></figure>



<p>Salah satu perkembangan penting dalam penelitian peptida bioaktif di Indonesia adalah publikasi oleh Berlian et al. (2023) yang mengeksplorasi potensi albumin ikan gabus (<em>Channa striata</em>) sebagai sumber peptida antihipertensi alami. </p>



<p>Penelitian tersebut diterbitkan pada jurnal Heliyon dan menjadi salah satu studi pertama dari Indonesia yang secara sistematis mengidentifikasi peptida bioaktif hasil hidrolisis albumin ikan gabus serta pengujian aktivitas penghambatan enzim ACE secara <em>in vitro</em>.</p>



<p>Penelitian Berlian et al. memiliki arti penting bagi perkembangan farmasi nasional karena menunjukkan bahwa biodiversitas Indonesia dapat menjadi sumber inovasi obat berbasis peptida. Berbeda dengan sebagian besar penelitian sebelumnya yang hanya mengevaluasi ekstrak protein secara keseluruhan, studi ini berhasil mengidentifikasi peptida spesifik sebagai komponen aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antihipertensi.</p>



<p>Temuan ini juga memberikan nilai tambah bagi komoditas ikan gabus yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun suplemen kesehatan. Dengan identifikasi peptida bioaktif yang spesifik, pemanfaatan ikan gabus dapat bergeser dari sekadar sumber protein menjadi sumber bahan baku untuk pengembangan obat antihipertensi generasi baru.</p>



<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.channa.id/obat-herbal-vs-obat-kimia/">Obat Herbal vs Obat Kimia: Mana Lebih Unggul?</a></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Keterkaitan dengan Tren Penelitian Peptida Bioaktif di Indonesia</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1536" height="1024" src="https://www.channa.id/wp-content/uploads/2026/06/Gambar-4-Peptida-Bioaktif.png" alt="Gambar 4 - Peptida Bioaktif" class="wp-image-3598" style="width:723px;height:auto"/></figure>



<p>Penelitian Berlian et al. mencerminkan arah baru riset peptida bioaktif di Indonesia yang tidak lagi hanya berfokus pada isolasi senyawa, tetapi juga mengintegrasikan berbagai teknologi terkait. Ke depan, strategi ini dapat diterapkan untuk mengeksplorasi peptida bioaktif dari berbagai sumber hayati Indonesia lainnya. </p>



<p>Dengan demikian, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan peptida bioaktif alami yang tidak hanya bernilai ilmiah tinggi, tetapi juga memiliki prospek komersial dalam industri farmasi dan pangan fungsional.</p>



<p><strong>Referensi</strong></p>



<p>Berlian, G., Riani, C., Kurniati, N. F., &amp; Rachmawati, H. (2023). <em>Peptide derived C. striata albumin as a natural angiotensin-converting enzyme inhibitor</em>. <strong>Heliyon, 9</strong>(5), e15958. <a href="https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15958">https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15958</a></p>
<p>The post <a href="https://www.channa.id/manfaat-peptida-bioaktif-di-bidang-farmasi-indonesia/">Manfaat Peptida Bioaktif di Bidang Farmasi Indonesia: Signifikansi Penelitian Peptida Ikan Gabus</a> appeared first on <a href="https://www.channa.id">Mega Medica Pharmaceuticals</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
