Gambar 1 - Riset Teripang dan Potensi Laut Indonesia - Part 3

Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 3

Semakin banyak manfaat teripang ditemukan, semakin tinggi pula nilai ekonominya. Namun peningkatan permintaan dapat menyebabkan eksploitasi populasi liar. Kajian global terhadap H. scabra menunjukkan bahwa intensifikasi perdagangan dan eksploitasi telah berkaitan dengan penurunan stok alami di berbagai wilayah. Karena itu, penelitian mengenai teripang tidak dapat dipisahkan dari persoalan konservasi dan keberlanjutan (Hamel et al., 2022).

Holothuria scabra merupakan salah satu teripang tropis yang paling maju dalam teknologi pembenihannya dan telah menjadi fokus utama penelitian akuakultur (Hamel et al., 2022).  Dengan keberhasilan pembenihan dan pembesaran, kebutuhan bahan baku untuk industri masa depan secara bertahap dapat dialihkan dari populasi liar menuju sumber yang dibudidayakan.

Baca Juga: Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 1

Mengenal Teripang Sebagai “Blue Biotechnology” dan Peluangnya di Indonesia

Di Indonesia, keanekaragaman hayati teripang yang tinggi dan sumber daya laut yang sangat luas menjadi dua modal utama yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan blue biotechnology teripang. Akan tetapi, biodiversitas saja tidak cukup. Nilai terbesar justru akan muncul apabila Indonesia mampu mengubah biodiversitas tersebut menjadi pengetahuan, teknologi, produk, dan industri yang berkelanjutan.

Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan penelitian teripang dari hulu hingga hilir. Penelitian biodiversitas dapat mengidentifikasi spesies potensial. Penelitian biokimia dapat menemukan molekul baru. Teknologi ekstraksi dan hidrolisis dapat meningkatkan nilai tambah. Penelitian farmakologi dapat mengungkap mekanisme kerja. Sementara teknologi budidaya dapat memastikan bahan bakunya tersedia tanpa mengorbankan populasi liar.

Baca Juga: Riset Teripang Indonesia: Mengungkap Potensi Kekayaan Laut Nusantara – Part 2

Peluang Teripang untuk Pangan, Farmasi, Kosmetik, dan Biomaterial

Dengan pendekatan tersebut, teripang tidak lagi sekadar dipandang sebagai komoditas hasil laut, tetapi sebagai sumber daya hayati untuk pengembangan pangan, nutraseutikal, farmasi, kosmetik, dan biomaterial. Dan mungkin, salah satu organisme laut yang bentuknya paling sederhana inilah yang justru menyimpan salah satu peluang paling menarik dalam pengembangan bioteknologi laut Indonesia.

Daftar Pustaka

Hamel JF, et al. (2022) Global knowledge on the commercial sea cucumber Holothuria scabra, Chapter 1. Ed(s): Annie Mercier, Jean-François Hamel. Advances in Marine Biology, Academic Press, (91):1-286. doi: 10.1016/bs.amb.2022.04.001.