Gambar 3 - Ulva lactuca dan konstipasi

Ulva Lactuca dan Konstipasi: Bukti Riset dan Potensi Pangan Fungsional

Pada penelitian yang diterbitkan pada 2025, Liu dan kolega menguji polisakarida Ulva lactuca (ULP) pada model mencit dengan konstipasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian ULP meningkatkan kadar air feses dan memperbaiki laju propulsi gastrointestinal. Peneliti juga menemukan perubahan pada beberapa parameter yang berhubungan dengan fungsi saluran pencernaan. Kadar motilin, gastrin, dan serotonin (5-hydroxytryptamine/5-HT) meningkat setelah pemberian ULP. Selain itu, ULP membantu mempertahankan integritas sawar usus dan menurunkan beberapa penanda inflamasi, termasuk TNF-α dan IL-6 (Liu et al., 2025).

Baca Juga: Ulva lactuca: Rumput Laut Hijau Kaya Serat yang Berpotensi Membantu Mencegah Konstipasi

Bagaimana Potensi Ulva lactuca untuk Membantu Konstipasi?

Yang tidak kalah menarik adalah perubahan pada mikrobiota usus. Seperti yang diketahui, serat pangan bukan hanya “bahan pengisi” usus. Sebagian serat juga dapat menjadi substrat bagi mikroorganisme yang hidup di dalam kolon. Mikrobiota usus dapat memfermentasi sebagian polisakarida dan menghasilkan berbagai metabolit yang berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pencernaan.

Review mengenai serat yang berasal dari rumput laut menunjukkan bahwa polisakarida tersulfasi dari rumput laut dapat berinteraksi dengan mikrobiota usus dan bahwa proses metabolisme serat oleh mikrobiota kemungkinan merupakan salah satu mekanisme penting di balik efek fisiologisnya (Huang et al., 2022). Selain itu, analisis 16S rRNA menunjukkan bahwa ULP meningkatkan kelimpahan beberapa mikroorganisme, termasuk Lactobacillus dan Muribaculum. Penelitian tersebut juga menunjukkan perubahan pada metabolisme mikroba, termasuk jalur yang berkaitan dengan arginin dan S-adenosylmethionine (Liu et al., 2025).

Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap 16 randomized controlled trials yang melibatkan 1.251 orang dewasa dengan konstipasi menemukan bahwa sekitar 66% peserta pada kelompok serat mengalami respons terhadap terapi, dibandingkan sekitar 41% pada kelompok kontrol. Suplementasi serat juga dilaporkan meningkatkan frekuensi buang air besar dan memperbaiki konsistensi feses (van der Schoot et al., 2022). Jenis serat juga sangat penting. Sifat serat—misalnya kelarutan, viskositas, kemampuan menahan air, dan fermentabilitas—dapat menentukan efeknya terhadap sistem pencernaan. Bahkan penelitian sistematis yang lebih baru menunjukkan bahwa respons terhadap serat berbeda-beda tergantung karakteristik seratnya (Balk et al., 2026).

Potensi Ulva lactuca sebagai Pangan Fungsional

Gambar 2 - Ulva lactuca dan konstipasi

Keunggulan U. lactuca tidak hanya terletak pada kandungan seratnya. Sebagai rumput laut, U. lactuca juga mengandung berbagai mineral dan komponen nutrisi lainnya. Penelitian terhadap U. lactuca dari Pameungpeuk, misalnya, menemukan kandungan kalsium yang relatif tinggi serta sejumlah mineral lain (Rasyid, 2017). Sebagai informasi, rumput laut juga dapat mengakumulasi mineral tertentu dari lingkungan. Oleh karena itu, lokasi pemanenan dan proses pengolahan menjadi faktor penting.

Akan tetapi, peningkatan konsumsi serat berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, gas, rasa tidak nyaman di perut, atau bahkan memperburuk konstipasi pada sebagian orang apabila konsumsi cairan tidak mencukupi. Dalam kajian meta-analysis pada orang dewasa dengan konstipasi, suplementasi serat memang meningkatkan keberhasilan terapi dan frekuensi buang air besar, tetapi juga meningkatkan kejadian flatulensi (van der Schoot et al., 2022). Karena itu, prinsip yang lebih tepat adalah: konsumsi cukup serat + cukup cairan + aktivitas fisik + pola makan seimbang.

Baca Juga: Apakah Benar Konsumsi Bayam Bermanfaat bagi Ibu Menyusui? Cek Fakta dan Kandungannya!

Daftar Pustaka

Liu K, Zhang Y, Cai H, Song S, Ai C, Yang J. (2025). Ulva lactuca polysaccharides alleviate constipation in mice through repairing the intestinal barrier and regulating the gut microbiota. Journal of the Science of Food and Agriculture, 105, 8664–8676. https://doi.org/10.1002/jsfa.70108.

Huang W, Tan H, Nie S. Beneficial effects of seaweed-derived dietary fiber: Highlights of the sulfated polysaccharides. Food Chem. 2022 Mar 30;373(Pt B):131608. doi: 10.1016/j.foodchem.2021.131608.

van der Schoot A, Drysdale C, Whelan K, Dimidi E. (2022). The effect of fiber supplementation on chronic constipation in adults: An updated systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. The American Journal of Clinical Nutrition, 116(4), 953–969. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqac184.

Rasyid A. (2017). Evaluation of nutritional composition of the dried seaweed Ulva lactuca from Pameungpeuk waters, Indonesia. Tropical Life Sciences Research, 28(2). https://doi.org/10.21315/tlsr2017.28.2.9.